
Setelah melewati malam yang terasa sangat cepat, Li Hao kembali melanjutkan perjalanannya menuju Hutan Tanpa Ujung.
Dalam beberapa jam, Li Hao akhirnya menemukan hutan luas yang seperti tidak memiliki ujungnya sama sekali. Sebelum memasuki hutan ini, ia menarik nafasnya dalam-dalan lalu mengeluarkan secara perlahan melalui mulut.
"Baiklah, saatnya leveling."
Perasaan tidak sabar saat ini sedang menggebu-gebu di dalam hati Li Hao, ia melangkah memasuki hutan dengan penuh semangat sembari mengeluarkan pedang Iblis Malam.
Belum seratus meter setelah Li Hao memasuki hutan, segerombolan tikus besar yang ukurannya hampir dua meter mengepung dirinya. Masing-masing dari tikus itu memiliki basis kultivasi di ranah Qi Refinement bintang satu.
"Wah, wah... Ini termasuk kesialan apa keberuntungan?" Li Hao menggenggam erat pedangnya sebelum melesat ke salah satu dari enam tikus yang ada.
Li Hao menggunakan Tarian Bintang Malam tanpa mengerahkan sedikitpun Qi miliknya, setiap serangan yang dirinya lancarkan membuat tikus-tikus besar itu terluka parah.
Kurang dari satu menit, Li Hao berhasil membunuh mereka tanpa menerima luka sedikitpun. Ia kembali lanjut berjalan setelah membersihkan pedangnya dari darah tikus-tikus itu.
Selama satu jam, Li Hao berjalan santai sembari membunuh binatang spiritual yang mendekatinya. Tidak banyak dari mereka yang mampu membuatnya mengeluarkan keringat.
"Lumayan, naik satu level." Li Hao bergumam ketika melihat layar statusnya, "Omong-omong, strength-ku ada 190, kalau aku menaikkannya sampai 200, apa aku akan menerima bonus poin lagi?"
"Yah, mungkin saja. Tapi, aku akan menunggu ketika situasinya mendukung."
Ketika Li Hao sedang asik melihat layar statusnya, ada sejumlah simpanse yang mengawasinya dari kejauhan. Tubuh mereka berotot dan memiliki ukuran yang hampir sama dengan pria dewasa pada umumnya.
Namun, para simpanse tersebut tidak berniat menyerang Li Hao atau semacamnya. Mereka kini saling berbicara satu sama lain menggunakan bahasa mereka.
Di sisi lain, Li Hao menghentikan langkahnya ketika merasakan beberapa kehadiran kuat. Ekspresinya berubah menjadi serius, dan tidak lama setelah itu muncul empat ekor beruang merah yang tingginya mencapai lima meter.
Beruang merah tersebut memiliki tanduk di atas kepala mereka dan jumlahnya hanya ada satu, selain itu mereka berada di ranah Golden Core bintang satu.
"Apa aku bisa menghadapi mereka semua sekaligus?" Li Hao bertanya-tanya dalam hati, sementara keempat beruang merah itu maju dengan kedua tangan yang sudah dilapisi oleh Qi.
Braaak!
Li Hao menggertakkan giginya ketika menangkis serangan mereka, ia melapisi pedangnya dengan Qi dan membuat aura hitam keluar dari sana.
Keempat beruang merah itu langsung melompat mundur setelah melihat aura hitam tersebut, mereka merasakan bahaya yang keluar dari sana.
Li Hao tidak membuang kesempatan itu, ia melakukan posisi kuda-kuda dan segera mengeksekusi Tusukan Bintang.
Whoooosh!
__ADS_1
Dalam sekejap, Li Hao berhasil membunuh salah satu beruang merah yang ada di sana.
Ketiga beruang merah yang tersisa sejenak membeku sebelum meraung marah dan mengeluarkan aura mendominasi dari tubuh mereka. Ketiganya langsung bergerak dari arah yang berbeda-beda dan kali ini kecepatan mereka meningkat sebanyak dua kali lipat.
Li Hao sedikit melebarkan matanya karena kecepatan tersebut sedikit sulit ditangkap oleh matanya, ia melompat ke pohon di dekatnya dan menyerang titik buta beruang merah yang paling dekat dengannya saat ini.
Sraaaash!
Tengkuk leher beruang tersebut berhasil Li Hao tebas, namun sayangnya tebasannya itu terlalu dangkal sehingga membuat beruang tersebut mendapatkan celah dan meninju bagian dadanya.
Braaak!
Li Hao langsung terpental ke belakang dan menabrak beberapa pohon sampai hancur.
"Keuuugh...!" aliran darah keluar dari mulutnya, tinju yang dilakukan beruang itu benar-benar sakit.
