
Duar!
Hujan darah seketika terjadi ketika Li Hao berhasil melancarkan gerakan kedua, Tusukan Bintang. Belasan bandit yang berada di arah sebaliknya langsung diam mematung saat menyaksikan hal tersebut. Dan, Fung Chang yang seorang Golden Core juga tidak bisa berkata-kata, hanya dalam sekali serangan saja-- sebagian besar anak buahnya tewas terbunuh.
Li Hao sendiri langsung bertekuk lutut usai melancarkan serangannya, ia menopang tubuhnya menggunakan lutut kiri dan juga pedang Iblis Malam, "Sialan... Karena latihan yang kulakukan sebelumnya, stamina dan energi spiritual yang kumiliki belum pulih sepenuhnya. Tapi..." Li Hao membuka layar statusnya, dan ia melihat levelnya meningkat ke angka 83, "Tsk, padahal aku sudah membunuh puluhan bandit di tingkat Forging Qi dan Qi Refinement tapi level-ku hanya naik enam saja."
Meskipun begitu, Li Hao merasa cukup senang karena dengan naiknya level yang ia miliki-- kekuatannya bisa meningkat hanya dengan menambahkan statistiknya saja.
"Kalau begitu..."
[Strength 10+]
[Strength: 100 > 110]
[Qi +20]
[Qi: 130 > 150]
Dengan menambahkan 20 skill poin ke statistik Qi-- basis kultivasi Li Hao seketika meningkat, yang tadinya ia berada di tingkat Forging Qi bintang 14-- sekarang menjadi Qi Refinement bintang 1.
Whoooosh!
Fluktuasi energi merembes keluar dari tubuh Li Hao, ia merasakan kalau kekuatan di dalam tubuhnya saat ini sedang meluap-luap.
Di sisi lain, Fung Chang dan belasan bandit yang tersisa tersadar dari lamunan mereka ketika menyadari suatu perubahan dari Li Hao.
"Monster... Dia monster!" salah satu bandit berteriak ketakutan, dan bandit lainnya juga melakukan hal yang sama sehingga suasana menjadi ricuh.
Fung Chang yang melihat beberapa bandit mulai melarikan diri dari sana langsung mengepalkan kedua tangannya dengan erat, "Dasar tidak berguna... Aku akan membunuh kalian ketika kembali!" Fung Chang tidak bisa menghentikan mereka yang sudah berlari jauh, aura Golden Core kemudian ia lepaskan dan berkata dengan suara mengancam, "Jika ada yang berusaha melarikan diri lagi, aku akan mencincangnya sampai ke bagian terkecil."
Para bandit yang tadinya dilanda kepanikan langsung diam dan bertekuk lutut, hanya beberapa dari mereka saja yang masih sanggup berdiri.
Tatapan Fung Chang kemudian teralih pada Li Hao yang sudah bangkit berdiri, "Aku tidak terlalu terkejut kalau kau bukanlah seorang Forging Qi..." Fung Chang tentu menyadari-- basis kultivasi pemuda itu sudah masuk ke tingkat Qi Refinement, "Apakah kau masih menyembunyikan kekuatanmu?"
__ADS_1
"Kenapa aku harus memberitahumu? Hehehe... Apakah kau sekarang mulai ragu?" Li Hao terkekeh kecil sebelum mengangkat pedangnya ke depan, "Perlu kau tau, aku masih mempunyai banyak tenaga untuk membunuh kalian semua."
Fung Chang yang mendengar itu langsung menggertakkan giginya, ia merasa sangat kesal karena diremehkan oleh seorang pemuda yang jauh lebih lemah darinya, "Kau sepertinya menjadi percaya diri setelah membunuh beberapa orangku, tapi apakah kau berpikir aku akan membiarkannya begitu saja?'
"Tentu saja tidak, orang bodoh juga tau dengan jawabannya." Li Hao menyeringai, "Majulah, ayo kita selesaikan ini dengan cepat. Desa ini tidak akan bertahan lama dari kobaran api yang kalian perbuat.
Melihat layar misinya masih belum menunjukkan tanda-tanda pemberitahuan, itu artinya misi tersebut masih berlangsung dan Li Hao mempunyai setitik harapan untuk menyelesaikannya dengan tuntas.
"Kau tampaknya peduli dengan desa ini." Fung Chang mengangkat sudut bibirnya, "Tapi setelah kau mati, desa ini akan rata dengan tanah!"
