Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Kecurigaan Diao Chan


__ADS_3

Li Hao mendapatkan begitu banyak terima kasih dari para warga, sampai akhirnya ia memutuskan untuk kembali masuk ke dalam rumah karena kepalanya mulai terasa sakit.


"Mereka sungguh berlebihan dalam mengucapkan terima kasih..." Li Hao menggelengkan pelan kepalanya.


"Mereka tidak berlebihan, kalau kau tidak ada-- mungkin sebagian besar dari mereka sudah terbunuh oleh para bandit itu." Diao Chan menanggapi, dan diangguki setuju oleh Wei Han.


Li Hao hanya tersenyum tipis dan kemudian matanya mengarah ke tangan kanan perempuan cantik itu, "Tanganmu... Apakah mendapatkan dampak yang serius?"


"Tidak, ini hanya luka patah biasa. Aku sudah mengkonsumsi beberapa pil penyembuh, seharusnya luka ini akan sembuh selama beberapa minggu ke depan." Diao Chan tersenyum tipis saat menjawabnya.


"Syukurlah..." Li Hao ikut tersenyum.


Suasana hening usai percakapan itu berakhir, sampai akhirnya Li Hao membuka suara, "Aku... Minta maaf." Li Hao berkata dengan suara pelan, "Seharusnya aku berada di sisi kalian berdua saat para bandit itu menyerang desa, tapi... karenaku..."


"Hentikan itu... Li Hao." Diao Chan memegang pundak kanan pemuda di depannya, "Semua yang terjadi di sini bukan karena dirimu, tapi mereka... Para bandit itu."


"Apa yang dikatakan bibi Chan benar, paman. Kalau bukan karenamu-- aku, bibi dan para warga desa yang tersisa tidak akan ada di sini hari ini." Wei Han menambahkan sembari tersenyum.


Meskipun begitu, itu tidak akan merubah fakta kalau kejadian ini terjadi karena kelalaian Li Hao, ia masih tetap merasa bersalah atas kematian para warga desa.


Melihat Li Hao masih menunjukkan raut wajah yang bersalah, Diao Chan diam-diam menghela nafas pendek-- ia kemudian menatap Wei Han dan berkata, "Wei Han, tolong ambilkan beberapa buah dan air minum untuk paman Li Hao."


"Baiklah, bibi. Kalau begitu, aku pergi dulu..." Wei Han sedikit tersenyum tipis, lalu keluar dari rumah itu.


Suasana menjadi hening ketika Wei Han sudah pergi dari sana, Li Hao dan Diao Chan saling menatap satu sama lain tanpa mengeluarkan satu patah katapun.


"Sepertinya kau mempunyai sesuatu yang ingin ditanyakan..." akhirnya Li Hao membuka suara setelah keduanya terdiam selama beberapa saat.


Diao Chan mengangguk pelan dan sebelum menanyakan pertanyaan yang ada di pikirannya saat ini, ia meminta Li Hao duduk berhadap-hadapan dengannya.


Li Hao tidak banyak bicara dan melakukan hal yang diinginkan oleh Diao Chan, keduanya duduk di kursi yang ada di ruang tamu rumah tersebut.


"Pertanyaan pertama, apa yang kau lakukan setelah meninggalkan kami berdua di toko pakaian nenek itu?"


"Sepertinya kau mencurigaiku tentang sesuatu."


"Jawab saja pertanyaanku, Li Hao."


"Baiklah..." Li Hao terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan itu, "Aku pergi ke luar desa untuk berlatih."

__ADS_1


"Berlatih?"


"Ya, aku berlatih jurus yang kupakai untuk membantai para bandit sebelumnya."


"Kenapa kau melakukannya di luar desa?"


"Kau sudah melihat sendiri jurus milikku, bukan? Setiap gerakannya mempunyai daya penghancur yang luar biasa, aku tidak berencana untuk menghancurkan sebuah desa hanya karena latihan yang aku lakukan."


"Aku mengerti. Kalau begitu, pertanyaan kedua, apa alasanmu menyembunyikan basis kultivasimu? Dan, apakah sekarang kau masih menyembunyikan kekuatanmu yang sebenarnya?"


"Alasanku? Aku hanya tidak ingin menarik perhatian orang lain."


"Apa maksudnya itu?"


"Sesuai dengan jawabanku, aku tidak mau menarik perhatian orang-orang karena bakat yang kumiliki."


"Hm, memangnya apa bakat yang kau punya sampai berani berbicara seperti itu."


"Meniru dalam sekali lihat."


