Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Penginapan Anwei


__ADS_3

Keesokan harinya, Li Hao bersama Diao Chan dan Wei Han keluar dari penginapan setelah menikmati sarapan gratis.


"Apa kita akan langsung ke penginapan Anwei?" Li Hao bertanya pada Diao Chan.


"Iya, pendaftaran Turnamen akan dibuka besok. Jadi, ada baiknya untuk menemui dia sekarang." Diao Chan mengangguk sekali.


Li Hao tidak mengatakan apa-apa lagi dan mereka kemudian berjalan pergi ke salah penginapan terbesar di kota Luoyang, penginapan Anwei.


Jarak antara penginapan yang Li Hao sewa dengan penginapan Anwei tidak terlalu jauh, hanya dalam kurun waktu lima menit-- mereka bertiga sudah sampai di depan sebuah gedung mewah. Gedung tersebut mempunyai papan pengenal besar yang terpampang di puncak, dan itu bertuliskan 'Penginapan Anwei'.


"Gedungnya tiga kali lipat lebih besar dan tinggi dari penginapan kita sebelumnya." Li Hao bergumam, dan diangguki pelan oleh Diao Chan.


Mereka bertiga kemudian berjalan memasuki penginapan tersebut dan langsung disambut oleh seorang Pelayan yang sedang menganggur.


"Selamat datang, Tuan, Nyonya. Apakah kalian bertujuan untuk menginap?" tanya pelayan tampan itu sembari memasang senyum ramah.


"Tidak, aku ingin bertemu dengan seseorang di sini..." Diao Chan menjawab, suaranya datar saat mengatakan itu.


"Ah, begitu rupanya. Kalau begitu, apakah anda ingin saya memanggilnya?" pelayan itu menawarkan bantuan tanpa memudarkan senyum ramahnya.


"Tidak perlu..." Diao Chan menggeleng, tatapannya saat ini mengarah ke belakang pelayan itu.


"Nona! Bagaimana bisa anda di sini?" seorang pria paruh baya bertanya dengan suara terkejut, ia mempunyai penampilan yang biasa saja tetapi ada bekas luka sayatan di dahinya.


Pelayan tersebut tidak menoleh ke arah sumber suara dan langsung izin undur diri dari sana.


"Ah, paman Jang, bagaimana kabarmu?" Diao Chan menyapa sembari tersenyum tipis.


"Tidak, tidak. Jangan bertukar sapa, nona. Bagaimana bisa anda di sini?" pria paruh baya yang dipanggil paman Jang menunjuk ekspresi terkejut sekaligus bingung.


"Tentu saja mengikuti Turnamen." Diao Chan melipat kedua tangannya di depan dada.


"Eh, tapi... Bagaimana? Tunggu, apakah Patriark tau tentang ini?" paman Jang bertanya, kegelisahan terlihat jelas di wajahnya.

__ADS_1


"Aku meninggalkan surat di kamarku, tenang saja." Diao Chan berkata tanpa beban, tetapi paman Jang yang mendengar itu tidak bisa untuk tidak terkejut.


"Nona, anda tau kan kalau Patriark itu sentimental. Jika terjadi sesuatu pada Nona, perang bisa saja terjadi..." paman Jang berkata dengan suara khawatir.


"Hmph! Berisik! Sudahlah, tidak perlu melebih-lebihkan. Lagipula aku sehat sekarang, 'kan?!" Diao Chan merasa kesal ketika mendengar ocehan pria paruh baya itu.


"Uh... Itu..." paman Jang tidak tau harus berkata apa.


"Aku kemari karena ingin bertanya sesuatu." Diao Chan berkata, perasaannya kembali tenang.


"Apa anda ingin menanyakan tentang Nona Pertama? Dia sedang berada di kamarnya, dan mungkin sedang berkultivasi." paman Jang mencoba menebak.


"Tidak." Diao Chan menggeleng pelan, lalu melanjutinya, "Apa kau nganggur ketika Turnamen berlangsung?"


"Eh, ya?" paman Jang mengangguk.


"Bagus, aku mau menitipkan Wei Han padamu ketika aku sedang berpatisipasi dalam Turnamen." Diao Chan menatap anak kecil di sampingnya, "Dia adalah anak yang akan kubawa ke sekte, jangan mengajukan pertanyaan tidak penting, mengerti?"


Paman Jang menatap Wei Han sejenak, lalu matanya kembali teralih ke Diao Chan dan berkata dengan patuh, "Baiklah, Nona."


Diao Chan kemudian berbalik sembari menggandeng Wei Han, ia kemudian mengajak Li Hao pergi dari sana.


