Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Pingsan


__ADS_3

Getaran yang hebat terjadi setelah Li Hao mengeksekusi gerakan ketiga, dampak dari serangannya itu berhasil membunuh para bandit yang berada di tingkat Forging Qi.


Li Hao sendiri berbaring di tanah dengan nafas yang memburu, tepat di sebelahnya ada seorang mayat yang tidak lain adalah Fung Chang. Kondisi tubuh bos bandit itu begitu mengenaskan-- ada sebuah lubang besar di bagian dada hingga perutnya, semua tulang rusuknya dipastikan hancur tak tersisa sedikitpun.


[Level meningkat: 83 > 88]


Layar pemberitahuan muncul di hadapan Li Hao, ia hanya tersenyum tipis dan kemudian bangkit berdiri dengan bantuan pedang Iblis Malam.


"Untuk kali ini, aku akan membiarkan mereka pergi." Li Hao bisa menemukan bandit yang tersisa di tingkat Qi Refinement berlari terbirit-birit keluar dari desa, "Aku harus mengurus Diao Chan... Eh, tunggu..."


Mata Li Hao melebar karena ia melupakan keberadaan wanita cantik itu sebelum mengeksekusi gerakan ketiga, jantungnya mulai berdetak tak karuan sebab dirinya yakin-- dampak serangan dari Putaran Bintang Jatuh mencangkup ke tempat Diao Chan terbaring pingsan.


"Tidak... Tidak mungkin aku membunuhnya..." suara Li Hao mulai terdengar putus asa, ia melangkahkan kakinya dan berusaha untuk memastikan keberadaan Diao Chan.


Namun sayangnya, Li Hao saat ini berada di ambang batas tubuhnya. Pandangannya perlahan mulai kabur dan tubuhnya mengeluarkan keringat dingin yang seakan tidak pernah berhenti.


"T-tidak... Jangan sekarang..."


Sesaat setelah Li Hao mengucapkan itu dengan suara pelan, dirinya terjatuh ke tanah yang dipenuhi dengan genangan darah.


"Maafkan aku..."


Pandangan Li Hao menjadi gelap, dan ia pingsan di tempat itu.


***


"Apa... K-kenapa aku bisa ada di sini?"


Li Hao mengedarkan pandangannya dan ia menemukan dirinya di sebuah pinggir jalan dekat lampu lalu lintas yang dipenuhi orang-orang beraktivitas, ia mundur beberapa langkah tapi langsung menabrak seseorang di belakangnya.


"Hei, bodoh. Apa yang kau lakukan?"


Seorang pria paruh baya yang mengenakan jas Kantoran mendorong Li Hao ke depan.


Jantung Li Hao langsung berdebar cukup kencang, ia menjadi panik tetapi langsung berusaha untuk menenangkan dirinya.


"Bukankah ini di Bumi? Kenapa aku bisa ada di sini?" Li Hao tak habis pikir, ia kemudian memandangi zebra cross yang memanjang sampai ke sebrang pinggir jalan, "Tunggu..."

__ADS_1


Li Hao bisa menemukan seorang perempuan yang wajahnya terlihat sangat familiar, dia tidak lain adalah mantan kekasihnya, Ling Yue.


"A-apa ini benar-benar terjadi?" Li Hao melebarkan mata secara sempurna.


Sesaat setelah Li Hao menggumamkan hal tersebut, lampu lalu lintas berubah menjadi merah-- yang artinya para pengemudi berhenti sedangkan para pejalan dipersilahkan menyebrang jalan.


Ling Yue yang pertama kali berjalan tidak menyadari kalau ada sebuah mobil truk dengan kecepatan tinggi dari kejauhan, kendaraan tersebut mengalami rem blong dan menabrak seluruh pejalan kaki yang berada di tengah jalan zebra cross.


Li Hao sendiri hanya diam dan menyaksikan itu dengan mata yang melebar secara sempurna-- kedua kakinya sama sekali tidak bisa digerakkan setelah menemukan keberadaan Ling Yue.


Li Hao baru bisa bergerak ketika kecelakaan itu terjadi, tubuh Ling Yue terpental ke udara dan jatuh tidak jauh dari posisi Li Hao berada.


"Tidak... " suara Li Hao hampir tidak bisa terdengar, ia menghampiri Ling Yue dan hendak menyentuhnya-- namun ruang di sekitarnya seketika berubah menjadi kekosongan berwarna hitam.


"Li Hao! Apa kau baik-baik saja?! Hei, Li Hao!"


