
Pukul delapan pagi Ardian sudah tiba di rumah sakit untuk menjemput Satya dan Anyelir, sementara Satya bersama Anye masih berada diruangan dokter, mereka sedang mengkonsultasikan keadaan Anye sekaligus meminta obat untuk berjaga-jaga apabila dalam perjalanan, sakit perutnya kambuh lagi.
Setelah semuanya selesai mereka langsung menuju resort untuk mengambil barang yang masih tertinggal disana. Satya dibantu Ardian membereskan semuanya sementara Anye hanya duduk melihat keduanya berkemas karena Satya yang melarangnya.
Semua barang kini sudah dimasukkan ke dalam bagasi, hanya tinggal menunggu kedatangan pemilik resort yang sedang mengambil sesuatu di dapur restonya.
Dari kejauhan terlihat ia datang dengan membawa dua kantong besar oleh-oleh, menghampiri Satya dan memberikannya, lalu pemilik resto secara pribadi meminta maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi selama menginap di resortnya.
Satya mengucapkan terimakasih, ia tidak pernah menyalahkan pemilik resort, karena masalah ini terjadi akibat dirinya sendiri yang kurang peka terhadap sifat buruk sahabat istrinya.
Merekapun saling bersalaman, lalu Ardian segera membawa Satya dan Anye meninggalkan resort, melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju bandara Internasional Minang Kabau.
Jarak tempuh dari danau Maninjau ke bandara lumayan jauh namun untung saja Radit mendapatkan tiket penerbangan sore, jadi mereka masih bisa sedikit nyantai diperjalanan.
Pemandangan yang indah disepanjang perjalanan sebenarnya membuat mereka enggan untuk meninggalkan profinsi ini, namun kesehatan Anye harus lebih di prioritaskan daripada hanya meneruskan perjalanan bulan madu.
Satya kemudian memeluk istrinya, mencium keningnya dan berkata,"Suatu saat kita akan kembali kesini jika kamu ingin, yang penting kita harus pastikan dulu kamu baik-baik saja", ucap Satya kepada Anyelir.
Anyepun mengangguk setuju, lalu Ardian menimpali," Jika nanti Tuan dan Nyonya kembali kesini pasti saya akan tunjukkan tempat-tempat yang lebih indah lagi."
"Inshaallah Yan, kami pasti kembali", ucap Satya.
"Oh ya bos, mengenai Queen saya akan tetap mencari informasi, sampai ia tertangkap."
"Terimakasih Yan, pokoknya aku percayakan semuanya sama kamu."
"Sama-sama bos", ucap Ardian kembali.
Mereka terus mengobrol hingga tak terasa mobil melaju mulai memasuki area Bandara. Ardian memarkirkan mobilnya lalu membawa Satya dan Anye masuk untuk check-in keberangkatan.
Satya dan Anyelir mengucapkan terimakasih kepada Ardian karena selama mereka ada di sini Ardian telah melayani mereka dengan sangat baik, lalu Satya juga mengundang Ardian untuk datang ke Jakarta, kapanpun Ardian mau Satya akan menanggung semua biaya perjalanan untuknya.
__ADS_1
Ardian kembali mengucapkan terimakasih kepada Satya, dia berjanji suatu saat pasti akan datang ke Jakarta untuk berkunjung. Mereka pun akhirnya berpisah dengan saling melambaikan tangan.
Sebelum pesawat berangkat, Satya menghubungi Radit agar nanti menjemput mereka di bandara Soekarno Hatta dan memintanya untuk mengantarkan langsung ke tempat praktek dokter ahli kandungan yang sudah Radit hubungi.
Beberapa saat Satya dan Anye menunggu, panggilan untuk penumpang tujuan jakarta pun terdengar, Satya dan Anye menonaktifkan ponsel, kemudian mereka naik ke dalam pesawat, yang siap untuk berangkat.
Pesawat kini telah lepas landas meninggalkan profinsi Sumatera Barat, kenangan indah sekaligus kenangan pahit bulan madu mereka terukir di sana.
Di dalam pesawat Satya menghibur Anye dengan bercerita tentang pengalaman-pengalaman selama beberapa hari ini, mereka tertawa bahagia, sejenak melupakan kejadian buruk yang membuat keduanya terpaksa harus pulang menghentikan perjalanan bulan madu mereka.
