Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Kekacauan di Kota Luoyang II


__ADS_3

Satu jam berlalu sejak kekacauan di kota Luoyang terjadi. Turnamen bebas yang diselenggarakan oleh Lima Menara Naga telah resmi dihentikan dan kemungkinan akan dilanjutkan setelah situasi kembali kondusif.


Pihak keamanan kota dan belasan Immortal yang disewa oleh Lima Menara Naga mulai mengurus kekacauan yang ada. Karena kekacauan melibatkan Nascent Soul dan Immortal, kota Luoyang secara bertahap mengalami kehancuran akibat pertempuran mereka.


Saat ini, semua peserta yang mengikuti Turnamen Bebas masih tetap berada di stadion, sementara para penonton dibubarkan dan hanya menyisakan mereka yang memiliki hubungan dengan peserta.


Puluhan Nascent Soul dan banyak kultivator di ranah Golden Core ke bawah menyerang area sekitar stadion. Niat mereka sudah terbaca dengan jelas oleh semua pihak, yaitu membunuh para generasi muda yang berkumpul di Turnamen Bebas.


Meskipun begitu untuk mencapai hal tersebut, mereka harus melawan belasan Immortal dan Nascent Soul yang berasal dari kedua aliran dan juga pihak Lima Menara Naga. Karena kekacauan ini, dua aliran mau tak mau bekerja sama untuk melindungi generasi muda masing-masing.


Pertempuran yang dahsyat dan rentetan ledakan terjadi ketika pertempuran antara Immortal dan Nascent Soul berlangsung.


Di sisi lain, Li Hao memasuki tembok ke empat kota Luoyang dan menemukan banyak kultivator yang saling bertarung satu sama lain. Ia tidak mengetahui yang mana rekan dan musuh, tetapi setidaknya ia masih bisa membedakan yang mana prajurit kota dan yang mana bukan.


"Kacau sekali..." Li Hao berdecak kesal, lalu mengeluarkan pedang Iblis Malam, "Aku harus cepat."


Li Hao langsung bergerak maju dengan kecepatan maksimal dan juga kewaspadaan tinggi, ia berusaha sebisa mungkin untuk tidak membunuh karena takut melakukannya pada orang yang tidak bersalah.


Membutuhkan waktu yang cukup lama bagi Li Hao untuk bisa sampai ke gerbang tembok ketiga. Sesampainya di sana ia bisa melihat banyak orang berdesak-desakan untuk keluar dan melarikan diri.


"Apa-apaan...? Kalau begini, aku tidak akan bisa melewati tembok ketiga." ekspresi Li Hao menjadi serius, kemudian mendongakkan kepalanya dan memandangi tembok raksasa setinggi 200 meter, "Sialan, tidak mungkin aku bisa memanjatnya."


Duuuar!


Sesaat setelah Li Hao berkata demikian, terjadi ledakan pada tembok yang jaraknya ratusan meter dari tempatnya berada. Ketika Li Hao mengalihkan pandangannya, tembok yang menjadi pusat ledakannya sudah hancur berkeping-keping.


Li Hao tidak tau dengan apa yang terjadi tetapi tampaknya kehancuran tembok tersebut diakibatkan oleh seorang Nascent Soul atau Immortal.

__ADS_1


Li Hao tanpa banyak berpikir lagi langsung mengambil kesempatan untuk melewati tembok yang hancur. Setelah berhasil melewatinya, ia menelan ludah kasar ketika melihat banyaknya mayat yang berserakan.


"Sepertinya tembok ketiga adalah akar dari kekacauannya, niat mereka pasti sudah terbaca oleh semua pihak." Li Hao bergumam, lalu menatap sepanjang jalan yang dipenuhi mayat, "Jika aku bertemu musuh di ranah Golden Core ke bawah, aku cukup yakin masih bisa selamat. Namun, jika aku sial dan bertemu dengan musuh di ranah Nascent Soul atau Immortal, aku akan langsung mati."


Li Hao bisa saja mati sia-sia di sini tetapi ia tidak mempunyai pilihan lain, manusia yang tinggal di Daratan Surgawi mungkin akan musnah jika dirinya tidak berhasil menyelesaikan misi.


Setelah memikirkan banyak konsekuensi, Li Hao mulai bergerak sembari menyembunyikan hawa keberadaannya sebisa mungkin. Ia melewati jalan sempit untuk memperkecil kemungkinan bertemu orang lain.