Melihat manusia itu tidak bergerak, ketiga beruang merah langsung melesat maju dengan kecepatan tinggi. Tidak sampai sepuluh detik, mereka sudah berada di dekat Li Hao dan hendak menghujaninya tinju.
[Agility +20]
[Agility 181 > 201]
[Ding! Statistik Agility mencapai 200!]
Whooosh!
Bruk! Bruk! Bruk!
Li Hao berhasil menghindar ketika hujanan tinju terjadi, ia naik ke atas pohon dengan cepat dan melompat tinggi di udara.
Gerakan Ketiga: Putaran Bintang Jatuh!
Li Hao memutar tubuhnya di udara dan pada saat yang bersamaan aura biru yang meninggalkan cahaya prismatik menyelimuti tubuhnya.
Duuuar!
Layaknya bintang jatuh, Li Hao mengarahkan dirinya ke ketiga beruang merah yang berkumpul di satu tempat. Getaran yang hebat terjadi dan ia langsung membunuh mereka tanpa menerima perlawanan sedikitpun.
[Level Meningkat 121 > 124]
Melihat levelnya naik tiga sekaligus membuat Li Hao sangat senang, ia kemudian menjauh dari sana untuk beristirahat.
__ADS_1
"Haaa... Aku kehabisan lebih dari setengah Qi-ku untuk menghabisi mereka." Li Hao menghela nafas panjang, lalu mengeluarkan sejumlah pil yang memiliki bentuk serta warna berbeda-beda.
Tanpa banyak basa-basi, Li Hao langsung menelan semua pil tersebut secara bersamaan sembari melakukan posisi bersila.
Li Hao sejenak melamun di tempatnya karena memikirkan pertarungan sebelumya, kemudian ia mengingat kalau dirinya mendapatkan bonus stat setelah meningkatkan Agility-nya mencapai 200.
"Jadi memang benar kalau setiap kelipatan seratus aku mendapatkan bonus stat." Li Hao diam-diam tersenyum tipis, lalu membuka layar statusnya, "Strength-ku ada 190, kurasa tidak akan ada masalah jika kutingkatkan sekarang."
[Strength +10]
[Strength 190 > 200]
[Ding! Statistik Strength mencapai 200!]
[Mendapatkan bonus SP +5]
Setelah meningkatkan statistiknya, Li Hao menutup layar statusnya dan mendongakkan kepalanya ke langit. Ia saat ini tidak memikirkan apapun karena sedang menunggu lukanya pulih.
Shut!
Ketika sedang santai beristirahat, sebuah anak panah melesat dan menancap tepat di sebelah kepalanya. Tentu saja Li Hao langsung bangkit berdiri karena terkejut, pandangannya segera menyapu ke segala arah tetapi tidak menemukan atau merasakan satupun makhluk hidup.
"Sial, apa dia sengaja meleset?" Li Hao bertanya-tanya dalam hati karena merasakan kejanggalan, lalu mengambil anak panah yang menancap di pohon tempatnya beristirahat tanpa menurunkan kewaspadaannya, "Kertas...?
Li Hao sedikit mengangkat alisnya ketika menemukan secarik kertas di ekor anak panah tersebut, ia langsung membukanya dan membaca isinya.
'Manusia, pergilah dari sini! Hampir semua binatang spiritual yang tinggal di hutan ini sangat membenci ras kalian. Aku sudah meninggalkan sejumlah tanda di arah timur dari posisimu berada agar kau bisa keluar dari sini, pergilah sebelum kami atau mereka membunuhmu.'
Li Hao mengerutkan alisnya ketika membaca secarik kertas tersebut, ia mengalihkan pandangannya ke arah timur namun tidak menemukan satupun tanda yang dimaksud.
"Ah, jangan bilang ranting yang patah adalah tandanya?" Li Hao bisa melihat beberapa ranting pohon di arah timurnya patah, "Sepertinya mereka melakukan itu ketika aku sedang sibuk bertarung, ya?"
Li Hao tersenyum tipis karena merasa ini cukup menarik, ia mengangkat anak panah tersebut ke atas dengan tangan kanannya lalu berseru lantang, "Aku tidak akan pergi dari sini selama setahun lamanya! Aku tidak peduli dengan peringatanmu, kalau kalian tidak suka maka datanglah dan temui aku!"
Suasana hening setelah Li Hao berseru demikian, ia kemudian mendengus kecil karena tidak mendapatkan respon lalu melihat ujung anak panah tersebut.
"Tidak ada racun, sepertinya mereka memang murni ingin memperingatiku." Li Hao bergumam sebelum mematahkannya menjadi dua bagian, "Mulai sekarang aku tidak boleh menurunkan kewaspadaanku, ucapanku barusan secara tidak langsung menantang mereka."
Li Hao membuang anak panah tersebut, lalu duduk di pohon lainnya dengan mata terbuka dan kewaspadaan yang tinggi.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.