
Baru saja Li Hao memasukkan telur merah ke dalam inventory, ia sedikit terkejut ketika merasakan gempa yang hebat. Saking hebatnya, gunung batu yang ditempatinya seolah bisa runtuh kapan saja.
"Sialan, gempanya kuat sekali." gumam Li Hao, lalu ketika ingin melangkah keluar dari Gua, tiba-tiba terdengar suara raungan yang sangat kencang, "Apa-apaan...!"
Li Hao terkejut dan sampai menutup kedua telinganya karena raungan tersebut, "Jangan bilang, makhluk raksasanya memang ada?!"
Li Hao segera beranjak keluar dari Gua dan mengedarkan pandangannya ke sekitar, matanya perlahan melebar secara sempurna ketika menemukan seekor gorila yang tingginya mencapai 200 meter lebih.
Selain itu, basis kultivasinya sama sekali tidak bisa dibaca oleh Li Hao dan kemungkinan besar dia adalah makhluk yang berada di atas ranah Nascent Soul.
"Gila, apa itu benar-benar makhluk hidup?" suara Li Hao sedikit bergetar, ia cukup ketakutan karena dirinya bisa saja terbunuh jika tidak sengaja diinjak oleh makhluk itu.
Ketika Li Hao sedang memikirkan banyak hal, gorila tersebut menghentikan raungannya lalu menoleh ke belakang dan menatap ke satu arah.
Arah yang dilihat oleh gorila itu adalah gunung batu tempat Li Hao berada. Makhluk raksasa itu terdiam sejenak sambil menyipitkan mata seolah-olah sedang memastikan sesuatu.
Jantung Li Hao seakan berhenti sesaat ketika menyadari kalau gorila itu sedang menatap ke tempatnya berada, secara tidak sadar ia mundur beberapa langkah ke belakang sebelum bersembunyi di balik batu besar.
"Sial! Apa dia melihatku?!" Li Hao menelan ludahnya dengan kasar, raut wajahnya terlihat panik dan mencoba menyembunyikan hawa keberadaannya sebisa mungkin.
Gorila itu terdiam selama beberapa saat sebelum berjalan pergi ke arah yang berlawanan dari gunung batu.
"Haaa... Aku selamat." Li Hao bisa merasakan kalau gorila itu sedang menjauh meskipun tidak melihatnya, "Mengerikan, kenapa makhluk semacam itu bisa tinggal di hutan ini?"
Ketika gorila itu sudah hampir tidak terlihat, barulah Li Hao berani keluar dari balik batu besar. Ia memegang dada bagian kirinya dan merasakan kalau jantungnya saat ini masih berdegup sangat kencang.
"Sepertinya aku harus segera pergi dari hutan ini, aku beruntung karena jarak antara diriku dengan raksasa itu cukup jauh." Li Hao bergumam, kemudian melompat ke puncak tertinggi gunung batu, "Hm, aku tidak tau rute terdekat untuk keluar dari hutan ini. Apa yang harus kulakukan?"
Li Hao memegang dagunya, lalu menatap ke satu arah, "Kalau tidak salah, tidak jauh dari sini ada wilayah para singa taring besi. Aku pernah melihat mereka saling berbicara satu sama lain menggunakan bahasa manusia, haruskah aku bertanya pada mereka?" gumamnya, "Tapi, aku takut mereka salah paham mengingat namaku sudah tersebar luar ke seluruh penjuru hutan ini. Kalau mereka salah paham, aku bisa kesulitan karena di antara mereka ada beberapa singa yang telah mencapai ranah Nascent Soul."
Dahulu Li Hao memang mampu berhadapan dengan makhluk yang memiliki basis kultivasi satu tingkat di atasnya, namun itu bisa terjadi karena ia tidak hanya fokus pada statistik Qi melainkan pada statistik lainnya sehingga dirinya punya keunggulan tersendiri dalam tubuh fisik.
Sekarang Li Hao tidak jauh berbeda dengan Golden Core pada umumnya, meskipun begitu setidaknya ia bisa menjamin kalau kebanyakan Nascent Soul akan sulit untuk membunuhnya.
__ADS_1
"Yah, tidak ada jalan lain. Kalau aku tidak bertanya dan malah melewati rute terjauh, itu akan memakan banyak waktu."
Li Hao memutuskan untuk pergi ke wilayah singa taring besi, namun sebelum berangkat ke sana ia memulihkan Qi-nya terlebih dahulu untuk berjaga-jaga.
......................
Memulihkan Qi membutuhkan waktu sampai satu jam lebih karena Li Hao melakukannya secara manual, bukan mengandalkan pil.
Sebenarnya Li Hao ingin mengandalkan pil, sayangnya pil pemulih Qi miliknya sudah habis dari tiga bulan yang lalu sehingga dirinya mau tak mau menggunakan cara manual yaitu, dengan kultivasi.
"Baiklah, aku siap." ucap Li Hao setelah Qi-nya pulih kembali.
