Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Tugas Pengawalan


__ADS_3

Setelah menunggu selama beberapa saat, Li Hao akhirnya mendapatkan jawaban dari para orang tua itu. Mereka setuju untuk menjadikannya sebagai pengawal mereka, dan mulai melakukan negoisasi harga dengannya.


Selama kurang lebih sepuluh menit mereka bernegosiasi, akhirnya mereka sampai ke titik akhirnya. Para orang tua itu sepakat memberikan Li Hao 200 koin emas dengan uang muka 50 koin emas, itu termasuk harga yang kecil mengingat harga normalnya untuk kultivator Golden Core adalah 600 koin emas.


Meskipun begitu, Li Hao tidak mengeluh sama sekali karena ia hanya membutuhkan uang yang cukup untuk membeli informasi sampai beberapa minggu ke depan.


Setelah negoisasi harga selesai, mereka mulai bersiap untuk keluar dari kota Tianjin. Tujuan mereka adalah kota Luzin, sebuah kota yang menjadi tempat tinggal dua klan besar dalam bidang perdagangan. Untuk menuju kota Luzin, mereka memerlukan tiga hari perjalanan untuk bisa sampai ke sana.


Selama di perjalanan, Li Hao tidak banyak mengobrol dengan orang lain. Dirinya lebih fokus pada item kunci dungeon level menengah yang ada di inventorynya.


Kunci Dungeon level normal adalah sebuah item yang akan membawa penggunanya ke Pocket Realm. Setiap kunci memiliki levelnya tersendiri seperti mudah, normal, sulit dan mimpi buruk. Semakin tinggi kesulitannya, maka Pocket Realm yang harus diselesaikan semakin sulit dan juga memakan waktu yang lama.


"Tidak ada penjelasan lebih detail mengenai Pocket Realm, tapi kemungkinan aku harus mengalahkan sekelompok monster dan bosnya seperti yang ada di game-game MMORPG" Li Hao berkata dalam hati, lalu mulai bersemangat, "Kalau memang benar begitu, bukankah aku bisa leveling dengan mudah? Haruskah aku menggunakannya setelah menyelesaikan pengawalan ini?"


Li Hao memikirkan itu dengan serius sampai tidak sadar kalau salah satu orang tua yang memiliki tubuh kurus memanggilnya dari atas kereta kuda.


"Oi, kau dipanggil." seorang pemuda dari biro menyentuh pundak Li Hao dan membuatnya tersentak.


Li Hao langsung menoleh ke arah orang tua yang memanggilnya, lalu bertanya, "Ada apa?"


"Kau adalah seorang pengembara tanpa naungan manapun, bukan?"


"Ya, itu benar."


"Sudah berapa lama kau mengembara?"


"Hm, saya hampir enam tahun mengembara."


Li Hao sengaja berbohong karena akan aneh jika mengatakan kalau dirinya baru mengembara selama kurang dari dua tahun.


"Itu waktu yang lama, bagaimana kalau kau menjadi bawahanku? Aku akan memberikan bayaran yang memuaskan untukmu..."


"Saya sudah sering direkrut oleh cukup banyak pihak, namun sayangnya saya tidak tertarik dengan itu."

__ADS_1


"Jadi kau tidak mau? Sayang sekali..."


"Memangnya kenapa anda ingin merekrut saya?"


"Aku hanya iseng saja, tidak ada alasan lain."


"Ah, begitu..." Li Hao mengangguk beberapa kali dan tidak menanggapi lebih jauh, ia kemudian menikmati pemandangan padang rumput tanpa ujung dengan tenang.


Lebih dari setengah hari mereka melakukan perjalanan di jalur yang dibuat khusus untuk pedagang. Sekarang, waktu sudah malam dan mereka harus melewati sebuah hutan yang cukup luas. Karena hal itu cukup beresiko, jadi orang-orang dari biro memutuskan untuk menghentikan perjalanan dan beristirahat sampai pagi.


Tentu saja para orang tua itu tidak mengeluh sama sekali karena mereka sangat mengerti dengan resikonya.


Setelah menyiapkan tempat untuk beristirahat, para pengawal termasuk Li Hao mulai berdiskusi mengenai pembagian shift. Dalam sepuluh menit, mereka sudah menyelesaikan diskusi tersebut dan tiga orang yang masuk ke dalam shift dua langsung beristirahat di sekitar api unggun karena mereka hanya memiliki waktu lima saja untuk tidur.


