Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Hutan Tanpa Ujung III


__ADS_3

Sudah lima bulan Li Hao tinggal di Hutan Tanpa Ujung, levelnya sekarang sudah meningkat banyak setelah menghabisi banyak binatang buas tanpa beristirahat seharipun.


Saat ini, Li Hao sedang duduk di puncak gunung batu sembari memandangi langit senja serta menikmati udara sejuk. Hampir seluruh badannya kini dipenuhi oleh darah yang sudah kering karena beberapa saat lalu dirinya berhasil membunuh seekor Elang Angin di ranah Golden Core bintang 12.


"Hm, apa yang harus kulakukan pada anak-anaknya, ya?" Li Hao bergumam, lalu menoleh ke belakang dan menemukan seekor Elang Angin raksasa yang sudah tak bernyawa, tidak jauh dari sana ada tiga bayi elang yang seukuran telapak tangan orang dewasa, "Aku tidak tega membunuh mereka, tapi aku juga tidak bisa mengurus mereka."


Li Hao sejenak terdiam sebelum kembali menatap ke depan, untuk masalah itu akan dirinya pikirkan nanti. Sekarang, ia ingin memeriksa layar statusnya terlebih dahulu.


[ Nama: Li Hao


Umur: 19 Tahun


Level: 171


Basis Kultivasi: Qi Refinement bintang 15


Statistik


Strength: 235 Vitality: 210


Agility: 221 Qi: 260


SP: 20 ]


"Cuma naik satu level, ya?" Li Hao bergumam, raut wajahnya terlihat sedikit kecewa, "Aku sudah meningkatkan Qi-ku sampai 260 poin, namun aku baru mencapai ranah Qi Refinement bintang 15. Kalau perkembanganku tetap begini, apa bisa aku mencapai ranah Golden Core bintang 8?"


Tujuan Li Hao adalah mencapai setengah jalan menuju ranah Nascent Soul dalam setahun, dengan begitu kemungkinannya bertahan hidup bisa lebih tinggi.


"Yah, semoga saja bisa. Toh, masih ada enam bulan lagi sebelum aku keluar dari sini..." Li Hao bangkit berdiri, lalu membalikkan badannya dan menatap ketiga anak elang yang terlihat ketakutan, "Haaa... Mau tak mau aku harus merawat mereka."


Usai berkata demikian, Li Hao mendekati tiga anak elang itu. Ia langsung mengangkat ketiganya menggunakan dua tangan, lalu berkata, "Mulai hari ini, aku akan merawat kalian. Anggap saja ini sebagai bentuk tanggung jawab karena telah membunuh induk kalian..."


Ketiga anak elang hanya bisa menggigil ketakutan, sementara Li Hao langsung turun dari gunung batu tersebut dan pergi ke danau tempat dirinya biasa membersihkan diri.

__ADS_1


***


Setelah membersihkan dirinya dan mengganti pakaian dengan yang baru, Li Hao segera pergi ke Gua yang telah menjadi tempat tinggalnya selama beberapa minggu terakhir.


Sesampainya di sana, Li Hao meletakkan tiga ekor anak elang di atas batu yang cukup besar. Dia kemudian membuat api unggun menggunakan elemen api miliknya, lalu mengambil sejumlah daging tusuk dari inventory.


Ketika daging tusuk tersebut matang dan mulai mengeluarkan bau yang enak, ketiga anak elang yang sedari tadi diam langsung mengeluarkan suara berdecit keras.


Li Hao tidak terkejut sama sekali dengan itu, ia mengambil satu daging tusuk yang sudah matang lalu memberikannya pada tiga anak elang tersebut.


Mereka sangat bersemangat ketika memakannya, dan Li Hao hanya tersenyum tipis lalu kembali mengambil tusukan daging lainnya.


Pada saat Li Hao sedang asik melahap daging tusuk di tangannya, tiba-tiba perasaan merinding muncul dan tidak lama setelah itu suara langkah kaki terdengar dari mulut Gua.


"Apa-apaan..." Li Hao menahan nafas sembari melebarkan matanya dengan sempurna ketika melihat seorang pria tua berusia sekitar 40-an.


Dia memiliki tubuh kurus dengan tinggi yang kurang dari dua meter, namun terdapat banyak jenis bekas luka di sekujur tubuhnya.


Li Hao sendiri bisa langsung mengetahui kalau pria tua itu adalah orang yang sangat berbahaya, setidaknya dia berada di ranah Nascent Soul atau bahkan Immortal.


"S-siapa kau...?" Li Hao berdiri dan bertanya dengan hati-hati, banyak kemungkinan yang saat ini dipikirkan olehnya.


