Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Mengendalikan Arus Bola Qi Dalam Sekali Coba


__ADS_3

Li Hao kemudian membaluti luka di kedua tangannya menggunakan perban yang diberikan oleh paman Weng Gu sebelumnya. Setelah itu, ia memasang senyum lebar dan berkata dengan penuh semangat, "Kalau aku sudah bisa mengendalikan Qi dengan sempurna, maka kekuatanku akan jauh lebih meningkat dari sekarang!"


"Paman bilang kalau aku menginginkan uang, aku hanya perlu berburu binatang buas dan menjualnya di restoran mewah. Semakin tinggi basis kultivasi binatang yang kujual, maka akan semakin mahal pula harga jualnya."


"Seandainya aku tau hal ini sebelumnya, aku akan membawa kesembilan mayat serigala itu. Pedangku juga tertinggal di sana, jadi aku tidak bisa berburu untuk saat ini..."


Raut wajah Li Hao menjadi lemas, ia masih berjalan santai ke arah yang paman Weng Gu tunjukkan.


Selang beberapa waktu, cuaca yang tadinya cerah kini menjadi gelap seperti mau hujan, melihat hal itu membuat Li Hao sedikit panik karena dirinya masih berada di padang rumput tanpa ujung.


"Apa aku akan aman jika terus berada di sini ketika hujan terjadi? Setauku, orang bisa saja tersambar petir kalau dia berada di tempat terbuka seperti ini."


Ketika Li Hao sibuk memikirkan hal itu, ia sama sekali tidak sadar kalau dari kejauhan ada seseorang dengan seekor kuda sedang menghampiri dirinya.


Li Hao baru menyadari hal tersebut ketika orang itu sudah berjarak kurang dari seratus meter, ia hanya memandangi kuda yang mendekatinya dalam diam.


"Siapa kau?" Li Hao bertanya dengan waspada ketika kuda tersebut berhenti di dekatnya.


Seorang pemuda yang sepertinya seumurannya turun dari atas kuda, dia membuka topi capingnya dan memasang senyum tipis, "Salam kenal teman Dao, nama saya adalah Tang Ling, saya di sini ingin menanyakan sesuatu padamu." ucapnya sembari menangkupkan tangan.


Li Hao sedikit memiringkan kepalanya sebelum mempersilahkan Tang Ling untuk bertanya.


"Apakah teman Dao tau kota terdekat di sekitaran sini? Saya sudah melakukan perjalanan selama dua hari penuh, akan tetapi saya tidak menemukan satupun kota atau desa."


"Ah, kau ingin mencari kota..." Li Hao mengangguk paham, ia kemudian melirik ke arah kuda Tang Ling lalu bertanya, "Aku akan memberitahumu arah ke kota terdekat, tetapi bolehkah aku mengajukan sebuah permintaan?"


Tang Ling sedikit menyipitkan mata saat mengetahui Li Hao melirik ke arah kudanya, tetapi ia tidak mau menyimpulkan sesuatu begitu saja dan bertanya dengan sopan, "Apa permintaanmu, teman Dao? Asalkan aku mampu, aku pasti akan memenuhi permintaanmu..."


Li Hao tersenyum senang lalu berkata sembari menunjuk ke arah kuda Tang Ling, "Biarkan aku ikut denganmu menunggangi kuda ke kota terdekat!"


"Ah..." Tang Ling sedikit terkejut sebelum kembali tersenyum tipis, "Jika hanya itu permintaanmu, aku bisa memenuhinya, teman Dao."


"Hehehe... Bagus, kalau begitu ayo pergi."


Tang Ling mengangguk, ia memakai topi capingnya kembali lalu naik ke atas kuda. Setelah itu, dirinya mendekati Li Hao dan meminta pemuda tersebut untuk naik.


......................

__ADS_1


Selama di perjalanan, Li Hao tidak terlalu banyak bicara setelah ia memberitahukan namanya, Tang Ling juga sama dan ia hanya mengendarai kudanya dalam diam.


"Teman Dao, apa kau tau cara untuk mengendalikan energi di dalam tubuh?" Li Hao bertanya, ia memanggil Tang Ling sebagai Teman Dao karena mereka berdua sama-sama berada di jalan kultivator.


"Hm, apakah kau tidak mengetahuinya?" Tang Ling merasa keheranan, dengan tingkat kultivasi Li Hao yang sekarang seharusnya dia sudah bisa mengendalikan Qi walaupun hanya sebagian kecil saja.


Li Hao sendiri tersenyum pahit sebelum menggelengkan kepalanya pelan, "Aku tidak mempunyai guru yang bisa mengajariku..."


Mendengar hal itu membuat Tang Ling sedikit terkejut, "Apa kau seorang pengembara yang tidak berada di dalam naungan manapun?" tanya Tang Ling penasaran.


"Begitulah... Kedua orang tuaku telah meninggal, dan desa yang menjadi tempat tinggalku sudah dihancurkan oleh sekelompok binatang buas." jawab Li Hao berbohong.


"Aku turut berduka mendengarnya..." Tang Ling berkata dengan suara pelan, "Kalau begitu, apakah kau mau menjadi bagian dari sekte yang kutempati? Hanya saja aku tidak yakin kau bisa diterima menjadi murid di sana, karena sekteku adalah sekte bintang 8. Tapi kau tidak perlu khawatir, aku yakin bisa membuatmu menjadi salah satu pekerja di sana."


Li Hao mengangkat sedikit alisnya ketika mendengar semua itu, bukankah Tang Ling ini sedikit memandang rendah dirinya? Padahal ia hanya ingin mencari sedikit pencerahan tentang mengendalikan Qi.


"Sepertinya itu tidak diperlukan, teman Dao. Aku tidak berniat berada di bawah naungan siapapun, aku hanya ingin berpetualang di dunia yang luas ini tanpa adanya kekangan sedikitpun." Li Hao menolak sembari memberikan alasannya.


"Ah, begitu, ya..." Tang Ling terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Li Hao sebelumnya, "Qi sebenarnya tidak sulit untuk dikendalikan, kau hanya perlu membiarkannya mengikuti arus saja."


"Mengikuti arus?"


Melihat hal itu membuat Li Hao menganggukkan kepalanya paham, ia kemudian mencoba melakukan apa yang dilakukan oleh Tang Ling meskipun tau kalau kedua tangannya saat ini masih berada dalam kondisi terluka.


Whooosh.


Bola Qi muncul di tangan kanan Li Hao, tidak seperti sebelumnya kali ini Qi miliknya mengikuti arus seperti yang dicontohkan oleh Tang Ling.


"Aku bisa! Aku bisa!" Li Hao berseru antusias, senyum lebar terukir jelas di wajahnya karena ia bisa melakukan hal tersebut dalam sekali percobaan saja, "Kupikir melakukan ini akan sulit, ternyata tidak sama sekali."


Tang Ling sendiri yang ikut menyaksikannya hanya bisa terkejut dalam diam, ia sama sekali tidak berbicara akan tetapi dirinya sedang berpikir tentang bakat yang dimiliki Li Hao, "Dia ini... Apakah dia memang belum bisa mengendalikan Qi sebelumnya? Tapi, sangat sulit dipercaya kalau dalam percobaan pertama dia berhasil melakukan apa yang aku contohkan..."


"Apakah dia memang berbakat atau sengaja mempermainkanku?" Tang Ling larut dalam pikirannya, ia tersentak ketika Li Hao memegang pundaknya.


"Teman Dao, apa kau mendengar perkataanku?"


"Ah, maaf... Aku sedang melamun barusan. Apa yang tadi kau katakan?"

__ADS_1


"Terima kasih, teman Dao. Berkatmu, aku bisa mengendalikan Qi dengan baik..."


Mendengar ucapan tulus yang dilontarkan oleh Li Hao membuat Tang Ling tertegun, ia terdiam sejenak sebelum bertanya, "Apakah berkat arahanku barusan, kau jadi bisa mengendalikan Qi dengan baik?"


"Ya, teman Dao. Itu semua berkatmu..." jawab Li Hao cepat sambil tersenyum lebar.


Tang Ling ikut tersenyum dan berkata, "Baguslah kalau begitu..."


......................


Dalam waktu kurang dari satu jam, Tang Ling dan Li Hao sampai di sebuah kota kecil yang dikelilingi oleh tembok kayu.


"Sepertinya ini adalah kota yang dimaksud oleh paman." Li Hao berkata dalam hati.


Ketika mereka berdua sudah tidak jauh dari gerbang kota itu, Li Hao langsung turun dari atas kuda.


"Terima kasih, teman Dao. Berkat tumpangan yang kau berikan, aku bisa sampai ke kota ini dalam waktu yang lebih cepat dari perkiraan." Li Hao sedikit menundukkan badan saat mengatakan itu.


Tang Ling tersenyum tipis dan berkata, "Kita sama-sama diuntungkan di sini, tidak perlu merasa sungkan."


Li Hao tersenyum menanggapi itu, ketika dirinya ingin mengatakan sesuatu Tang Ling lebih dulu mendahuluinya, "Omong-omong, apa yang ingin kau lakukan di kota ini?"


"Ah, itu... Aku mungkin akan mencari pekerjaan untuk mengumpulkan uang agar bisa membeli sebuah pedang, setelah itu aku akan berburu dan menjual hasil buruanku di restoran yang ada di kota ini."


"Hm, jadi itu tujuanmu..." Tang Ling mengelus dagunya sebelum mengeluarkan kepingan koin emas dari udara kosong.


"Ambil ini dan beli pakaian beserta pedang untuk berburu." Tang Ling mengulurkan tangannya pada Li Hao.


Tentu saja Li Hao langsung menolaknya secara halus, ia tidak mau memiliki banyak hutang budi pada orang lain.


"Aku memberikan uang ini dengan tulus, terimalah..." Tang Ling bersikeras untuk memberikan uang itu pada Li Hao, akan tetapi pemuda itu terus menolaknya secara halus.


Tang Ling menghela nafas panjang dan kemudian berkata, "Daripada kau membuang waktu untuk bekerja agar bisa membeli pedang, lebih baik kau menerima uangku ini. Kalau suatu saat nanti kita bertemu kembali, kau bisa mengembalikannya..."


Li Hao termenung sejenak mendengar itu sebelum helaan nafas keluar dari mulutnya, "Baiklah, aku akan menerimanya. Terima kasih, teman Dao." Li Hao akhirnya menerima koin emas tersebut, "Kalau begitu, ayo masuk ke dalam kota bersama..."


Tang Ling tersenyum senang dan ia menganggukkan kepalanya, "Ayo..."

__ADS_1


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2