Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Berburu Bersama Xia Zhan


__ADS_3

Saat sudah berada di puncak gunung, Li Hao bisa menemukan sebuah gerbang yang di dalamnya terdapat belasan bangunan sederhana namun luas.


Ketika Li Hao melewati gerbang, ia bisa melihat lapangan luas yang kini sedang diisi oleh ratusan murid laki-laki.


"Ramai sekali..." Li Hao tidak bisa untuk tidak berdecak kagum saat melihatnya.


"Tempat tinggal mu untuk sementara waktu adalah bangunan itu." Gong Da menunjuk ke salah satu bangunan tua, "Di sekitaran sana cukup sepi, tidak ada banyak murid yang lewat situ."


"Oh, dan juga aku akan menyuruh seorang pelayan untuk menyiapkan dirimu makanan pagi dan malam." timpal Gong Da cepat.


"Aku mengerti..." Li Hao mengangguk pelan.


***


Ketika Li Hao dan Gong Da sudah sampai di depan bangunan yang dimaksud, mereka berdua masuk dan mendapati ruang tamu yang gelap.


"Bangunan ini sangat jarang dipakai, jadi cukup kotor. Aku akan meminta pelayan untuk membersihkannya, kau tunggu saja di sini." Gong Da hendak pergi usai mengatakan itu, namun Li Hao langsung menahannya.


"Tidak perlu repot-repot, biar aku sendiri saja yang membersihkannya." ucap Li Hao sambil tersenyum.


"Ah, baiklah..." Gong Da mengangguk beberapa kali, lalu berkata, "Kalau begitu aku akan kembali. Jika butuh apa-apa tinggal bilang saja pada pelayan yang nantinya mengantarkan makanan untukmu, dia pasti akan menurutinya selama itu tidak sampai di luar batas."


"Aku mengerti, Tuan. Terima kasih..."


"Panggil aku paman saja, rasanya agak aneh jika kau memanggilku dengan sebutan tuan."


"Baiklah, paman."


Gong Da tidak mengatakan apa-apa lagi dan ia segera pergi dari sana.


Li Hao memandangi punggung Gong Da sampai pria paruh baya itu tidak terlihat lagi dalam jarak pandangannya, "Huh... Sekarang saatnya beres-beres." Li Hao menghela nafas panjang sebelum berbalik dan membersihkan rumah sementaranya itu.


***


Tiga hari berlalu.


Li Hao saat ini sedang membaca buku di kamarnya, selama tiga hari terakhir dirinya sama sekali tidak keluar dari rumah melainkan terus-menerus membaca banyak buku yang berisi tentang pengetahuan dunia ini.


Li Hao mendapatkan tumpukan buku itu dari pelayan perempuan yang setiap hari membawakan makanan untuknya.


Slap.


Li Hao menutup buku setelah selesai membacanya, ia menyender ke kursi dan menatap langit-langit kamarnya.


"Bosan, haruskah aku pergi berburu untuk meningkatkan level?" Li Hao terdiam sejenak sebelum bangkit berdiri dari kursinya, ketika dirinya baru beberapa kali melangkah, suara ketukan pintu terdengar jelas di telinganya, "Ternyata sudah siang, ya?"


Li Hao keluar dari kamarnya, lalu membuka pintu depan rumahnya dan mendapati seorang perempuan imut yang mempunyai rambut pendek berwarna putih.

__ADS_1


"Terima kasih, Xia Zhan." Li Hao tersenyum tipis dan menerima nampan yang di atasnya terdapat makanan.


"Tuan muda Li, jangan selalu berterima kasih pada saya. Sudah menjadi tugas saya untuk membawakan anda makanan selama satu bulan lamanya." Xia Zhan juga tersenyum tipis saat mengatakannya.


"Hm, sudah kubilang... Jangan berbicara formal padaku, umur kita tidak berbeda jauh." Li Hao menggeleng pelan, dan kemudian bertanya, "Omong-omong, apa kamu senggang besok?"


"Aku tidak tau, memangnya ada apa?" jawab Xia Zhan, dan kali ini ia tidak memakai kata-kata formal.


"Aku mau mengajakmu berburu di hutan."


"Berburu?"


"Ya, aku mau meningkatkan kemampuan bertarungku. Tapi jika kau tidak bisa, jangan memaksakan diri untuk ikut."


Xia Zhan terdiam sejenak mendengar itu, ia tampak berpikir keras.


Beberapa saat kemudian, Xia Zhan memutuskan untuk ikut ajakan Li Hao.


"Bagus, besok pagi temui aku di depan gerbang asrama."


"Baiklah, apa ada hal yang lain lagi?"


"Tidak."


"Kalau begitu, aku pamit pulang."


Li Hao memandangi punggung wanita itu selama beberapa saat sebelum menutup pintu rumahnya.


