
Setelah mendengarkan cerita Li Hao, Yang Pun tidak mengatakan apapun selama beberapa menit.
"Kalau begitu, apa tujuanmu memberitahukan hal ini padaku? Bukankah lebih baik jika memberitahu pada semuanya mumpung kebanyakan Immortal masih belum kembali?" Yang Pun belum menemukan jawaban atas kejanggalan ini, menurutnya aneh jika Li Hao hanya memberitahukan informasi seperti ini pada dirinya seorang.
"Saya ingin anda membawa masalah ini ke permukaan dalam waktu satu tahun lagi..." ekspresi Li Hao berubah menjadi serius, "Sekte Lotus Hitam pasti akan mengincar nyawa saya jika saya memberitahukan kebenarannya. Meskipun saya bisa mendapatkan perlindungan dari banyak pihak, namun tujuan saya untuk mengembara dunia akan terhambat sampai waktu yang tidak bisa ditentukan."
"Aku bisa saja memperlihatkan bukti dari kertas ini ke permukaan tanpa melibatkan namamu, apa kau tidak mau?" Yang Pun sedikit memiringkan kepalanya.
"Yang namanya bukti wajib memiliki asal-usul jelas, mereka pasti akan memeriksa keaslian dari kertas itu dan cepat atau lambat saya dilibatkan dalam masalah ini." Li Hao segera membalas, "Selain itu, anda juga masih meragukan keasliannya, bukan? Jadi, gunakan waktu satu tahun itu untuk mengumpulkan bukti sebanyak mungkin atau bahkan bukti mutlaknya."
"Kenapa satu tahun?" Yang Pun kembali bertanya.
"Kenapa...? Tentu saja karena pada saat itu, aku setidaknya bisa melarikan diri dari seorang Immortal." ucap Li Hao, nadanya terdengar yakin.
Menurut kalkulasinya setelah tinggal di dunia ini selama empat bulanan, perkembangannya sudah dikategorikan 'tidak masuk akal'. Dan dalam waktu satu tahun, ia jelas akan mencapai ranah Golden Core atau mungkin bisa saja menyentuh ranah Nascent Soul.
Yang Pun sedikit melebarkan matanya sebelum tertawa kecil, "Menarik, aku sungguh menyukai kepercayaan dirimu. Meskipun itu pemikiran naif, tapi tidak masalah."
"Kalau begitu, terima kasih atas pengertianmu, senior." Li Hao menangkup tangannya.
Yang Pun mengangguk kecil, lalu menanyakan hal lainnya yang masih berkaitan dengan insiden tadi siang.
Setelah menanyakan beberapa hal dan dijawab dengan baik oleh Li Hao, Yang Pun merasa puas.
"Kalau begitu pertanyaan terakhir, bagaimana jika kau diincar oleh sekte Lotus Hitam sebelum satu tahun dari sekarang?" Yang Pun bertanya, "Mengingat kau meloloskan satu orang, dan kau juga menjadi pahlawan yang berhasil mengulur waktu. Bukan hal yang mustahil jika mereka menyadari kalau kau adalah anak yang berada di hutan itu."
"Ya, itu bukan hal yang mustahil. Namun, mereka akan butuh waktu lama untuk menyadarinya. Selain itu, mereka tidak akan langsung mengirim seorang Immortal untuk menangkap atau bahkan membunuh saya." Li Hao menjawab dengan tenang.
Karena kemungkinan besar sekte Lotus Hitam akan mengirim sejumlah Golden Core atau mungkun Nascent Soul untuk mengincar nyawanya.
"Baiklah, aku mengerti." Yang Pun mengangguk kecil, meskipun masih ada beberapa pertanyaan di benaknya namun untuk sekarang ia akan menahannya karena masih ada hal yang harus dilakukan setelah ini, "Mau bagaimanapun, tetap lah berhati-hati. Aku tau kalau kau kuat di antara anak sepantaranmu, tapi jangan pernah merasa kalau kau di atas langit."
"Saya akan mengingatnya, Tuan." Li Hao menangkupkan tangannya.
"Baiklah, kita sudahi sampai sini."
__ADS_1
Setelah berkata demikian, Yang Pun membatalkan semua penghalang miliknya.
"Omong-omong, tolong katakan pada Zhang Hai kalau dia kalah dalam taruhan." pinta Li Hao sembari melirik pemuda yang masih tertidur nyenyak di kasur.
"Taruhan...?"
Li Hao memberitahu secara singkat taruhan kecil di antara mereka, dan Yang Pun hanya mengangguk sebagai tanggapan mengerti.
"Kalau begitu, saya pamit dulu, Tuan." Li Hao untuk kesekian kalinya menangkup tangannya pada pria paruh baya di depannya, kemudian beranjak pergi dari sana.
***
Li Hao merasa lega karena rencananya berjalan dengan baik, ia menghembuskan nafasnya melalui mulut sembari menatap sinar bulan yang menerangi gelapnya malam.
