
Pertempuran satu lawan puluhan bandit terjadi, perkemahan yang sebelumnya tampak tenang kini menjadi kacau balau. Li Hao sendiri tanpa berpikir dua kali langsung mengerahkan seluruh kemampuannya, itu karena sebagian besar dari mereka memiliki basis kultivasi Qi Refinement sementara sisanya di ranah Forging Qi dan ada beberapa Golden Core yang dapat dihitung dengan hitungan jari.
Li Hao merapatkan giginya membunuh tanpa ampun setiap bandit yang ada di sana, tubuhnya semakin bersimbah darah dan pada saat yang bersamaan Niat Membunuhnya semakin kental.
Waktu berlalu dengan cepat dan akhirnya Li Hao berhasil menghabisi semua bandit di ranah Forging Qi dan Qi Refinement. Sedangkan, bandit di ranah Golden Core masih bisa bertahan meskipun dengan tubuhnya yang dipenuhi luka.
"Bajingan...! Sebenarnya siapa kau?!"
Li Hao tidak membalas melainkan hanya mendengus kecil dan kembali menyerang mereka, pertarungan semakin sengit namun ia sudah jelas mendominasinya.
Satu per satu bandit di ranah Golden Core mulai tumbang setelah menerima luka yang mematikan, dan akhirnya Li Hao berhasil memenangkan pertempuran dalam waktu kurang dari satu jam.
Li Hao menghembuskan nafas panjang melalui mulutnya usai menghancurkan jantung bandit terakhir, ia kemudian mengedarkan pandangannya dan tidak menemukan siapa-siapa lagi di sana.
Suasana sunyi selama kurang lebih lima menit lamanya sebelum akhirnya Li Hao mengucapkan sesuatu.
"Aku... Sudah semakin kuat..." Li Hao menggenggam pedang Iblis Malam dengan erat, "Tapi, apa aku harus terus-menerus membunuh makhluk hidup supaya bisa bertahan hidup di dunia ini?"
Entah mengapa Li Hao mulai memikirkan hal ini semenjak membantai kelompok bandit sebelumya.
"Haaa..."
Li Hao untuk kesekian kalinya dalam hari ini kembali menghembuskan nafasnya melalui mulut, sejenak ia menatap langit yang menjelang sore kemudian mengeluarkan pil pemulih Qi serta Stamina.
Sesaat setelah Li Hao menelannya, ia tersentak ketika merasakan Niat Membunuh tertuju jelas ke arahnya. Pandangannya segera teralih ke tempat masuk perkemahan dan ia menemukan tiga pemuda yang memiliki raut wajah serupa.
"Bajingan!"
Mereka bertiga berseru pada saat yang bersamaan, lalu mengeluarkan pedang dari sarung mereka.
"Mati!"
Lagi-lagi pada saat yang bersamaan, ketiganya melesat maju menyerang Li Hao dengan Niat Membunuh yang terus merembes keluar dari tubuh mereka.
Li Hao sendiri langsung memasang ekspresi serius karena ketiga pemuda kembar tersebut memiliki basis di ranah Golden Core bintang sepuluh.
__ADS_1
Duaaar!
Ledakan terjadi ketika pedang mereka saling berbentuk, dan tidak lama setelah itu rentetan suara pedang mulai terdengar. Li Hao merapatkan giginya karena lawannya saat ini cukup tangguh, level mereka jauh berbeda dari bandit Golden Core sebelumnya.
"Sialan! Mereka ini siapa?!" Li Hao benar-benar terkejut karena kekuatan dan kecepatan mereka hampir sebanding dengannya, "Ini sulit!"
Li Hao mencoba untuk menciptakan celah agar bisa mengeksekusi teknik Gerakan Bintang dengan sempurna, namun salah satu dari mereka selalu menghalanginya ketika ia hampir berhasil melakukannya.
Meskipun begitu, tidak hanya Li Hao saja yang berpikir kalau lawannya ini sulit. Mereka bertiga yang merupakan saudara kembar juga berpikiran serupa, ketiganya terkejut karena pemuda itu mampu bersaing dengan mereka sampai ke tahap ini.
Ketiga orang itu saling melengkapi satu sama lain dalam pertarungan ini dan hal tersebut yang menjadi keunggulan mereka.
Li Hao cukup yakin kalau ia sudah terbiasa dengan serangan dari berbagai arah, tetapi ketiga lawannya saat ini memiliki keselarasan yang sangat luar biasa.
"Tidak bisa, aku tidak bisa terus begini." ekspresi Li Hao semakin serius, lalu membuka layar statusnya dan meningkatkan statistik Strength dan Vitality-nya.
[Strength +15]
[Strength 335 > 350]
[Vitality 260 > 280]
Sesaat setelah meningkatkan statistiknya, Li Hao langsung menggunakan Immune Step yang belum pernah dipakainya selama beberapa hari terakhir.
