
Setelah sampai di penginapan dan masuk ke dalam kamar yang disewanya, Li Hao berbaring sembari memikirkan kemana tujuannya besok.
"Haruskah aku pergi ke tempat berbahaya untuk meningkatkan lebih cepat levelku?" Li Hao bertanya-tanya dalam hati, mulai dari sekarang ia harus fokus memperkuat dirinya karena dalam waktu satu tahun kebenaran tentang insiden tadi siang akan naik ke permukaan, lalu perang bisa saja terjadi dan sekte Lotus Hitam jelas akan menjadi sasarannya, "Kalau perang memang terjadi, pasti akan ada banyak nyawa yang melayang. Apa nantinya itu akan menjadi salahku?"
Li Hao pasti akan merasa bersalah jika memang itu terjadi, namun kalau tindakan sekte Lotus Hitam dibiarkan begitu saja maka masalah yang jauh lebih besar dari ini bisa saja terjadi.
"Sebenarnya apa motif mereka membuat kekacauan...? Apakah mereka mempunyai cita-cita untuk menjadikan sekte Lotus Hitam sebagai sekte satu-satunya di daratan surgawi?"
Biasanya dalam novel yang sering ia baca, banyak karakter yang disebut penjahat mempunyai keinginan semacam itu. Mereka ingin menguasai dunia, namun dengan cara yang bodoh dan tidak matang.
Li Hao larut ke dalam pikirannya itu sampai tertidur. Ketika matanya terbuka, hari sudah pagi dan terdengar banyak suara orang yang sedang beraktivitas.
Li Hao perlahan bangun dan ia langsung tersentak kaget melihat seorang pria tua berdiri di depan pintunya, pria tua itu tidak lain adalah Yang Pun, gurunya Zhang Hai.
"Anda mengejutkan saya...!" Li Hao berkata, ia hampir saja mengumpat.
Sementara Yang Pun melangkah maju.
"Aku sudah memeriksa kebenaran dari kertas itu, dan aku yakin kalau sekte Lotus Hitam adalah dalangnya." ucap Yang Pun dengan tenang, "Tapi masalahnya, tujuan mereka melakukan ini tidak hanya sekedar ingin menciptakan kekacauan dan perang di daratan surgawi..."
"Huh...? Apa maksudnya?"
"Masalah ini sedikit lebih rumit, mereka ingin membangkitkan kembali leluhur pertama mereka."
"Leluhur pertama...?"
"Ya, leluhur pertama mereka kebetulan adalah seorang legenda. Dia adalah seorang kultivator yang sangat kuat, bahkan dikatakan bisa meratakan sebuah sekte atau klan besar seorang diri."
"Ah..." Li Hao mulai memahami alurnya, "Lalu, apa hubungannya perang dengan membangkitkan leluhur pertama mereka?"
__ADS_1
"Salah satu syarat untuk membangkitkan leluhur pertama mereka, mereka membutuhkan pengorbanan jiwa yang sangat banyak. Namun, sudah seratus tahun lamanya mereka mengumpulkan banyak jiwa, tetapi syarat itu masih belum juga terpenuhi."
"Seratus tahun...? Sudah berapa banyak jiwa yang telah mereka kumpulkan selama itu?" Li Hao sedikit melebarkan matanya karena terkejut.
"Tujuanku memberitahukan hal ini agar kau berhati-hati, Li Hao. Sekte Lotus Hitam mungkin merupakan sekte bintang sepuluh yang paling lemah saat ini, namun mereka dapat dengan mudah menemukanmu jika mereka mengeluarkan semua orang mereka." ekspresi Yang Pun menjadi semakin serius, "Terutama jika mereka berhasil membangkitkan leluhur pertama mereka, mereka akan menjadi lebih berkuasa dan kemungkinan menggeser posisi sekte Gunung Api Hitam sebagai sekte Aliran Hitam terkuat di daratan surgawi."
"Jika itu memang terjadi dan namamu telah diketahui oleh mereka, sebaiknya ganti identitasmu dan bersembunyilah selama mungkin. Itu adalah saranku..."
Melihat ketegangan serta keseriusan di perkataan Yang Pun membuat Li Hao menelan ludahnya secara kasar, "Saya mengerti, terima kasih, Tuan."
Li Hao menangkupkan tangannya karena informasi tersebut akan sangat berguna untuknya di masa depan.
"Aku akan mencoba sebisa mungkin untuk menyembunyikan identitasmu, tapi jangan pernah berharap lebih..."
Yang Pun juga meminta maaf jika memang ia tidak bisa menyembunyikan identitas Li Hao dengan baik.
