Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Turnamen Bebas V


__ADS_3

Wajah Diao Chan berubah menjadi sangat merah setelah mengatakan itu, tetapi meski begitu matanya menatap lurus ke arah Li Hao dan menunjukkan bahwa dirinya benar-benar serius.


Di sisi lain, Li Hao sendiri berhasil menenangkan dirinya setelah terdiam selama beberapa saat. Dia kemudian duduk kembali, lalu menoleh ke samping dan membuat mata mereka berdua saling bertemu, "Aku tidak begitu mengerti, mengapa kau bisa menyukaiku?"


Sejujurnya, Li Hao tidak terlalu tampan dan latar belakangnya masih belum jelas di mata Diao Chan. Yang Li Hao tahu dari dirinya sendiri, dia hanya memiliki kemampuan hebat di usianya dan juga ramah terhadap orang lain, tetapi rasanya itu bukanlah sesuatu yang bisa membuat wanita cantik seperti Diao Chan jatuh cinta padanya.


Nafas Diao Chan tercekat karena dia merasa sangat gugup, dia membuka mulut tetapi suaranya sangat sulit keluar dari tenggorokannya.


"Tidak perlu terburu-buru, masih ada waktu untuk dirimu menenangkan diri." Li Hao memberikan usulan, dan Diao Chan menganggukkan kepalanya paham.


Beberapa saat kemudian, Diao Chan menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan lewat mulut.


"Aku... Entahlah, bagiku kau adalah pemuda yang sangat sempurna. Selama kita bersama, kau sudah berhasil menyelamatkanku dari kematian sebanyak dua kali, kau selalu melindungiku dan perhatianmu padaku selalu membuat jantungku berdebar kencang."


Keheningan menyelimuti mereka berdua usai Diao Chan berkata demikian, alasan cinta tersebut benar-benar tidak pernah Li Hao pikirkan sekalipun.


"Apakah kau tidak menyukaiku juga?" Diao Chan bertanya, suaranya terdengar sedikit lebih lemah dari sebelumnya.


Li Hao memasang ekspresi rumit karena sulit untuk menjawab pertanyaan itu, wajah Ling Yue muncul di pikirannya dan membuat ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sepertinya aku masih belum bisa melupakannya." Li Hao tanpa sadar bergumam, dan Diao Chan dengan jelas mendengarnya.


"Apakah karena perempuan yang bernama Ling Yue itu?" Diao Chan mengajukan pertanyaan lainnya, wajahnya menjadi sedikit lebih gelap.


Li Hao tersentak pelan, kemudian berkata, "Maafkan aku, Diao Chan. Tapi untuk sekarang, aku belum mau mempunyai hubungan spesial dengan lawan jenis."


"Aku mengerti..." Diao Chan mengangguk pelan, ia tidak terlalu terkejut karena sudah memperkirakan hal ini sebelumnya, "Apakah aku mempunyai kesempatan untuk menjadi kekasihmu?"


"Ya, tentu saja. Aku tidak selamanya akan sendiri." jawab Li Hao sembari tersenyum.


"Aku lega mendengarnya."


Diao Chan kemudian mengakhiri percakapan setelah bertukar beberapa kata, ia masih merasa malu dengan pernyataannya barusan dan memilih untuk menundukkan kepalanya.


Li Hao sendiri menatap batu transmisi setelah semua itu, ia diam-diam tersenyum tipis karena merasa senang kalau pemikiran Diao Chan mulai berubah, artinya-- dia perlahan mulai meruntuhkan tujuannya agar bisa diakui oleh kakak perempuannya.


"Namun, tak kusangka kalau dia akan jatuh hati padaku..." Li Hao sungguh tidak pernah membayangkannya.


......................


Waktu berlalu dengan cepat dan akhirnya pertandingan pertama untuk semua peserta sudah berhasil diselesaikan.

__ADS_1


Saat ini, 256 peserta tersisa dan tanpa membuang waktu lagi-- pertandingan kedua untuk semua peserta dimulai.


"Untuk nama peserta yang dipanggil, silahkan maju!" Zhan Bao Jie berseru lantang, kemudian meneriakkan nama-nama peserta yang berhasil lolos.


"Li Hao dan Tang Ling!"


"Hua Yin dan Mang Chao!"


"Chen Yu dan Ru Shen!"


"Bing Yue dan Ling Hua!"


"Shian Wi dan Bang Baoye!"


"Ah, sial..." Li Hao tanpa sadar mengumpat, karena Turnamen ini adalah Turnamen besar-- dirinya mengetahui kalau ada beberapa orang yang dikenalnya menjadi peserta dalam Turnamen.


Beberapa dari mereka adalah Tang Ling yang menjadi lawannya, lalu Ling Hua dan juga Shian Wi.


