
Beberapa saat setelah keributan terjadi, Li Hao sedikit tersentak ketika layar system tiba-tiba saja muncul di depannya.
[Misi: Berkenalan dengan salah satu pemuda yang membuat keributan!]
[Hadiah: Pil Peningkatan Qi tahap Profound tingkat Top-Tier]
[Kegagalan: Tidak ada]
"Misi..." Li Hao bergumam pelan sebelum menatap keributan itu dalam diam, "Bagaimana caranya aku berkenalan dengan salah satu dari mereka berdua?"
Li Hao memikirkan itu sembari memperhatikan keributan yang ada, ketika dirinya sedang berpikir-- salah satu dari mereka menunjuk ke arahnya dan ingin mengambil pedang Angin darinya.
"Heh... Dia memberikan kesempatan itu sendiri." Li Hao diam-diam menyeringai, dan kemudian berkata, "Kau ini sepertinya suka membuat api, ya?"
......................
"Li Hao? Dari mana asalmu?" Zhang Hai bertanya dengan senyum senang di wajahnya.
"Aku hanya seorang pengembara biasa, tidak ada yang menarik dari diriku." Li Hao menyahutinya dengan santai.
"Heh, menarik... Seorang pengembara yang berani, ya." Zhang Hai mengambil pedang Angin yang menancap di dinding, lalu berjalan mendekati Li Hao, "Kau sepertinya seorang jenius, mau bertarung?"
"Wah... Kau sangat agresif ya kepada orang asing." Li Hao tetap tenang dan tersenyum tipis, "Tapi sayangnya, aku tidak tertarik."
"Kenapa?" Zhang Hai bertanya sambil mencengkram kerah pakaian Li Hao, "Kau sangat menarik di mataku, ayo bertarung dan setelah itu-- aku akan membiarkanmu pergi."
"Itu merepotkan..." Li Hao menggeleng pelan, "Namun, bagaimana kalau adu panco? Jika aku menang, pedang itu menjadi milikku."
"Panco? Kukukuku... Bagaimana kalau kau yang kalah?" Zhang Hai bertanya sembari tertawa kecil.
"Seratus koin emas dan aku akan membayar pedang Angin itu untukmu. Menarik, bukan?"
"Baiklah... Apa peraturannya?"
"Tidak boleh menggunakan Qi, hanya gunakan kekuatan fisik murni."
"Itu menguntungkanmu." Zhang Hai menggeleng pelan seakan menolaknya.
"Hm, menguntungkanku?" Li Hao sedikit mengangkat alisnya.
"Kekuatanmu luar biasa... Kau bahkan tidak menggunakan kekuatan penuhmu ketika melempar pedang ini." Zhang Hai berkata sembari menunjukkan pedang Angin.
"Hahaha... Ternyata kau cukup jeli, ya." Li Hao tertawa canggung, padahal ia ingin menipu pemuda di depannya ini, "Lalu mau bagaimana?'
"Aku menggunakan Qi dan kau tidak." Zhang Hai menjawabnya dengan cepat.
"Itu tidak adil..." Li Hao jelas ingin menolaknya, tetapi ia baru saja mendapatkan rencana bagus, "Kalau peraturannya ingin seperti itu, bagaimana jika menambahkan hadiah taruhanku?"
Zhang Hai menyeringai dan seringainya semakin melebar, kepalanya mengangguk pelan dan berkata, "Katakan..."
"Aku ingin lima ratus koin emas ditambah kau yang membayarkan pedang itu untukku." Li Hao berkata sambil tersenyum.
__ADS_1
Zhang Hai tidak langsung menjawab melainkan berpikir sejenak, "Baiklah... Tidak masalah. Koin emas bukanlah sesuatu yang mewah bagiku."
"Bagus. Kalau begitu, di mana kita akan memulainya?" Li Hao bertanya sembari mengamati sekelilingnya.
"Pak tua, sediakan kami tempat untuk panco." Zhang Hai menatap Dang Yun saat mengatakan itu.
Dang Yun yang sedari tadi mendengar percakapan antara Li Hao dan Zhang Hai hanya bisa menghela nafas panjang, ia tidak bisa melakukan keluhan mengingat identitas Zhang Hai yang luar biasa.
"Baiklah, Tuan muda. Mari saya antarkan." Dang Yun berkata dengan nada pasrah, lalu meminta Li Hao dan Zhang Hai mengikutinya.
Suasana di toko senjata itu menjadi hening ketika mereka bertiga masuk ke bagian dalam ruangan, pemuda yang tadinya berdebat tidak mengatakan apa-apa dan melakukan pembayaran pada pedang yang ingin dibelinya.
Ketika Dang Yun menuntun Li Hao dan Zhang Hai ke bagian dalam toko, mereka melihat beberapa orang yang sedang menempa senjata dan juga beristirahat.
"Siapa mereka, ayah?" seorang pemuda berusia kurang dari kepala dua bertanya saat mendekati Dang Yun.
