Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Muncul Masalah Lainnya II


__ADS_3

Semakin lama pertempuran berlangsung semakin terlihat jelas pihak mana yang paling diuntungkan, berkat efek penyembuhan dari pedang Iblis Malam Li Hao berhasil membunuh dua orang lainnya. Meskipun begitu, dia tidak akan meremehkan mereka dan meningkatkan statistiknya agar bisa lebih cepat menyelesaikan pertarungan ini.


[Strength +35]


[Strength 300 > 335]


[Vitality +25]


[Vitality 235 > 260]


Sesaat setelah itu, Li Hao langsung menggunakan Immune Step dan membuatnya bergerak dengan sangat cepat.


Slash!


Slash!


Dalam sekejap, Li Hao memenggal kepala dua orang Golden Core menggunakan teknik Tarian Bintang Malam. Kemudian, dia menciptakan celah agar bisa melompat ke udara supaya bisa mengeksekusi teknik Putaran Bintang Jatuh.


Duuuuar~!


Ledakan yang besar terjadi sesaat setelah Li Hao mengeksekusi Putaran Bintang Jatuh, dan jurus itu berhasil membunuh tiga Golden Core lainnya dan menyisakan satu orang yang Golden Core di bintang tiga belas.


Kejadian yang berlangsung dalam beberapa menit itu berhasil membuat pria bertopeng wajah anjing syok bukan main, gerakannya menjadi kaku dan membuat Li Hao berhasil memberikan beberapa luka serius padanya.


Li Hao sendiri tidak heran melihat reaksi lawannya yang demikian, mengingat dia telah berhasil mengalahkan sembilan kultivator di ranah yang sama. Hal ini pasti membuat siapa saja terkejut termasuk lawannya saat ini.


Traaang!


Setelah bertukar serangan selama beberapa saat, Li Hao berhasil membuang jauh pedang lawannya.


"Bajingan!"


Ketika Li Hao ingin melakukan serangan akhir, pria bertopen itu mengumpat keras sebelum melarikan diri dari sana. Li Hao tadinya ingin mengejarnya supaya tidak menimbulkan masalah lain di kemudian hari, namun situasinya saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan hal tersebut sehingga dirinya kembali melalukan perjalanan menuju Gua Dunia Lain.


Di perjalanan, Li Hao mengkonsumsi beberapa pil yang mampu memulihkan Qi serta staminanya. Pemulihannya berlangsung selama kurang dari setengah jam saja, dan itu berkat kualitas pil yang berada di tahap Earth tingkat Low-Tier.


Li Hao terus melesat tanpa henti dan melewati berbagai tempat seperti kota, desa, gunung, danau, hutan dan lain-lain.


Empat hari kemudian, Li Hao akhirnya berhasil sampai ke wilayah netral yang pernah dibicarakan oleh anggota dari sekte Danau Suci. Ia bisa mengetahui kalau wilayah itu adalah wilayah netral karena dirinya sempat melihat beberapa perkemahan yang diisi oleh orang-orang berwajah seram.

__ADS_1


Seharusnya Gua Dunia Lain sudah tidak jauh lagi setelah memasuki wilayah netral, akan tetapi Li Hao tidak menemukan Gua yang dimaksud usai berkeliling selama kurang lebih satu jam lamanya.


"Sepertinya aku memang harus bertanya..." Li Hao mengalihkan pandangannya ke sekitar sebelum menghembuskan nafas panjang melalui mulutnya, "Hampir semua yang ada di tempat ini adalah perkemahan para bandit, apa aku harus bertanya pada mereka?"


Kalau Li Hao bertanya pada mereka kemungkinan besar ia tidak akan disambut dengan baik, apalagi dirinya memakai topeng yang membuatnya terlihat semakin mencurigakan.


Jika Li Hao melepaskan topengnya maka wajahnya akan terlihat oleh mereka, itu cukup beresiko mengingat poster wajahnya telah disebar luas oleh sekte Lotus Hitam.


"Ya, sudahlah. Mau bagaimana lagi? Aku hanya perlu membantai mereka jika tidak mau memberitahu." Li Hao bergumam serius, lalu pergi mencari perkemahan bandit terdekat.


Tidak butuh waktu lama bagi Li Hao untuk menemukannya, ia langsung memasuki perkemahan tersebut dan jelas kehadirannya membuat semua orang yang ada di sana menghentikan aktivitasnya masing-masing.


"Siapa bajingan ini?! Apa yang kau lakukan di sini, huh?!" seorang bandit berkepala plontos mendekati Li Hao dengan wajah garang, dan hal itu diikuti oleh yang lainnya.


"Maaf mengganggu aktivitas kalian semua, Tuan-Tuan. Aku kemari karena ingin menanyakan sesuatu..." Li Hao menangkupkan tangannya, nadanya terdengar rendah dan sopan.


"Bertanya?! Apa aku tidak salah dengar, huh?!"


"Ya, kalian tidak salah dengar." Li Hao segera membalas, "Aku di sini ingin menanyakan letak Gua Dunia Lain. Seharusnya tempat itu berada di sekitar sini, bukan?"


