
Li Hao beristirahat selama setengah jam sebelum akhirnya bangkit berdiri, ia memeriksa badannya yang menerima tinju dari beruang merah sebelumnya dan tidak menemukan luka ataupun memar.
"Bagus, luka dan Qi-ku sudah hampir pulih sepenuhnya..." Li Hao bergumam, lalu menoleh ke arah timur, "Hm, haruskah aku berburu di sekitar sini agar tidak kehilangan tanda itu?
Li Hao terdiam sejenak memikirkan itu sebelum menggelengkan kepalanya pelan, masih ada sebelas bulan baginya untuk tetap berada di sini. Perjalanannya masih panjang, apalagi ia bisa dibilang baru memasuki wilayah luar hutan.
Setelah menghabiskan setengah hari untuk memburu bintang spiritual, Li Hao akhirnya beristirahat di atas salah satu pohon terbesar yang dapat ditemukannya. Di sana, ia bisa melihat langit malam yang diterangi oleh cahaya bulan.
Belum sempat menikmati waktu istirahatnya, Li Hao merasakan sejumlah keberadaan kuat yang sedang mendekati dirinya.
"Haaa... Aku hanya berusaha menikmati suasana malam dengan tenang, tapi ada saja yang menggangguku." Li Hao menghela nafas panjang ketika melihat sepuluh beruang merah mengelilingi pohon tempat dirinya berada, salah satu di antara beruang tersebut memiliki dua tanduk dan ranahnya ada di Golden Core bintang enam, "Aku akan menghabisi kalian semua."
Setelah berkata demikian, Li Hao mulai melapisi pedang Iblis Malam dengan Qi, lalu melompat turun sembari mengeksekusi tekniknya.
......................
Melalui pertarungan yang panjang, Li Hao akhirnya berhasil membunuh beruang merah terakhir yang memiliki dua tanduk. Lukanya cukup parah saat ini tetapi tidak sampai membuatnya kehilangan kesadaran.
"Sial, sakit sekali..." Li Hao berdesis kesakitan, lalu menelan sejumlah pil yang ia keluarkan dari inventory, "Tapi aku tidak boleh mengeluh, aku sudah memilih jalan ini."
Li Hao menarik pedang Iblis Malam dari tubuh beruang merah yang memiliki dua tanduk sembari mengatur nafasnya yang memburu.
***
Enam bulan telah berlalu semenjak insiden penyerangan yang terjadi di kota Luoyang. Meskipun sudah lama berlalu, pembicaraan mengenai insiden tersebut masih menjadi topik yang hangat di kalangan orang-orang. Nama Li Hao juga masuk ke dalam topik tersebut karena kabarnya dia adalah pahlawan muda yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk mengulur waktu selama mungkin dari musuh di ranah Nascent Soul. Banyak yang berterima kasih atas tindakannya itu, termasuk pihak dari sekte ataupun klan besar.
Di sisi lain, Lima Menara Naga mengalami banyak kerugian yang membuat mereka harus sedikit menaikkan harga barang-barangnya. Kekayaaan kelima petinggi di Lima Menara Naga juga menurun setengahnya, namun sekarang sudah mulai pulih secara bertahap.
Selain itu, Yang Pun masih menyimpan rahasia tentang insiden tersebut seorang diri. Meskipun begitu, ia telah mengumpulkan banyak bukti yang kuat dan salah satunya adalah bukti mutlak.
Sementara itu, Wei Han telah menunjukkan bakat luar biasa setelah bergabung dengan sekte Tiang Naga Iblis enam bulan yang lalu dan dianggap sebagai salah satu jenius di antara murid sepantarannya. Dia menunjukkan kepintaran yang jauh di atas rata-rata, dan tidak mengalami diskriminasi karena orang-orang di sekte itu mengetahui bahwa Diao Chan telah mengangkatnya sebagai adik
Diao Chan sendiri terus berlatih di kawasannya, dan sesekali ia juga memeriksa perkembangan Wei Hai yang luar biasa. Dirinya saat ini memang masih mempunyai keinginan agar kakaknya mengakuinya, namun ia tidak terobsesi seperti dulu berkat perkataan yang dilontarkan oleh Li Hao sebelumnya.
Saat ini, Diao Chan sedang melatih ilmu pedangnya di tengah lapangan seorang diri. Tidak ada seorangpun di sekitarnya karena tempat ini adalah tempat tinggalnya, ia tidak seperti murid-murid lainnya yang harus tinggal di asrama karena dirinya adalah anak dari pemimpin sekte.
Diao Chan kemudian berhenti mengayunkan pedang karena ada banyak hal yang dipikirkannya saat ini.
__ADS_1
"Apa yang kau pikirkan? Ayunan pedangmu terlihat kasar..."
Diao Chan tersentak ketika mendengar suara dari arah belakangnya, ia berbalik dan menemukan seorang pria tua setinggi dua meter yang memiliki rambut panjang berwarna merah tua, wajahnya tegas namun sekarang terlihat ramah karena sedang tersenyum lembut.
"Ayah...? Kenapa bisa ada di sini?"
"Loh, memangnya salah kalau ayahmu ini datang untuk melihat putrinya?"
"Yah, tidak sih..." Diao Chan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Apa kamu masih memikirkan pemuda itu?"
