
"A-apa...?" telinga Li Hao berdengung, "Cepat sekali..."
Li Hao merapatkan giginya dan ketika mendongakkan kepalanya, ia menemukan Nascent Soul tersebut sudah berdiri tepat di hadapannya.
"Pedang yang bagus, bocah." Nascent Soul itu tersenyum mengejek, "Andai saja kau tidak menangkis seranganku, mungkin kau tidak perlu merasakan rasa sakit itu."
"Sekarang, sudah saatnya kau mati." ketika Nascent Soul itu mengangkat pedang sabit di tangan kanannya, terdengar suara yang berasal dari arah belakang dan membuatnya menghentikan niatnya.
"Hentikan itu..."
Ketika Nascent Soul itu membalikkan badannya, ia menemukan seorang kakek tua yang kini sedang tersenyum tipis dengan kedua tangan yang melipat di belakang pinggang.
"Kau...?" Nascent Soul itu melebarkan matanya dan belum sempat ia berkata lebih jauh, kepalanya tiba-tiba saja hancur lalu tidak lama setelah itu tubuhnya terjatuh ke lantai.
Bruuugh!
Pada saat itu terjadi, aura yang merembes keluar dari tubuh Nascent Soul tersebut langsung menghilang tanpa jejak. Semua peserta yang berbaring di lantai karena tekanan dari aura itu mulai bangkit satu-persatu.
Sementara Li Hao hanya tetap diam di tempatnya dan berusaha menutupi semua lukanya dengan Qi.
Di sisi lain, Zhang Hai yang sudah bangkit berdiri segera berlari menghampiri Li Hao. Ekspresinya saat ini terlihat khawatir ketika melihat luka yang diderita oleh pemuda itu, ia kemudian mengeluarkan beberapa pil dari cincin penyimpanannya sebelum berkata, "Telan semua pil ini, meskipun tidak langsung menyembuhkanmu tetapi setidaknya bisa memulihkan beberapa lukamu."
Zhang Hai menempatkan pil-pil tersebut ke dalam mulut Li Hao, dan rasa sakit serta luka yang dideritanya mulai berkurang setelah menelannya selama beberapa saat
"Pil yang bagus, tapi tidak cukup bagus untuk memulihkan dia." seorang kakek tua berdiri di samping Zhang Hai yang sedang jongkok, ia tersenyum tipis lalu melihat Li Hao yang masih duduk lemas di tempatnya, "Sungguh anak yang tidak normal."
Kakek tua itu mengelus jenggot panjangnya sebelum mengeluarkan sebuah pil berwarna coklat tua, pil itu terbang menuju mulut Li Hao dan membuat pemuda tersebut harus menelannya.
Sesaat setelah Li Hao berhasil menelannya, semua luka di tubuhnya mulai pulih secara perlahan. Dimulai dari luka kecil sampai luka yang paling parah.
Dalam waktu kurang dari satu menit saja, semua luka yang diderita oleh Li Hao telah berhasil disembuhkan. Zhang Hai yang menyaksikan itu dengan mata kepalanya sendiri hanya bisa terkejut dalam diam.
__ADS_1
"Kuyakin kau sudah bisa bergerak sekarang."
Ketika kakek tua itu berkata demikian, Li Hao mulai menggerakkan tubuhnya. Ia sama sekali tak menyangka akan bisa pulih secepat ini.
"Terima kasih atas bantuanmu, Tuan." Li Hao buru-buru bangkit berdiri lalu menangkupkan tangannya, sementara Zhang Hai yang sedari tadi melamun langsung tersentak dan mengikuti apa yang dilakukan oleh Li Hao.
"Hohoho... Seharusnya aku yang berterima kasih. Jika kau tidak mengulur waktu selama ini, mungkin semua generasi muda yang berkumpul di sini sudah mati." kakek tua itu membalas dengan tenang, lalu helaan nafas keluar dari mulutnya, "Kurasa Dao of The Heavens masih memberkati daratan ini."
"Ketua!"
Seorang pria paruh baya tiba-tiba saja muncul di belakang kakek tua berjanggut panjang sembari berlutut dan dengan kepala yang menunduk ke bawah.
"Oh, apa situasi di luar sudah terkendali? Haruskah aku turun tangan?"
"Situasi di luar sudah mulai terkendali, semua Immortal musuh telah kabur setelah merasakan kehadiran anda."
"Hohoho, ternyata mereka masih tau diri."
"Aku...? Aku adalah Ketua dari klan Puncak Surgawi, pernah mendengarnya?"
Zhang Hai yang mendengar itu langsung melebarkan mata secara sempurna sampai mundur beberapa langkah ke belakang karena saking terkejutnya, Li Hao juga bereaksi sama tetapi tidak sampai mundur seperti pemuda di dekatnya.
