
Li Hao menghentikan langkahnya di anak tangga terakhir sebelum memasuki ruangan lantai ke lima, ia membuka inventory lalu mengeluarkan sebuah pil pemulih Qi.
Tanpa berbicara satu patah katapun, Li Hao langsung menelan pil tersebut lalu melanjutkan langkahnya ke tengah ruangan. Di sana, ia mengedarkan pandangannya dengan kewaspadaan yang tinggi dan kemudian menyadari kalau tidak ada lagi tangga menuju ke lantai selanjutnya.
"Huh...? Kenapa tidak ada?" Li Hao mengerutkan alisnya, dan ketika ingin berkata lebih jauh, niatnya diurungkan karena getaran yang hebat tiba-tiba saja terjadi.
Li Hao memperkuat genggamannya dan tepat seratus meter dari tempatnya berdiri, muncul sebuah portal berwarna merah darah. Di detik selanjutnya, ada kaki yang keluar dari balik portal tersebut dan muncul sosok manusia setinggi dua meter dengan tubuh yang dipenuhi luka.
"Kuahahahaha... Akhirnya aku terbebas dari tempat gelap itu! Bebasss!"
Sosok itu tertawa lantang seolah sedang merayakan sesuatu dan tawanya sedikit membuat gendang telinga Li Hao kesakitan.
Suara tawa itu tidak berlangsung lama setelah sosok yang baru keluar dari portal menyadari keberadaan Li Hao.
"Hoo? Rupanya ada manusia di sini." sosok itu tersenyum lebar, "Siapa kau, manusia?"
Li Hao tidak menjawab melainkan langsung melesat maju dengan kecepatan tinggi, ia langsung melancarkan serangan beruntun.
"Tidak sopan..."
Sosok itu menangkis dan menghindari serangan beruntun Li Hao. Setelah menerima semua serangan itu selama beberapa saat, dia mulai menyerang balik menggunakan pedang Qi ciptaanya.
Mereka berdua mulai bertukar serangan dan saling memberikan luka pada satu sama lain, keduanya sangat serius sampai-sampai membuat ruangan di lantai tersebut hancur.
Li Hao terus menyerang sosok itu dengan seluruh kemampuan berpedangnya, meskipun telah mengerahkan segalanya tetapi ia masih belum mampu mendominasi pertarungan ini.
"Kau kuat, nak. Tapi, lawanmu adalah aku!" sosok itu berseru lantang, dan pedang Qi-nya mengeluarkan kobaran api yang panas, "Mati!"
Ketika pedang Qi tersebut diayunkan secara vertikal, kobaran apinya melesat dan membentuk burung raksasa.
Li Hao yang melihat itu langsung menciptakan lapisan pelindung di tubuhnya serta melancarkan serangan Tusukan Bintang. Ledakan terjadi ketika dua serangan itu saling berbenturan, gelombang kejut tercipta sampai membuat Li Hao terpental jauh ke belakang.
"Keugh!" Li Hao mengeluarkan muntahan darah dari mulutnya, "Sialan! Gelombang kejutnya panas sekali, kulitku seperti sedang terbakar!"
__ADS_1
Li Hao merasakan rasa sakit yang luar biasa di seluruh tubuhnya, meskipun sudah melindungi dirinya dengan lapisan Qi tetapi dampak yang diterimanya masih tetap ada.
"Kau pikir api tadi adalah api biasa, huh?! Itu adalah api neraka! Kuahahahahaha..." sosok yang tampak seperti manusia namun bukan manusia perlahan berjalan mendekati Li Hao, "Bocah... Kau sayang dengan nyawamu, bukan? Kalau begitu, mari lakukan sesi tanya jawab."
Setelah berkata demikian, sosok itu menghentikan langkahnya tepat beberapa meter di depan Li Hao. Dia tersenyum lebar, lalu meletakkan bilah pedang Qi-nya ke atas pundak.
"Pertama-tama, di mana kita berdua? Aku sama sekali tidak merasa kehadiran lain di sini."
"Sebelum aku menjawabnya, aku ingin bertanya. Siapa kau sebenarnya?"
"Dalam situasi ini, kau berani bertanya?!" sosok itu meninggikan suaranya sebelum tertawa kecil, "Baiklah, baiklah... Akan kuberikan kau kesempatan untuk mengetahui identitasku yang agung!"
"Namaku adalah Dam Yuen! Orang-orang mengenalku sebagai Iblis Pembunuh! Berdarah dingin! Sang pembawa kematian!" sosok itu membusungkan dadanya saat berkata demikian, nadanya terdengar sombong tetapi juga bangga.
