Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Batu Transmisi


__ADS_3

"Kita akan berpisah di sini." Diao Chan berkata setelah menghentikan langkahnya, ia kemudian menoleh ke belakang dan menemukan paman Jang yang tersenyum, "Tolong jaga baik-baik Wei Han."


"Saya akan mengingatnya, nona." paman Jang menjawab tanpa melunturkan senyumannya.


Diao Chan kemudian mengalihkan pandangannya pada Wei Han, kemudian mengucapkan beberapa kata perpisahan.


Li Hao sendiri hanya diam dan tersenyum ketika matanya bertemu dengan Wei Han. Mereka kemudian berpisah karena pintu masuk antara peserta dan penonton berbeda.


"Omong-omong, gelang karet ini sungguh membuatku tidak nyaman." Diao Chan mengangkat tangan kirinya, dan melihat sebuah gelang karet berwarna hijau muda melekat di pergelangannya.


Gelang yang sama juga ada di pergelangan tangan kiri Li Hao, itu didapat setelah mereka berdua selesai mendaftarkan di Turnamen bebas.


"Kau benar... Terlalu ketat, tapi anehnya tidak membuat aliran darah terganggu." Li Hao mengangguk setuju, lalu melanjutinya, "Dan juga, gelang ini tidak bisa dilepas... Sepertinya untuk mengantisipasi penipuan atau semacamnya."


Diao Chan mengangguk beberapa kali, lalu menatap sebuah pintu masuk menuju ke stadion yang megah. Pintu masuk tersebut dijaga oleh beberapa orang yang berada di tingkat Golden Core.


"Aku takut..." Diao Chan bergumam pelan.


Li Hao sedikit mengangkat alisnya, dan bertanya, "Apa kau takut bertemu dengan kakakmu?"


"Kau ini... Bisa membaca pikiran, ya?" Diao Chan tersenyum pahit sambil menatap ke bawah.


"Tidak, tetapi aku bisa tau semua itu dari raut wajahmu." Li Hao menjawab dengan tenang, lalu segera menimpalinya, "Tidak perlu takut, aku cukup yakin kalau kakakmu tidak peduli dengan kehadiranmu."


Diao Chan berdecak kesal mendengar itu, tetapi ia sama sekali tidak berusaha menyangkalnya.


Li Hao melirik ke arah Diao Chan dan tertawa kecil, "Anggap saja dia tidak ada, kau tidak bisa terus menerus bertingkah seperti itu-- karena mungkin akan mempengaruhi perfomamu saat di pertandingan nanti."


"Itu tidak bisa... Aku..." Diao Chan menggeleng pelan, raut wajahnya terlihat sangat rumit.


Melihat kegelisahan itu membuat Li Hao menghela nafas panjang, ia tidak dapat berbuat banyak untuk saat ini tetapi dirinya akan berusaha menasihatinya.


......................


Setelah memasuki pintu masuk yang dikhususkan untuk para peserta, mereka menemukan sebuah lorong yang cukup panjang. Untungnya, lorong tersebut tidak gelap karena ada beberapa batu cahaya yang menerangi ruangan.

__ADS_1


"Ramainya..."


Pada saat mereka berdua berhasil melewati lorong, Li Hao cukup terkejut ketika melihat ratusan orang yang sedang mengobrol satu sama lain.


Saat ini, di sebuah ruangan yang sangat luas, ada banyak sekali pria dan wanita. Dalam sekali lihat, Li Hao bisa mengetahui kalau sebagian besar dari mereka adalah para peserta yang berpatisipasi dalam Turnamen bebas.


"Sepertinya ini adalah tempat para peserta berkumpul..." Diao Chan mengedarkan pandangannya saat mengatakan itu, "Dan ada beberapa penjaga di sini, mereka tampaknya berada di tingkat Golden Core."


"Hm, kau benar..." Li Hao ikut mengedarkan pandangannya, matanya kemudian berhenti di satu arah karena dirinya menemukan sebuah batu hitam panjang yang cukup besar.


"Apa itu?" Li Hao sedikit memiringkan kepalanya.


Diao Chan menatap Li Hao sejenak sebelum ikut mengalihkan tatapan pada apa yang dilihat oleh pemuda itu.


"Oh, itu adalah batu transmisi. Sebuah material langka yang seharusnya akan menampilkan jalannya Turnamen." jelas Diao Chan, lalu menambahkan, "Aku punya beberapa yang serupa di sekte, dan biasanya untuk mengawasi tempat yang terlarang."


Li Hao sedikit mengerutkan alisnya, fungsinya tidak berbeda jauh dari kamera keamanan dan juga telivisi.


"Aku masih belum paham sepenuhnya, bagaimana cara menyambungkan batu transmisi itu ke sisi yang lain?"