Klan Puncak Surgawi adalah klan terkuat yang berada di Daratan Kuno. Saking kuatnya klan tersebut, ada rumor yang mengatakan kalau klan Puncak Surgawi menguasai hampir seluruh wilayah Daratan Kuno.
Dan sosok penguasa dibalik klan Puncak Surgawi bernama Liang Jie, salah satu kultivator tertua sekaligus terkuat di Dunia.
"B-bagaimana mungkin orang sehebat anda bisa ada di sini...?" Zhang Hai bertanya dengan suara yang terbata-bata.
"Hm, aku memiliki urusan di daratan ini dan tanpa sengaja merasakan lonjakan energi kuat yang berkumpul di satu tempat. Jadi aku memeriksanya dan menemukan kota ini yang sedang kacau balau..." Liang Jie menjelaskan secara singkat, lalu perhatiannya teralih pada Li Hao, "Kau ini dari sekte atau klan mana?"
"Ah, saya hanya seorang pengembara biasa, Tuan." Li Hao menjawab, suaranya terdengar gugup.
__ADS_1
Liang Jie menyipitkan matanya lalu menggeleng pelan kepalanya, "Mustahil kau bisa sekuat ini tanpa bantuan dari siapapun, kurasa ada sesuatu yang tidak bisa kau beritahu."
Li Hao langsung menahan nafasnya dan hanya bisa tersenyum pahit. Sementara Liang Jie yang melihat reaksi pemuda itu tidak lagi mengorek asal-usulnya lebih jauh, "Jika kau tidak berada di naungan manapun, apa kau mau menjadi bagian dari klan Puncak Surgawi? Di sana ada banyak perempuan cantik loh..."
Ketika Liang Jie berkata demikian, pria paruh baya yang ada di dekatnya langsung terbatuk pelan lalu menatap Ketua Klannya tersebut dengan tatapan rumit, "Ketua, kenapa anda berbicara seperti itu?"
"Hahahaha... Aku hanya membicarakan fakta saja, tidak perlu serius begitu." Liang Jie tertawa lumayan lantang, lalu kembali menatap Li Hao, "Jadi, apa jawabanmu?"
Setelah Li Hao mendapatkan pertanyaan itu, layar biru muncul di depannya dan memberitahukan kalau misinya telah selesai. Ia langsung menghilangkan notifikasi tersebut karena masih ada sesuatu yang perlu dirinya pikirkan.
"Maafkan saya, Tuan. Namun, saya masih belum mau terikat dengan suatu kelompok..." Li Hao menolak tawaran tersebut, lalu menjelaskan alasannya yang ingin mengembara di Dunia luas ini.
Liang Jie menganggukkan kepalanya beberapa kali ketika Li Hao menjelaskan alasannya. Setelah pemuda itu selesai, ia tersenyum dan berkata, "Baiklah jika kau memutuskan untuk menolak. Tapi perlu diingat, pintu klan Puncak Surgawi akan selalu terbuka untukmu, kau bisa datang kapan saja jika ingin menjadi salah satu bagian dari kami."
"Saya mengerti. Terima kasih karena telah menghargai keputusan saya, Tuan." Li Hao menangkupkan tangan sembari menundukkan badannya sebagai tanda hormatnya.
"Hahahaha... Tidak perlu kaku begitu! Kalau begitu, sampai jumpa lagi, anak muda!" Liang Jie berbalik tanpa menghentikan tawanya, pria paruh baya di dekatnya langsung mengikuti kakek tua itu dari belakang dalam diam.
Beberapa Immortal memasuki ruang tunggu sebelum Liang Jie keluar dari sana, ekspresi mereka tidak terlalu terkejut dan langsung memberikan salam hormat.
Mereka melakukan basa-basi selama beberapa saat sebelum akhirnya Liang Jie dan pria paruh baya yang mengikutinya pergi dari sana. Para Immortal yang mengobrol dengan Liang Jie langsung memeriksa keadaan peserta yang memiliki hubungan dengan mereka.
Di sisi lain, Zhang Hai berseru lantang dan sejenak membuat semua perhatian tertuju padanya. Li Hao sendiri juga menatap pemuda di dekatnya itu, ia bisa melihat matanya berbinar-binar seolah baru melihat sesuatu yang menakjubkan.
"Gila! Kenapa kau menolak tawaran beliau?!" Zhang Hai memegang kedua pundak Li Hao lalu menggoyangkannya dengan cepat.
Li Hao sendiri hanya memasang ekspresi datar, kenapa Zhang Hai begitu heboh padahal bukan dia yang mendapatkan penawaran itu.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1