Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Melatih Xiao Hong


__ADS_3

Setelah memperlihatkan kekuatannya yang dahsyat, Xiao Hong tertidur lelap karena tubuhnya masih belum terbiasa menggunakan Qi dalam jumlah banyak di satu waktu.


Li Hao juga langsung pindah dari sana karena serangan yang dilancarkan oleh Xiao Hong sebelumnya pasti lah menarik perhatian banyak Spirit Beast, meskipun ia tidak yakin kalau mereka akan kemari tetapi tindakannya ini hanya untuk berjaga-jaga saja.


Setelah keluar dari hutan, Li Hao berada di sebuah Sabana tanpa ujung. Di sana, ia berjalan sejauh belasan kilometer untuk mengamati situasi sekaligus mencari tempat untuk beristirahat.


"Kurasa di sini aman..." Li Hao bergumam sebelum berteduh di bawah pohon yang cukup besar, "Haaa... Kekuatan Xiao Hong begitu luar biasa, aku harus memperhatikannya supaya dia tidak berada di luar kendali."


Li Hao sulit membayangkan seberapa berbahayanya Xiao Hong jika dia berada di luar kendali, yang pasti Pocket Realm ini akan menjadi kacau balau karenanya.


Li Hao sejenak menatap langit yang masih tak kunjung cerah, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Xiao Hong lalu bergumam, "Kurasa hari liburku dari leveling akan diperpanjang dan diisi untuk mengajarinya beradaptasi..."


Pertama-tama Li Hao akan mengajari Xiao Hong belajar bahasa manusia, dan setelah itu ia akan melatihnya usai mengevaluasi kekuatannya.


***


Setengah bulan berlalu semenjak Xiao Hong menetas dari telur.


Saat ini, Li Hao sedang mengajari anak laki-laki itu bertarung. Ia belum pernah memerintahkan Xiao Hong kembali ke wujud aslinya karena dirinya ingin dia terbiasa dengan wujud manusianya.


Omong-omong, perkembangan Xiao Hong tergolong sangat luar biasa. Dia mampu berbicara bahasa manusia setelah ia mengajarinya selama beberapa jam saja, selain itu dia juga mampu menyerap teknik yang diajarkan dengan sangat cepat.


Meskipun tidak dalam sekali lihat seperti kemampuan baru Li Hao setelah datang ke dunia ini, tetapi bisa dibilang Xiao Hong tergolong super jenius. Yah, hal itu tidak aneh mengingat Xiao Hong adalah Spirit Beast tingkat Legenda.


"Bagus, seranganmu mulai tidak ada celah. Usahakan jangan pernah berpaling ketika masih ada lawan di depanmu, tapi tetaplah waspada karena serangan musuh bisa datang darimana saja." ucap Li Hao dengan suara tenang.


Xiao Hong hanya menanggapi dengan anggukkan kuat, mereka terus bertukar serangan selama beberapa waktu sebelum akhirnya Li Hao mengakhiri sesi latihan itu.


"Kau belajar dengan cepat, Xiao'er." Li Hao mengusap kepala anak laki-laki yang berada di sebelahnya, "Sekarang kau tidak perlu khawatir jika harus bertarung dengan wujud manusiamu, selain itu mungkin sudah saatnya untuk kembali ke wujud asalmu."


Li Hao memang belum pernah melihat bentuk Spirit Beast Xiao Hong, namun ia sudah mengetahui Spirit Beast macam apa dia itu.


Zaman dahulu kala, Dunia ini hanya memiliki satu daratan saja. Kala itu, peperangan terus terjadi akibat perebutan wilayah antara manusia dengan Spirit Beast, tetapi tidak jarang juga mereka saling berperang satu sama lain.

__ADS_1


Peperangan tanpa henti juga melibatkan Spirit Beast tingkat Legenda, dan di antara mereka terdapat Spirit Beast yang paling menarik perhatian.


Naga.


Saat itu, seekor Naga mampu mengguncang daratan. Bahkan, Spirit Beast di tingkat yang sama tidak berani membuat masalah dengan kaum Naga jika memang tidak diperlukan.


Kemampuan Spirit Beast Naga benar-benar jauh di atas nalar manusia dan Spirit Beast lainnya seperti di antaranya: Memanipulasi Ruang, Waktu, Kematian, sampai bahkan Takdir.


Meskipun kemampuan mereka tidak mutlak tetapi kaum manusia yang menjadi lawan Spirit Beast saat itu berhasil dibuat ketakutan. Tentu perlawanan menjadi sangat sulit, namun bukan berarti tidak ada secercah harapan bagi pihak manusia.


