
"Ayah! Ayah!"
Anak tersebut terus memanggil Li Hao dengan sebutan 'Ayah', ia sebenarnya tidak terlalu terkejut mengingat dirinya yang selalu memberikan Qi selama proses penetasannya.
"Baiklah, siapa namamu?" Li Hao bertanya dengan suara yang lembut.
"Ayah!" dengan riang anak laki-laki itu berkata.
"Ah, kupikir kau mempunyai nama sendiri..." Li Hao hampir lupa kalau dia adalah Spirit Beast yang baru lahir, "Hm, nama yang cocok untukmu itu apa ya?"
Li Hao memegang dagunya dan memikirkan sejenak hal tersebut "Karena kau baru lahir dan wujud Spirit Beast-mu berwarna merah, sepertinya nama Xiao Hong cocok untukmu."
"Xiao Hong?" anak laki-laki itu sedikit memiringkan kepalanya sebelum tersenyum lebar, "Xiao Hong!"
"Oh! Jadi kau langsung tau kalau nama itu untukmu, ya?" Li Hao tertawa kecil.
"Xiao Hong! Xiao Hong! Xiao Hong!"
Li Hao tersenyum melihat kelakuan anak laki-laki itu saat menyerukan nama barunya dengan gembira, ia kemudian menurunkannya lalu mengeluarkan sebuah kain panjang berwarna hitam.
"Untuk sekarang, kau pakai ini."
Li Hao melilitkan kain hitam tersebut ke tubuh Xiao Hong yang tanpa busana. Setelah itu, ia mengeluarkan sejumlah buah yang masih segar.
"Kau mau ini?" Li Hao mengulurkan tangannya, dan Xiao Hong langsung mendekat lalu mengendusnya.
Xiao Hong menggelengkan kepalanya dengan kuat, melihat itu Li Hao langsung menyimpan kembali buah tersebut dan pada saat yang bersamaan juga mengeluarkan daging mentah serta daging yang sudah matang.
Ketika Xiao Hong mengendusnya, dia langsung mengambil kedua jenis daging tersebut lalu segera memakannya dengan lahap.
"Dia sepertinya karnivora..." Li Hao bergumam, lalu mengusap pelan kepala anak laki-laki itu, "Apa kau masih lapar, Xiao Hong?"
Xiao Hong menggeleng pelan, dan setelah menghabiskan daging di tangannya dia langsung mengangkat kedua tangannya, "Ayah!"
"Kau masih mau digendong?" Li Hao segera memastikan maksud Xiao Hong, dan dia langsung mengangguk berkali-kali, "Baiklah..."
Li Hao menggendong Xiao Hong yang terus tersenyum lebar, "Hm, kenapa kau hanya mengucapkan kata-kata tertentu saja? Padahal kau terlihat memahami semua ucapanku."
__ADS_1
"Ayah!"
"Yah, sepertinya kau perlu beradaptasi..." Li Hao tidak memikirkan lebih jauh, "Apa yang harus kulakukan sekarang?"
Li Hao kembali bersandar di pohon, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Xiao Hong yang terus menatapnya dengan tatapan berbinar.
"Omong-omong, kau terlahir dengan basis kultivasi yang sudah berada di ranah Qi Refinement. Apakah itu berkat aku yang selalu menyalurkan Qi?"
Xiao Hong langsung mengangguk kuat, dan Li Hao yang melihat itu langsung berpikir untuk melatihnya beberapa teknik.
"Tapi Xiao Hong adalah Spirit Beast, aku tidak yakin dia akan cocok dengan teknik manusia." Li Hao berkata dalam hati sembari mengingat buku yang pernah ia baca, "Dan juga, setiap tingkat di Spirit Beast memiliki perkembangan yang berbeda, dan perbedaan ini adalah salah satu cara yang menentukan Hierarki mereka."
Seingatnya, Spirit Beast tingkat Fana tidak akan mempunyai kemampuan khusus yang menjadi serangan atau pertahanan andalan mereka. Mereka yang lahir di tingkat terendah hanya bisa mengandalkan Qi dan menciptakan teknik sendiri melalui pengalaman dari pertempuran yang pernah mereka lalui.
Sedangkan Spirit Beast tingkat Bumi dan Langit setidaknya lahir dengan satu kemampuan khusus. Kemampuan yang mampu melindungi diri atau menghabisi musuh mereka.
