Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Li Hao Vs Tiga Assassin


__ADS_3

"Wah... Wah... Seorang kultivator Forging Qi lebih dulu menyadari keberadaan kita? Sepertinya kau bukan kultivator biasa, ya." salah satu Assassin berkata dengan suara santai.


"Tetap di belakangku, Wei Han kecil. Kakak berjanji akan menjagamu..." Diao Chan berkata pelan.


Wei Han sendiri hanya mengangguk pelan dengan tubuh yang bergetar ketakutan, ia merasakan kedua lututnya mulai melemas.


"Kau... Gadis cantik. Berikan anak itu dan aku akan membiarkanmu hidup..." Assassin tadi kembali berkata sembari menyeringai.


Diao Chan mendengus sebelum mengeluarkan aura Qi Refinement bintang tiga, "Lucu sekali. Daripada menjadi Assassin, kau lebih cocok menjadi komedian."


"Huh?" Assassin itu mengeluarkan aura membunuh yang begitu kental dan membuat Wei Han tercekik, "Pakai logikamu, memangnya ada komedian yang mempunyai aura membunuh sekental ini?"


Diao Chan tidak menghiraukan itu dan ia lebih peduli pada Wei Han yang sedang merasa kesakitan saat ini, "Apa kau baik-baik saja?" Diao Chan bertanya usai melapisi anak kecil itu dengan energi spiritualnya.


Nafas Wei Han memburu dan perlahan mulai teratur kembali, ia menatap perempuan cantik di dekatnya dan menganggukkan kepalanya pelan, "Aku sudah baik-baik saja sekarang. Terima kasih, kakak."


Diao Chan tersenyum, lalu mengelus kepala Wei Han, "Kalau begitu, tetap di sini. Kakak yang akan mengurus mereka terle-"


"Biarkan aku saja yang melawan mereka, fokus saja melindungi Wei Han." Li Hao memotong ucapan Diao Chan dan membuat wanita itu mengerutkan alis.


"Bahahahaha~ itu lucu!" Assassin yang tadi tertawa kencang setelah mendengar ucapan Li Hao, "Sepertinya temanmu yang lebih cocok menjadi komedian..."


"Hahaha... Kau benar." Li Hao tertawa garing sebelum mengalirkan Qi-nya ke pedang Iblis Malam, "Tapi sepertinya, komedian ini yang akan membunuh kalian..."


Whooosh!


Aura gelap merembes keluar dari pedang Iblis Malam dan membuat kelima Assassin menjadi waspada.


"Mari bersenang-senang!" Li Hao mulai mengayunkan pedangnya, dan memunculkan lapisan hitam di udara.


"Menghindar!" salah satu Assassin berseru lantang dan membuat mereka yang berada dalam jarak serangan lapisan hitam menghindarinya.


Bam!


Lapisan hitam itu mengenai tanah yang ada di dataran rendah dan membelahnya menjadi dua bagian.


Kelima Assassin yang melihat itu langsung melebarkan mata, mereka semua yakin sekali kalau mereka bisa saja terbunuh jika terkena serangan lapisan hitam itu.


Sedangkan Diao Chan dan Wei Han hanya bisa terperangah sejenak saat melihat kekuatan serangan yang dilancarkan oleh Li Hao, keterkejutan jelas terukir di wajah mereka berdua.


"Kakak itu... Kuat sekali..." Wei Han menahan nafasnya dan berdecak kagum.


Diao Chan secara tidak sadar menganggukkan kepalanya, ia jelas mengakui kalau serangan Li Hao barusan sangatlah kuat.


"Li Hao... Sudah kuduga, pedang itu bukanlah sekedar pedang biasa." Diao Chan sudah seringkali melihat pedang itu, dan ia curiga kalau pedang Iblis Malam adalah pedang yang berada di tahap Earth atau bahkan Sky.


Di sisi lain, tiga dari lima Assassin yang ada langsung mengepung Li Hao. Mereka tidak lagi banyak bicara dan mulai menyerang pemuda itu dengan kekuatan penuh.

__ADS_1


"Ingat! Jangan lengah, setiap serangan yang dia lancarkan bisa memberikan luka fatal atau mungkin membunuh kita. Jadi, serang dia dengan kekuatan penuh dan habisi secepat mungkin!" salah satu Assassin yang tampaknya paling tua di antara mereka mengingatkan kedua rekannya.


"Kami mengerti!" sahut kedua Assassin itu.


Li Hao dan tiga Assassin di tingkat Qi Refinement mulai bertukar serangan, kecepatan mereka seimbang dan itu bukanlah sesuatu yang wajar bagi seseorang di tingkat Forging Qi.


Sedangkan dua Assassin lainnya mulai bertarung dengan Diao Chan, mereka juga langsung menggunakan kekuatan penuh karena berpikir kalau lawannya sama kuatnya seperti Li Hao.