"Sebelum memberitahukan masalah ini pada anda, saya sudah mengetahui jelas resikonya. Jadi, tidak perlu minta maaf karena setidaknya anda sudah berusaha melindungi saya."
Li Hao mengangguk kecil sebagai tanggapannya, dan sesaat setelah itu Yang Pun menghilang dari pandangannya dalam sekejap.
"Ternyata masalahnya jauh lebih rumit dari dugaanku." Li Hao diam-diam tersenyum pahit, "Yah, tapi tidak boleh ada penyesalan. Aku sudah mengambil keputusan ini dengan baik..."
Setelah berkata demikian, Li Hao langsung membersihkan dirinya lalu keluar dari penginapan tersebut. Sebelum keluar dari kota, ia terlebih dahulu membeli bahan makanan beserta bumbunya supaya tidak selalu memakanan makanan hambar.
***
Menurut informasi yang Li Hao beli di Menara Informasi, kalau ia pergi ke timur setelah pergi keluar dari kota Luoyang, ia akan menemukan Hutan Tanpa Ujung yang dikenal sebagai salah satu hutan berbahaya.
Alasan Hutan Tanpa Ujung dikenali sebagai hutan berbahaya karena jarang ada kultivator yang berhasil keluar dari sana setelah masuk ke dalam, mereka yang berada di bawah ranah Immortal memiliki kemungkinan besar untuk tersesat karena saking luasnya hutan tersebut.
__ADS_1
Li Hao memiliki niat untuk pergi ke hutan itu karena selain ukurannya yang besar, Hutan Tanpa Ujung dirumorkan sebagai hutan yang dipenuhi monster berbahaya. Salah seorang yang berhasil keluar dari sana pernah mengatakan kalau ada seekor monster yang mempunyai ukuran sebesar gunung dan dia mengeluarkan raungan yang mampi membuat daratan bergetar hebat.
Banyak orang yang tidak percaya setelah mendengar itu, bahkan Li Hao adalah salah satunya. Namun, tidak menutup kemungkinan kalau cerita tersebut benar mengingat monster seperti itu memang banyak pada zaman dulu.
"Yah, aku tidak berharap bisa langsung bertemu setelah masuk ke dalam hutan itu." Li Hao bergumam, lalu tersenyum lebar, "Aku lebih mengharapkan system memberikan misi yang banyak."
***
Hampir satu bulan Li Hao bergerak menuju utara, namun ia masih belum sampai ke Hutan Tanpa Ujung.
Saat ini, Li Hao berbaring di padang rumput sembari menikmati angin sejuk malam. Ia melihat layar statusnya, dan levelnya sekarang sudah berada di angka 120.
"Hanya naik tiga level dalam sebulan, sangat mengecewakan." Li Hao menghela nafas panjang. Alasannya hanya naik sedikit level karena selama perjalanan, dia tidak menemukan banyak binatang spiritual yang sepadan dengannya. Akibatnya, exp yang dia dapatkan untuk naik level sangatlah sedikit, "Untunglah kata orang-orang di kota sebelumnya kalau Hutan Tanpa Ujung hanya berjarak belasan kilometer lagi."
Kemungkinan Li Hao akan sampai di hutan tersebut besok pagi karena malam ini dirinya akan beristirahat dan menyimpan kekuatan serta staminanya untuk leveling nanti.
"Omong-omong, apa yang terjadi dengan telur itu, ya?" Li Hao tiba-tiba teringat, lalu mengeluarkan telur merah yang bersisik seperti ikan dari inventorynya, "Perasaanku saja atau memang telur ini semakin ringan dari waktu terakhir kali?"
Li Hao terdiam sejenak sebelum melupakan pertanyaannya itu, ia lupa kalau dirinya sudah bertambah kuat semenjak meningkatkan strength-nya.
"Kupikir tidak ada salahnya jika memberikannya sejumlah Qi, 'kan?" Li Hao tersenyum tipis, lalu mengubah posisinya menjadi meditasi dan mulai menyalurkan Qi miliknya ke telur tersebut.
Telur merah itu menyerap Qi yang disalurkan oleh Li Hao dengan cepat, dan dalam waktu kurang dari sepuluh menit saja dia langsung tumbang karena hampir kehabisan Qi.
"Kau sangat rakus." nafas Li Hao memburu, tubuhnya mengeluarkan banyak keringat saat ini, "Aku lelah..."
Sebelum tidur, Li Hao memasukkan kembali telur tersebut ke dalam inventory supaya aman. Tidak lama kemudian, matanya terpejam dan ia tertidur hanya dalam beberapa detik saja.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.