Li Hao tidak peduli dengan Shian Wi, tetapi berbeda dengan Ling Hua dan Tang Ling. Mereka berdua adalah orang-orang yang mengetahui kalau dirinya adalah seorang Forging Qi beberapa bulan lalu.


"Ada apa?" Diao Chan yang tidak sengaja mendengar umpatan Li Hao langsung bertanya.


Li Hao menggeleng pelan dan menjawab, "Tidak ada, aku pergi dulu."


Li Hao melambai balik, kemudian berjalan pergi dari sana.


***


Setelah keluar dari ruang tunggu kedua, Li Hao masuk ke dalam arena pertama dan Tang Ling bersama wasit sudah menunggu di dalamnya.


Tang Ling tersenyum ketika melihat Li Hao masuk ke dalam arena, "Teman Dao... Aku benar-benar tidak menyangka telah ditipu saat pertama kali kita bertemu."


Li Hao tersenyum pahit sebelum menjawab, "Maafkan aku, Teman Dao. Aku mempunyai alasan untuk menyembunyikan basis kultivasiku."


Sebenarnya Li Hao merasa cukup lega karena Tang Ling mengira dirinya menyembunyikan basis kultivasinya pada saat itu, sepertinya dia berpikir kalau aku berpura-pura minta diajari untuk mengendalikan bola Qi.


"Yah, aku sudah cukup curiga karena kau bisa mengendalikan bola Qi dalam sekali coba-- mengingat kau memberikan alasan bahwa sebelumnya tidak bisa sama sekali. Itu tidak normal di mataku..." Tang Ling menggelengkan kepalanya pelan sembari mengeluarkan sebuah tombak polos dari udara kosong.


"Sekali lagi maafkan aku, Teman Dao." Li Hao mengeluarkan pedang Angin dari inventory, kemudian mengangkatnya ke depan, "Sebagai permintaan maaf dariku, aku akan mengerahkan seluruh kemampuanku."


"Hahahaha... Baik, baik. Aku juga tidak akan menahan diri." Tang Ling melakukan posisi kuda-kuda yang kuat.

__ADS_1


Di sisi lain, wasit mulai melakukan aba-aba dan kemudian memulai pertandingannya setelah kedua peserta sudah bersiap.


Whooosh!


Sesuai dengan ucapan Li Hao barusan, ia mengeluarkan semua kemampuannya dan maju dengan sangat cepat ke arah lawannya.


Tang Ling sendiri begitu terkejut ketika Li Hao sudah berada di depannya dalam waktu kurang dari satu detik saja, ia menangkis serangan pedang yang dilancarkan oleh pemuda itu sembari mengeluarkan tekniknya.


Dalam waktu singkat, Tang Ling dipaksa melakukan posisi bertahan padahal dia sudah mengeluarkan beberapa teknik tombaknya.


Seluruh penonton yang sedang mengamati arena pertama langsung terkejut ketika melihat kemampuan Li Hao, itu sangat tidak normal di mata mereka-- dimulai dari kecepatan dan kekuatannya.


Para penonton yang sedang melihat arena lainnya langsung mengalihkan perhatian mereka ke arah arena satu karena mendengar berbagai sorakan keras.


Bam!


Setelah melakukan puluhan pertukaran serangan, Tang Ling terpental jauh ke belakang dan menabrak dinding pelindung.


"Kuagh...!"


Muntahan darah keluar dari mulut Tang Ling dan kemudian dia pingsan setelah beberapa detik berlalu.


"Sialan, aku menyesal."


Li Hao langsung mengumpat karena ia telah menggagalkan rencananya sendiri, keinginannya untuk tidak menarik perhatian benar-benar hancur ketika merasakan seluruh tatapan penonton menuju ke arah dirinya.


Wasit sendiri langsung mengumumkan kalau Li Hao adalah pemenang setelah terperangah selama beberapa saat.


Sorakan langsung terjadi ketika nama Li Hao diumumkan sebagai pemenangnya, mereka sangat tidak menyangka akan mendapatkan tontonan yang menarik.


Li Hao merasa kepalanya sedikit sakit, ia menyimpan pedang Angin-nya ke dalam inventory dan kemudian buru-buru pergi ke ruang tunggu pertama.


Karena Li Hao menyelesaikan pertandingan dalam waktu kurang dari satu menit, ia menjadi orang pertama yang berada di ruang tunggu tersebut.


Li Hao melakukan pemeriksaan medis seperti yang dirinya lakukan setelah pertandingan pertama selesai, ia hanya diberikan pil pemulihan stamina saja dan dipersilahkan untuk pergi.


"Sialan, benar-benar sial!" Li Hao mengumpat keras setelah duduk di kursi dekat dinding, ia memegang kepalanya menggunakan kedua tangan dan membiarkan sikunya diletakkan di atas paha.


Li Hao memejamkan mata dan mulai merenungkan kebodohannya.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2