
"Perkataanmu bukankah terlalu angkuh?" Li Hao tersenyum tipis melihat lawannya maju seorang diri, "Basis kultivasinya berada di ranah Golden Core bintang 12, aku harus hati-hati..."
Wong Chun tertawa kecil dan menghentikan langkahnya setelah berjarak kurang dari lima meter, "Mereka tidak akan berguna, lagipula aku tidak membutuhkan mereka hanya untuk membunuhmu saja."
"Wah, kepercayaan diri yang bagus." Li Hao mengeluarkan pedang Angin dari inventorynya dan menggunakan dua pedang sekaligus, "Majulah..."
Whoooosh!
Sesaat setelah Li Hao berkata demikian, Wong Chun langsung melesat maju dengan kecepatan tinggi. Keduanya langsung bertukar serangan dengan sangat cepat, dan hal itu menciptakan kerusakan di area sekitar mereka.
Sementara, orang-orang yang mengamati pertarungan itu dari kejauhan hanya bisa membisu sebab merasa takjub. Pada saat yang bersamaan, punggung mereka juga terasa dingin karena kemampuan Li Hao setelah menggunakan dua pedang menjadi lebih intens daripada saat menggunakan satu pedang saja.
Itu artinya, Li Hao masih belum menggunakan seluruh kemampuannya ketika melawan mereka sebelumnya.
Di sisi lain, Wong Chun tidak bisa untuk tidak terkejut melihat kemampuan Li Hao yang tergolong luar biasa. Setiap serangannya memiliki kekuatan serta ketepatan yang nyaris sempurna
"Menurut laporan, dia adalah kultivator pengembara. Tapi, apakah kebenarannya memang begitu?" Wong Chun bertanya-tanya, lalu senyuman di wajahnya semakin melebar, "Yah, aku tidak peduli sih... Toh, pada akhirnya aku yang akan menjadi pemenangnya!"
Whoooosh!
Wong Chun mengalirkan lebih banyak Qi ke dalam pedangnya, lalu mengeksekusi salah satu teknik terbaiknya.
Li Hao sendiri menghadapi Wong Chun dengan kepala dingin, meskipun beberapa kali lawannya mencoba memprovokasinya tetapi dirinya sama sekali tidak terpancing dengan hal itu.
"Meskipun aku sudah meringankan kedua pedangku dengan elemen angin, tapi itu masih belum cukup untuk bisa memberikan luka yang dalam untuknya." Li Hao berkata dalam hati, lalu memanifestasikan Qi yang berada di bilah pedangnya menjadi api, "Kalau begitu, aku perlu membuatnya lengah!"
Wong Chun sedikit terkejut dengan api yang tiba-tiba muncul di kedua pedang Li Hao, ia merapatkan giginya ketika merasakan panas yang hebat setelah pedang mereka saling berbenturan.
"Selain elemen angin, ternyata dia memiliki elemen api, ya?" Wong Chun mengangkat sudut bibir kanannya, "Sepertinya Dao of The Heavens sedang memihak kepadaku..."
Wong Chun menciptakan jarak yang cukup lebar, kemudian mengangkat pedangnya ke atas menggunakan kedua tangannya.
Whoooosh!
__ADS_1
Pusaran air tiba-tiba saja tercipta dan melapisi pedang Wong Chun sampai menjulang tinggi ke langit, kemudian ia mengayunkannya secara vertikal tepat ke tempat lawannya berada.
Li Hao sedikit melebarkan matanya melihat serangan itu datang kepadanya dengan sangat cepat, ia langsung menggunakan Immune Step untuk menghindarinya.
Duaar!
Suara ledakan keras terjadi dan menciptakan gelombang angin yang mampu merobohkan pepohonan.
Setelah ledakannya berlalu, Li Hao sedikit melebarkan matanya melihat daratan yang tidak jauh dari tempatnya berada telah terbelah menjadi dua sejauh ratusan meter, "Itu nyaris sekali, kalau aku tidak menggunakan Immune Step mungkin aku sudah terluka parah."
Teknik Immune Step adalah teknik yang memungkinkan Li Hao bergerak lebih cepat dari kecepatan maksimalnya, teknik ini membutuhkan Qi untuk bisa digunakan dan semakin banyak jumlah Qi yang diberikan maka akan semakin cepat pergerakan penggunanya.
"Hahahaha! Kau bahkan mampu menghindarinya, menyenangkan sekali!"
Tiba-tiba Wong Chun sudah berada di dekat Li Hao dan melancarkan serangan lainnya, dia tampak bersemangat meskipun dihadapkan dengan lawan yang basis kultivasinya lebih rendah darinya.
