
Li Hao memasuki kamarnya dan ia mengambil sebuah buku yang berisi tentang Elemen, ia kemudian membuka halaman-halaman buku tersebut dengan cepat.
"Benang Elemen..." Li Hao bergumam saat menemukan halaman yang berisi tentang benang elemen, ia duduk di atas kasur dan kemudian membacanya dengan serius.
Selang beberapa waktu, Li Hao menutup buku tersebut sembari menghela nafas panjang, ia menyadari kalau Benang Elemen hanya bisa ditemukan jika menutup mata dan fokus.
"Kenapa Xia Zhan tidak memberitahuku tentang ini? Apa dia lupa, atau sengaja melakukannya?" Li Hao bertanya-tanya dalam hati, namun ia dengan segera menepis semua itu, "Ya, sudahlah... Itu tidak penting. Lebih baik sekarang aku mencari benang elemen."
Li Hao duduk bersila dan kemudian memejamkan matanya.
......................
Dua batang dupa terbakar.
Li Hao secara tiba-tiba membuka matanya saat mendengar suara ketukan pintu, ia baru ingat kalau Xia Zhan sedang menunggu dirinya di luar rumah.
Li Hao buru-buru keluar dari kamarnya dan membuka pintu rumahnya, ia bisa menemukan seorang perempuan berambut putih kini sedang memasang ekspresi wajah kesal dengan kedua tangan yang melipat di depan dada.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Xia Zhan yang berusaha menahan amarahnya.
Li Hao sendiri menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari tersenyum pahit, "Itu... Aku sedang mencari benang elemen yang kau maksud, tapi tak kusangka akan memakan banyak waktu."
Xia Zhan menyipitkan matanya, ia ingin mengumpat tetapi langsung mengurungkan niatnya, "Lalu, bagaimana hasilnya?" tanyanya penasaran.
"Belum..." Li Hao menggeleng pelan saat menjawab itu.
Alis Xia Zhan sedikit mengerut, "Memangnya kau sudah melakukannya berapa lama?"
"Sekitar 30 menit?" Li Hao sedikit ragu dengan jawabannya.
"Aneh... Seharusnya dalam jangka waktu segitu-- seseorang sudah bisa menemukan benang elemennya, tapi kenapa Li Hao tidak? Padahal jika dilihat dari bakatnya, dia tidak terlalu buruk." Xia Zhan merasa ada sesuatu yang janggal, ia kemudian menatap Li Hao dengan teliti lalu bertanya, "Apa ada sesuatu yang sedang kau sembunyikan dariku?"
"Hm?" alis Li Hao sedikit terangkat, ia mengangkat pundaknya sembari menggeleng pelan, "Tidak ada sama sekali."
Xia Zhan menyipitkan mata dan melihat raut wajah Li Hao baik-baik, ia menghela nafas panjang karena tidak menemukan tanda-tanda kalau pemuda itu sedang berbohong.
__ADS_1
"Sepertinya kau sedikit berbeda dengan orang pada umumnya. Ada beberapa kasus kalau seorang kultivator sangat sulit menemukan Benang Elemennya, dan bahkan ada yang menemui kebuntuan dalam hal tersebut." Xia Zhan berkata, lalu melanjutinya, "Namun aku mendengar kalau ada cara yang efektif mengenai kasus ini..."
"Apa itu?" Li Hao langsung bertanya.
"Pemicu." jawab Xia Zhan cepat.
Kepala Li Hao sedikit miring ketika mendengarnya, "Pemicu? Apa maksudmu?"
"Dari beberapa kasus yang kubaca, pemicunya bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah, kau memikirkan sesuatu yang membuatmu bahagia ataupun sedih." ucap Xia Zhan menjelaskan.
"Memikirkan sesuatu yang membuatku bahagia atau sedih?" alis Li Hao sedikit mengerut, "Apa maksudmu tentang 'emosi'?"
"Yap, lebih tepatnya seperti itu." Xia Zhan mengangguk sebelum melanjutkannya, "Tapi, jangan berpacu dengan kasus ini saja... Maksudku, ada berbagai macam cara yang bisa membuatmu menemukan Benang Elemen."
Li Hao terdiam sejenak untuk mencerna semua itu, ia menatap ke langit-langit dan memutar otaknya.
Selang beberapa waktu, Li Hao kembali menatap perempuan berambut putih di depannya, "Kalau begitu, kita tunda saja belajarnya. Aku akan fokus untuk mencari cara menemukan Benang Elemen, jika sudah selesai-- aku akan mengabarimu."
