Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Latih Tanding


__ADS_3

"Apa yang kau lamunkan?"


Dari pohon yang berbeda, Diao Chan bertanya sembari menatap pemuda di depannya.


"Aku hanya sedang memikirkan sesuatu..." Li Hao menjawab dengan cepat.


"Apa kau memikirkan tentang Turnamen Bebas?"


"Tidak, aku hanya memikirkan sesuatu yang lain."


Diao Chan terdiam dan tidak bertanya lebih jauh, ia bangkit berdiri lalu mulai mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya.


"Apa yang ingin kau lakukan?" Li Hao langsung bertanya ketika menyadari tindakan dari wanita cantik itu.


"Apalagi? Ayo latih tanding." Diao Chan dengan cepat membalasnya.


Li Hao sedikit mengangkat alisnya, "Kau baru saja selesai makan, kau yakin ingin melakukannya?"


"Tentu saja." Diao Chan mengangguk pelan, dan ekspresi menjadi sedikit kesal, "Sudahlah, jangan banyak bertanya. Cepat berdiri."


Li Hao mendengus pelan sebelum bangkit berdiri, keduanya kemudian menjauh dari Wei Han yang menyaksikan mereka dalam diam.


"Jangan menggunakan Qi, mengerti?" Diao Chan menerapkan peraturan sebelum mereka bertarung.


"Ya, tentu saja." Li Hao berkata sembari mengeluarkan pedang Iblis Malam, lalu dirinya tersenyum mengejek, "Aku tidak akan mengalah, ya."


"Berisik, kali ini akan berbeda." Diao Chan merapatkan giginya usai mengatakan itu.


Selama di perjalanan menuju kota Luoyang, Li Hao dan Diao Chan sesekali melakukan latih tanding untuk meningkatkan kemampuan tempur mereka masing-masing, tetapi dalam latih tanding tersebut-- tidak pernah sekalipun Diao Chan berhasil memenangkannya.


Meskipun selalu mendapatkan hasil kekalahan, Diao Chan sama sekali tidak putus asa ataupun frustasi-- ia malah menjadikan itu sebagai motivasi dan terus berlatih keras supaya bisa mengalahkan Li Hao.


"Aku harap begitu..." setelah mendengar perkataan dari Diao Chan, Li Hao langsung bergerak maju.


Diao Chan tidak bergerak dan menunggu pemuda itu datang padanya, pedang mereka kemudian saling membentur dan menciptakan suara dentingan keras disertai percikan api.


Pada saat itu berlangsung, Diao Chan dengan segera melakukan tendangan menyamping menggunakan kaki kirinya.


Seakan tau hal itu akan terjadi, Li Hao langsung menghindarinya dengan cara melompat mundur ke belakang. Setelah sukses menghindarinya, ia tidak memberikan jeda dan kembali menyerang Diao Chan.


Pertukaran serangan mulai terjadi sehingga membuat pohon-pohon di sekitar mulai tumbang karena dampak dari serangan mereka berdua.

__ADS_1


Wei Han sendiri menghela nafas panjang seolah dirinya tau hal ini akan terjadi, meskipun mereka berdua sudah menjauh darinya-- ia tetap melarikan diri dari tempatnya berada untuk berjaga-jaga.


......................


Satu batang dupa terbakar.


Latih tanding akhirnya selesai dengan hasil dari kemenangan Li Hao, mereka berdua kemudian memutuskan untuk beristirahat di pohon terdekat yang masih berdiri kokoh.


"Rasanya ingin mual..." Diao Chan berkata sembari mengatur nafasnya yang memburu.


"Kalau kau mau muntah, jangan di dekatku." Li Hao memasang ekspresi jijik karena mereka berdua saat ini duduk bersebelahan.


Diao Chan mendengus kesal dan tidak menanggapinya lebih jauh, ia sekarang sedang malas untuk adu mulut.


Beberapa menit berlalu, nafas Diao Chan mulai teratur-- begitupula dengan Li Hao.


"Wei Han tidak menunjukkan batang hidungnya..." Diao Chan mengedarkan pandangannya dan tidak menemukan keberadaan anak kecil itu.


"Mungkin dia sedang melacak hewan buas." Li Hao menanggapinya dengan santai.


"Apa dia baik-baik saja? Takutnya ada sesuatu yang terjadi padanya." Diao Chan bertanya dan mulai menunjukkan ekspresi khawatir, ia sebenarnya ingin bergerak tetapi dirinya masih dalam kondisi kelelahan.


"Tenang saja, dia adalah seorang Forging Qi bintang tiga. Meskipun bertemu beberapa hewan buas yang lebih kuat darinya, aku cukup yakin dia punya kemampuan untuk melawan." sahut Li Hao sambil tersenyum tipis.


"Tapi..."


Belum sempat Diao Chan menyelesaikan kata-katanya, mereka berdua menemukan Wei Han sedang berjalan di kejauhan.


