
Setelah mendarat di pinggir jurang usai mengeksekusi teknik Putaran Bintang Jatuh, Li Hao langsung menyimpan pedang Angin lalu mengalirkan sejumlah Qi ke kedua kakinya.
Whooosh!
Tanpa banyak basa-basi, Li Hao langsung melompat ke udara setinggi mungkin lalu memanifestasikan Qi di bilah pedangnya menjadi api.
Whooosh!
Kobaran api terlihat dan kemudian menjulang tinggi ke langit setelah Li Hao mengangkatnya ke atas menggunakan dua tangan.
"Matilah..."
Li Hao mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat, dan kobaran api yang panjang melesat di udara lalu memasuki lubang jurang buatan.
Duaaaar!
Ledakan yang besar terjadi tidak lama setelahnya, kobaran api panas memenuhi jurang buatan itu dan panjangnya juga meluas sampai melebihi satu kilometer.
Li Hao mendarat beberapa puluh meter dari jurang itu, dengan jarak yang terbilang cukup jauh ia masih bisa merasakan hawa panas seolah dirinya sedang berada di dekat lahar gunung api.
"Kupikir dampaknya akan jauh lebih mengerikan, rupanya tidak..."
Padahal Li Hao sudah menggunakan hampir sebagian dari Qi-nya, namun dampak yang terjadi tidak sampai pada ekspektasinya.
"Yah, sudahlah... Yang penting dia mati dan para orang tua itu juga masih aman." Li Hao menoleh ke tempat perkemahan yang jaraknya lumayan jauh, "Omong-omong, mereka melarikan diri, ya?"
"Haaa... Tak kusangka para pengawal itu berkhianat." Li Hao sebenarnya telah menaruh sedikit curiga pada We Chi namun ia tetap saja terkejut dengan itu, "Beruntung aku hanya meminum beberapa teguk saja, tak bisa kubayangkan seberapa besar efeknya kalau aku meminum setengahnya atau bahkan sampai habis."
Li Hao kemudian melihat layar system dan menemukan pemberitahuan kalau dirinya telah menyelesaikan misi dan naik level, levelnya naik sebanyak 10 level sehingga sekarang dia berada di level 228.
"Lumayan..." Li Hao bergumam, lalu menutup layar system dan pergi ke perkemahan berada.
Di sana, Li Hao menemukan bahwa para orang tua tersebut masih tertidur pulas atau lebih tepatnya sedang tertidur akibat dari obat tidur dengan dosis yang tinggi. Tidak hanya mereka yang tertidur seperti itu, tetapi kedua kuda yang mengangkut mereka juga berada dalam kondisi yang sama.
__ADS_1
"Wah, aku bertarung habis-habisan dan kalian malah enak-enak tidur? Jahat sekali..." Li Hao menggeleng pelan, lalu menaiki kereta kuda dan memeriksa salah satu dari mereka, "Hm, sepertinya mereka akan bangun nanti siang atau mungkin malam nanti..."
"Yah, itu tidak masalah. Lagipula, aku juga memerlukan waktu untuk istirahat..." Li Hao melihat pakaiannya yang hampir sebagian besar dipenuhi dengan darah, "Haaa... Padaahal ini pakaian baru, kalau aku tau penyerangnya sebanyak tadi seharusnya aku pakai pakaian lamaku."
Li Hao sejenak menyesali itu, kemudian turun dari atas kereta kuda untuk mengganti pakaiannya yang kotor. Namun sebelum itu, ia lebih dulu memulihkan luka luar yang diterimanya dari pertempuran sebelumnya.
......................
"Segar sekali..." Li Hao berbaring di dekat api unggun yang baru saja dia nyalakan, "Untungnya aku menyimpan beberapa ember air di inventory, aku tidak bisa membayangkan seberapa bau badanku nantinya jika aku harus menunggu sampai tiba di kota Luzin."
Li Hao menatap langit yang masih gelap gulita sebelum menghela nafas panjang, "Saat aku menyembunyikan identitasku, kemana aku harus pergi?" gumamnya penasaran, "Haruskah aku mencari tempat yang mirip seperti Hutan Tanpa Ujung untuk bisa lebih kuat lagi? Tapi, cukup beresiko melakukannya..."
Li Hao terus memikirkannya sampai matahari mulai terbit dan langit yang gelap telah digantikan dengan cahaya terang. Ketika ia mendengar sesuatu dari kereta kuda, ia segera bangun dan menemukan salah satu orang tua sudah terbangun namun dalam kebingungan.
"Apa yang terjadi semalam...? Kepalaku sangat sakit." orang tua bertubuh gemuk itu mengeluh, lalu mengedarkan pandangannya dan mendapati Li Hao yang menatapnya dari bawah, "Kau... Dimana para pengawal, aku tidak melihat mereka di sekitar sini."