Li Hao sendiri langsung melompat ke pohon terdekat dan mengawasi sekitarnya dari sana, sementara dua orang sisanya berjaga di sekitar tempat istirahat dengan kewaspadaan yang tinggi.


"Orang-orang dari biro itu ternyata cukup profesional, ya?" Li Hao bergumam, lalu mengeluarkan sebuah kunci dari inventorynya, "Jadi ini kunci dungeon...?"


Li Hao sejenak memandanginya, lalu mengalihkan pandangannya ke perkemahan, "Hm, aku penasaran, apakah mereka bisa melihat kunci ini?" Li Hao bertanya dalam hati, "Kalau bisa, apa mereka mampu menggunakannya? Dan kalau tidak bisa, apa hanya aku saja yang bisa menggunakannya?"


"Hoammm..." Li Hao menguap, matanya mulai lelah karena tidak ada aktivitas yang dilakukannya, "Kuharap ada bandit-bandit lemah yang datang."


Baru saja Li Hao berkata demikian, layar system muncul di hadapannya dan membuatnya terbatuk pelan.


[Ding! Kalahkan kelompok yang ingin membunuh dan merampok!]


[Hadiah: Naik 10 Level.]


[Hukuman Gagal: Turun 10 Level.]


Li Hao segera mengeluarkan pedang Angin setelah membaca misi tersebut, lalu berdiri dan memandangi sekitarnya dengan tenang.


Srrrk!

__ADS_1


Gemersik yang dihasilkan dari suara daun terdengar dan membuat perhatian Li Hao tertuju ke sana.


Swooosh!


Tanpa berpikir lebih jauh, Li Hao langsung melesat ke sana dan mengejutkan dua pengawal yang berjaga di sekitar sana.


Slasssh!


Li Hao segera mengayunkan pedangnya secara horizontal dan menebas ratusan tanaman liar yang ada di sana, alisnya mulai mengerut ketika tidak menemukan satupun makhluk hidup namun ia sempat merasakan sejumlah kehadiran sebelum dirinya melakukan tebasan.


"Pengawal Shin! Apa ada sesuatu yang terjadi?" salah satu pengawal mendatangi Li Hao, raut wajahnya tampak khawatir.


"Ya, aku tidak sengaja mendengar suara di sekitar sini, namun aku tidak menemukan apa-apa setelah memeriksanya." Li Hao menjawab dengan tenang.


"Begitukah...? Apa mungkin itu binatang liar?"


Li Hao tidak langsung menjawab melainkan memikirkannya sejenak, ia kemudian mengangguk kecil dan berkata, "Mungkin saja, kita harus lebih waspada..."


"Aku mengerti."


Li Hao kemudian berpisah dengan pengawal tersebut untuk memeriksa area sekitar sampai berjarak satu kilometer, pemeriksaan berlangsung dengan cepat dan ia sama sekali tidak menemukan tanda-tanda keberadaan manusia.


"Aneh... Kenapa tidak ada kelompok yang dimaksud oleh system? Tidak mungkin ada kesalahan, apakah penyerangannya bukan terjadi sekarang tetapi nanti?" Li Hao memegang dagunya dan berpikir keras, "Yah, bisa saja misinya seperti waktu aku diminta mempertahankan desa dari serangan bandit. Tapi masih tetap janggal karena pada waktu itu, ada waktu sebelum misi dimulai..."


Li Hao memikirkan kejanggalan tersebut selama sepuluh menit lamanya sebelum akhirnya ia memutuskan untuk menyingkirkan pikiran itu sementara waktu.


Li Hao kemudian kembali ke tempatnya berjaga, lalu meningkatkan kewaspadaannya.


Sampai waktu shift miliknya habis, Li Hao tidak mendengar ataupun merasakan hawa kehadiran orang lain selain dari kelompoknya. Pergantian berjaga dimulai dan ia memilih untuk menghabiskan malamnya di atas pohon karena menurutnya tempat ini jauh lebih aman daripada di tengah-tengah perkemahan.


Waktu berlalu, pagi akhirnya tiba dan mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju kota Luzin. Li Hao tidak membicarakan masalah tadi malam, begitupula dengan pengawal yang ikut berjaga dengannya.


Selama di hutan, tidak ada masalah yang serius. Mereka hanya beberapa kali dihalangi oleh sekelompok bintang buas, namun Li Hao dapat menangani mereka dengan mudah.

__ADS_1


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2