
Li Hao diarahkan ke ruangan yang berbeda dari para peserta yang berhasil lolos, di sana ada cukup banyak peserta yang gugur sedang menonton jalannya pertandingan.
Sebagian besar mata mereka langsung teralih pada Li Hao ketika pemuda itu mulai terlihat, tentu saja tatapan yang mereka tunjukkan tidak lain adalah tatapan penasaran.
Beberapa bisikan kecil terdengar di telinga Li Hao, pemuda itu hanya diam dan berjalan menemui salah seorang petugas medis.
"Kamu... Seharusnya tidak perlu mendapatkan perawatan, bukan?" petugas medis yang didatangi Li Hao merasa sedikit keheranan, ia tau kalau pemuda itu adalah peserta yang baru saja menyerah di pertandingan.
Li Hao tersenyum tipis sebelum menjawab, "Itu benar, aku kemari karena ingin tau keberadaan peserta perempuan yang bernama Diao Chan."
"Eh, memangnya kalian berdua saling mengenal atau mempunyai hubungan tertentu?"
"Ya, kami berteman."
"Begitu, ya?" petugas medis itu terdiam sejenak, lalu berkata, "Kamu keluar dari ruangan ini dan pergi ke ujung lorong, kemudian belok kiri dan setelah itu belok kanan. Di sana ada satu ruangan untuk peserta yang mengalami cedera parah atau tidak sadarkan diri."
"Terima kasih."
Li Hao langsung berjalan pergi dari sana setelah mengucapkan itu, ia kemudian mengikuti arahan yang diberitahu oleh petugas medis tersebut.
***
Setelah sampai di lorong yang dimaksud oleh petugas medis itu, Li Hao bisa menemukan satu pintu ruangan yang dijaga oleh beberapa orang di ranah Qi Refinement.
Ketika Li Hao menemukan penjaga-penjaga itu, ia terdiam selama satu detik sebelum kembali melangkahkan kakinya.
"Bukankah kamu adalah peserta yang baru saja gugur, nak?" seorang Penjaga di ranah Qi Refinement bertanya memastikan.
Li Hao melirik ke satu arah dan mendapati batu transmisi yang memperlihatkan jalannya pertandingan, ia kemudian mengangguk kecil dan menjawab, "Ya, itu adalah aku. Kedatanganku kemari karena ingin menemui seorang perempuan yang bernama Diao Chan."
"Ah, perempuan dari Aliran Hitam itu?" penjaga itu sedikit memasang ekspresi jijik, lalu melanjutinya, "Dia ada di dalam, apakah kau mau menemuinya?"
Li Hao jelas menyadari ekspresi jijik yang sesaat diperlihatkan oleh penjaga tersebut, namun ia memilih untuk tidak menghiraukannya dan menganggukkan kepalanya sekali lagi.
"Kau bisa menjenguknya, tapi jangan sampai berisik karena ada banyak peserta gugur lainnya yang sedang beristirahat. Kalau kau melanggarnya, maka aku harus keluar dari sana..." jelas penjaga memberitahu, pandangannya terhadap Li Hao menjadi sedikit berbeda karena berpikir kalau pemuda itu juga berasal dari Aliran Hitam.
"Terima kasih..." Li Hao menangkupkan tangannya dan langsung masuk ke dalam ruangan tersebut, di dalam sana ia bisa menemukan ada banyak sekali tempat tidur yang sebagian besarnya telah diisi oleh peserta yang telah gugur dalam Turnamen.
Hampir semuanya tertidur atau dalam kondisi tak sadarkan diri, sementara sisanya bangun dan sedang melakukan aktivitas masing-masing.
__ADS_1
Keberadaan Li Hao tidak menarik perhatian banyak orang karena di ruangan ini tidak ada batu transmisi yang memperlihatkan jalannya pertandingan.
Li Hao kemudian mencari keberadaan Diao Chan di ruangan tersebut, dan menemukannya sedang terbaring di atas tempat tidur. Perempuan cantik itu sepertinya sudah bangun, tapi matanya sengaja ditutup rapat.
Li Hao berdiri tepat di sebelah Diao Chan, namun dia tetap tidak membuka matanya meskipun sudah mengetahui keberadaan dirinya.
"Kau tidak lemah, lawanmu saja yang terlalu kuat." Li Hao berkata dengan suara tenang.
Diao Chan tidak menanggapi meskipun telah mendengarnya dengan jelas, dia pastinya kecewa terhadap kemampuan dirinya sendiri.
Li Hao tersenyum pahit, kemudian mengeluarkan beberapa makanan ringan yang biasa Diao Chan makan dengan lahap.
"Makan terlebih dahulu, setelah itu kau boleh tidur beneran..." ucap Li Hao sambil mengulurkan tangannya yang memegang makanan.
Diao Chan masih tidak berkata apapun, dia terus memejamkan matanya dan berpura-pura masih tak sadarkan diri.
Li Hao diam-diam menghela nafas panjang, kemudian meletakkan semua makanan ringan tersebut di samping meja dekat tempat tidur.