Mata Diao Chan sedikit melebar ketika mendengar jawaban serius dari Li Hao, ia terdiam sejenak sebelum berkata, "Jika yang dirimu katakan adalah kebenaran, maka-- lakukan salah satu gerakan pedang milikku yang sering kau lihat."


Li Hao menghela nafas panjang sebelum bangkit berdiri dari duduknya, ia sedikit menjauh dari perempuan itu sembari mengeluarkan pedang Iblis Malam dari inventory, "Aku akan mulai memperagakannya, perhatikan baik-baik." Li Hao berkata dengan suara pelan, kemudian melakukan beberapa gerakan teknik pedang yang sering dilakukan oleh Diao Chan saat membunuh hewan buas.


"B-bagaimana..." Diao Chan sulit mengungkapkan perasaannya saat ini, ia menatap Li Hao dengan tatapan yang bermacam-macam.


Diao Chan kemudian mulai menenangkan dirinya dan menatap pemuda yang duduk di hadapannya, "Baiklah, aku mulai memahami alasanmu itu..." Diao Chan menghela nafas panjang, "Lalu, bagaimana dengan pertanyaan selanjutnya?"


"Aku sudah tidak menyembunyikan basis kultivasiku, tapi-- berbeda dengan kemampuan yang aku miliki."


"Begitu, ya. Baiklah, pertanyaan terakhir, siapa Ling Yue?"


Li Hao sedikit melebarkan matanya ketika mendengar itu, dan langsung bertanya dengan nada penasaran sekaligus terkejut, "Bagaimana kau mengetahui namanya?"


"Beberapa jam sebelum dirimu sadar, kau selalu meneriakkan nama itu-- aku jadi penasaran tentangnya."


"Hm, tapi... Bukankah itu pertanyaan privasi? Dan tidak ada hubungannya dengan kejadian sebelumnya, bukan?"


"Kau benar, aku bertanya hanya karena sekedar penasaran saja."

__ADS_1


"Kalau begitu, aku tidak akan menjawabnya."


"Kenapa?"


"Tidak ada alasan tertentu, aku hanya tidak mau membicarakannya saja."


Diao Chan seketika memasang ekspresi kesal dan segera berdiri dari tempat duduknya, tanpa banyak berkata ia langsung pergi dari sana.


Sesaat setelah Diao Chan pergi dari rumah tersebut, Wei Han kembali sambil memperlihatkan raut wajah keheranan.


"Paman, apa yang terjadi dengan bibi? Dia tampaknya terlihat sedang kesal." Wei Han bertanya sembari meletakkan buah-buahan dan botol air di dekat Li Hao.


"Biasa... Bibimu marah karena alasan sepele." Li Hao mengakhiri kata-katanya dengan tertawa kecil, "Omong-omong, kenapa kamu merubah nama panggilan kami berdua?"


"Ah, itu..." Wei Han menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum malu, "Semenjak kejadian penyerangan bandit itu, aku sudah menganggap kalian berdua sebagai keluargaku. Aku bersyukur bisa bertemu dengan paman dan bibi setelah kehilangan orang-orang tersayangku."


Wei Han menunjukkan sedikit raut wajah sedih saat mengatakan itu, tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama.


Li Hao terdiam sejenak sebelum mengelus kepala anak kecil di depannya itu, "Kamu pasti ingin membalaskan dendam-mu, bukan?"


"Iya, paman." Wei Han mengangguk pelan.


"Maka, jangan lupakan masa lalumu. Jadikan itu sebagai motivasi untukmu bertambah kuat..."


"Itu pasti, paman."


"Bagus... Kalau kamu sudah siap untuk balas dendam, aku pasti akan membantumu."


"Terima kasih, paman."


Li Hao tersenyum lalu meminta Wei Han meninggalkannya karena ia memerlukan waktu untuk sendiri.


Wei Han hanya mengangguk dan berjalan pergi dari rumah itu.


Setelah melihat anak kecil itu pergi, Li Hao langsung membuka layar pemberitahuan dan menemukan misinya yang sukses.


Li Hao tidak terlalu terkejut dan kemudian membuka inventorynya, di sana ia menemukan salah satu slot inventory diisi oleh sebuah telur berwarna merah yang mempunyai corak sisik seperti ikan.


"Telur Binatang Buas tingkat Legenda, ya?" Li Hao tersenyum tipis, ia saat ini lebih kagum kepada 'System' miliknya, "Memberikan hadiah luar biasa semacam ini, eksistensi system benar-benar di luar nalar."

__ADS_1


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2