***


Keesokan harinya.


Saat ini, Li Hao sedang berdiri di bawah pohon besar depan gerbang asrama laki-laki, sudah cukup lama dirinya menunggu akan tetapi ia tidak menemukan tanda-tanda kehadiran Xia Zhan.


"Dimana dia? Apakah dia tidak bisa datan-" ucapan Li Hao terhenti ketika dirinya menemukan seorang perempuan berambut putih pendek muncul dari anak tangga menuju ke kaki gunung.


Li Hao langsung berjalan menghampirinya, lalu berkata, "Seharusnya kita bertemu di kaki gunung saja."


"Apa kita akan turun?" Xia Zhan bertanya, nadanya terdengar tidak senang.


"Hahaha..." Li Hao tertawa hambar sebelum menganggukkan kepalanya.


Xia Zhan langsung memasang ekspresi datar lalu menghela nafas pendek, "Baiklah, ayo ke bawah."


Li Hao mengangguk pelan dan kemudian keduanya turun ke kaki gunung lewat anak tangga.


***

__ADS_1


Di kaki gunung.


Saat ini, Li Hao dan Xia Zhan sedang berdiri di jalur satu arah yang menuju ke luar wilayah sekte Gunung Empat Pedang.


"Kiri atau kanan?" tanya Li Hao pada perempuan di sebelahnya.


Xia Zhan memegang dagunya, ia melirik ke arah kanan dan kiri yang di mana keduanya adalah jalan menuju hutan belantara.


"Kanan?" Xia Zhan sedikit ragu.


"Baiklah, ayo ke kanan." Li Hao segera memutuskan, dan tanpa banyak berbicara lagi ia langsung berjalan memasuki hutan yang ada di sebelah kanannya.


Di perjalanan, Li Hao mengeluarkan sebilah pedang dari udara kosong dan tentu itu sedikit mengejutkan Xia Zhan.


"Dia... Padahal tidak memakai cincin penyimpanan, tapi bagaimana bisa mengeluarkan senjata dari udara kosong." Xia Zhan sedikit keheranan, "Apakah dia seorang kultivator lotus?"


Ketika Xia Zhan larut dalam pikirannya, ia sedikit tersentak saat mengetahui Li Hao menghentikan langkahnya.


"Ada apa?" tanya Xia Zhan berbisik.


Li Hao menunjuk ke satu arah, dan Xia Zhan menatap ke arah yang ditunjukkan oleh pemuda itu.


"Ah, kera giok..." Xia Zhan bisa melihat ada sekelompok kera hitam yang penampilannya seperti pada umumnya, masing-masing dari mereka mempunyai basis kultivasi Forging Qi bintang 4.


"Kalau tidak salah, kera giok mempunyai tubuh yang keras... Tidak hanya itu, seluruh organ dalam dan tulang rusuknya juga mempunyai ketahanan yang keras." jelas Li Hao, dan kemudian mengangkat pedangnya, "Keluarkan pedangmu, ayo kita buru mereka."


"Eh, apa kau yakin?" Xia Zhan cukup terkejut, dirinya adalah seorang kultivator dengan basis kultivasi di ranah Forging Qi bintang 6, ia tidak yakin bisa mengalahkan mereka semua meskipun ada Li Hao yang bersamanya.


"Kau tenang saja, kita pasti akan menang..." Li Hao melapisi pedangnya dengan Qi dan kemudian melesat maju.


Xia Zhan tertegun melihat Li Hao bisa mengaliri pedangnya dengan Qi, "Bagaimana bisa dia melakukan itu?" Xia Zhan berdecak kagum untuk sementara waktu lalu mengeluarkan pedang dari sarung yang terikat di pinggangnya.


Whoosh.


Tanpa membuang waktu lagi, Xia Zhan melesat ke arah sekelompok kera giok yang kini menjadi waspada dengan kemunculan mereka berdua.


Pertarungan terjadi ketika Li Hao mulai menyerang salah satu dari kera giok, Xia Zhan ikut bergabung dan ia langsung menghadapi tiga kera giok sekaligus.


"Serangan mereka berlima, terasa enteng sekali..." Li Hao diam-diam merasa sedikit terkejut, ia bahkan cukup yakin kalau bisa mengalahkan mereka dengan mudah.


Benar saja, dalam waktu kurang dari satu menit saja Li Hao berhasil membunuh lima kera giok yang menjadi lawannya.


Tentu saja hal itu membuat tiga kera giok yang melawan Xia Zhan terkejut, bahkan Xia Zhan sendiri juga bereaksi sama.


Ketiga kera giok yang tersisa langsung melarikan diri ke berbagai arah, tidak peduli dengan Xia Zhan lagi-- sekarang prioritas utama mereka adalah bertahan hidup.


Bersambung......

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2