Kecepatannya yang telah bertambah secara signifikan membuat ketiga kembar itu terkejut bukan main, mereka juga merasa kalau kekuatan serangan lawannya semakin kuat dari sebelumnya.
"Ada apa ini?! Dia semakin kuat dan cepat!"
Ketiga kembar itu menggumamkan hal yang sama, sementara Li Hao terus menyerang lawannya tanpa mengalihkan fokusnya pada hal lain.
Pertarungan berlangsung cukup lama, ketiga kembar yang menyerang Li Hao secara bersamaan sudah terluka parah dan hampir mencapai batas kelelahan fisik mereka.
Di sisi lain, tubuh Li Hao sangat mulus tanpa adanya luka sama sekali, itu terjadi bukan karena ia bisa menghindari setiap serangan mereka tetapi setiap luka yang diterimanya langsung disembuhkan oleh pedang Iblis Malam.
Tentu saja, ketiga kembar itu menyadari kalau Li Hao memiliki regenerasi yang tidak masuk akal, namun mereka tidak mengetahui kalau kemampuan regenerasi tersebut berasal dari pedang yang dipakai olehnya.
__ADS_1
Setelah lumayan lama berada dalam posisi unggul, Li Hao berhasil menumbangkan salah satu dari mereka dan tidak lama setelahnya dua yang tersisa juga tumbang karena formasi mereka menjadi kacau.
Li Hao menghela nafas panjang usai pertarungan berakhir, ia menatap ketiga kembar yang sengaja dibuatnya sekarat.
"Aku yakin mereka bertiga bukanlah bagian dari kelompok bandit... Kalau dipikirkan ulang, sepertinya mereka ditugaskan untuk menjaga tempat ini oleh Aliran Hitam yang sebelumnya memerintahkan kelompok bandit ini untuk membuat perkemahan di sini." Li Hao berkata dalam hati, lalu menelan pil yang mampu memulihkan Qi serta Staminanya, "Kalau spekulasiku benar, membunuh mereka pasti akan menambah masalah baru. Lebih baik aku cukup sampai di sini saja..."
Untuk berjaga-jaga, Li Hao membiarkan mereka mengkonsumsi pil pemulih luka miliknya.
"Seharusnya mereka baik-baik saja jika kutinggalkan, 'kan?" Li Hao bergumam, lalu mengedarkan pandangannya dan menemukan perkemahan yang sudah hancur lebur, "Tidak ada tempat persembunyian, sepertinya aku harus membawa mereka ke dalam Gua."
Li Hao sejenak memikirkan kembali keputusannya, dan setelah beberapa saat ia tidak lagi memikirkannya lalu mengangkut ketiga kembar itu menggunakan tangan kirinya.
Gua Dunia Lain terletak di bawah tanah, dan pintu masuk untuk menuju ke tempat itu berada di tengah-tengah perkemahan.
"Karena pertarunganku dengan tiga kembar ini, pintu yang menutupi jalan ke bawah tanah hancur. Yah, itu wajar sih... Pintunya juga bukan terbuat dari besi atau berlian, tapi dari kayu."
Li Hao kemudian memasuki ruangan bawah tanah tersebut dengan menuruni anak tangga yang telah tersedia. Membutuhkan waktu kurang lebih lima menit lamanya sampai akhirnya ia berhasil sampai ke dasar.
"Terlalu gelap..." Li Hao tidak bisa melihat apapun, tetapi yang pasti dirinya berada di tempat seperti lorong, "Seharusnya mereka aman di sini."
Li Hao menjatuhkan ketiga kembar itu dengan santai, lalu mengeluarkan pedang Iblis Malam dan menciptakan kobaran api di bilahnya.
"Sudah kuduga, tempat ini memang lorong..." Li Hao bergumam, lalu melangkah maju, "Lorong ini tidak terbentuk secara alami, kemungkinan dibuat oleh manusia."
Li Hao terus menganalisa apa yang dilihatnya, dan ia sedikit tersentak melihat cahaya di ujung lorong. Tanpa berpikir dua kali, ia langsung melesat maju dan butuh beberapa detik saja untuk bisa sampai ke ujungnya.
"Wah..." Li Hao berdecak kagum ketika melihat sebuah portal biru raksasa yang memiliki ukuran sepuluh meter lebih, "Ukurannya beberapa kali lipat lebih besar dari portal menuju Dungeon level normal. Biasanya kalau begini, makhluk yang ada dibalik portal ini juga jauh lebih berbahaya daripada dungeon yang pernah kumasuki sebelumnya."
Li Hao terdiam sejenak sebelum menghembuskan nafas panjang melalui mulutnya, "Kuharap semuanya berjalan lancar..."
Sesaat setelah berkata demikian, Li Hao memasuki portal tersebut tanpa ragu.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1