Xia Zhan mengangguk, "Baiklah... Aku pergi, jangan lupa untuk memakan makananmu." Xia Zhan berbalik usai mengatakan itu.
Li Hao memutuskan untuk memikirkan itu nanti dan memilih untuk memakan makanan yang sebelumnya diberikan oleh Xia Zhan.
***
Waktu terus berlalu, tak terasa satu minggu sudah berlalu.
Di alam bawah sadarnya, saat ini Li Hao sedang berdiri tepat di hadapan kelima buklet batu. Selama beberapa hari terakhir ia sudah melakukan berbagai macam cara untuk menemukan Benang Elemen, akan tetapi tidak ada tanda-tanda dirinya menemukan hal itu.
"Sialan... Ini sungguh membuatku frustasi." Li Hao bergumam dengan raut wajah yang rumit, "Apa yang harus kulakukan? Waktuku sudah terbuang sangat banyak."
Li Hao diam di tempatnya dalam waktu yang lama, ia kemudian berjalan menghampiri salah satu buklet lalu memegangnya dengan tangan kanan, "Pemicu... Pemicu... Pemicu..." Li Hao menggumamkan hal tersebut berulang kali, sampai akhirnya ia menemukan sebuah cara lainnya, "Apakah dengan mengalirkan Qi, bisa disebut sebagai pemicu?" Li Hao terdiam sejenak sebelum mulai mengalirkan Qi-nya ke buklet yang terdapat lambang api.
Whoosh.
"Batu ini... Menyerap Qi yang kualirkan?" senyum Li Hao perlahan terukir, "Sepertinya Qi adalah pemicunya!"
__ADS_1
Li Hao memegang buklet batu tersebut dengan kedua tangan dan mengaliri Qi-nya dengan lebih deras.
Beberapa saat kemudian, buklet batu dengan lambang api bergetar hebat-- Li Hao yang masih mengaliri Qi-nya langsung berhenti dan ia mundur beberapa langkah ke belakang.
Li Hao bisa melihat kalau buklet batu tersebut perlahan melayang di udara dengan fluktuasi energi yang dahsyat.
"Hawa di sekitarku mulai panas..." Li Hao bergumam, ia kembali menjauh untuk mengurangi hawa panasnya.
Crack!
Sesaat setelah Li Hao menjauh, buklet batu tersebut mengalami keretakan dan tidak lama setelah itu meledak dengan suara yang begitu keras.
Duar!
Li Hao sendiri tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya dan hanya menutupi matanya dengan tangan dikarenakan serpihan batu yang berasal dari ledakan buklet batu.
"Luar biasa..." Li Hao berdecak kagum saat menemukan sebuah bola api yang sedang melayang di udara, "Itu adalah elemen api."
Pandangan Li Hao kemudian teralih ke buklet batu lainnya, "Jadi begitu... Semua elemen yang kupunya saat ini tidak aktif secara langsung, aku harus mengalirinya dengan Qi untuk bisa mengaktifkannya." Li Hao bisa menyimpulkan masalahnya dengan cepat, "Apa semua orang dengan lima elemen mempunyai kasus yang sama sepertiku?" Li Hao mengelus dagunya.
"Ya, sudahlah, itu tidak penting" Li Hao menepis seluruh pertanyaan yang ada di otaknya, "Lebih baik aku mengabari hal ini pada Xia Zhan. Waktu yang kupunya untuk tinggal di wilayah sekte Gunung Empat Pedang tersisa dua minggu kurang, aku harus cepat-cepat berlatih dengannya." Li Hao bergumam dengan raut wajah serius, ia kemudian keluar dari alam bawah sadarnya.
***
Saat ini, Li Hao sedang berdiri di teras rumahnya dengan kedua tangan yang melipat di depan dada, ia bisa melihat langit yang kini sudah mencapai waktu tengah malam.
"Seharusnya dia sudah kemari untuk memberikan makan malam, kemana dia?" Li Hao bertanya-tanya.
Setelah menunggu beberapa waktu, Li Hao menguap dan dirinya belum menemukan tanda-tanda kedatangan Xia Zhan, "Sepertinya dia mempunyai urusan mendesak dan tidak bisa datang kemari. Kalau begitu, aku akan membicarakannya besok..."
Li Hao memasuki rumahnya dan memutuskan untuk beristirahat.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1