Li Hao kemudian bergegas keluar dari Gua gunung batu, lalu melompat turun dan bergerak menuju wilayah singa taring besi.
Membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit lamanya bagi Li Hao untuk sampai ke wilayah itu. Tidak lama setelah ia masuk ke dalam wilayah sana, muncul sejumlah singa jantan maupun betina. Mereka semua tampak waspada, itu dikarenakan identitas Li Hao sebagai manusia pembantai binatang spiritual sudah menyebar luas ke seluruh Hutan Tanpa Ujung.
"Bisakah kalian santai sedikit?" Li Hao mengangkat kedua tangannya ke atas, ia sama sekali tidak memegang apapun karena dengan melakukan itu akan membuat situasinya menjadi tambah merepotkan, "Aku kemari ingin menanyakan sesuatu, apak-"
Belum sempat Li Hao selesai bicara, seekor singa jantan yang memiliki tubuh paling besar di antara lainnya langsung mengaum keras.
Singa itu mengeluarkan aura basis kultivasi di ranah Golden Core bintang 16, dan singa yang lainnya juga melakukan hal serupa. Meskipun situasi mencekam, Li Hao tidak merasakan sinyal bahaya karena tidak ada Nascent Soul di antara mereka.
Li Hao mulai meningkatkan kewaspadaannya untuk antisipasi semua situasi. Ketika semua singa itu hendak melesat ke arahnya, raungan yang keras tiba-tiba terdengar dan membuat semua singa termasuk Li Hao sendiri berhenti bergerak.
"Jangan ada yang menyerang!"
Setelah raungan keras itu berhenti, sebuah suara terdengar dan di detik selanjutnya muncul tiga singa jantan yang memiliki perawakan lebih besar dari semua singa yang hendak menyerangnya.
Sinyal bahaya langsung Li Hao rasakan ketika melihat keberadaan tiga singa yang baru datang itu, ia cukup yakin kalau ketiganya adalah makhluk di ranah Nascent Soul.
"Kau, manusia..." singa yang berada di tengah menatap tajam Li Hao, "Apa kau berencana untuk mengacaukan wilayah singa taring besi?"
"Tidak, tujuanku kemari karena ingin menanyakan sesuatu. Namun, mereka malah mengabaikannya dan ingin menyerangku." Li Hao segera menjawab dengan tenang.
__ADS_1
"Menanyakan sesuatu, ya? Apa itu?"
"Aku ingin mengetahui rute tercepat untuk keluar dari hutan ini, bisakah kau memberitahukan hal itu?"
"Hoo, jadi kau ingin pergi?"
Semua singa yang berada di sana terkejut ketika mendengar itu, dan sebagian dari mereka diam-diam menunjukkan raut wajah lega karena tidak harus melakukan perang habis-habisan dengan Li Hao.
"Begitulah, sudah cukup banyak waktu yang kuhabiskan di sini. Lagipula, aku tidak mau menjadikan hutan tanpa ujung ini sebagai hutan mati yang tidak ditempati oleh satupun binatang spiritual." Li Hao mengangkat sudut bibir kanannya, tentu saja ada ejekan yang tersirat dalam kata-katanya.
"Ucapanmu terdengar sombong bagi seseorang yang baru melihat salah satu puncak rantai makanan hutan ini."
"Puncak rantai makanan, ya?" Li Hao yakin kalau singa itu membicarakan gorila raksasa yang dilihatnya beberapa saat lalu, "Kalau salah satu, itu artinya ada makhluk raksasa lainnya yang tinggal di hutan ini."
Melihat Li Hao hanya diam saja, singa itu kembali berkata, "Apa yang kami dapatkan darimu jika memberikan arah rute tercepat untuk keluar dari hutan ini? Apa kau berpikir bisa mendapatkan informasi secara percuma?"
"Kedamaian, semua wilayah yang kukuasai. Apa dua itu tidak cukup?" Li Hao bertanya, "Kalau kalian mengambil keputusan untuk perang denganku, butuh banyak pengorbanan agar bisa mencapai hal itu. Bahkan belum tentu kalian bisa menghabisiku, dan malah aku yang menghabisi kalian."
"Keparat ini, sombong sekali..."
Singa lainnya di ranah Nascent Soul menjadi geram.
"Bukan sombong tetapi sudah ada bukti dari ucapanku. Kau pikir sudah berapa banyak kelompok kuat yang berhasil kubantai?" Li Hao tersenyum dengan bangga, "Apa perlu kubuktikan sekali lagi?"
Li Hao mengeluarkan pedang Iblis Malam dan membuat semua singa di sana menjadi waspada.
"Aku melakukan ini hanya untuk gertakan saja, tapi jika mereka menanggapi dengan serius maka tidak ada pilihan lain selain pergi dari sini." Li Hao berkata dalam hati, ekspresinya mulai terlihat serius.
"Cukup, aku akan memberitahumu rutenya." ucap singa yang berada di paling tengah.
Li Hao mengangguk kecil, kemudian menyimpan kembali pedang Iblis Malam ke dalam inventorynya.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.