Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Fragment The Ruler


__ADS_3

Setelah melewati gerbang kedua, Li Hao menuju ke pusat Lima Menara Naga. Tidak jauh darinya, ada Hua Yin dan juga Xue Lian yang satu arah dengannya.


Sedari tadi, Hua Yin selalu menggerutu tentang Turnamen Bebas pada temannya, sesekali dia juga menyindir Li Hao dan bahkan menghinanya secara terang-terangan.


Li Hao sendiri hanya memasang ekspresi datar ketika Hua Yin berbicara negatif tentangnya, tadinya ia ingin berlari supaya lebih cepat sampai namun niatnya diurungkan setelah melihat situasi dalam tembok kedua yang cukup ramai.


Li Hao ingin mencari informasi sebanyak mungkin dengan berjalan santai, informasi yang ia inginkan adalah tentang dampak dari insiden tadi siang.


"Hei, kenapa kau tidak lari saja?" Li Hao menoleh ke belakang, dan Hua Yin segera memasang ekspresi kesal.


"Apa urusannya denganmu, huh!" Hua Yin memelototi tetapi sembari memakan makanan ringan yang dibelinya di dalam tembok ketiga.


"Kau berisik, apa mulutmu tidak pernah ditutup?" Li Hao memasang ekspresi malas.


Pelupuk mata Hua Yin langsung berkedut ketika mendengarnya, "Apa maksudmu! Mau berantem?!"


Hua Yin mendekati Li Hao dan mendekatkan wajahnya ke pemuda itu, ekspresinya kini terlihat marah dan tidak senang.


"Tidak." Li Hao membalas dengan singkat, lalu mengalihkan pandangannya ke depan, "Sifatnya mengingatkanku padanya."


"Apa...? Kau barusan mengatakan apa?!" Hua Yin tidak terlalu mendengarnya karena suara gumaman Li Hao terlalu kecil.


"Kakak Yin, sudah hentikan. Kau terlalu menarik banyak perhatian..." Xue Lian yang sedari tadi diam sudah tidak tahan lagi, ia membujuk kakak seperguruannya itu untuk berhenti.


Hua Yin tadinya ingin mengomel lebih jauh, tetapi dia langsung berhenti ketika Xue Lian mengatakan kalau guru mereka bisa saja memperhatikan dari jauh melalui Kesadaran Spiritual.


Li Hao merasa bersyukur karena perempuan cantik itu bisa menenangkan Hua Yin, dirinya kini jadi bisa mendengar obrolan di sekitarnya.


"Ugh... Apa-apaan?"


Setelah beberapa waktu memfokuskan indra pendengarannya, Li Hao hanya bisa mendengar orang-orang memuji kecantikan Hua Yin dan juga teman yang bersamanya tersebut.


"Memang salah jika aku berada di dekat mereka."

__ADS_1


Li Hao mulai mempercepat langkahnya dan meninggalkan Hua Yin beserta temannya itu sampai tidak terlihat lagi. Tidak lama kemudian, ia mulai mendengar orang-orang membicarakan insiden yang terjadi tadi siang.


Terkadang Li Hao menghentikan langkahnya ketika memang pembicaraan mereka membuatnya tertarik. Selama di perjalanan, ia bisa menyimpulkan kalau kemungkinan kecil perang akan terjadi, karena korban jiwa yang terlibat dalam insiden tersebut hampir semuanya berasal dari pihak kecil.


Setelah sampai di area pusat Lima Menara Naga, Li Hao menghampiri salah satu penjaga yang berjaga di sekitaran sana lalu mengatakan tujuannya kemari.


Penjaga yang didatangi oleh Li Hao terlebih dahulu memeriksa kebenarannya dengan cara melaporkan hal ini ke atasan, dan usai dikonfirmasi kebenarannya Li Hao dituntun ke salah satu Mansion yang letaknya tidak jauh dari pusat Lima Menara Naga.


"Tuan Yang Pun mengatakan kalau beliau akan menghampirimu setelah rapat selesai, jadi menetaplah di mansion untuk sementara waktu."


Penjaga tersebut langsung pergi usai berkata demikian, sementara Li Hao membawa Zhang Hai masuk ke dalam mansion besar itu. Di dalam sana, ia disambut oleh beberapa pelayan yang merupakan petugas dari Lima Menara Naga.


Mereka


Setiap pelayan di sana memiliki basis kultivasi setidaknya Qi Refinemet bintang satu dan Li Hao yakin kalau pengalaman bertarung mereka cukup hebat.


"Pengamanan yang ketat, ya?" Li Hao bergumam kecil, lalu menanyakan pada pelayan letak kamar milik Zhang Hai.