Karena letak stadion tidak terlalu jauh dari tembok ketiga, Li Hao bisa melihat bangunan tersebut setelah berlari selama kurang dari lima menit.


"Sialan, semua bangunan di sekitar stadion hancur. Kalau aku ingin masuk ke dalam sana, aku harus melewati medan perang ini terlebih dahulu." Li Hao bergumam kesal, saat ini banyak Golden Core dan Nascent Soul yang saling bertarung satu sama lain, sementara para Immortal bertarung di langit agar kota tidak hancur, "Jumlah mereka semua sekarang ada ratusan, bisakah aku melewati mereka semua tanpa harus menerima serangan sedikitpun?"


"Tidak, untuk sekarang aku lebih baik bersembunyi. Jika jumlah mereka sudah berkurang signifikan, baru aku melakukannya." Li Hao bergumam dan ekspresinya mengeras, "Tapi, apa aku bisa melewati mereka semua?"


Meskipun jumlah mereka semua berkurang, belum tentu Li Hao bisa melewati medan perang tersebut dengan aman. Namun, ia tidak mau memikirkan kemungkinan terburuknya dan fokus pada tujuannya.


Li Hao tidak terlalu mengerti alasan mereka tidak mengerahkan segalanya mengingat tujuan pihak musuh adalah membunuh para generasi muda dari kedua aliran, namun kemungkinan mereka masih memikirkan kerugian yang didapatkan jika melakukan tindakan tersebut.


......................


Setelah menunggu selama beberapa waktu, jumlah orang yang berada di sekitar stadion mulai menurun. Meskipun jumlah mereka masih berada di angka ratusan, tapi setidaknya jumlah sekarang tidak melebihi angka dua ratus.


Li Hao tidak bisa lagi membuang lebih banyak waktu karena beberapa kultivator di ranah Golden Core ke bawah mulai memasuki stadion, sementara mereka yang di ranah Nascent Soul masih sibuk bertarung satu sama lain.


"Baiklah, ayo maju!"


Setelah menenangkan dirinya, Li Hao langsung berlari menuju stadion. Untuk bisa masuk ke dalam sana, ia harus melewati pertempuran yang dilakukan oleh kultivator Nascent Soul dan juga ranah di bawahnya.

__ADS_1


Belum sampai setengah jalan, seorang Golden Core tiba-tiba saja menyerang Li Hao dengan sangat agresif. Mereka berdua bertukar serangan selama beberapa waktu, dan Li Hao mendapatkan beberapa luka sayatan yang cukup dalam.


Li Hao diam-diam berdecak pelan kemudian mengalirkan energinya ke pedang Iblis Malam, seketika itu juga aura hitam merembes keluar dari sana dan menyelimuti bilah pedang tersebut.


Golden Core yang menjadi lawan Li Hao langsung membeku di tempat ketika merasakan aura hitam tersebut.


Melihat lawannya mematung, Li Hao tidak membuang kesempatan itu dengan percuma. Ia langsung melakukan kuda-kuda dan mengeksekusi gerakan kedua dari Tujuh Gerakan Bintang.


Tusukan Bintang!


Whoooosh!


Duar!


Golden Core yang mematung di tempat tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya, dan dia langsung terbunuh ketika teknik Tusukan Bintang membolongi hampir setengah badannya.


Li Hao yang melihat lawannya terbunuh langsung mengatur nafasnya yang sedikit memburu, ia kembali berlari menuju stadion dan kali ini tidak ada seorangpun yang menghalanginya.


Setelah berada di dekat stadion, Li Hao memilih pergi ke pintu masuk untuk peserta. Pintu tersebut terbuka lebar dan di sepanjang lorong terdapat mayat yang tewas secara mengenaskan.


"Ugh, aku harus menahannya..."


Bau amis dan bau busuk yang dikeluarkan semua mayat tersebut hampir membuat Li Hao muntah, apalagi lorong ini adalah ruang tertutup sehingga baunya semakin pekat dari biasanya.


Li Hao melewati lorong dengan penuh kewaspadaan, dan ketika sampai di ujungnya ia bisa menemukan puluhan orang saling bertarung satu sama lain. Ia bisa mengetahui kalau sebagian dari mereka adalah peserta, sementara sisanya adalah musuh yang berasal dari pihak sekte Lotus Hitam.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2