
Keesokan harinya.
Li Hao membuka matanya dan mendapati langit-langit kamarnya, ia bangun dan turun dari atas kasurnya.
"Sudah jam berapa ini?" Li Hao melihat ke arah jendela kamarnya, dan ia menemukan langit yang cerah, "Sudah pagi ternyata..." Li Hao menguap usai menyelesaikan kata-katanya, ia tersentak saat mendengar suara ketukan pintu rumahnya.
"Ah, apakah itu Xia Zhan?" Li Hao bergumam, dan kemudian berjalan keluar dari kamarnya.
Li Hao membuka pintu rumahnya dan ia menemukan seorang pemuda berusia 19 tahun-an sedang berdiri sambil membawa nampan yang di atasnya terdapat makanan.
"Hm, apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Li Hao penasaran.
"Apakah anda menanyakan tentang Xia Zhan?" pemuda itu bertanya untuk memastikan.
Li Hao mengangguk untuk menanggapi pertanyaan tersebut.
"Xia Zhan mempunyai sebuah urusan yang tidak bisa dia hindari. Jadi mulai saat ini, saya yang akan menggantikan tugasnya..." jelas pemuda tersebut sambil tersenyum.
Li Hao tidak bereaksi banyak saat mendengar itu, ia kemudian menerima nampan yang terdapat makanan lalu berterima kasih.
"Kalau begitu, saya pamit terlebih dahulu." ucap pemuda itu, dan kemudian pergi dari sana.
Li Hao hanya mengangguk, ia terdiam sejenak dan menyayangkan kepergian wanita itu, "Ya, sudahlah. Setidaknya dia sudah mengajariku dasar-dasar untuk memanifestasikan elemen." gumam Li Hao sebelum menutup pintu rumahnya
......................
Setelah memakan makanannya, Li Hao berdiri di tengah ruang tamu. Ia menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menghembuskannya secara perlahan lewat mulut.
Mata Li Hao kemudian terpejam dan ia mulai memfokuskan dirinya untuk mencari benang elemen miliknya.
Beberapa saat kemudian, Li Hao bisa menemukan sebuah Benang berwarna merah yang mengeluarkan aura panas. Ia mengangkat tangannya ke depan, lalu mengaliri Qi-nya dalam jumlah tertentu.
Li Hao kemudian membayangkan sebuah bola api, dan ia langsung merasakan hawa panas dari atas telapak tangannya. Mata Li Hao perlahan terbuka, dan ia cukup terkejut saat menemukan sebuah bola api yang ukurannya sebesar telapak tangan.
"Luar biasa..." Li Hao merasa kedua lututnya lemas, ia bahkan tidak bisa berkata-kata lagi karena terlalu kagum dengan apa yang dilihatnya sekarang ini.
Li Hao menarik tangan kanannya itu dan mendekatkan bola api tersebut ke wajahnya, "Ini benar-benar api..." gumamnya pelan.
Li Hao kemudian melenyapkan bola api di tangannya itu dan tersenyum senang, "Aku kurang lebih sudah mengetahui cara penggunaan elemen. Sekarang, haruskah aku mengaktifkan keempat elemen lainnya?" Li Hao memegang dagunya, dan ia berpikir keras.
__ADS_1
Selang beberapa waktu, Li Hao menghembuskan nafasnya dari mulut lalu menggeleng pelan, "Untuk berjaga-jaga, lebih baik aku mengaktifkannya saat sudah keluar dari wilayah sekte ini."
Li Hao merasa akan ada sesuatu yang buruk terjadi padanya jika orang lain mengetahui kalau dirinya mempunyai lima elemen sekaligus. Pastinya berbagai masalah akan menimpa dirinya, dan itu bisa saja membahayakan nyawanya.
"Sebaiknya aku berburu untuk meningkatkan levelku, aku memerlukan skill poin yang banyak agar bisa menambahkannya ke statistik Qi dan naik tingkat ke Qi Refinement." Li Hao bergumam, dan kemudian bersiap-siap untuk pergi ke luar.
***
Setelah menuruni gunung, Li Hao terdiam sejenak untuk memilih hutan kiri atau kanan. Ia memejamkan mata dan akhirnya memutuskan untuk memasuki hutan sebelah kiri.
Li Hao memasuki kawasan hutan cukup dalam, lalu mulai memburu hewan spiritual yang ditemuinya. Ia tidak menggunakan pedang dan hanya tinju kosong saja, jika pedang Iblis Malam dikeluarkan-- takutnya itu akan menarik perhatian orang-orang yang mengawasinya dari kejauhan.