"Jadi aku mempunyai waktu tenang selama kurang dari setahun, ya?" Li Hao berkata dalam hati, "Sepertinya aku tidak bisa mampir ke sekte Tiang Naga Iblis sampai semuanya benar-benar berakhir, kuharap dia tidak marah karena aku terlalu lama."
Li Hao diam-diam tersenyum tipis ketika membayangkan wajah Diao Chan, entah kenapa dia merindukan ocehan dari perempuan cantik itu.
"Omong-omong, aku harus segera pergi dari kota ini. Sekte Lotus Hitam mungkin akan dapat mengetahui identitasku lebih cepat jika menetap di sini terlalu lama..."
***
Tanpa banyak berpikir, Yang Pun langsung menyebarkan Kesadaran Spiritualnya dan menemukan jejak pertarungan.
"Ketemu..."
Setelah mencari selama beberapa waktu, Yang Pun menemukan beberapa orang sedang berkumpul di satu tempat dan mengelilingi dua mayat.
"Mereka..." Yang Pun bergumam, lalu tatapannya fokus pada seorang pria paruh baya yang dipenuhi dengan luka sayatan, "Ciri-cirinya persis seperti yang anak muda itu katakan, namun dia kelihatan lemah dan juga penuh ketakutan."
Setelah mengetahui setiap basis kultivasi milik mereka, Yang Pun langsung terbang turun dan secara diam-diam berdiri di salah satu ranting pohon yang tebal.
"Aku sudah dimarahi tapi rencananya malah gagal, memang brengsek." ucap pria paruh baya yang dipenuhi luka dengan nada kesal, dia hanya mempunyai satu lengan saja karena satunya lagi telah diputuskan oleh Li Hao.
"Tutup mulutmu, kita tidak akan kemari kalau kau tidak kalah dari bocah Qi Refinement itu." Nascent Soul yang berada di paling belakang berkata dengan suara dingin.
__ADS_1
Pria paruh baya itu hanya membalas dengan berdecak kesal, tampaknya dia tidak terlalu takut dengan Nascent Soul yang bersamanya.
"Omong-omong, apa kau melihat seekor serigala sebelumnya?" Golden Core yang lain bertanya.
"Hm, kalau tidak salah aku memang melihatnya. Ada apa?"
"Aku menemukan jejak bulu serigala yang mengarah ke timur, dan itu adalah arah menuju kota Luoyang. Apakah bocah itu mengetahui rencananya?"
"Itu tidak mungkin, aku sudah memastikan dua mayat ini tak bernyawa."
"Yah, sepertinya kita perlu penyelidikan lebih jauh." ucap Golden Core tersebut, "Lebih baik kita bakar dua mayat itu dan mencari serigala yang kau lihat sebelumnya."
"Huh...? Untuk apa?" pria paruh baya yang dipenuhi luka sedikit mengerutkan alisnya.
"Kita bisa membaca ingatannya karena ada kemungkinan dia berhubungan dengan bocah itu."
"Apa itu mungkin?"
"Tidak usah banyak bertanya, aku salah satu penyelidik terbaik di sekte Lotus Hitam. Setiap kemungkinan adalah petunjuk emas dalam sebuah kasus."
Ketika mereka saling menganggukkan kepala, Yang Pun yang mendengarnya dalam diam sudah cukup yakin dengan keaslian dari lembaran kertas itu.
"Baiklah... Sekarang, yang mana yang harus kubiarkan hidup?"
Setelah berpikir sejenak, Yang Pun memutuskan untuk memilihnya nanti. Ia melompat turun dari atas ranting pohon sembari mengeluarkan aura Immortalnya.
Ketika itu terjadi, ketiga orang yang hendak membakar mayat di tanah langsung terjatuh karena tidak kuat menerima tekanan aura tersebut.
"Pecundang seperti kalian sepertinya membicarakan sesuatu yang menarik." Yang Pun berjalan santai mendekati ketiganya, "Seharusnya kalian bisa memberitahukannya secara detail, bukan?"
Yang Pun mengakhiri perkataannya sembari mengeluarkan Niat Membunuh yang kental sehingga membuat ketiga orang itu menggila, "Hm, kurasa kau paling pengecut di antara mereka." Yang Pun menarik rambut pria paruh baya yang dipenuhi dengan bekas luka, "Aku akan membiarkanmu hidup lebih lama jika memberitahuku semuanya."
"Jangan bodoh! Bunuh dirimu sendiri!" Nascent Soul yang tidak jauh dari sana berseru demikian, dan di detik selanjutnya tengah dahinya mengalami kebolongan kecil dan terbunuh seketika.
"Wah, dasar pengikut Lotus Hitam, brengsek." Yang Pun tertawa kecil melihat otak Nascent Soul itu meleleh sesaat setelah menerima kematian, "Sepertinya aku tidak bisa langsung membunuh kalian."
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT