
Note: waktu setelah Xiao Hong menetas dirubah dari yang sebelumnya satu bulan jadi setengah bulan.
"Barusan adalah pertahanan yang luar biasa, Xiao'er. Mungkin itu bisa menahan serangan dari seorang Nascent Soul atau bahkan seorang Immortal meskipun kecil presentasenya..." Li Hao memberikan pujian jujurnya terhadap pertahanan naga kecil itu.
"Hyahahaha... Terima kasih, ayah! Aku akan membuat pertahanannya lebih kuat lagi!" Xiao Hong tersenyum lebar saat berkata demikian, "Omong-omong, apa aku sudah boleh berubah menjadi manusia?"
"Hm, kenapa?" Li Hao bertanya dengan satu alis yang terangkat.
"Entah mengapa aku merasa tidak nyaman dengan wujud ini, tetapi jika ayah tidak mengizinkan maka aku akan berusaha terbiasa!"
"Tidak nyaman?" Li Hao merasa bingung mendengarnya, "Seharusnya Spirit Beast lebih nyaman dengan wujud aslinya daripada wujud yang lain, tapi kenapa Xiao'er malah sebaliknya?"
Li Hao mulai memikirkannya dan menjadi sedikit khawatir karena hal itu bisa saja berdampak fatal di masa depan nanti.
"Jangan merubah wujudmu dulu, Xiao'er. Meskipun tidak nyaman kau harus mencoba terbiasa, karena tidak selamanya kau akan bertarung menggunakan wujud manusia..." Li Hao menjelaskan dengan tenang, lalu mengelus kepala naga kecil itu dengan satu jarinya, "Lagipula, kau terlihat imut dengan wujud seperti ini."
"Benarkah?!" mata Xiao Hong langsung berbinar setelah mendengarnya.
"Tentu saja." Li Hao menjawab dengan senyum tipis.
Xiao Hong langsung terbang mengitari kepala ayahnya karena merasa gembira, sementara Li Hao hanya tertawa kecil kemudian membuka layar statusnya.
"Levelku masih sama seperti setengah bulan yang lalu, perkembanganku tertunda karena membantu Xiao Hong beradaptasi dan melatihnya." Li Hao berkata dalam hati, lalu menutup layar statusnya, "Sepertinya aku harus mulai leveling lagi, akhir-akhir ini perasaanku juga terasa tidak tenang."
Li Hao sebenarnya tidak terlalu memikirkan perasaannya tersebut, namun biasanya ada pertanda dibaliknya sehingga membuatnya berpikir untuk kembali fokus pada tujuannya.
Setelah beristirahat sejenak dan Xiao Hong berhasil memulihkan Qi-nya yang terkuras, mereka akhirnya kembali melanjutkan aktivitas sebelumnya.
Kali ini, Li Hao ingin melihat teknik serangan milik Xiao Hong. Tentu saja Li Hao hanya mengamati, bukan menjadi tameng untuk menahan serangan tersebut.
"Karena seranganmu bersifat area luas dan bukan serangan tunggal, tolong lancarkan ke tempat kosong yang ada di sana. Selain itu, buat dampaknya seminimalisir mungkin dan jika memungkinkan jangan sampai kemari, mengerti?" Li Hao menjelaskan pada naga kecil yang berada di sebelahnya.
"Aku mengerti, ayah." Xiao Hong mengangguk, lalu mulai mengumpulkan di area mulutnya.
Li Hao memperhatikannya tanpa berkedip sedikitpun, dan ia bisa merasakan Qi murni serta hangat mulai berkeliling di sekitarnya.
Dragon Breath: Solar Lava!
__ADS_1
Whooooosh!
Qi yang berkumpul di mulut Xiao Hong langsung berubah menjadi laser kecil lalu segera melesat di udara, tidak lama setelahnya laser kecil itu sampai ke daratan dan tiba-tiba saja lahar api tercipta kemudian menyebar cepat ke segala arah.
Dalam belasan detik saja, lahar api tersebut berhasil mencapai ratusan meter dan melahap semua yang di lewatinya. Hawa panas yang keluar dari lahar api itu perlahan membuat ruang mengalami penyimpangan, seperti keretakan kecil yang melebar seiring berjalannya waktu.
Di sisi lain, Li Hao yang melihat dampak dari serangan Xiao Hong dibuat terkejut bukan main. Dirinya sampai lupa bernafas dan wajahnya juga dipenuhi dengan bulir-bulir keringat dingin.
"Gila..."
Li Hao hanya bisa bergumam demikian ketika melihat pemandangan mengerikan yang ada di depannya, ia kemudian menyadari kalau lahar api itu semakin menyebar dan langsung bertanya kepada naga kecil di sebelahnya tentang bagaimana cara menghentikannya.
"Kita hanya perlu menunggu sampai Qi yang ada di pusat lahar itu habis, ayah. Mungkin sekitar lima menit lagi..." Xiao Hong segera menjawab.
"Apakah kau sudah mengurangi dampaknya sesuai dengan yang kukatakan?"