Li Hao terus menangkis tanpa henti serangan yang dilancarkan oleh Wong Chun, ia saat ini memang terlihat dalam posisi bertahan tetapi bisa dibilang mereka berdua seimbang dalam pertarungan ini.
"Meskipun dia kuat, aku tidak merasa akan kalah darinya." Li Hao berkata dalam hati, "Aku harus mencari celah, tipuan kecil mungkin tidak akan bekerja padanya."
"Kau sungguh lemah, kawan..." ucap Li Hao di sela-sela pertukaran serangan.
"Hahahaha... Lucu sekali, apa kau sekarang berusaha memprovokasiku, huh?" Wong Chun segera membalas sambil tertawa mengejek.
"Yah, itu memang kenyataannya, bukan?" Li Hao mengangkat sudut bibirnya, "Kau saja tidak mampu menghabisiku, bahkan saat ini sedang kesulitan."
"Hmph! Aku tidak tau apa niatmu, tapi provokasimu terlalu rendahan. Kurasa percuma jika harus meladeni orang sepertimu..." Wong Chun mendengus, lalu mempercepat ritme serangannya.
"Benar... Begitulah seorang pecundang harus bereaksi, diam karena tidak mampu membalasnya." Li Hao mengejek, kemudian tertawa kecil.
Urat-urat kecil muncul di kepala Wong Chun setelah mendengar itu, meskipun tau kalau perkataan yang dilontarkan lawannya hanya untuk sekedar memancing emosinya tetapi ia tetap saja merasa marah.
"Dasar bajingan kecil, aku akan membunuhmu!"
__ADS_1
Untuk orang yang kesabarannya setipis tisu, Wong Chun langsung mengamuk dan mengeluarkan Qi dalam jumlah besar.
Li Hao tentu menjadi cukup kesulitan ketika lawannya menyerangnya secara membabi buta, namun ia senang karena tahap awal dari rencananya sudah berhasil dengan sempurna.
Li Hao kemudian menjalankan tahap selanjutnya yaitu dengan memancing Wong Chun ke daratan yang telah terbelah menjadi dua. Di sana, ia akan membuat orang itu masuk ke dalam jurang tersebut lalu menggunakan elemen apinya untuk membakar dia hidup-hidup.
Tentu saja Li Hao harus memancingnya dengan hati-hati supaya tidak menimbulkan kecurigaan, dan pastinya akan memakan waktu yang cukup lama untuk melakukannya.
Li Hao terus memprovokasi Wong Chun tanpa mempedulikan serangan membabi buta yang datang kepadanya, sampai akhirnya mereka berhasil mendekat ke jurang buatan itu.
"Baiklah, aku harus mengeluarkan semuanya agar bisa menyelesaikan tahap akhir dari rencana ini." Li Hao diam-diam mengangkat sudut bibirnya, "Beruntung aku sempat naik dua level selama pengawalan ini."
[Strength +10]
[Strength 285 > 295]
"Keparat... Serangannya tambah kuat, apa dia menyembunyikannya selama ini?" Wong Chun merasa kesal sebab tenaga Li Hao kini lebih unggul daripada dirinya, "Kalau begini terus, aku bisa dalam posisi bertahan!"
Ketika Wong Chun sedang memikirkan cara untuk keluar dari ketidakuntungannya saat ini, ia menyadari kalau mereka sedang bertarung di dekat jurang yang tidak sengaja ia ciptakan dari serangannya beberapa saat lalu.
"Tunggu, apa dia sengaja membawaku kemari?" Wong Chun sedikit mengerutkan alisnya, dan ia cukup yakin ketika Li Hao terus memojokkannya ke pinggir jurang buatan itu, "Sepertinya benar, apa dia mau menjebloskanku ke dalam jurang itu? Tapi, apa yang dia akan lakukan setelahnya?"
Meskipun Li Hao berhasil melakukannya tetapi Wong Chun masih bisa keluar dari sana dengan mudah.
Wong Chun kemudian berusaha pergi menjauh dari jurang buatan itu untuk menghindari rencana lawannya, namun Li Hao selalu menghalanginya sehingga membuatnya terpaksa harus melompati jurang itu karena tidak ada jalan yang lain lagi.
Sementara, Li Hao sudah memperkirakannya dan langsung melompat ke udara kemudian mengeksekusi teknik Putaran Bintang Jatuh.
"Bajingan!" Wong Chun tidak menyangka kalau Li Hao mempunyai teknik semacam itu, tubuhnya langsung dilapisi dengan Qi karena tidak sempat untuk menghindarinya.
Duuuar!
Teknik Li Hao berhasil mengenai Wong Chun dan membuat orang itu masuk ke kedalaman jurang buatan, suara benturan tanah terjadi tidak lama setelahnya dan Li Hao segera bersiap mengeksekusi rencananya.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.