"Omong-omong, aku sudah menyerah dalam pertandingan. Kalau kau mau keluar dari sini, jangan lupa ajak aku..." ucap Li Hao, lalu meninggalkannya dalam diam.
Li Hao pergi keluar dari ruangan itu dan kembali bertemu dengan para penjaga di ranah Qi Refinement. Mereka tampak tidak mempedulikan keberadaan pemuda itu, mata mereka terus fokus pada batu transmisi yang ada di sana.
***
Li Hao kembali ke ruang rawat setelah dirinya selesai melakukan urusannya di toilet, ia berjalan santai menuju tempat tidur Diao Chan dan menemukan wanita cantik itu sedang memakan makanan ringan yang ia berikan beberapa saat lalu.
"Oh, kau sudah bangun rupanya..." Li Hao tersenyum tipis.
Diao Chan menatap pemuda yang datang ke tempatnya dengan tatapan sedih, dan ia kembali mengalihkan pandangannya ke arah makanan ringan yang digenggamnya.
Li Hao melihat itu menghela nafas pelan, kemudian berkata, "Jangan terlalu larut dalam kesedihan, masih banyak kesempatan semacam ini di masa depan. Jadi, bersemangatlah..."
"Ya, aku mengerti..." Diao Chan mengangguk kecil, lalu menghabiskan makanannya dalam diam.
Sementara Li Hao menunggunya dari samping sambil melihat ke sekitarnya, matanya kemudian berhenti di satu arah saat menemukan keberadaan Tang Ling yang sedang duduk di atas tempat tidur dan mengobrol dengan seorang pria tua bungkuk bermantel hitam.
Tang Ling dan pria tua bungkuk itu tampaknya sadar kalau mereka sedang diperhatikan, kepala mereka berdua langsung teralih pada Li Hao yang posisinya tidak jauh dari sana.
Li Hao sendiri langsung mengalihkan pandangannya ke arah yang lain, rasanya cukup memalukan kalau dirinya ketahuan telah memperhatikan mereka.
__ADS_1
"Ah, aku punya utang padanya..." Li Hao tiba-tiba saja teringat kalau sewaktu pertama kali mereka bertemu Tang Ling pernah meminjamkannya satu koin emas, "Sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk mengembalikannya..."
Li Hao kembali menatap ke tempat Tang Lin berada, namun ia tidak menemukan kakek tua bungkuk tadi.
"Cepat juga dia pergi..." Li Hao bergumam, lalu berjalan mendekati Tang Ling.
Kedatangan Li Hao tentu saja disadari oleh pemuda itu, dia langsung tersenyum tipis dan bertanya, "Teman Dao, dari yang kudengar kau telah menyerah dalam pertandingan ketiga. Benarkah itu?"
"Ah, bagaimana kau mengetahuinya?" Li Hao sedikit memiringkan kepalanya.
"Kakekku baru saja memberitahuku tentang itu, hahaha..." Tang Ling tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Li Hao mengangguk beberapa kali seolah memahaminya, lalu menjawab, "Itu benar, aku sudah tidak berminat ikut lagi karena dia telah kalah..."
Li Hao menatap Diao Chan yang sedang fokus memakan makanannya, tatapan Tang Ling juga langsung teralih ke tempat yang sama.
"Kalau tidak salah dia adalah Diao Chan dari sekte Tiang Naga Iblis, bukan?" mata Tang Ling sedikit menyipit.
"Sekte Tiang Naga Iblis?" Li Hao sedikit mengerutkan alisnya, "Bukankah itu sekte bintang sepuluh?"
"Ya, apakah Teman Dao tidak mengetahuinya meskipun berteman dengannya?" Tang Ling merasa sedikit kebingungan.
"Dia tidak pernah membicarakannya, dan aku juga tidak pernah bertanya. Jadi kami hanya saling bertukar nama saja tanpa mengetahui latar belakang sama sekali..." jawab Li Hao menjelaskan.
"Oh, begitu, ya..." Tang Ling mengangguk beberapa kali.
"Omong-omong, aku ingin mengembalikan ini padamu..." Li Hao mengeluarkan dua koin emas dari inventory, lalu mengulurkan tangannya itu pada Tang Ling, "Anggap saja satunya lagi sebagai bunga peminjamannya."
"Hahaha... Kau masih mengingatnya ternyata." Tang Ling tertawa kecil, kemudian mengambil satu koin emas dari tangan Li Hao, "Tidak perlu mengembalikannya sampai dua kali lipat, kau mengingat dan mengembalikannya dalam jumlah yang sama sudah lebih dari cukup."
"Hm, baiklah. Aku tidak akan memaksamu..." Li Hao tidak berniat memperpanjangnya, "Kalau begitu, aku akan pergi. Tolong beristirahatlah dengan baik."
"Terima kasih." Tang Ling tersenyum tipis.
Li Hao mengangguk kecil, kemudian kembali ke tempat Diao Chan berada.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1
Note: ada beberapa yang direvisi di chapter-chapter sebelumnya. Author mulai aktif update besok, kalian bisa baca ulang supaya ingat jalan ceritanya.