"Em, begitulah. Terkadang aku memikirkannya, entah apa yang sedang dia lakukan sekarang..."
"Hm, ayah punya berita terbaru untukmu tentangnya..."
Mendengar hal itu membuat Diao Chan langsung bersemangat, "Apa?! Apa yang ayah tau?"
Melihat anaknya itu langsung bersemangat membuat ayah Diao Chan sedikit menaikkan alisnya, "Terakhir kali dia terlihat di kota Awun, dan dia mencari tau informasi tentang Hutan Tanpa Ujung. Tidak ada informasi lagi tentangnya dan kemungkinan dia memasuki hutan itu."
"Apa yang si bodoh itu lakukan di sana?" Diao Chan merapatkan giginya, ia merasa khawatir sekaligus kesal dengannya.
"Hm, ternyata anakku lebih mengkhawatirkan orang lain daripada orang tuanya sendiri..."
Setelah ayahnya berkata demikian, Diao Chan sedikit mengerutkan alisnya, "Apa maksud ayah?"
"Kau terlihat sangat khawatir padanya, tapi apakah kamu pernah memikirkan perasaan ayahmu ketika kau diam-diam kabur dari sekte? Hiksss..."
Diao Chan memasang ekspresi datar melihat ayahnya sampai mengeluarkan air mata, sifat ayahnya yang sentimental membuatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.
"Sudahlah, ayah. Aku juga sudah minta maaf, bukan?" Diao Chan mengangkat pundaknya dengan santai, namun ia dibuat tersentak karena kedua tangan ayahnya tiba-tiba menyentuh pundaknya, "A-apa...?"
"Maaf, ayah tak sengaja..." ayah Diao Chan langsung melepaskan tangannya, "Ehem... Omong-omong, apa yang ingin kau lakukan sekarang mengenai pemuda itu?"
Diao Chan sebenarnya tidak terlalu terkejut melihat kelakuannya ayahnya tersebut, ia bisa memahami alasannya tiba-tiba bertindak demikian.
"Aku punya satu permohonan, bisakah ayah mengutus salah satu anggota dari True Killer untuk mencari tau keberadaannya? Tidak perlu sampai membawanya kemari jika ketemu, cukup cari tau kondisinya terkini..." Diao Chan mulai tersenyum sembari melakukan gerakan memohon.
__ADS_1
"Haaa... Itu sepertinya akan sulit, para Tetua Inti pasti tidak setuju karena Hutan Tanpa Ujung adalah hutan berbahaya."
"Ayah bisa mengirim seorang Immortal, 'kan? Biarkan saja ocehan para Tetua Inti, toh yang punya kekuasaan penuh juga ayah..."
"Kau ini memang pintar memanfaatkan jabatan ayah, ya?" ayah Diao Chan mendengus kecil, "Ayah bisa menjanjikan permohonanmu, tapi dengan satu syarat yang harus kau penuhi."
"Syarat...?"
"Ya, mulai besok kau harus mempelajari teknik 'Bentuk Setengah Iblis'."
"Eh, bukankah aku harus berusia 20 tahun untuk mempelajarinya? Sekarang kan aku baru 18 tahun, apa ayah lupa?"
"Tentu saja ayah tidak lupa dengan umurmu, tapi mengingat insiden yang terjadi di kota Luoyang enam bulan lalu. Ayah yakin kalau perang bisa pecah kapan saja, apalagi jika dalangnya ditemukan..."
"Tapi, bukankah tidak ada korban dari sekte besar dalam insiden itu? Paman Jang memberitahuku kalau kemungkinan terjadinya perang itu kecil..."
"Ya, namun aliran putih mengalami dampak yang lebih besar karena insiden itu. Mereka sekarang sedang mengumpulkan kekuatan dengan cara membentuk aliansi, dan akan menghancurkan kelompok manapun yang terlibat dengan dalangnya atau bahkan dalang itu sendiri."
"Bagaimana jika dalangnya adalah salah satu bagian dari mereka?"
"Itu tidak mungkin, karena orang-orang yang menyerang kota Luoyang dalam insiden itu menggunakan energi hitam dan merah."
Perlu diketahui, kultivator aliran hitam dan putih dapat dibedakan melalui warna Qi-nya. Untuk kultivator aliran putih, mereka mempunyai Qi berwarna biru atau putih, sementara mereka yang berasal dari aliran hitam mempunyai Qi berwarna merah dan hitam.
Fenomena ini terjadi karena aliran hitam mempelajari ilmu yang mengandung kegelapan ataupun iblis, sedangkan aliran putih tidak mempelajari ilmu yang mengandung kedua eksistensi tersebut.
Mendengar jawaban dari ayahnya membuat Diao Chan mengangguk paham, ia kemudian menyetujui persyaratannya asalkan ayahnya mengirim salah satu anggota True Killer sekarang juga.
"Baiklah, ayah akan segera membicarakan hal ini pada para Tetua Inti. Persiapkan dirimu, karena mempelajari teknik Bentuk Setengah Iblis membutuhkan mental serta kegigihan yang kuat."
"Ayah tidak perlu khawatir, aku pasti bisa mempelajarinya."
Ayah Diao Chan mengangguk kecil sembari tersenyum tipis, kemudian dia pergi dari sana untuk memenuhi permohonan anaknya tersebut.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1