Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Dungeon level Normal II


__ADS_3

Baru sesaat setelah Li Hao kehilangan kesadarannya, suara gemuruh terdengar dari reruntuhan patung batu. Tidak lama setelah gemuruh tersebut muncul, tiba-tiba sebuah patung batu keluar dari reruntuhan dalam kondisi yang terlihat cukup hancur.


Patung batu itu sudah tidak memiliki tangan tetapi kedua kakinya masih utuh, selain itu sebagian besar badannya telah mengalami kerusakan besar sehingga membuat siapa saja yakin kalau makhluk tersebut akan runtuh jika menerima satu serangan kecil saja.


Bam!


Bam!


Bam!


Patung batu itu melangkahkan kakinya dengan sangat kuat dan menciptakan getaran kecil di reruntuhan tersebut, dia perlahan mendekati manusia yang telah membuatnya terlihat sekarat.


Bam!


Setelah beberapa meter dari tempat Li Hao pingsan, patung batu itu berhenti sejenak lalu mengangkat kaki kanannya setinggi mungkin.


Whoooosh!


Ketika kaki kanan patung batu tersebut di arahkan ke Li Hao, pedang Iblis Malam yang tidak jauh dari sana langsung bergetar hebat dan menciptakan kubah lapisan perisai berwarna hitam transparan.


Duaaar!


Pada saat kaki patung batu itu membentur lapisan perisai tersebut, tubuh besarnya langsung terpental ke belakang dengan sangat cepat seolah ada sesuatu yang mendorongnya.


Bam!


Patung batu itu langsung menabrak dinding ruangan dan menciptakan retakan kecil, kaki kanannya telah hancur tetapi dia masih bisa bergerak dan mulai bangkit berdiri dengan satu kaki yang tersisa.


Namun, belum sempat melompat maju untuk menghabisi Li Hao. Kubah perisai yang melindungi pemuda itu menciptakan sebuah tombak energi hitam seukuran dua meter, lalu menembakkannya ke patung batu yang berdiri di kejauhan.


Duaaar!


Ledakkan yang cukup besar terdengar dan patung batu hancur berkeping-keping setelah tombak energi tersebut mengenainya tubuhnya.


Setelah kehancuran patung batu itu, kubah perisai hitam tersebut mulai meleleh dan membentuk aura hitam. Kemudian, aura hitam itu memasuki tubuh Li Hao secara perlahan dan mulai menyembuhkan luka-luka yang dideritanya.


***


"Ugh..."


Suara rintihan kecil terdengar dari mulut Li Hao, tidak lama setelah itu matanya perlahan terbuka dan dia langsung bangun karena terkejut.


"Akh!"


Kepala Li Hao langsung terasa sakit karena memaksakan diri untuk bangun, ia sejenak memijat keningnya kemudian memeriksa situasi di sekitarnya.

__ADS_1


"Sudah berapa lama aku pingsan?" Li Hao bertanya-tanya, lalu memeriksa kondisi tubuhnya.


"Huh...?"


Li Hao perlahan membentuk kerutan di alisnya karena tidak menemukan satupun luka luar di tubuhnya, ia kemudian bangkit berdiri lalu memulai gerakan seperti pemanasan.


"Tidak terasa sakit...? Bagaimana mungkin?" suara Li Hao terdengar kebingungan, "Seharusnya aku menerima banyak luka luar dan dalam setelah memaksakan diri untuk mengeksekusi gerakan kelima, tapi kondisiku sekarang benar-benar di luar ekspektasiku."


Li Hao merasa kebingungan sementara waktu, lalu menggeleng pelan dan menyimpan semua pertanyaan di kepalanya untuk nanti.


"Yah, pikirkan itu nanti." Li Hao mengeluarkan sejumlah pil dari inventorynya, "Lebih baik aku fokus memulihkan diri terlebih dahulu, selain itu aku juga perlu mempersiapkan diri untuk menyelesaikan lantai selanjutnya yang pasti akan jauh lebih merepotkan dari lantai ini."


Meskipun Li Hao sama sekali tidak merasakan sakit di tubuhnya tetapi ia harus tetap mengkonsumsi pil penyembuh untuk berjaga-jaga.


Ketika menunggu pil-pil yang ditelannya bekerja, Li Hao melakukan posisi meditasi lalu memasuki alam bawah sadarnya. Di sana, ia menemukan tiga buklet batu yang tertanam rapi di atas tanah padang rumput. Tidak jauh dari sana, terdapat perwujudan dari dua elemen yang tidak lain elemen api dan angin.


