Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Kota Tianjin V


__ADS_3

"Lao'er!" mata Kung Kung langsung berkaca-kaca, lalu memeriksa keadaan anaknya itu.


Kung Kung lega setelah merasakan detak jantung anaknya normal, ia langsung menangis karena merasa sangat senang melihat kondisi anaknya yang tampak sudah sehat.


Sementara, keenam pria paruh baya lainnya hanya memandangi dari jauh tetapi juga ikut senang dengan kesembuhan Kung Lao yang sudah mereka anggap sebagai keponakan sendiri.


Di sisi lain, Li Hao menyender ke tembok dengan kedua tangan yang melipat di depan dada. Saat ini, ia sedang memikirkan eksistensi system yang membuatnya penasaran sekaligus bingung.


Alasannya memikirkan itu karena system memberikan misi yang menurutnya tidak mustahil untuk dilakukan. Seperti misi tadi, menyembuhkan anak pemilik kedai dari kutukan hitam, jika bukan karena kemampuan dari binatang buas tingkat legenda yang bisa digunakan sebelum dia menetas mungkin dirinya tidak akan mampu menyelesaikan misi dan berakhir dengan kegagalan.


"Situasinya memang kebetulan atau system sudah merencanakan semua ini dari awal aku dipindahkan ke dunia ini?" Li Hao bertanya-tanya dalam hati, "Tapi, bukan hal yang mustahil kalau system menciptakan misi setelah mendeteksi sesuatu di sekitarku, seperti Kesadaran Spiritual."


Ada beberapa kemungkinan untuk kasus ini dan Li Hao cukup penasaran dengan kebenarannya.


"Tuan... Permisi?"


Li Hao tersentak ketika melihat Kung Kung sudah berada di hadapannya, ia sedikit mendongakkan kepalanya dan bertanya, "Apa ada sesuatu yang terjadi pada anakmu?"


"Tidak, dia baik-baik saja. Kondisinya sehat, mungkin dia memerlukan waktu untuk bisa sadarkan diri." Kung Kung menjawab sambil tersenyum, lalu menangkupkan tangannya, "Terima kasih! Berkat anda, saya jadi bisa melihat anak saya dalam kondisi baik-baik saja. Saya sungguh berterima kasih, dan maafkan saya karena telah meragukan anda sebelumnya."


Tidak hanya Kung Kung saja yang melakukan itu, tetapi keenam pria paruh baya lainnya juga bertindak serupa.


"Tidak masalah, wajar saja jika kau meragukanku." balas Li Hao sambil mengangguk kecil, "Kurasa semua sudah baik-baik saja sekarang, aku akan pergi."


Sesaat setelah Li Hao berkata demikian, ia mengeluarkan sepuluh koin emas dari inventorynya.


"Aku bayar makananku yang tadi, segini lebih dari cukup, bukan?"


"Tidak, anda tidak perlu melakukan itu. Seharusnya saya yang membayar anda karena telah menyembuhkan anak saya." Kung Kung langsung melakukan gerakan menolak.


"Aku tidak akan mengambil imbalan apapun dari hal ini, kau cukup tutup mulut jika ada yang bertanya siapa orang yang telah menyembuhkan anakmu." Li Hao berkata, lalu melirik semua orang yang ada di sana, "Kalian juga harus tutup mulut, aku akan marah jika ada rumor tentangku di kota ini."


"Kami mengerti dengan itu, tapi bagaimana mungkin saya tidak memberikan apa-apa pada orang yang telah menyelamatkan nyawa anak saya?" ekspresi Kung Kung menjadi rumit, "Setidaknya, biarkan saya memberikan anda sejumlah koin emas..."

__ADS_1


"Sudah kubilang tidak perlu, bukan?" ekspresi Li Hao berubah menjadi dingin, "Lagipula uang milikmu adalah uang kotor, lebih baik kau kembalikan pada mereka yang telah kau rampas uangnya agar nama baik kedaimu bisa kembali. Sate daging milikmu enak, kuyakin kedaimu bisa terkenal jika kau benar-benar serius dalam usaha ini."


Kung Kung langsung menelan ludahnya secara kasar melihat ekspresi dingin pemuda itu, begitupula dengan semua saudara sesumpahnya.


"Baiklah, saya mengerti..." Kung Kung langsung mengangguk paham agar tidak membuat Li Hao marah, "Tapi, simpan uang anda itu. Makanan yang anda makan, saya akan memberikannya secara gratis."


Li Hao terdiam sejenak sebelum menghela nafasnya, ia menyimpan kembali koin emasnya ke dalam inventory lalu berkata, "Baiklah, aku pergi. Kusarankan kau bawa tabib untuk memeriksa kondisi anakmu lebih lanjut, aku tidak bisa melakukannya karena aku tidak pandai dalam bidang itu."


"Saya mengerti, Tuan." Kung Kung mengangguk patuh, ia juga berencana melakukan itu.


"Bagus..." Li Hao melangkah pergi dengan tenang, "Tidak perlu mengantarkanku sampai ke depan, itu akan menarik perhatian nantinya."