"Ya, ayah. Aku sudah meminimalisirnya sebisa mungkin."
"Bagus...." Li Hao tersenyum tipis, "Kalau begitu, ayo pergi dari sini."
"Eh, meninggalkannya begitu saja?"
"Baik, ayah." Xiao Hong tidak memikirkan lebih jauh, lalu terbang mendekati ayahnya dan mendarat di pundaknya.
***
Di Gua Dunia Lain.
"Sudah 15 hari semenjak pasukan khusus masuk ke dalam Pocket Realm itu, namun mereka belum kembali dari sana. Apa mereka semua mati?" ekspresi Tetua Dui saat ini tampak tidak sedap dipandang.
Tetua Jin dan Tetua Long juga memiliki pemikiran yang sama, padahal pasukan khusus yang berisi lima orang itu merupakan kultivator Nascent Soul di atas bintang 10 dan satu di antaranya merupakan seorang Immortal bintang 1.
"Yah, sebenarnya cukup aneh tetapi itu bukan hal yang tidak wajar mengingat Pocket Realm ini sangatlah luas..." Tetua Sima membalas dengan tenang.
"Tsk! Kalau saja aku diizinkan masuk, aku pasti bisa menemukan bocah itu dalam waktu singkat." gerutu Tetua Dui tanpa mengubah ekspresinya.
"Berhenti bersikap seperti itu, pak Tua. Perintah Patriark adalah suatu kemutlakkan." Tetua Long berkata dengan suara sinis, "Lagipula, kita di sini bukan cuma diam saja... Kita ditugaskan untuk menghalangi siapa saja yang hendak menolong bocah itu."
__ADS_1
"Haaa... Brengsek ini, semakin lama semakin tidak sopan saja." Tetua Dui menatap Tetua Long dengan tatapan Niat Membunuh, dan begitu juga sebaliknya.
Mereka berdua selalu bertikai selama 15 hari ini, dan lagi-lagi harus Tetua Sima yang menjadi penengah di antara keduanya.
"Kau memang benar, Tetua Dui. Namun, kekuatan tempur di sini akan berkurang drastis jika salah satu dari kita masuk." ucap Tetua Sima, lalu menatap Tetua Long, "Dan kau, Tetua Long. Jangan selalu menanggapi ocehan Tetua Dui, jika kalian selalu bertengkar dan hal ini sampai terdengar ke telinga Patriark maka kita bertiga akan dihukum."
"Kita bertiga harus tetap waspada, ada banyak pihak yang ingin menolong bocah itu dari masalah ini. Apalagi orang tua dari Daratan Kuno itu juga tertarik dengannya, kalau dia sampai mau menolongnya maka situasinya akan jadi serius."
"Sudahlah, makin membosankan saja." Tetua Dui berkata dengan nada yang cukup tinggi, lalu beranjak pergi dari sana.
"Mau ke mana?" Tetua Sima segera bertanya.
"Cari udara segar, seharian di Gua ini membuat hidungku mampet!" Tetua Dui membalas dan kemudian menghilang dari pandangan kedua Tetua lainnya.
Di luar Gua Dunia Lain, Tetua Dui terus menggerutu sebelum ekspresinya berubah menjadi serius ketika mendapati seorang pemuda bermata merah sedang tersenyum ke arahnya di bawah pohon besar.
"Aku tidak merasakan kehadirannya sama sekali..." Tetua Dui berkata dalam hati, lalu bertanya, "Siapa kau?"
"Maafkan aku jika mengejutkanmu, Tuan Dao." pemuda itu menangkupkan tangannya, "Perkenalkan, namaku adalah Jung Shades. Aku seorang kultivator pengembara, dan akhir-akhir ini aku mendengar kabar bahwa anak bernama Li Hao telah melarikan diri ke Pocket Realm yang ada di Gua Dunia Lain..."
"Jung Shades? Sepertinya aku pernah mendengarnya di suatu tempat..." Tetua Dui berkata dalam hati, lalu bertanya sembari mengingat di mana ia pernah mendengar nama tersebut, "Lalu? Apa yang ingin kau lakukan?"
"Apa kalian berniat membunuhnya? Aku dengar sih tidak, tapi aku ingin memastikannya..."
"Huh...?" Tetua Dui mengerutkan alis, "Untuk apa kau tau? Itu tidak ada hubungannya denganmu!"
"Ups, kenapa kau marah?" Jung Shades mengangkat kedua tangannya.
"Pergi dari sini sebelum kau membuatku muak..."
"Kekeke... Baiklah, aku paham." Jung Shades berbalik, kemudian melambaikan tangannya tanpa menoleh ke belakang, "Sampai jumpa, tolong lupakan ini dan semoga misimu berhasil diselesaikan."
Setelah keberadaan Jung Shades menghilang dari pandangan Tetua Dui, ekspresinya tiba-tiba saja berubah menjadi kebingungan.
"Eh? Apa aku baru berbicara dengan seseorang?"
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.