"Kekeke... Tidak perlu takut begitu, aku bukan orang yang akan menyakitimu." pria tua itu menghentikan langkahnya setelah berjarak kurang dari dua meter, "Perkenalkan, namaku adalah Tian Shi. Aku adalah orang yang diutus oleh Patriark Diang Lu, atau mungkin lebih tepatnya nona Diao Chan."


Mendengar hal itu, barulah Li Hao menghela nafas lega. Namun, ia langsung mengerutkan alisnya karena merasa heran dengan alasan Diao Chan menyuruh seseorang untuk menemuinya.


"Aku diperintahkan untuk mencarimu dan memastikan kondisimu. Nona Diao Chan khawatir karena kau telah masuk ke hutan yang penuh bahaya ini." Tian Shi menjelaskan, "Tapi sepertinya kekhawatiran Nona muda percuma, ya?"


Li Hao terdiam sejenak sebelum menghela nafas panjang melalui mulut, "Ya, katakan padanya kalau aku baik-baik saja. Selain itu, apakah misi anda hanya itu saja?"


"Ya, begitulah..." Tian Shi mengangguk kecil, lalu menatap Li Hao dari bawah sampai atas, "Omong-omong, bagaimana kau bisa sekuat ini dalam kurun waktu enam bulan? Untuk bocah pengembara sepertimu, perkembanganmu sudah sangat di luar nalar meskipun kau adalah seorang jenius sekalipun."


"Setiap orang memiliki rahasianya sendiri, anda tidak keberatan jika aku menolak untuk menjawab, 'kan?" Li Hao langsung membalas, ia masih tetap waspada meski Tian Shi adalah utusan Diao Chan.

__ADS_1


"Ya, tentu aku tidak keberatan." Tian Shi tersenyum tipis, "Tapi kau harus berhati-hati, loh. Kau hanya akan mempunyai dua pilihan jika bakat serta rahasiamu itu diketahui banyak orang..."


"Dua pilihan...?"


"Ya, dua pilihan itu di antara lain, masuk ke dalam sekte besar supaya mendapatkan perlindungan atau menjadi buronan banyak pihak karena mereka akan menganggapmu sebagai suatu ancaman di masa depan." Tian Shi menjawab, lalu berbalik, "Yah itu saja, aku hanya bisa berharap kau beruntung. Sampa jumpa..."


"Tunggu, apa kau akan melaporkan perkembanganku pada Tuan Diang Lu?"


Tian Shi menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke belakang, "Mengapa kau menanyakan sesuatu yang sudah jelas? Selain itu, memiliki Nona muda sebagai temanmu tidak akan menjamin keamananmu dari sekte Tiang Naga Iblis."


"Aku mengerti."


"Kekeke... Berhati-hatilah, bocah."


Setelah berkata demikian, Tian Shi menghilang saat berada tepat di mulut Gua. Sementara Li Hao tidak mengalihkan pandangannya dari sana selama beberapa saat.


"Haaa... Aku memang tidak berharap lebih, tapi perkataannya cukup kejam." Li Hao menghela nafas panjang usai melamun sejenak, "Sekarang, aku juga harus hati-hati terhadap sekte Tiang Naga Iblis termasuk Wei Han dan Diao Chan."


Li Hao kemudian duduk kembali di tempatnya, lalu mengalihkan pandangannya ke anak elang yang berada di atas batu besar. Mereka telah tertidur lelap setelah menghabisi tusukan daging yang ia berikan sebelumnya tanpa terganggu dengan kehadiran Tian Shi.


"Ah, sial... Aku lupa bertanya situasi di luar padanya." Li Hao mengumpat pelan, "Tapi aku bisa asumsikan kalau 'kebenaran itu' masih belum naik ke permukaan."


Li Hao merasa bersyukur karena setidaknya sampai saat ini Tuan Yang Pun masih menjaga janjinya, ia hanya bisa berharap kalau dia tidak melanggar janji itu.


***


Pagi-pagi buta, Li Hao langsung pergi keluar untuk meningkatkan levelnya seperti biasa, ia meninggalkan ketiga anak elang di dalam Gua karena akan merepotkan jika harus membawa mereka ikut dengannya.


Li Hao melompati pepohonan dengan sangat cepat, lalu berhenti ketika menemukan sebuah sungai panjang yang memisahkan hutan. Ia berhenti bukan karena sungai tersebut melainkan karena ada sekelompok binatang spiritual yang berada di tepinya.


"Badak, ya?" Li Hao bergumam, lalu mengeluarkan pedang Iblis Malam, "Kuharap kalian bisa menghiburku!"


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2