Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Menyelesaikan Tugas Pengawalan


__ADS_3

Selama perjalanan menuju kota Luzin, tidak ada halangan serius yang terjadi. Mereka sampai pada waktu yang sedikit lebih lama dari ditentukan, dan Li Hao menurunkan para orang tua itu di gerbang pintu masuk wilayah klan Qian.


Li Hao menerima bayaran beberapa kali lipat dari yang dijanjikan, sekarang ia memiliki seribu koin emas lebih di inventornya.


"Sepertinya aku tidak perlu khawatir lagi tentang masalah uang." gumam Li Hao saat melihat total jumlah koin emas miliknya.


"Pengawal Shin, aku ingin bertanya untuk terakhir kalinya..."


Setelah Li Hao membalikkan badan dan hendak pergi dari sana, langkah kakinya dihentikan oleh suara tuan Qian.


"Apa?" Li Hao bertanya, karena mereka tidak memiliki keterikatan kontrak jadi ia tidak lagi mempunyai alasan untuk berbicara dengan bahasa formal.


"Apakah keputusanmu untuk mengembara sudah bulat? Tidakkah ada keinginan kecil untuk menjadi bagian dari keluarga Qian?"


"Jawabanku tetap sama dan tidak akan pernah berubah sampai aku memiliki keinginan sendiri untuk masalah itu." Li Hao menjawab dengan tenang.


"Haaa... Baiklah, aku mengerti."


Li Hao mengangguk kecil kemudian pergi dari sana tanpa melakukan pamitan, tujuannya sekarang adalah cabang dari Lima Menara Naga, Menara Informasi.


Di Menara Informasi, Li Hao membeli informasi tentang sekte Tengkorak Hitam atau lebih tepatnya kultivator yang bernama Yang Pun. Tidak banyak informasi yang bisa didapatkan olehnya karena informasi tentang seorang kultivator Immortal dari sekte besar adalah sesuatu yang sulit dicari, bahkan untuk sekelas Lima Menara Naga sekalipun.


Namun meski begitu, Li Hao mengetahui kalau tuan Yang Pun belum melakukan pergerakan yang agresif. Menurut informasi, dia hanya melakukan beberapa pergerakan di tempat-tempat yang termasuk wilayah sekte Tengkorak Hitam.

__ADS_1


"Sepertinya tuan Yang Pun mulai mengumpulkan kekuatan secara diam-diam, ya? Apakah dia ingin berada di garis awal dalam masalah ini? Tapi, kenapa dia melakukan sesuatu seperti itu?" Li Hao bertanya-tanya dalam hati, kemudian menggeleng kecil, "Yah, sesuatu yang dia lakukan bukan urusanku. Selama dia menepati janjinya, aku tidak peduli dengan apa yang dia lakukan..."


Li Hao kemudian membeli informasi tentang Diao Chan dan Wei Han, senyuman tipis terukir di wajahnya setelah mengetahui mereka baik-baik saja dan berkembang pesat dari waktu terakhir kali mereka bertemu.


"Baiklah, semua informasi yang kuinginkan sudah kudapatkan. Sekarang, aku harus bersiap pergi dari kota ini..." Li Hao berkata dalam hati, lalu keluar dari Menara Informasi.


Sebelum keluar dari kota Luzin, Li Hao akan menginap selama satu malam untuk beristirahat, ia juga penasaran dengan apa yang dilakukan oleh klan Wong setelah dirinya menggagalkan rencana mereka.


Setelah menyewa kamar di penginapan terdekat, Li Hao langsung melakukan posisi bersila di atas kasurnya lalu mengeluarkan telur merah dari inventorynya. Tanpa banyak basa-basi ia langsung mengalirkan sejumlah Qi pada telur merah tersebut, tidak seperti biasanya ia hanya memberikan telur itu setengah dari semua Qi yang dimiliknya karena situasinya saat ini masih belum bisa dibilang aman.


......................


Di pagi hari yang masih gelap gulita, Li Hao mulai membersihkan dirinya usai bangun dari tidur. Tidak ada yang terjadi tadi malam, sepertinya klan Wong enggan untuk mengambil resiko seperti balas dendam karena mereka harus mengurus permasalahan dengan klan Qian.


