Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Kota Tianjin III


__ADS_3

Setelah menikmati hidangan makanan dan membayarnya, Li Hao segera pergi ke kamarnya dan berbaring di kasur yang empuk.


Li Hao menatap langit-langit kamar selama beberapa saat sebelum mengeluarkan telur merah dari inventorynya.


"Baru saja aku datang ke kota ini, tapi sudah diberikan masalah saja." Li Hao berkata seolah ingin curhat pada telur merah di tangannya, sementara telur itu hanya bergetar kecil dalam menanggapinya, "Yah, itu memang menyebalkan tapi kupikir tidak perlu memikirkan lebih jauh. Omong-omong, apa kau lapar?


Telur merah itu kembali bergetar, namun getarannya lebih keras dari sebelumnya. Li Hao yang merasakan itu hanya tersenyum tipis, lalu bangun dan melakukan posisi bersila.


Setelah itu, Li Hao mulai mengalirkan Qi-nya ke telur di tangannya dan telur itu dengan sangat cepat menyerapnya. Dalam waktu kurang dari sejam, sebagian besar Qi-nya telah berhasil diserap oleh telur merah itu.


Ketika Li Hao ingin memasukkan kembali telur itu ke dalam inventory, retakan kecil terjadi di telur merah tersebut dan pada saat yang bersamaan muncul layar system di depannya.


[Ding! Telur binatang Legenda hampir menetas! Karena potensi yang begitu luar biasa, kemampuan 'Absorbing Aura' bisa digunakan sekarang juga!]


Li Hao cukup terkejut melihat layar pemberitahuan tersebut, tidak ada penjelasan lebih detail mengenai kemampuan itu tetapi dari namanya ia bisa menebaknya secara kasar.


"Hm, hampir menetas, ya?" Li Hao bergumam dengan raut wajah yang terlihat cukup kecewa, "Sepertinya kau membutuhkan asupan Qi lebih banyak lagi sampai benar-benar bisa menetas, tapi kurasa untuk melakukan itu tidaklah mudah."


Meskipun cukup kecewa karena tidak menetas sekarang, Li Hao tetap tersenyum karena setidaknya ia tau kalau telur itu sudah mau menetas.


***


Saat pagi tiba, Li Hao segera keluar dari penginapan untuk mencari sarapan. Ia tidak membeli makanan di penginapan karena tempat itu menjual makanan dengan harga yang jauh lebih mahal daripada pasarannya.


"Hoaaam... Padahal aku tidur di kasur yang empuk, tapi kenapa badanku pegal-pegal?" Li Hao bertanya-tanya sambil meregangkan tubuhnya, "Omong-omong, aku makan apa ya hari ini?"


Ketika Li Hao sedang memikirkan itu, ia tak sengaja mencium aroma enak dari salah satu kedai di pinggir jalan. Kedai tersebut menjual berbagai macam makanan, namun menu utana mereka adalah sate sapi bumbu pedas.


"Ho... Sepertinya itu enak." Li Hao tersenyum, lalu memasuki kedai tersebut, "Kupikir ramai, ternyata sepi."


Li Hao tidak menemukan banyak pelanggan di dalam kedai, ia kemudian duduk di salah meja kosong dan tidak lama setelah itu seorang pria gemuk dengan tinggi yang melebihi dua meter datang menghampirinya.

__ADS_1


"Kau ingin makan apa?"


"Siapkan saja satu menu utama di kedai ini, jangan lupa dengan minumannya."


Pria berbadan gemuk itu berbalik tanpa menanggapi Li Hao, dia masuk ke dalam sebuah ruangan dan langsung menutup pintunya.


"Sepertinya ada yang aneh..." Li Hao bergumam sambil memperhatikan suasana kedai yang tidak terlalu ramai, "Kenapa orang-orang di sini tidak ada yang mengobrol satu sama lain? Selain itu, tidak ada satupun makanan di atas meja mereka."


Li Hao sejenak memikirkan itu sebelum menggelengkan kepalanya pelan, ia lebih memilih untuk tidak mempedulikannya dan memikirkan barang apa saja yang harus dibelinya hari ini.


Kurang dari dua puluh menit setelah Li Hao menunggu pesanannya, akhirnya pria gendut sebelumnya keluar dari ruangan dan membawa sebuah nampan yang cukup besar.


Dari atas nampan tersebut, Li Hao bisa mencium aroma makanan yang enak.


"Ini pesananmu." ucap pria gendut itu sambil meletakkan nampan di atas meja Li Hao.