Li Hao sejenak menatap kedua elemen itu, lalu mengalihkan pandangannya kembali ke buklet batu yang memiliki ukiran petir.


"Seingatku, petir adalah elemen yang memiliki daya penghancur terkuat di antara elemen lainnya. Namun, di antara semua elemen yang ada, elemen petir adalah elemen yang paling membahayakan nyawa penggunanya..." Li Hao bergumam sembari mengingat beberapa buku yang pernah dibacanya.


Setiap manusia lahir dengan elemennya masing-masing. Pada dasarnya mereka yang terlahir dengan elemen api akan memiliki kekebalan terhadap api, yang air akan memiliki kekebalan terhadap air dan begitupun dengan yang lainnya. Namun, di antara semua elemen yang ada, seseorang yang lahir dengan elemen petir tidak akan memiliki kekebalan terhadap listrik.


Setiap kali seorang kultivator elemen petir memanifestasikan kekuatan elemen tersebut, mereka akan mengalami kerusakan pada tubuh mereka, baik itu bagian internal maupun eksternal.


Pada kasus ini, presentase kematian dari kultivator pengguna elemen petir jauh lebih tinggi daripada kultivator pengguna elemen lainnya. Meskipun begitu seseorang yang terlahir dengan elemen petir bukan berarti akan mengalami kebuntuan dalam jalan hidupnya, itu karena ada yang namanya 'Manual Penguatan Tubuh'.


Namun, tidak semua manual penguatan tubuh bisa membuat orang yang mempelajarinya tidak menerima dampak sama sekali, sebab semuanya tergantung pada tahap dari manual tersebut. Semakin tinggi tahapnya maka efek samping dari penggunaan elemen petir semakin sedikit.


Li Hao sebenarnya cukup ragu untuk mengaktifkan elemen petir, tetapi sekarang ini dirinya berada dalam posisi yang sulit. Ia tidak tau sampai lantai mana agar dungeonnya dapat terselesaikan, kalau di lantai selanjutnya ada makhluk semacam patung batu maka pilihan terbaiknya adalah mengaktifkan elemen petir.


"Haaa... Kuharap ini adalah pilihan yang terbaik."


Setelah menghela nafas panjang melalui mulutnya, Li Hao mulai mengalirkan Qi ke buklet batu yang memiliki ukiran elemen petir.


Selama lebih dari 10 menit Li Hao menunggu tetapi tidak ada respon sama sekali dari buklet batu tersebut, meskipun demikian ia tidak mengeluh karena telah menyadari kalau semakin banyak elemen yang diaktifkan maka akan semakin lama pula untuk mengaktifkan elemen lainnya yang masih terkunci.


Li Hao tidak bisa mengalirkan Qi secara terus-menerus karena Qi-nya masih belum pulih, dan efek dari pil yang ditelannya tidak bekerja lebih cepat dari proses pengiriman Qi-nya ke buklet batu. Jadi, Li Hao memilih untuk menghentikan aktivitasnya sejenak lalu memikirkan kembali kebingungannya sebelumya.


"Kenapa aku bisa sembuh, ya?"


Li Hao berbaring di padang rumput yang tidak lain adalah alam bawah sadarnya, ia memandangi langit biru sembari menggumamkan pertanyaannya.


Entah kenapa bayangan tentang evolusi pedang Iblis Malam terlintas di pikirannya begitu saja, dan sejak saat itu Li Hao mulai menyimpulkan kalau kemampuan baru dari pedang Iblis Malam bisa menyembuhkan dirinya yang terluka.


"Kalau kemampuan pedang Iblis Malam sesuai dengan apa yang kupikirkan, pedang itu akan sangat berguna di pertarungan nanti." Li Hao bergumam, lalu mengepalkan kedua tangannya dengan erat, "Aku jadi bersemangat, dengan begitu aku bisa bertarung tanpa harus khawatir dengan luka yang kumiliki."

__ADS_1


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Note:


Bagi yang belum tau kalau buku tentang jurus atau teknik semacamnya disebut sebagai Manual.


Senjata, Pil, Manual:


Tahap Mortal


Tahap Profound


Tahap Earth


Tahap Sky


Tahap World


Setiap tahapan dibagi menjadi empat tingkat: Low-Tier, Mid-Tier, Top-Tier dan Peak-Tier.


Hierarki Bintang Buas:


- Fana


- Bumi


- Langit


- Kuno


- Legenda


- Mistik


- Dewa


Tingkat Kultivasi:


- Forging Qi


- Qi Refinement


- Golden Core

__ADS_1


- Nascent Soul


- Immortal


__ADS_2