Kabar kepulangan Anye telah sampai ke telinga para sahabatnya, hingga membuat mereka heboh, mereka rindu, ikut sedih sekaligus penasaran ingin mendengar cerita dari Anye.
Begitu juga dengan Tina, ia ingin secepatnya bertemu dengan sahabatnya. Tina merasa tidak sabar, begitu Radit telephone ingin mengajaknya menjemput Anye dan Satya di bandara ia langsung bersiap dan kini sedang menunggu kedatangan Radit dengan berjalan mondar mandiri seperti seterikaan saja.
Mendengar suara mesin mobil berhenti di depan kost,Tina pun langsung berlari keluar dan ternyata benar Radit telah tiba. Tanpa membuang waktu mereka langsung berangkat menuju bandara.
Pesawat yang membawa Satya dan Anye telah mendarat dengan selamat di bandara Soekarno Hatta, keduanya keluar dari pesawat lalu membereskan barang bawaan dan setelah selesai langsung menuju ke area kedatangan.
Merekapun tiba disana, tanpa harus menunggu lagi Anye dan Satya dipersilahkan masuk ke ruangan dokter sementara Tina dan Radit menunggu diluar.
Dokter memperkenalkan diri lalu melakukan serangkaian pemeriksaan dan memberikan kesimpulan bahwa rahim Anyelir memang sedikit bermasalah karena obat perusak kandungan itu.
Syukurnya perbuatan itu cepat ketahuan jadi efeknya tidak begitu fatal jadi masih bisa kembali normal dan subur setelah dilakukan pengobatan.
Obat pertama yang akan di berikan oleh dokter adalah obat untuk membersihkan rahim jadi dampaknya adalah jika sudah terjadi pembuahan sebelumnya akan luruh keluar bersama kotoran. Setelah bersih barulah dokter akan memberikan obat penyubur kembali.
Kemudian Satya bertanya", Jadi dok kira-kira berapa lama proses pembersihan rahim itu?"
"Satu kali siklus menstruasi Pak yaitu sekitar satu bulan", jawab pak dokter.
"Apakah kondisi ini bisa mempengaruhi stamina istri saya lagi dok?"
__ADS_1
"Inshaallah enggak pak, istri bapak sudah sehat, hanya tinggal merawat diri dengan makan-makanan yang bergizi untuk mendukung kesembuhan dan memprogram kehamilan nantinya."
"Alhamdulillah", ucap Satya lega.
Anyelir yang mendengarnya pun merasa senang, apa yang ia khawatirkan ternyata tidak terjadi.
Kemudian Satya bertanya lagi," Jadi kapan kami kesini lagi dok?"
"Setelah selesai menstruasi datanglah lagi, saya akan resepkan obat penyubur, mudah-mudahan sama kita berusaha dan sama berdoa ada kabar gembira setelah itu", ucap pak dokter.
Keduanya pun pamit, mengucapkan terima kasih kepada pak dokter lalu mereka menemui Radit dan Tina. Saat itu mereka melihat Radit dan Tina sedang bercanda terlihat begitu akrab, sepertinya ada hubungan spesial diantara mereka.
Namun seperti yang Anye tahu Tina adalah istri dari seseorang maka tidak pantas jika dia terlalu dekat, akrab dan mesra dengan lelaki lain.
Satya dan Anye mendekati keduanya sambil berdehem hingga mengejutkan Tina dan Radit.
Kemudian Satya berkata," Sepertinya kami ketinggalan berita nih ya, ada yang baru jadian nampaknya."
Radit dan Tina merasa malu, namun mereka harus segera menjelaskan bahwa sekarang mereka adalah pasangan kekasih yang sebentar lagi juga akan menikah.
melihat wajah Satya dan Anye yang bingung, Raditpun berkata,"Oh ya Sat, sebenarnya ada yang ingin kami bicarakan dengan kalian, tapi rasanya waktunya belum pas, lebih baik nanti setelah kalian beristirahat barulah kita bicarakan lagi."
"Oke lah jika begitu Dit, sekarang tolong antarkan kami pulang kerumah dulu ya...kasihan tuh Anye, biar ia bisa beristirahat."
"Baiklah, ayo kita pulang", ucap Radit.
Keempat sahabat itupun pergi meninggalkan klinik dokter kandungan, Radit akan mengantar sahabatnya kembali ke rumahnya.
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys, vote, like dan rate bintang limanya ππ
__ADS_1
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