Sementara itu, Spirit Beast tingkat Kuno memiliki perbedaan signifikan dari tingkat di bawahnya. Mereka yang lahir di tingkat tersebut akan memiliki basis kultivasi di ranah Forging Qi bintang 8 dan juga mempunyai kemampuan khusus lebih dari tiga.
Spirit Beast tingkat Kuno juga sudah memiliki pengetahuan sempurna tentang kemampuan khusus mereka, jadi meskipun baru lahir ke Dunia mereka mampu bertarung dengan baik dan bahkan bisa mengalahkan Spirit Beast di tingkat di bawahnya.
Namun, sosok terkuat di daratan tersebut berhasil membuat kesepakatan dengan Spirit Beast tingkat Legenda itu dan menjadi rekan sampai sekarang ini.
Meskipun di buku yang Li Hao baca tidak menyinggung nama dari sosok itu, tetapi ia yakin kalau sosok yang dimaksud adalah Liang Jie, kakek tua yang merupakan Ketua dari klan Puncak Surgawi.
Spirit Beast yang lahir di tingkat Legenda tidak semuanya memiliki kehebatan yang sama, ada yang baru lahir sudah menjadi sangat kuat dan ada juga yang masih belum bisa mengeluarkan potensinya.
Xiao Hong kemungkinan adalah tipe Spirit Beast yang masih belum bisa mengeluarkan potensinya, bahkan basis kultivasinya tergolong cukup rendah mengingat dirinya adalah Spirit Beast di tingkat tertinggi.
Yah, Li Hao tidak heran dengan hal itu karena hanya dirinya sendiri yang terlibat dalam penetasannya, apalagi Qi-nya saat ini bisa dibilang tidak murni karena belum memasuki tingkat Nascent Soul.
"Xiao Hong, apakah kau bisa mengeluarkan kemampuan khusus milikmu?" Li Hao bertanya dengan nada penasaran.
Xiao Hong memiringkan kepalanya karena tidak mengerti, dan Li Hao langsung memperagakannya dengan menciptakan bola Qi seukuran batu kerikil lalu mengarahkannya ke satu pohon yang berada di seberang sungai.
Duar!
Pohon tersebut hancur di bagian tengahnya dan kemudian tumbang.
__ADS_1
Brugh!
Setelah pohon itu hancur, mata Xiao Hong berbinar lalu mengangguk cepat untuk menjawab pertanyaan Li Hao barusan.
"Kalau begitu, tolong perlihatkan..."
Xiao Hong mengangguk sekali lagi, lalu mengulurkan tangan kanannya ke arah serangan Li Hao sebelumnya dan menciptakan bola Qi seukuran batu kerikil.
Whoooosh!
Li Hao melebarkan matanya ketika bola Qi tersebut tercipta, energinya begitu murni sampai-sampai menciptakan angin kuat.
Pada saat Li Hao masih tertegun dengan kemurnian bola Qi tersebut, Xiao Hong melepaskannya dan dengan cepat bola Qi itu melesat di udara.
Duuuuuar!
Ledakan yang sangat besar terjadi ketika bola Qi itu dilesatkan, dan Li Hao yang merasakan sinyal bahaya langsung menciptakan lapisan Qi untuk melindungi mereka berdua.
Ledakannya beruntun terjadi sampai satu menit lamanya, kepulan asap memenuhi area sekitar dan membuat Li Hao tidak bisa melihat apapun.
Whoooosh!
Setelah ledakannya berakhir, Li Hao langsung menggunakan elemen angin untuk menyingkirkan kepulan asap yang ada di sekitarnya. Di saat kepulan asapnya menghilang, jantungnya seolah berhenti berdetak ketika melihat situasi di depannya.
Sebuah jurang yang dalam tercipta, dan hutan di depannya sudah menghilang sampai tak tersisa sedikitpun.
Li Hao yang melihatnya hanya bisa terkejut dalam diam, sementara Xiao Hong yang baru melancarkan serangan itu langsung menguap dengan wajah yang tampak kelelahan.
"Apa kau menggunakan semua Qi-mu?" Li Hao yang menyadari kalau Xiao Hong terlihat lelah segera bertanya.
Xiao Hong sendiri menggeleng, dia kemudian menunjukkan kalau Qi di dantiannya masih tersisa setengah.
"Serangan sedahsyat itu hanya memakan setengah Qi dari tingkat Qi Refinement bintang satu? Gila..." Li Hao tidak bisa untuk tidak takjub, "Dengan kemurnian Qi seperti itu, jika seranganku beradu dengannya mungkin aku akan kalah."
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1