Li Hao menghembuskan nafas panjang melalui mulutnya, ia duduk di sebelah Zhang Hai kemudian membuka layar pemberitahuan system. Karena banyak hal yang dipikirkannya, ia jadi lupa kalau masih mempunyai hadiah atas penyelesaian misinya.


[Hadiah: Fragment The Ruler x1]


"Huh...? Fragment The Ruler?" Li Hao mengerutkan alisnya, lalu melihat penjelasan dari fragment tersebut.


[Fragment The Ruler adalah pecahan dari True Soul sang Penguasa. Kumpulkan lima Fragment dan anda memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya, dia akan menjawab seluruh pertanyaan anda.]


Li Hao terkejut melihat penjelasan tersebut, kalau menjawab semua pertanyaannya bukankah itu artinya 'Sang Penguasa' yang dimaksud oleh system mampu memberikan alasan mengapa dirinya dipindahkan ke dunia ini?


"Namun, siapa identitas sebenarnya Sang Penguasa? Dewa atau entitas lain?" Li Hao memegang dagunya dan memikirkan hal itu dengan serius, "Mungkin ini sekedar spekulasi tanpa bukti, tetapi Sang Penguasa adalah orang yang memindahkanku ke sini."


Alasan Li Hao berpikir demikian karena Fragment The Ruler didapatkan dari system, sementara system adalah entitas yang sudah menemaninya semenjak berada di dunia ini. Semuanya mungkin berhubungan namun ia masih belum menemukan benang yang menghubungkannya.


Li Hao kemudian menghela nafas panjang, lalu menatap langit-langit ruangan. Hadiah yang diberikan system memang termasuk ke dalam tujuannya, akan tetapi itu sudah di luar ekspektasinya.

__ADS_1


"Yah, hadiahnya masih setimpal untuk misi yang mempertaruhkan nyawaku. Sekarang, aku hanya perlu mendapatkan empat fragment yang tersisa..."


Ketika Li Hao larut dalam pikirannya, ia tersentak saat mendengar suara ketukan pintu. Tidak lama setelah itu, seseorang membuka pintu kamar dan dia tidak lain adalah Yang Pun, guru dari Zhang Hai.


"Terima kasih karena telah menungguku." Yang Pun menghampiri Li Hao, lalu matanya teralih pada Zhang Hai yang terbaring di atas kasur, "Apa kalian berdua habis minum alkohol?"


"Lebih tepatnya bir dengan kadar alkohol tinggi." Li Hao menjawab sembari bangkit berdiri, "Saya di sini karena ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan anda."


"Hm, apa itu?"


"Sebelum saya memberitahunya, bisakah saya mengetahui alasan anda meminta saya untuk menunggu di sini?"


Yang Pun sedikit menaikkan alisnya sebelum tersenyum tipis, "Ya, aku ingin menanyakan sesuatu padamu."


Setelah berkata demikian, Yang Pun langsung bertanya alasan Li Hao tiba-tiba datang ke kota Luoyang. Menurut informasi yang diberikan oleh pihak kota dan Lima Menara Naga, Li Hao seharusnya sudah keluar dari kota Luoyang setelah menyerah dalam Turnamen Bebas.


Li Hao tidak terlalu terkejut saat mendapatkan pertanyaan itu karena sebelumnya ia sudah memperkirakannya, "Alasan saya datang kemari juga berhubungan dengan itu, namun saya ingin anda menutupi ruangan ini dengan sesuatu supaya bisa kedap suara dan juga tidak bisa ditembus oleh Kesadaran Spiritual."


"Baiklah, sudah..." dalam sekejap mata, Yang Pun memenuh permintaan Li Hao, "Lalu, apa hubungannya pembicaraan kita?"


Li Hao terdiam sejenak sebelum mengeluarkan selembaran kertas yang menjadi alasan dirinya datang ke kota Luoyang, tanpa mengucapkan sepatah katapun ia memberikan kertas tersebut pada pria paruh bayah di depannya.


Yang Pun mengambil lembar kertas itu, lalu mulai membaca isinya. Ekspresi yang datar tidak berubah sama sekali, kemudian tatapannya kembali ke arah Li Hao.


"Siapa, dari mana dan kapan kau menemukan kertas ini?" Yang Pun bertanya, suaranya terdengar tenang.


Melihat suasana di sekitar tidak berubah membuat Li Hao yakin kalau apa yang dibicarakan oleh Zhang Hai tentang gurunya bukanlah sebuah kebohongan, ia kemudian menceritakan secara detail dari ketika dirinya menyelamatkan serigala yang mampu berbicara bahasa manusia sampai dua orang pembunuh yang membawa mayat manusia.


Bersambung....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Ramein likenya, nanti Author bakal crazy up.

__ADS_1


__ADS_2