Topeng tersebut bukanlah sekedar topeng biasa, melainkan Artefak yang mampu menghilangkan seluruh hawa keberadaan penggunanya secara otomatis selama satu hari penuh. Kemampuan topeng ini memiliki waktu cooldown selama satu hari juga, jadi setelah waktu penggunaannya habis kemampuan dari topeng itu tidak bisa lagi digunakan dalam waktu 24 jam meskipun Li Hao telah memakainya.


"Agak menyebalkan jika harus memakai topeng, tapi mau bagaimana lagi? Ini demi keselamatanku." Li Hao bergumam sebelum mengenakan topeng itu, tidak ada banyak perubahan yang terjadi pada dirinya namun hawa keberadaannya memang menghilang secara menyeluruh, "Baiklah, saatnya keluar dari sini..."


Li Hao tidak keluar dari pintu masuk melainkan dari jendela kamar penginapannya, ia melakukan itu supaya tidak ada orang lain yang melihat keberadaan dirinya. Meskipun hawa keberadaan Li Hao menghilang tanpa bisa dirasakan oleh orang lain, tapi tubuh fisiknya masih tetap bisa dilihat.


Li Hao mempunyai alasan tersendiri mengapa dirinya keluar dari jendela kamar penginapan, itu karena kepergiannya dari kota ini tidak ingin diketahui oleh siapapun, terutama mereka yang berasal dari Menara Informasi.


Perlu diketahui, mata yang dimiliki Menara Informasi ada di mana-mana. Mereka mempunyai banyak personel yang bertugas untuk mendapatkan informasi di seluruh Daratan Surgawi. Tentu saja tidak semua informasi berasal dari para personel yang ditugaskan, orang lain juga bisa menjual suatu informasi pada Menara Informasi, namun ada beberapa syarat yang harus dilakukan sebelum menjual informasi pada mereka.

__ADS_1


Setelah keluar dari penginapan, Li Hao terus melompat dari satu bangunan ke bangunan yang lain. Karena langit masih gelap gulita, sama sekali tidak ada orang yang menyadari keberadaannya bahkan jika dia adalah seorang Nascent Soul.


Dalam waktu kurang dari lima menit, Li Hao keluar dari kota Luzin tanpa diketahui oleh siapapun. Dia langsung berlari di padang rumput tanpa ujung dan menjauhi jalur yang dibuat khusus untuk para pedagang atau lainnya.


Selama berlari, Li Hao tidak melepas topengnya karena memang tidak berniat melakukan itu. Meskipun kemampuan dari topeng sedang tidak aktif sekalipun, ia akan tetap memakainya karena tujuan utamanya adalah menyembunyikan identitasnya bukan hawa keberadaannya.


Tujuan Li Hao sekarang adalah bersembunyi di kota kecil yang memiliki cabang Menara Informasi, di sana ia akan menetap selama beberapa waktu sampai dalang dari insiden penyerangan kota Luoyang terungkap.


Setelah itu, Li Hao akan pergi ke salah satu tempat berbahaya yang sudah ditandainya, tempat itu bernama Gua Dunia Lain.


Dinamai sebagai Gua Dunia Lain karena Gua tersebut terhubung dengan sebuah Pocket Realm yang berisi berbagai jenis binatang spiritual dan monster. Rumornya, Pocket Realm itu terdapat banyak harta tak ternilai, sudah banyak individu maupun kelompok yang mencoba untuk mengambil harta-harta itu, namun sebagian besar dari mereka malah bertemu dengan kematian dan tidak keluar lagi dari sana.


Li Hao mengetahui dengan jelas kalau tempat itu jauh lebih berbahaya daripada Hutan Tanpa Ujung, tetapi melawan para monster jauh lebih baik daripada dikejar-kejar oleh orang-orang dari sekte bintang sepuluh.


Selama kurang lebih tiga jam Li Hao berlari tanpa henti, ia akhirnya bisa melihat sebuah kota dari kejauhan. Kota itu bukanlah kota besar, namun memiliki cukup banyak penjaga di area sekitar gerbang.


Nama kota tersebut adalah kota Qibao, kota itu berada di bawah perlindungan sekte Danau Suci, salah satu sekte aliran putih bintang sembilan.


Li Hao sudah menandai kota Qibao sejak awal karena kota itu satu rute menuju Gua Dunia Lain. Untuk sementara, ia akan menetap di sana selama beberapa waktu sembari menunggu kabar mengenai pergerakan tuan Yang Pun.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2