Tubuh Li Hao merasa seperti terombang-ambing, ia perlahan membuka matanya dan menemukan seorang wanita yang tidak lain adalah Diao Chan.


"Ah... Apa kita sudah mati?" Li Hao bertanya dengan suara serak.


"Kita masih hidup, bodoh." jawab Diao Chan cepat, raut wajahnya menunjukkan rasa khawatir.


"Kita ada di salah satu rumah warga desa, berkatmu desa ini bisa bertahan dari serangan para bandit itu." jelas Diao Chan singkat.


Li Hao terdiam sejenak sebelum berkata dengan suara lega, "Begitu, ya... Omong-omong, bagaimana bisa kau selamat? Lalu, di mana Wei Han berada?"


"Wei Han baik-baik saja, dia ada di luar dan membantu perawatan warga desa yang terluka." Diao Chan menjawab, lalu melanjutinya, "Untuk pertanyaanmu yang pertama, apa maksudnya?"


"Kau terbaring pingsan di dalam area seranganku, karena itu aku penasaran dengan cara dirimu bisa selamat." Li Hao menjelaskan.


"Ah, itu maksudmu..." Diao Chan malah berpikir kalau Li Hao tidak mengharapkan dirinya dapat selamat, "Ketika kau bertukar serangan dengan bos bandit itu, aku sudah sadar. Pada saat itu, diriku ingin membantumu tetapi melihat kondisiku yang sudah sangat parah aku memilih untuk mundur dan mengawasi pertarungan kalian berdua dari kejauhan."


"Aku mengerti, syukurlah kau tidak terluka karenaku..." Li Hao menghela nafas panjang, ia sempat berpikir kalau dirinya membunuh Diao Chan secara tidak sengaja.


Suasana kemudian hening selama beberapa waktu, hingga akhirnya Li Hao bertanya karena merasa risih dengan tatapan Diao Chan, "Kenapa kau melihatku seperti itu?"


Li Hao menyadari kalau wanita cantik itu terus menatap wajahnya tanpa berkedip sedikitpun.

__ADS_1


Diao Chan ingin berkata sesuatu tetapi ia langsung mengurungkan niatnya saat mendengar suara Wei Han dari arah belakang.


"Paman Hao!" Wei Han langsung berlari kecil dan memeluk Li Hao dengan erat.


"Ah... Santai saja, Wei Han. Aku tidak akan ke mana-mana." Li Hao sedikit meringis kesakitan, pelukan yang dilakukan oleh anak kecil itu membuat sakit tubuhnya yang penuh luka.


Wei Han langsung melepaskan pelukan tersebut dan tersenyum canggung, "Maafkan aku, paman."


Li Hao tersenyum tipis dan mengusap kepala anak kecil itu dengan tangan kanannya, "Tidak apa... Apakah kau baik-baik saja?"


"Em, aku baik-baik saja, paman." jawab Wei Han sembari menganggukkan kepalanya.


"Begitu, ya..." Li Hao mengamati raut wajah anak kecil di depannya, "Sepertinya dia tidak mengalami trauma atau semacamnya, baguslah." pikir Li Hao.


"Omong-omong, sudah berapa lama aku pingsan?" Li Hao bertanya sambil mengalihkan pandangannya ke arah Diao Chan.


"Sudah dua hari penuh..."


"Lama juga..." Li Hao bergumam, lalu turun dari atas tempat tidur.


"Hei, apa yang ingin kau lakukan?!" Diao Chan buru-buru memegang lengan pemuda itu, "Kau baru saja siuman, lebih baik istirahat selama beberapa waktu untuk memastikan kondisi tubuhmu."


"Tidak apa, aku hanya ingin melihat keadaan desa saja." sahut Li Hao dan terus melangkahkan kakinya ke luar ruangan itu.


Sebenarnya Li Hao ingin mempersiapkan hatinya karena ia tidak tau misinya berhasil diselesaikan dengan tuntas atau malah gagal.


"Dasar keras kepala!" Diao Chan berdecak kesal, tetapi ia tidak mau mempermasalahkan lebih jauh dan membantu pemuda itu berjalan.


Ketika mereka sudah berada di luar rumah, warga desa yang menyadari keberadaan mereka bertiga langsung berkumpul.


"Tuan muda! Terima kasih, terima kasih!"


"Kamu adalah penyelamat kami dan desa, terima kasih!"


"Tuan muda, terima kasih!"


Berbagai ucapan terima kasih datang dari para warga desa kepada Li Hao. Pemuda itu tidak tau harus bereaksi apa, dan hanya bisa tersenyum untuk menanggapi semua pujian tersebut.

__ADS_1


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2