"Saat zaman itu, Naga adalah makhluk yang terlihat suci sekaligus mengerikan. Bahkan, ada beberapa kelompok manusia dan Spirit Beast yang memuja mereka layaknya Dewa." Li Hao berkata dalam hati, lalu menghela nafas panjang melalui mulutnya, "Baiklah, mari akhiri istirahatnya..."


Setelah selesai beristirahat selama kurang lebih setengah jam, Li Hao bangkit berdiri sembari mengalihkan pandangannya ke arah Xiao Hong yang juga mengikutinya, "Sekarang perlihatkan wujud aslimu dan keluarkan kemampuan khusus yang bisa kau keluarkan saat ini."


"Baik, Ayah!" Xiao Hong tersenyum, dan tidak lama setelah itu cahaya terang keluar dari tubuhnya.


Li Hao sendiri mau tak mau harus menutup matanya karena cahaya tersebut masih membutakannya meskipun ia telah melapisinya dengan Qi.


"Ini sedikit di luar bayanganku..." Li Hao bergumam sambil mengelus dagunya, "Kupikir dia bakal mempunyai bentuk seperti Naga yang biasa kubaca dalam komik."


Li Hao sebelumnya membayangkan bentuk dari Naga Xiao Hong sama seperti pada Naga di fiksi sihir.


"Yah, seharusnya aku menyadari kalau sekarang aku berada di dunia kultivator..." Li Hao tidak lagi memikirkannya lebih jauh, "Baiklah, Xiao'er. Seperti yang kau bilang sebelumnya, bahwa kau memiliki dua teknik yang baru bisa digunakan saat ini dan kedua teknik itu adalah tipe serangan dan pertahanan. Kalau begitu, tunjukkan teknik pertahanan terlebih dahulu..."


"Baik, Ayah!" Xiao Hong menanggapi dengan lantang, lalu Qi perlahan merembes keluar dari tubuhnya.


Whoooosh!


Gelombang Qi terjadi sampai meratakan area di sekitarnya, dan tidak lama setelah itu perisai Qi yang memiliki bentuk seperti octagon 3D mulai tercipta.


Li Hao hanya bisa diam dan tertegun melihat indahnya perisai Qi tersebut, ia kemudian mengeluarkan pedang Iblis Malam lalu mulai mengalirkan sejumlah Qi ke bilahnya.


"Aku akan memulainya dari Tusukan Bintang..." Li Hao berkata dengan lantang sambil memasang posisi kuda-kuda, "Bersiaplah, Xiao'er!"

__ADS_1


Setelah berkata demikian, Li Hao mengarahkan Tusukan Bintangnya ke arah perisai Qi yang melindungi Xiao Hong. Ketika serangannya membentur perisai itu, suara ledakan terdengar disertai gelombang kejut yang kuat.


"Serangan yang mampu menghancurkan sebuah batu raksasa berhasil ditahan, ya?" Li Hao bergumam sebelum mengalirkan Qi lebih banyak lagi ke pedang Iblis Malam, "Xiao'er, bersiaplah! Ini adalah serangan terakhirku, kali ini jauh lebih kuat dari yang tadi!"


"Aku mengerti, ayah!" Xiao Hong memperkuat perisainya dengan mengalirkan Qi lebih banyak lagi.


Li Hao yang mengetahui itu langsung memasang posisi kuda-kuda yang berbeda dari sebelumnya, lalu mengayunkan pedangnya dengan cepat ke arah Xiao Hong.


Gerakan Keempat: Membelah Bintang!


Whooooosh!


Lekungan aura hitam yang di tepinya terdapat aura biru melesat ke arah perisai Xiao Hong, ledakan beaar terjadi setelah serangan tersebut mengenai perisainya.


Duaaar!


Suara ledakan yang berlangsung selama puluhan detik berhasil menciptakan gelombang kejut serta Qi yang dahsyat, area di sekitar dalam radius satu kilometer menjadi hancur lebur.


Li Hao sendiri tidak menerima kerugian dari kekacauan tersebut karena ia sudah melompat ke udara sebelum daratannya hancur, ia mendarat di salah satu batu besar yang menjadi sisa puing-puing tanah lalu mendongakkan kepalanya ke atas.


"Tidak ada bekas ataupun goresan di perisainya..." Li Hao bergumam takjub saat melihat Xiao Hong masih berada di udara tanpa bergeming sedikitpun, "Apa kau baik-baik saja, Xiao'er?!"


"Aku baik-baik saja, Ayah!" Xiao Hong segera menanggapi, kemudian bertanya, "Bolehkah aku ke sana?"


"Ya, tentu saja. Kita akan beristirahat sampai kau pulih kembali."


Whoooosh!


Xiao Hong langsung menghilangkan perisainya, lalu terbang ke arah ayahnya dan mendarat di pundaknya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2