"Haaa... Biar saya jelaskan, tolong persiapkan diri anda." Li Hao menghela nafas panjang melalui mulutnya, kemudian menjelaskan peristiwa yang terjadi tadi malam.
Orang tua bertubuh gemuk itu sedikit melebarkan matanya, sulit untuk mempercayai perkataan Li Hao karena para pengawal yang disebut pengkhianat itu berasal dari sebuah Biro terkenal.
Melihat orang tua itu tidak percaya, Li Hao hanya bisa mengangkat pundaknya acuh tak acuh, "Terserah anda mau percaya atau tidak, tapi itu adalah kebenarannya, Tuan Qian."
"Ugh..." tuan Qian memegang kepalanya yang terasa sakit, ia baru ingat kalau tadi malam ada salah satu pengawal yang menawarkannya sejumlah bir untuk diminum, "Apa ini alasan mengapa kepalaku sangat sakit? Tsk, padahal aku hanya minum satu teguk saja."
"Lebih baik anda istirahat selama beberapa saat, saya akan menunggu di sini sampai kedua kuda itu sadar..." ucap Li Hao tenang.
"Apa...? Kudanya juga pingsan?" tuan Qian memasang ekspresi sedikit terkejut.
Li Hao sendiri hanya mengangguk kecil sebagai tanggapannya, dan beberapa saat berlalu akhirnya tuan Qian beristirahat setelah meminum pil untuk mempercepat pemulihan rasa sakit di kepalanya, namun dia tetap mewaspadai kehadiran Li Hao karena masih belum bisa mempercayai pemuda itu sepenuhnya.
Li Hao tidak terlalu peduli karena dia berada dalam posisi benar, ia kembali berbaring di dekat api unggun dan menunggu orang tua yang lain bangun.
......................
__ADS_1
Menunggu selama beberapa jam, satu-persatu orang tua yang ada di atas kereta kuda bangun dalam kondisi bingung. Tuan Qian yang sebelumnya menceritakan peristiwa yang diceritakan oleh Li Hao, dan mereka langsung terkejut dengan hal itu.
Tatapan ketidakpercayaan ditunjukkan ke Li Hao, sementara pemuda itu menunjukkan seberapa banyak mayat yang ada di sekitar sana dan salah satu di antaranya adalah pengawal dari Biro Kuda Putih.
"Dia... Kalau tidak salah namanya adalah We Chi, bukan?!"
Salah satu dari kelima orang tua itu terkejut, dia mengenalnya karena pengawal itu sering aktif dalam berinteraksi.
"Ya, seharusnya dia juga yang memberikan kalian bir tadi malam, 'kan?" Li Hao memastikan, dan mereka langsung mengangguk cepat.
"Mengerikan sekali... Apa kau yang telah menghabiei mereka semua?"
"Benar, selain itu aku ingat kalau beberapa dari mereka menyinggung nama 'Wong'..."
"Wong...? Bajingan! Mereka telah merencanakan ini, huh?!" tuan Qian langsung mengepalkan kedua tangannya, Niat Membunuh bahkan merembes keluar dari tubuhnya.
Li Hao sengaja berkata demikian karena ingin memastikan sesuatu dan melihat reaksi kelima orang tua itu telah menjawab pertanyaan di otaknya.
"Ternyata benar, perseteruan antara dua klan besar..." Li Hao bergumam, "Sepertinya aku secara tidak langsung menciptakan musuh baru."
Li Hao hanya bisa tersenyum pahit tetapi di sisi lain juga merasa senang karena semakin banyak musuh maka akan semakin banyak pula misi yang diberikan oleh system.
Setelah beberapa waktu berlalu, akhirnya para orang tua itu memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Mereka berniat untuk secepatnya sampai ke kota Luzin dan meminta pertanggungjawaban pada Biro Kuda Putih mengenai masalah ini.
Selain itu, mereka juga menaikkan beberapa kali lipat bayaran untuk Li Hao sebagai tanda terima kasih karena telah bersusah payah menyelamatkan mereka.
Tentu saja Li Hao merasa senang, namun sebelum mereka pergi dari sana ia meminta izin untuk menguburkan semua mayat itu. Kalau dibiarkan, mereka akan membusuk dan itu akan mencemari lingkungan sekitar.
Kelima orang tua itu mau tak mau mengizinkan sebab Li Hao adalah satu-satunya pengawal yang mampu melindungi mereka selama perjalanan menuju kota Luzin.
Li Hao menguburkan mereka dalam satu lubang dan itu hanya memakan waktu kurang dari sepuluh menit saja. Setelah itu, ia naik ke tempat duduk kusir dan mengendarai kereta kuda yang sebelumnya dilakukan oleh salah satu pengawal selain dirinya.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.