Tetapi anak kecil itu tidak sendiri, ada beberapa orang yang mengikutinya dari belakang.


"Wei Han!" Diao Chan yang menyadarinya langsung bangkit berdiri dan berjalan cepat ke arah anak kecil itu, walaupun kondisinya saat ini tidak dalam keadaan bagus-- tetapi rasa khawatirnya jauh lebih besar daripada rasa lelahnya.


Li Hao juga ikut berdiri dan mengikuti Diao Chan dari belakang, meskipun tampak tenang dari luar-- ia meningkatkan kewaspadaannya sampai mengeluarkan kembali pedang Iblis Malam dari inventorynya.


"Ah, bibi... Jangan panik, sepertinya mereka bukan orang jahat." Wei Han melambaikan kedua tangannya ketika melihat Diao Chan sedang berjalan menghampirinya.


Diao Chan tidak terlalu menghiraukan itu dan menarik Wei Han ke belakangnya, tatapan dingin langsung ia munculkan saat mengetahui orang-orang asing ini adalah sekelompok kultivator.


"Kami tidak ada maksud jahat." seorang wanita berambut hitam panjang mengangkat kedua tangannya ke atas.


"Lalu, apa tujuan kalian?" Diao Chan bertanya tanpa menghilangkan tatapan dinginnya.

__ADS_1


"Aku dan teman-temanku hanya ingin melakukan pertukaran." jelas perempuan itu, dan segera melanjutinya, "Ah, iya. Namaku adalah Shian Wi, dan mereka bertiga adalah teman-temanku. Kami berasal dari Aliran Putih."


"Pertukaran?" Li Hao bertanya untuk memastikan kejelasannya.


"Kami ingin membeli beberapa persediaan makanan kalian." jawab Shian Wi tenang.


"Huh, kenapa kalian tidak berburu saja di hutan yang luas ini?" Diao Chan tentu merasa aneh, daripada repot-repot melakukan pertukaran dengan orang asing yang tidak tau asal-usulnya darimana-- lebih baik memburu hewan buas.


"Begini... Di antara kami, tidak ada seorangpun yang menggunakan elemen api. Meskipun sudah mendapatkan hewan buruan, bagaimana cara untuk memasaknya?" Shian Wi menjelaskan dengan sabar.


"Ada cara manual untuk menciptakan api, memang akan memakan waktu tapi seharusnya kalian bisa melakukan itu, bukan?" Diao Chan kembali bertanya tanpa menurunkan kecurigaannya sedikitpun.


"Berisik, kau mau melakukan pertukaran atau tidak?!" salah satu wanita di belakang Shian Wi merasa sangat muak dengan sifat permusuhan yang ditunjukkan oleh Diao Chan.


Sebelum Diao Chan membalas perkataan wanita itu, Li Hao memegang pundaknya, "Tenanglah... Aku yang akan mengambil alih ini."


Diao Chan menatap Li Hao sejenak sebelum mendengus dingin dan berjongkok untuk memeriksa keadaan Wei Han.


"Jadi, apa yang bisa kalian berikan untuk pertukaran ini?" Li Hao langsung bertanya pada intinya.


"Uang." jawab cepat Shian Wi.


"Uang?" Li Hao sedikit mengangkat alisnya, selama dua bulan kurang ini-- ia sudah menghasilkan cukup banyak uang dari menjual hasil buruan, "Berapa banyak yang ingin kalian beli?"


"Untuk empat orang selama tiga hari."


"Baiklah, aku akan menjualnya kepada kalian."


"Hei, Li Hao! Apa yang kau pikiran?" Diao Chan bertanya sembari mengeluarkan ekspresi kesal, "Kau tidak punya banyak persediaan, dan aku tidak mau membaginya jika kau kehabisan!"


"Astaga, kau sungguh pelit." Li Hao tersenyum tipis, "Aku akan membakar daging buruan kalau persediaanku habis."


"Ck, lakukan sesukamu!" Diao Chan entah kenapa merasa kesal dan ia mengajak Wei Han pergi dari sana.


Li Hao menggelengkan kepalanya pelan dan perhatian kembali ke arah Shian Wi, "Siapkan sepuluh koin emas." Li Hao berkata sembari mengeluarkan beberapa persediaan yang ia beli sewaktu singgah di kota.


"Bukankah itu harga yang mahal?" wanita yang tadi hampir bertengkar dengan Diao Chan langsung mengajukan keluhan.


"Hm, tapi bukankah itu harga yang pantas?" Li Hao menyeringai tipis, "Apakah kalian mau merasakan kelaparan selama beberapa hari ke depan?"


Wanita yang tadi berbicara langsung diam seribu bahasa, Shian Wi sendiri segera meminta maaf dan memintanya untuk tidak menghiraukannya.

__ADS_1


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2