Wei Han sendiri menjauh dari area pertarungan karena dirinya takut terkena dampaknya, ia sembunyi di antara rerumputan dan berdoa berulang kali supaya kedua petualang yang membantunya selamat.


......................


Satu batang dupa terbakar.


Li Hao menciptakan serangan yang memberikan jarak di antara lawannya, nafasnya memburu dan energi spiritualnya sudah terkuras cukup banyak.


"Kalau ini terus berlanjut, aku yang akan dirugikan." pikir Li Hao, dan sekarang memutar otaknya dengan cepat.


Ketiga Assassin yang melihat Li Hao hanya diam di tempat kembali melesat maju ke arah pemuda itu, tampaknya mereka tidak berencana membiarkan Li Hao beristirahat walaupun hanya sebentar saja.


Melihat ketiga Assassin itu bergerak cepat ke arahnya membuat Li Hao berdecak kesal, ia mengepalkan tangan kirinya dan memunculkan aura merah disertai arus listrik yang kuat.


Zrrrt....


Bam!


Li Hao meninju tanah di bawahnya dan menghancurkannya sampai radius 300 meter. Ketiga Assassin itu terpaksa mundur menjauh karena tanah yang mereka pijaki hancur, kepulan asap juga memenuhi area sekitar dan membuat mereka terdiam untuk sementara waktu.


[ Nama: Li Hao


Umur: 18 Tahun


Level: 77


Basis Kultivasi: Forging Qi bintang 14


Statistik


Strength: 100 Vitality: 50


Agility: 71 Qi: 130


SP: 55 ]


"Statistik apa yang harus kutambahkan?" Li Hao terdiam sejenak, tetapi saat ini otaknya sedang bekerja dengan sangat cepat.


Beberapa saat kemudian, Li Hao akhirnya memutuskan untuk mengakumulasikan semua poin SP-nya pada kecepatan. Menurutnya, Strength-nya tidak perlu ditambahkan lagi karena kekuatan fisiknya saat ini sudah cukup untuk membuat semua Assassin itu terluka parah.

__ADS_1


[Agility +55]


[Agility: 71 > 126]


[Ding! Statistik Agility mencapai 100!]


[Mendapatkan SP +5]


[Vitality +5]


[Vitality: 50 > 55]


Sesaat setelah Li Hao menambahkan statistiknya, ia langsung merasakan perbedaan pada tubuhnya, "Hahahaha... Aku sangat menyukai momen seperti ini." Li Hao tertawa kecil sembari menutup layar statusnya.


Perlahan kepulan asap yang menyelimuti area sekitar menghilang dan Li Hao bisa menemukan ketiga Assassin itu di kejauhan, ia hanya diam di tempat meskipun sudah mengetahui keberadaan mereka dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Tampaknya Diao Chan bisa mengatasi dua Assassin itu..." Li Hao bergumam saat melihat perempuan cantik itu sedang bertukar serangan dengan lawannya.


Li Hao kemudian kembali mengalihkan perhatiannya pada ketiga Assassin yang menjadi lawannya, ia mengangkat sudut bibirnya ketika melihat mereka sedang bergerak ke tempatnya berada dengan kecepatan tinggi.


"Hehehe... Ayo kita lihat, seberapa banyak kecepatanku bertambah." Li Hao melakukan ancang-ancang dan kemudian bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.


Ketiga Assassin itu terkejut bukan main saat melihat kecepatan Li Hao yang luar biasa.


"Bagaimana mungkin? Ini mustahil, kecepatannya bertambah dua kali lipat dari sebelumnya!"


"Sialan! Apa dia sebenarnya menyembunyikan kekuatannya?"


"Haiss... Merepotkan."


Li Hao dan ketiga Assassin kembali bertukar serangan, kali ini pemuda dengan pedang Iblis Malam di tangannya unggul dalam pertarungan itu.


Hanya dalam kurun waktu beberapa menit saja, Li Hao berhasil membunuh dua Assassin dengan cara memenggal kepala mereka berdua.


"Monster.... Apa dia benar-benar hanya seorang Forging Qi?!" Assassin yang tersisa seorang diri mulai merasakan ketakutan di dalam hatinya, ia kemudian menatap kedua rekannya yang saat ini masih bertarung dengan Diao Chan, "Sial, sial, sial! Tidak bisa kubiarkan!"


"Hey, hey... Apanya yang tidak bisa kau biarkan?" Li Hao tiba-tiba saja muncul di hadapan Assassin itu, lalu menusuk jantungnya dengan sangat cepat.


"Keugh!"


Assassin itu langsung memuntahkan darah segar, matanya melebar dan menatap Li Hao dengan tatapan tak percaya.


"Lucu, bukan? Seorang komedian yang membunuh para Assassin?" Li Hao menyeringai sebelum menarik pedangnya dengan kasar.


Brugh.


Assassin itu bertekuk lutut sebelum tubuhnya terjatuh ke tanah.

__ADS_1


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2