Sesaat setelah Fung Chang berkata demikian, ia bergerak maju ke arah Li Hao sembari melapisi seluruh tubuhnya dengan Qi.
"Lawanku adalah seorang Golden Core, aku tidak boleh lengah." Li Hao bergumam serius, dan keduanya mulai bertukar serangan.
Li Hao terus menggunakan Tarian Bintang Malam karena itu adalah gerakan yang paling cocok untuk pertarungan semacam ini.
"Bajingan kecil, kau selalu menggunakan gerakan yang sama selama pertarungan ini. Apa hanya itu saja yang kau punya?" Fung Chang menyeringai, ia mulai beradaptasi dengan gerakan berulang yang dilakukan oleh pemuda itu-- meski hal tersebut masih tetap menyulitkan dirinya.
"Apa urusannya denganmu? Lagipula, aku yakin hanya dengan gerakan ini-- sudah cukup untuk membunuh bandit pengecut sepertimu." Li Hao mengakhiri katanya dengan tawa kecil, jelas sekali dirinya sedang memprovokasi lawannya.
"Kau memang brengsek! Aku akan membunuhmu, itu pasti!" Fung Chang meraung marah, setiap pukulan semakin kuat dan cepat.
Raut wajah Li Hao menjadi serius, ia mulai menangkis serangan yang menurutnya bisa ditangkis lalu menghindari sisanya.
Pertarungan mereka berdua disaksikan oleh belasan bandit yang ada di sana, sedangkan warga desa yang tersisa memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri dari sana.
"Hey, apa kalian percaya ini?"
"Mustahil aku akan percaya jika tidak menyaksikannya secara langsung."
"Kita sekarang sedangkan menyaksikan sesuatu yang benar-benar di luar nalar para kultivator."
"Kalau berita ini sampai tersebar luas, apakah Daratan Surgawi akan gempar?"
__ADS_1
"Kurasa tidak akan sampai ke tahap itu... Jika seandainya berita tentang ini tersebar luas-- pasti orang-orang hanya akan menganggapnya sebagai rumor belaka karena tidak ada bukti nyata."
"Kau benar..."
Belasan bandit itu mulai berdiskusi di sela-sela pertarungan antara bos mereka dengan Li Hao, mereka juga beberapa kali menjaga jarak karena skala pertarungan keduanya semakin meluas.
......................
Bam!
Li Hao terpental jauh ke belakang ketika menerima pukulan dari Fung Chang, ia memuntahkan darah segar karena ada tulang rusuknya yang patah.
"Sialan! Ini menyakitkan!" Li Hao memegang dada bagian kanannya dengan tangan kiri, lalu berusaha bangkit berdiri.
Kondisi Li Hao saat ini cukup buruk, meskipun kulit luarnya hanya memperlihatkan beberapa memar saja-- tetapi dirinya mengalami luka parah di bagian organ dalam.
"Gerakan pertama dan kedua tidak akan cukup untuk membunuh orang ini." Li Hao menggenggam pedangnya dengan erat, dan kembali berkata, "Aku mengingat gerakan ketiga sampai ketujuh, tapi aku belum pernah mencobanya satu kalipun."
Li Hao sebenarnya tidak mau ambil resiko, tetapi keadaan desa semakin buruk dan ia juga tidak boleh membiarkan Diao Chan yang terluka parah lebih lama lagi.
"Baiklah... Sudah kuputuskan." raut wajah Li Hao menjadi serius, fluktuasi energi di dalam tubuhnya meledak sehingga membuat tanah yang ia pijaki retak seperti jaring laba-laba.
Li Hao melakukan ancang-ancang dan melompat ke udara sekuat tenaganya.
Fung Chang yang melihat itu hanya diam dan memperhatikan dengan seksama, ia tidak mau lengah sedikitpun di hadapan bocah itu.
"Gerakan Ketiga, Putaran Bintang Jatuh!" Li Hao memutarkan tubuhnya di udara dan melesat ke arah Fung Chang berada, aura biru yang disertai cahaya prismatik menyelimuti tubuhnya dan kini ia terlihat seperti sebuah meteor dari angkasa yang sedang jatuh ke bumi.
"Bahaya....!" insting Fung Chang seolah berseru, ia tau tidak memiliki kesempatan untuk kabur-- jadi mau tak mau dirinya menciptakan lapisan pelindung sebanyak mungkin untuk menahan serangan tersebut.
Boooom!
Ledakan yang begitu dahsyat terjadi ketika jurus yang dilancarkan oleh Li Hao mengenai lapisan pelindung Fung Chang.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.