......................
Selama satu minggu lebih, Li Hao terus berburu di hutan dan levelnya yang tadinya berada di angka 54 sekarang sudah naik menjadi ke angka 71.
Saat ini di rumahnya, Li Hao duduk di atas kasur sembari melihat layar statusnya.
[ Nama: Li Hao
Umur: 18 Tahun
Basis Kultivasi: Forging Qi bintang 8
Statistik
Strength: 99 Vitality: 31
Agility: 71 Qi: 50
SP: 115 ]
"Aku berburu hampir 16 jam sehari, dan sisanya kugunakan untuk makan dan tidur. Tetapi levelku hanya bertambah 17 saja, itu membuatku sedikit frustasi." Li Hao berkata dengan suara pelan, "Yah... Meskipun begitu, kekuatanku akan bertambah secara signifikan dengan semua SP ini." Li Hao tersenyum tipis, "Besok aku akan keluar dari sekte ini. Setelah itu, akan kutambahkan sebagian besar SP-ku pada Qi. Sudah saatnya untuk meningkatkan basis kultivasiku..."
Li Hao kemudian menghabiskan hari terakhirnya untuk membaca beberapa buku pengetahuan tentang dunia ini yang belum sempat dibacanya.
......................
Waktu berlalu dengan cepat, ini adalah hari di mana Li Hao keluar dari sekte Gunung Empat Pedang.
__ADS_1
Di luar gerbang asrama, Li Hao saat ini sedang berhadap-hadapan dengan Gong Da. Keduanya sedang mengobrol sembari mengucapkan beberapa kata perpisahan.
"Kalau begitu, saya pamit dulu, paman." Li Hao menangkupkan kedua tangannya dengan badan yang sedikit menunduk.
Gong Da tersenyum dan menjawab, "Ya, kuharap kau bisa mengembalikan ingatanmu yang hilang."
"Terima kasih, paman." Li Hao tersenyum, lalu melanjutinya, "Ah, apa aku boleh bertanya sesuatu?"
"Silahkan..."
"Setelah aku keluar dari wilayah sekte ini, apakah orang-orang yang mengawasiku akan berhenti?" tanya Li Hao penasaran.
Gong Da tertawa kecil sebelum menjawab, "Tentu saja mereka akan berhenti, tugas mereka hanya mengawasimu selama tinggal di sekte ini. Jika mereka melanggarnya, maka kematian yang akan menunggu mereka."
"Kematian?" Li Hao menelan ludahnya dengan kasar, ia pikir jawaban dari pria paruh baya di depannya ini sedikit berlebihan.
Gong Da yang melihat sedikit ketakutan di wajah Li Hao kembali tertawa kecil, "Suatu saat nanti, kau pasti akan mengetahui kekejaman dari dunia ini, nak."
Li Hao tersenyum pahit sebelum mengangguk pelan, "Baiklah, paman. Aku pergi dulu."
Gong Da mengangguk dan ia melihat pemuda itu berbalik lalu menuruni gunung melewati tangga yang menjadi jalan satu-satunya.
***
Setelah keluar dari wilayah sekte Gunung Empat Pedang, Li Hao langsung bergerak ke arah barat-- tujuannya saat ini adalah kota Shaoyang.
Selama di perjalanan, tidak banyak masalah yang Li Hao hadapi. Ia terkadang bertemu beberapa hewan buas spiritual yang menghadang jalannya, dan tentu saja ia langsung membunuh mereka semua.
Di padang rumput yang luas, Li Hao sedang beristirahat di bawah pohon yang cukup besar. Pohon tersebut adalah satu-satunya pohon yang tumbuh di sekitar sana, dalam jangkauan tiga kilometer dari posisi Li Hao sekarang-- tidak ada satupun pohon yang tumbuh selain pohon itu.
"Sepertinya yang dikatakan paman Gong Da benar, orang-orang yang mengawasiku sudah berhenti mengikutiku sejak aku keluar dari wilayah sekte." gumam Li Hao pelan, "Apakah aku harus menambahkan statistikny sekarang? Kurasa bukan ide yang bagus jika aku menambahkannya saat berada di kota Shaoyang."
Li Hao terdiam sejenak untuk memikirkan hal itu. Setelah melakukan beberapa pertimbangan, ia memutuskan untuk menambahkan statistiknya di tempat ini.
Layar status terbuka dan Li Hao bisa melihat jumlah poin SP-nya, ia tidak mengatakan apapun dan mulai menambahkannya pada Qi.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1