"Aku tidak akan menjelaskannya sekarang, lanjutkan saja latihan menempamu." Dang Yun berkata, dan kemudian memasuki ruangan lainnya.
Ruangan tersebut cukup luas dan sedikit gelap, biasanya tempat ini dipakai untuk anaknya berlatih atau menguji senjata.
"Kita sampai, Tuan muda." Dang Yun menatap kedua pemuda di depannya, kemudian helaan nafas keluar dari mulutnya, "Saya harap kalian berdua tidak membuat keributan di dalam sini."
"Tenang saja, pak tua." Zhang Hai tersenyum lebar, "Kalau ada kerusakan atau semacamnya, aku yang akan membayarnya."
Dang Yu menghela nafas panjang sebelum menganggukkan kepala, "Baiklah, Tuan muda. Kalau begitu, saya akan menunggu di luar."
"Baik, baik." Zhang Hai mengangkat tangannya, dan kemudian tatapannya beralih ke arah Li Hao, "Ayo!"
"Tunggu aba-abaku, ya." Li Hao berkata sambil menatap pemuda di depannya.
"Baik, jangan melakukan sesuatu yang curang. Aku akan membunuhmu jika berani melakukannya..." Zhang Hai tanpa beban mengatakan itu.
Li Hao tersenyum tipis sebelum membuka layar statusnya.
[ Nama: Li Hao
Umur: 18 Tahun
Level: 94
Basis Kultivasi: Qi Refinement bintang 1
Statistik
Strength: 110 Vitality: 55
Agility: 126 Qi: 150
SP: 55 ]
[Strength +40]
__ADS_1
[Strength: 110 > 150]
Setelah menambahkan statistiknya, Li Hao memulai aba-aba dari hitungan ketiga.
Raut wajah Zhang Hai tetap santai tetapi di saat yang bersamaan aliran Qi mulai melapisi tangan kanannya.
"Tiga..."
"Dua..."
"Satu!"
Ketika hitung ke satu sudah terdengar, Li Hao dan Zhang Hai memulai panconya. Lantai yang berada tepat di bawah sikut mereka menjadi retak seketika, fluktuasi energi juga mulai memutar di antara lengan mereka berdua.
Raut wajah Zhang Hai perlahan mengeras, senyum santainya memudar dan matanya sedikit melebar.
"Mustahil..." Zhang Hai bergumam tak percaya, bagaimana mungkin lawannya ini bisa mengimbangi dirinya yang menggunakan Qi?
Zhang Hai menambahkan kekuatannya melalui Qi dan masih belum menemukan tanda-tanda dirinya akan mendominasi panco tersebut.
Di sisi lain, Li Hao hanya diam dan fokus ke dalam panconya, ia sebenarnya cukup terkejut dengan kekuatan yang dimiliki Zhang Hai.
"Kekuatan orang ini sungguh luar biasa, padahal aku sudah menambahkan statistik-ku tetapi dia bisa membuat perlawanan yang sangat baik." Li Hao diam-diam berdecak kagum saat memikirkannya, mengingat kekuatan ia sebelumnya bisa dibandingkan dengan ketua bandit di tingkat Golden Core.
Setelah satu menit berlalu, belum ada satupun dari mereka berdua yang menunjukkan tanda-tanda kekalahan, lantai yang berada tepat di bawah sikut mereka hampir hancur karena dampak dari adu panco itu.
Aturan pertama dalam panco agar bisa menang adalah bertahan, jangan melakukan perlawanan selama mungkin dan mulai menyerang ketika lawan sudah kehabisan tenaga.
Sekarang, Li Hao sedang melakukan aturan tersebut, ia hanya berusaha bertahan sampai lawannya kehabisan tenaga atau menyerah.
Beberapa menit berlalu, keringat mulai membasahi tubuh Zhang Hai, meskipun sudah menggunakan setengah Qi-nya-- ia masih belum bisa mendominasi panco itu.
Zhang Hai menatap Li Hao dan mendapati pemuda itu hanya memperhatikannya dalam diam, "Kau... Pasti menungguku, ya?!" Zhang Hai bertanya sesaat setelah menyadari trik yang sedang digunakan lawannya.
Li Hao tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya, "Ya, itu tidak masalah, bukan?"
Zhang Hai berdecak kesal, ia ingin mengikuti cara yang dilakukan oleh Li Hao tetapi sebagian besar tenaganya sudah terkuras habis.
"Percuma..." Zhang Hai bergumam pelan, dan ia mengangkat tangan kanannya sebagai tanda dirinya menyerah.
Zhang Hai langsung melakukan posisi telentang, lalu mulai mengatur nafas yang memburu, ia menatap Li Hao dan tertawa kecil, "Kukukuku... Kau memang benar-benar menarik, aku menyukaimu!"
"Ugh, aku masih normal." Li Hao langsung menggeleng sembari memasang ekspresi jijik.
"Sialan, bukan itu yang kumaksud!" Zhang Hai berteriak kesal.
"Hahahaha... Maaf, maaf. Aku hanya bercanda." Li Hao tertawa kecil saat mengatakannya.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1