Li Hao yang mendengar itu sebenarnya ingin memasang ekspresi jijik, namun ia menahannya supaya tidak memancing amarahnya.
"Jangan bilang kau tinggal di Daratan Surgawi?" Li Hao bertanya dan memasang wajah seolah pernah mendengar namanya.
"Hooo! Daratan Surgawi, ya? Sudah lama tidak mendengarnya, tapi sayangnya aku tidak lahir di sana. Aku lahir di Daratan Kuno, daratan yang dipenuhi banyak orang kuat!"
"Tidak ada lagi pertanyaan darimu, sekarang giliranmu menjawab pertanyaanku." raut wajah Dam Yuen berubah menjadi serius, "Ada dimana kita berdua sekarang?"
Li Hao menelan ludahnya dan tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut, ia sebenarnya ingin berbohong tetapi mengingat ada kemampuan yang mendeteksi kebohongan membuatnya mengurungkan niat.
"Kita ada di sebuah Pocket Realm tertutup, melihat struktur tempat ini aku cukup yakin kalau kita sekarang berada di dalam sebuah menara." Li Hao menjawab tanpa harus memberitahu kalau tempat ini adalah dungeon baginya.
Untuk sekarang Li Hao akan bersikap ramah seolah dirinya sudah kalah, ia akan mengulur waktu selama mungkin sembari menunggu efek pil dari pemulihan Qi selesai bekerja. Perlu diketahui, saat ini Qi di dalam dantiannya sedang beregenerasi, tentu saja hal itu sama sekali tidak disadari oleh Dam Yuen karena Li Hao telah menyamarkannya sebisa mungkin.
"Pocket Realm, ya?" Dam Yuen bergumam sembari menatap mata Li Hao, "Sepertinya kau tidak berbohong. Lalu, dimana jalan keluarnya?"
Li Hao menggelengkan kepalanya pelan sebelum menjawab, "Aku tidak tau letak jalan keluarnya karena setelah aku memasuki Pocket Realm ini, portal yang membawaku menghilang tanpa jejak."
Dam Yuen tidak mengalihkan pandangannya dari mata Li Hao, dan ia setidaknya cukup yakin kalau pemuda itu tidak berbohong atas jawabannya.
__ADS_1
"Berapa lama kau terjebak di Pocket Realm ini?"
"Baru sehari lebih, aku bersusah payah menghabisi monster dari lantai yang paling bawah." Li Hao menunjuk ke arah tangga, "Dan tempat ini adalah lantai paling atas, kupikir dengan menghabisimu bisa membuatku keluar dari sini..."
"Jadi itu alasanmu menyerangku secara tiba-tiba?" Dam Yuen bertanya, sementara Li Hao hanya mengangguk kecil.
Dam Yuen tampak berpikir keras, lalu mengalihkan pandangannya ke arah portal merah darah yang menjadi pintu keluarnya dari tempat gelap yang mengurungnya.
"Kalau tidak ada jalan keluar dari sini, apa yang haru-"
Belum sempat Dam Yuen menyelesaikan kata-katanya, ia langsung menyemburkan muntahan darah dari mulutnya saat ada benda tajam menusuk perutnya.
"B-bajingan..." Dam Yuen memelototi Li Hao yang menusuk perutnya menggunakan pedang.
"Sayangnya kau terlalu meremehkanku..." Li Hao mengangkat sudut bibirnya, lalu segera memanifestasikan Qi yang ada di pedang Iblis Malam menjadi elemen petir.
Zraaaash!
Dam Yuen semakin melebarkan matanya ketika merasakan sengatan listrik bertenaga tinggi, ia mencoba untuk bergerak tetapi tubuhnya terasa sangat kaku.
"Sampai jumpa, senang mengobrol denganmu."
Slaaash!
Li Hao mengayunkan pedang Iblis Malam ke atas secara vertikal dan membelah setengah tubuh Dam Yue menjadi dua.
Tidak lama setelah kematian Dam Yue, aura hitam yang begitu kental keluar dari mayatnya dan kemudian diserap oleh pedang Iblis Malam.
Li Hao yang menyaksikan itu langsung tersenyum tipis, dan ia sedikit terkejut karena semua lukanya termasuk racun di lengan kirinya mulai pulih.
"Ternyata benar, jiwa-jiwa yang diserap dari para goblin telah habis dan tidak bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk penyembuhan..." Li Hao bergumam, "Untuk saat ini aku bisa menyimpulkan, kalau kemampuan baru pedang Iblis Malam bisa menyembuhkan segala luka penggunanya."
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.