Ketujuh pria paruh baya yang tadinya mengikuti Li Hao dari belakang langsung berhenti, mereka terdiam sejenak dan kemudian menangkupkan tangan sambil menundukkan badan sampai pemuda itu tak terlihat lagi.


Li Hao sendiri keluar dari kedai secara diam-diam, ia memastikan kalau tidak ada orang lain yang melihatnya keluar dari sana supaya tidak ada rumor tak berdasar yang menyebar.


Setelah itu, Li Hao pergi ke pusat pasar kota Tianjin dan membeli banyak barang yang dibutuhkannya untuk mengembara. Sebagian besar koin emasnya dipakai untuk itu, dan sekarang dirinya hanya mempunyai tiga koin emas yang tersisa.


Li Hao perlu mengumpulkan uang untuk membeli informasi sampai beberapa minggu ke depan, itu karena dalang dari insiden di kota Luoyang akan terungkap dan dirinya perlu bersiap dengan hal itu.


"Hm, kalau aku berburu seperti dulu mungkin akan lebih sulit karena harga jual daging binatang spiritual di kota besar jauh lebih kecil daripada di pelosok-pelosok kota kecil ataupun desa." Li Hao memegang dagunya, ekspresi terlihat serius saat ini.


Ketika Li Hao sedang memikirkan itu, ia dibuat tersentak dengan keributan yang terjadi di pinggir jalan kota. Keributan tersebut melibatkan beberapa orang tua yang berada di atas kereta kuda dengan lima pria berusia 20 sampai 30-an.


"Dasar bajingan tidak becus, aku sudah meminta setidaknya sepuluh pengawal tapi kenapa kalian hanya ada lima saja?!" orang tua yang memiliki perawakan tubuh gemuk mengumpat pada lima pria yang memakai jubah serupa.


"Sekali lagi saya minta maaf, Tuan. Jumlah pengawal yang tersedia di cabang Biro Kuda Putih hanya tersisa kami saja, anda bisa mengurangi biaya transaksinya karena tidak sesuai dengan yang tertulis di perjanjian."


"Ini bukan masalah biayanya, brengsek! Tapi perjanjiannya! Kenapa Biro pengawalan sebesar kalian bisa selalai ini, huh?!"


"Jika anda merasa kurang aman karena hanya dikawal oleh kami berlima, saya sarankan anda untuk menyewa kultivator lain agar keamanan perjalanan ini lebih terjamin."


"Grr... Si brengsek ini, apa kau tidak tau diri?!"

__ADS_1


Kelima pengawal yang berasal dari biro Kuda Putih merasa kesal dengan umpatan yang terus dilontarkan oleh orang tua itu, ketika salah satu dari mereka hendak untuk menenangkannya, suara dari arah lain terdengar dan mengurungkan niatnya.


"Halo, Tuan..."


Seorang pemuda yang mengenakan pakaian hitam polos datang sambil memperlihatkan senyum ramahnya.


"Siapa kau?!" orang tua yang sedari tadi marah bertanya dengan nada tidak senang.


"Perkenalkan, nama saya adalah Shin Yu. Saya adalah seorang kultivator pengembara..." Li Hao memperkenalkan dirinya dengan nama palsu, "Saya di sini karena tidak sengaja mendengar keributan anda..."


"Huh...? Lalu apa kau ingin marah kepadaku karena telah membuat kebisingan di sini?!"


"Tolong jangan salah paham dulu, Tuan." Li Hao menggeleng kecil, "Saya kemari karena ingin menyelesaikan permasalahan anda..."


"Kau ingin jadi pengawalku, begitu?"


"Anda cepat tanggap, saya senang mendengarnya..." Li Hao mengangguk puas, "Bagaimana menurut anda jika saya ikut ke dalam bagian pengawalan? Tenang saja, saya bukan kultivator jahat, kok."


Setelah berkata demikian, Li Hao mengalirkan sejumlah Qi ke tangan kanannya dan memperlihatkan Qi berwarna biru cerah.


Orang tua itu menyipitkan matanya, kemudian menatap Li Hao dengan serius, "Kau... Apa basis kultivasimu? Kenapa aku tidak bisa membacanya?"


Orang tua itu memiliki basis kultivasi di ranah Qi Refinement bintang 14, seharusnya dengan ranah segitu dirinya mampu membaca kultivasi orang lain sampai Golden Core bintang 6.


"Dia berada di ranah Golden Core bintang 8..." pengawal tertua dari biro Kuda Putih menjawab, dia mampu membacanya karena memiliki basis kultivasi di ranah Golden Core bintang 2, "Bagaimana pemuda seusiamu bisa sekuat ini? Apakah identitasmu yang merupakan kultivator pengembara adalah kebohongan belaka?"


"Tidak perlu menaruh curiga seperti itu, meskipun aku tidak berada dalam naungan manapun tetapi aku adalah seorang jenius." Li Hao membalas dengan santai, lalu menatap sejumlah orang tua yang berada di atas kereta kuda, "Kita hanya perlu melakukan negoisasi harga saja, saya menawarkan diri untuk menjadi pengawal anda karena sedang membutuhkan uang jadi tolong jangan buat penawaran rendah."


Para orang tua itu tidak langsung menjawab, melainkan memikirkannya sejenak.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2