"Hoo, berandal ini ingin mencari Gua Dunia Lain? Hahahaha, untuk apa kau ke sana? Cari mati?"


"Jadi, kau ingin mati? Kalau begitu, serahkan seluruh barang berhargamu dan kami akan memberitahu letak lokasinya. Kekeke..."


"Kalian mengetahui lokasinya?"


"Tentu saja, bodoh! Cepat serahkan barang-barang berhargamu, haruskah kami melakukannya secara paksa?!"


"Begitu, ya?" Li Hao mengeluarkan pedang Iblis Malam, lalu mengayunkan dengan sangat cepat.


Slash!


Dalam sekejap, satu kepala bandit terpenggal begitu saja dan menggelinding di tanah. Kejadian yang berlangsung dalam sekejap mata itu membuat bandit lainnya diam membeku, namun tidak lama setelahnya salah satu dari mereka berseru marah.


"Dasar bajingan!"


Seruan tersebut menyadarkan yang lain dan para bandit langsung mengeluarkan senjata yang selalu mereka bawa.


Li Hao tidak membuang waktu lebih jauh lagi dan mulai menghabisi para bandit itu. Seiring berjalannya waktu bukannya berkurang, para bandit itu malah semakin banyak dan membuat Li Hao mau tak mau harus serius agar bisa mempersingkat waktunya.

__ADS_1


Kurang lebih selama sepuluh menit dihabiskan, Li Hao akhirnya berhasil menghabisi sebagian besar dari mereka dan menyisakan lima orang bandit yang sudah terluka.


"Berhenti melawan atau melarikan diri, kalau kalian melakukannya maka aku tidak segan untuk memenggal kepala kalian." Li Hao berkata, suaranya rendah namun dapat didengar jelas oleh kelimanya.


"Sialan! Apa yang sebenarnya kau inginkan?! Kenapa kau membantai kami?!" salah satu bandit bertanya, tubuhnya dipenuhi dengan darah dari mayat-mayat bandit yang merupakan temannya.


"Antarkan aku ke lokasi Gua Dunia Lain, dan aku akan membiarkan kalian berlima hidup." ucap Li Hao dengan tenang.


"K-kau...!"


"Berhenti merengek dan antarkan aku." Li Hao memasang ekspresi dingin dan membuat kelima bandit itu ketakutan.


Mereka yang berada dalam posisi mustahil untuk menolak mau tak mau mengantar Li Hao ke tempat yang diinginkan olehnya.


Selama di perjalanan, Li Hao melihat layar statusnya dan menemukan levelnya telah naik sebanyak dua kali. Sebenarnya ia masih belum terbiasa dengan pembantaian seperti ini, namun ia tidak merasa bersalah mengingat mereka adalah sekelompok bandit.


Setelah berlari selama kurang dari setengah jam, akhirnya kelima bandit itu berhenti di belakang pohon yang cukup besar. Li Hao sendiri juga langsung berhenti, ia mengedarkan pandangannya tetapi tidak menemukan sesuatu yang mencolok selain sebuah perkemahan bandit.


"Dimana tempatnya?" Li Hao bertanya dan kelimanya langsung menunjuk ke arah perkemahan yang letaknya tidak jauh dari sana.


Li Hao tidak mengatakan apapun dan menatap perkemahan tersebut dengan tenang. Di sana, ada banyak sekali bandit yang berkeliaran dan luasnya dua kali lipat lebih besar dari perkemahan bandit pada umumnya.


"Jadi, di dalam perkemahan itu ada Gua Dunia Lain?" Li Hao bertanya untuk memastikan dan mereka segera mengangguk dengan tubuh yang gemetaran, "Mereka mau memonopoli Gua itu atau bagaimana?"


"Kami sama sekali tidak mengetahuinya, Tuan. Namun, ada rumor kalau sekte Aliran Hitam yang memerintahkan kelompok bandit itu untuk membuat perkemahan di sana."


"Aliran hitam lagi?" Li Hao menghela nafas pendek, lalu kembali mengamati perkemahan itu sejenak, "Omong-omong, kalian tidak mencoba menipuku, 'kan?"


"Tidak! Kami tidak berani!" mereka semua secara serempak menggelengkan kepala.


Li Hao menyipitkan matanya selama beberapa saat sebelum menyuruh mereka pergi dari sana. Setelah punggung para bandit itu tak terlihat lagi di matanya, ia mengeluarkan pedang Iblis Malam dan bergerak menuju perkemahan yang ada di depannya saat ini.


Kedatangan Li Hao jelas mengejutkan bandit-bandit yang sedang beraktivitas di luar rumah, mereka langsung mengeluarkan senjata masing-masing dan menyerang secara bersamaan setelah merasakan Niat Membunuh yang merembes deras dari orang asing itu.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


NOTE: Perkemahan bandit di sini kayak markas bandit, mereka bangun rumah tapi di satu tempat. Simpelnya sih desanya bandit.

__ADS_1


__ADS_2