Paman Jang tidak banyak beraksi ketika melihat kepergian Diao Chan, helaan nafas keluar dari mulutnya, "Haah... Benar-benar tidak terduga..." paman Jang bergumam, lalu melanjutinya, "Omong-omong, siapa pemuda dan anak kecil itu? Nona sepertinya tampak dekat dengan mereka."


***


"Hei, apa yang terjadi padamu?" Diao Chan bertanya ketika menyadari kalau Li Hao terus melamun setelah keluar dari penginapan Anwei.


"Hm, aku hanya sedang memikirkan sesuatu." Li Hao menjawab saat mengetahui kalau pertanyaan itu ditunjukkan untuknya.


"Apa kau penasaran, kenapa paman Jang bisa langsung mengetahui keberadaanku?" Diao Chan mencoba menebak isi pikiran dari pemuda itu.


"Bukan..." Li Hao menggeleng, lalu berkata dengan segera, "Ucapan dia tentang ayahmu yang mungkin akan memicu perang jika terjadi sesuatu padamu, apakah dia berlebihan dalam mengatakan itu?"

__ADS_1


Diao Chan sedikit tersentak sebelum mengelus pelan dagunya, "Entahlah, kemungkinannya 50:50. Tergantung apa yang terjadi padaku, jika aku terbunuh mungkin perang bisa saja terjadi."


"Hoo... Ayahmu berarti sangat menyayangi anak-anaknya, ya." Li Hao mengangguk beberapa kali seolah baru saja mendengar sesuatu yang menarik.


Diao Chan sedikit menyipitkan matanya sebelum bertanya, "Ada apa memangnya?"


"Aku penasaran, jika aku tidak menyelamatkanmu dari para bandit itu... Apakah perang sudah terjadi saat ini?" Li Hao melipat kedua tangannya di depan dada.


"Entahlah, tapi mungkin saja iya..." Diao Chan mengangguk, lalu bertanya kembali "Apakah kau menyesali tindakanmu itu?"


"Tidak, aku bukan orang gila yang menyukai perang." Li Hao langsung menggeleng cepat, meskipun dalam komik atau novel terjadinya perang adalah sesuatu yang menyenangkan untuk dibaca, tetapi jika aku yang merasakannya sendiri itu sama sekali tidak terdengar menyenangkan.


Diao Chan mengangguk dan pandangannya kembali lurus ke depan, "Omong-omong, pendaftaran Turnamen akan dibuka besok pagi dan berakhir pada sore hari. Kapan kita akan berangkat ke sana?"


"Pagi... Kalau bisa beberapa jam sebelum pendaftaran Turnamen dibuka." Li Hao menjawab cepat.


"Ya, aku setuju. Pasti ada banyak orang yang ingin mendaftar ke Turnamen itu-- mengingat slotnya yang terbatas." Diao Chan mengangguk pelan.


"Hadiahnya juga menggiurkan, apalagi untuk mereka yang berhasil mencapai tiga besar." Li Hao menambahkan.


Turnamen bebas yang digelar oleh pihak Menara Lima Naga mempunyai hadiah yang luar biasa untuk mereka di urutan tiga besar.


Hadiah untuk pemenang Pertama adalah, sebuah senjata tahap Earth tingkat Low-Tier, tiga Kristal Energi tingkat Menengah dan 500.000 ribu koin emas.


Hadiah untuk pemenang Kedua adalah, dua Kristal Energi tingkat menengah, tiga Kristal Energi tingkat Rendah dan 200.000 ribu Koin Emas.


Hadiah untuk pemenang Ketiga adalah, satu Kristal Energi tingkat Menengah, tiga Kristal Energi tingkat Rendah dan 50.000 koin emas.


"Aku yakin, kebanyakan sekte tidak tertarik dengan koin emas yang menjadi hadiah. Kristal energi dan senjata adalah hadiah yang mereka incar..." Diao Chan berkata dengan nada santai.


"Kau benar, kristal energi adalah sumber daya yang sangat dibutuhkan oleh Kultivator-- apalagi karena kelangkaannya membuat mereka sulit untuk dicari. Aku sempat membacanya di sebuah buku, kristal energi di tingkat rendah saja mempunyai harga yang cukup fantastis." Li Hao sendiri sebenarnya merasa antusias setelah mendengar hadiahnya, tetapi ia sudah mempunyai rencana untuk tidak mencapai seratus besar dalam Turnamen itu-- alasannya karena dirinya tidak ingin menarik terlalu banyak perhatian.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2