Li Hao hanya mengangguk kecil untuk menanggapinya, lalu langsung menyantap makanan yang di atas nampan tersebut sampai habis. Setelah itu, ia bangkit berdiri setelah menyelesaikan sarapannya dan pergi ke kasir untuk membayar makanannya.


"Seratus koin emas."


Pada saat pria gendut itu menjawab demikian, Li Hao langsung terbatuk pelan karena terkejut dengan harganya.


"Dasar gila, mana ada makanan semahal itu!" Li Hao tidak bisa menahan diri untuk tidak mengumpat.


"Kalau kau tidak mau membayar, kau harus menerima akibatnya."


Sesaat setelah pria gendut itu berkata demikian, semua orang yang ada di kedai langsung berdiri sembari mengeluarkan senjata tajam dan menatap Li Hao dengan tatapan Niat Membunuh.


"Apakah ini semacam perampokan tapi berkedok menjual makanan? Memangnya kalian semua tidak takut dengan peraturan kota ini?" Li Hao menyipitkan matanya, tidak ada sedikitpun raut wajah takut yang diperlihatkannya.


"Tidak ada peraturan yang melarang pedagang menjual dagangannya dengan harga tinggi, itu artinya kedai kami sama sekali tidak melanggar peraturan apapun." pria gendut itu menjawab, lalu sebilah golok dia keluarkan dari bawah meja kasir, "Dan ada peraturan, dimana seorang pedagang boleh melakukan tindakan bela diri kepada orang yang memberikan kerugian dalam bentuk apapun ke pedagang."

__ADS_1


Li Hao tidak mengetahui peraturan tersebut sebab peraturan yang ada di papan pengumuman setelah ia memasuki kota ini hanyalah peraturan umum yang harus dipatuhi oleh pengunjung sementara.


"Jadi ini pemerasan dengan memanfaatkan hukum, ya?" ucap Li Hao sebelum menghela nafas panjang, "Berikan aku harga normal dari makanan yang kupesan atau tidak ada bayaran sama sekali untuk kalian."


"Untuk bocah yang bukan seorang kultivator, kau sungguh arogan. Sudah cepat bayar saja daripada kau harus kehilangan nyawa!" salah satu pria berwajah garang melotot saat berkata demikian.


"Kehilangan nyawa...? Lucu sekali." Li Hao tersenyum tipis sebelum aura Golden Core bintang delapan merembes keluar dari tubuhnya.


Semua orang yang menodongkan senjata pada Li Hao langsung membeku dengan wajah pucat pasi, tubuh mereka bergetar karena ketakutan dan tak menyangka kalau pemuda di depan mereka adalah seorang kultivator di ranah Golden Core.


Perlu diketahui, hampir semua kultivator mampu membaca basis kultivasi orang lain yang berada di bawah atau di atas mereka hingga delapan bintang. Dengan kata lain, basis kultivasi Li Hao saat ini hanya dapat dibaca oleh kultivator di ranah Golden Core bintang satu.


Namun, seorang kultivator juga dapat membaca basis kultivasi orang lain yang berada jauh di atasnya melalui aura. Tetapi, kemampuan semacam ini hanya dimiliki oleh orang-orang berpengalaman saja, dan jumlah mereka tidak terlalu banyak.


"Sayang sekali karena kita berada di kota yang dimana seseorang sepertiku tidak boleh membunuh penduduk kota, tapi meskipun tidak bisa membunuh kalian, aku bisa membuat kalian semua cacat agar bisa menjadikan kejadian ini sebagai sebuah pelajaran yang berharga." Li Hao tersenyum seram, lalu mengalihkan pandangannya pada pria gendut yang tampaknya adalah pemilik toko, "Jangan salahkan aku, kau yang memilih jalan ini jadi kau juga harus menanggung resikonya."


"T-tidak... Jangan lakukan!" pria gendut itu mencoba untuk bergerak, namun ketakutannya lebih besar daripada itu.


[Ding! Sembuhkan anak pemilik toko dari kutukan hitam.]


[Hadiah: Kunci Dungeon level Normal.]


[Hukuman Gagal: Turun 10 Level.]


Li Hao yang tadinya ingin memberikan sedikit pelajaran pada pria gendut itu langsung berhenti dan terdiam selama beberapa saat.


"Huh...?" Li Hao sedikit mengerutkan alisnya, lalu menatap pria gendut di depannya, "Apa kau memiliki anak?"


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2