"Itu hanya perlu menggunakan formasi array yang sederhana."


"Contohnya begini, formasi array ada di titik A sedangkan batu transmisi berada di titik B. Ketika diaktifkan, seluruh kejadian yang mencakup formasi array akan ditampilkan secara langsung di batu transmisi."


"Ah, aku mengerti." Li Hao mengangguk pelan, dan berkata, "Bukankah itu sangat luar biasa? Dengan begitu-- akan menghemat tenaga dan sumberdaya, bukan?"


"Itu benar, tetapi layar transmisi mempunyai kelemahan tersendiri, yaitu, mudah untuk ditembus."


"Mudah untuk ditembus? Bagaimana bisa?"


"Formasi array membutuhkan aliran energi agar bisa sampai ke batu transmisi, dan bagi kultivator-- sangat mudah untuk mengganggu aliran tersebut jika mereka sudah menguasai energi spiritual di batas tertentu."


"Bukankah itu menjadi tidak berguna? Maksudku, untuk apa sektemu menempatkannya di tempat terlarang?"


"Tempat terlarang di sekteku juga dijaga secara langsung oleh para kultivator berpengalaman, dan mereka yang mengawasi dari batu transmisi akan bertindak jika terjadi suatu keanehan seperti terganggunya aliran energi."

__ADS_1


"Begitu rupanya..." Li Hao mengangguk beberapa kali karena mulai memahaminya, "Tapi di Turnamen ini, bisa saja ada orang jahil dan membuat aliran energi yang menyambungkan ke batu transmisi terganggu."


"Heeh, kalau ada yang berani melakukannya maka siap-siap saja kena hukuman." Diao Chan tersenyum tipis, dan menjelaskan, "Sebelumnya aku pernah bilang kalau Menara Lima Naga menyewa belasan kultivator Immortal untuk menjaga keamanan Turnamen ini, 'kan?"


"Ah... Aku mengerti." Li Hao mengangguk sekali, dan ia membuat raut wajah seolah baru menyadari sesuatu.


"Sudahi omong kosong ini, aku lelah... Mari cari tempat duduk." Diao Chan melangkahkan kakinya ketika mengatakan itu.


Li Hao tidak mengatakan apa-apa dan mengikutinya dari belakang.


Mereka berdua kemudian menemukan sebuah kursi panjang yang ada di dinding ruangan, tadinya Diao Chan ingin duduk di sana tetapi niatnya langsung diurungkan ketika menemukan kakak perempuannya yang juga duduk dalam diam sembari memejamkan matanya.


Glek.


Diao Chan menelan ludahnya, ketika hendak berbalik-- Li Hao mendorong punggungnya dan membuat mereka berdua duduk di dekat wanita cantik itu.


Li Hao duduk di tengah-tengah antara kedua bersaudari itu, ia menunjukkan senyuman yang puas lalu menyilangkan kakinya.


"Akhirnya aku bisa beristirahat." Li Hao berkata dengan nada riang, lalu menoleh ke Diao Chan yang berada di sampingnya, "Apa kau masih sakit? Kenapa kau menundukkan kepalamu?"


Diao Chan tidak menanggapi Li Hao meskipun suaranya bisa didengar jelas, "Sialan, kau pasti sengaja! Aku akan membalasmu!" pikir Diao Chan sembari memasang ekspresi kesal.


Diao Chan sebenarnya mau segera pergi dari sana, tetapi Li Hao selalu memegang pundak kirinya ketika dirinya menunjukkan tanda-tanda ingin berdiri.


"Diao Chan, apa kau lapar? Sebelum pertandingan dimulai, ada bagusnya untuk mengisi perut terlebih dahulu." Li Hao tersenyum tipis, lalu mengeluarkan tiga bakpau yang masih hangat.


"T-tidak, aku tidak lapar." Diao Chan menjawab dengan suara yang menahan kegugupan.


"Hm, baiklah..." Li Hao mengangguk pelan, lalu menoleh ke arah perempuan berambut hitam panjang yang ada di samping kirnya, "Aku sepertinya hanya bisa memakan dua bakpau saja, dan jika kubiarkan terlalu lama di cincin penyimpanan pasti akan rusak. Sayang sekali..."


"Nona, apa kau mau membantuku menghabiskan bakpau ini?" Li Hao bertanya sembari memasang senyum lembut.


Diao Chan yang berada di sisi lain melebarkan matanya, kepalanya terangkat dan menemukan Li Hao sedang menatap wajah kakak perempuannya yang memejamkan mata.


"Dasar orang gila... Apa otaknya sudah rusak?!" Diao Chan benar-benar tak habis pikir, kepalanya kemudian kembali menunduk ketika melihat kakak perempuannya perlahan membuka matanya.

__ADS_1


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2