Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Hutan Tanpa Ujung V


__ADS_3

"Hah?! Pasukan itu datang untuk membunuhku?!" Li Hao jelas terkejut setelah melihat layar misi system, "Jangan bilang ini maksud dari tulisan kertas itu?"


Li Hao teringat dengan secarik kertas yang ditemukannya dari anak panah lima bulan lalu, "Sial, aku tak menyangka kalau pasukan sebesar ini yang akan menyerangku."


Li Hao kemudian pergi dari sana sebelum keberadaanya diketahui, ia kembali ke Gua sembari memikirkan rencana mengenai masalah ini.


"Jika mereka bergerak dengan kecepatan yang sama, kemungkinan mereka akan sampai dalam setengah jam. Apa yang harus kulakukan? Menyerang mereka semua sekaligus?" Li Hao langsung menggeleng cepat usai berkata demikian, "Tidak, itu sama saja dengan bunuh diri. Aku tidak mengetahui secara pasti kekuatan tempur mereka, tapi yang jelas ada cukup banyak Golden Core di sisi mereka."


Sebenarnya Li Hao bisa saja menghadapi mereka asalkan ia menggunakan semua gerakan dari teknik Tujuh Gerakan Bintang, namun sayangnya ia tidak mampu melakukan hal tersebut karena gerakan kelima sampai ketujuh membutuhkan jumlah energi yang tidak dimiliki oleh seorang Qi Refinement sepertinya.


Li Hao kemudian terpikirkan sebuah ide yang cukup bagus.


"Dengan pergi ke tempat sempit dan satu jalur, aku mungkin bisa menghabisi mereka seperti waktu aku menghabisi kelompok Lebah Penghisap Darah. Tapi, setauku di sekitar sini tidak ada tempat semacam itu."


Gua yang saat ini Li Hao tempati memang termasuk ke dalam kategorinya, namun sayangnya Gua ini terlalu kecil sehingga mustahil baginya untuk menghabisi semua simpanse itu. Apalagi lawannya adalah pasukan yang terdiri dari Qi Refinement dan juga Golden Core


"Haaa...." Li Hao menghela nafas panjang melalui mulut sembari memijat keningnya yang terasa sakit, kalau kegagalan misi ini bukan turun 30 level mungkin pilihan terbaiknya adalah melarikan diri, "Kurasa aku memang harus menghadapi mereka semua sekaligus, tapi apa ada cara yang lebih efektif?"


Li Hao memikirkan itu selama beberapa menit sebelum ide lainnya muncul.


"Pertama-tama, aku harus menyembunyikan mereka di tempat yang aman." Li Hao menoleh ke tiga anak elang yang masih terlelap tidur.


Ketika Li Hao mengangkat mereka, ketiga anak elang tersebut langsung terbangun dari tidurnya dan memasang ekspresi kebingungan. Mereka berdecit namun Li Hao tidak mempedulikannya dan segera pergi dari sana.


Li Hao menuju ke sungai yang menjadi tempat dirinya bertarung dengan kelompok badak petir minggu lalu, alasannya ke sana karena ada banyak tempat persembunyian yang tercipta dari reruntuhan. Selain itu, jarak antara Gua dan sungai ini cukup jauh sehingga ketiga anak elang yang ia sembunyikan tidak akan menerima dampaknya.


Setelah menyembunyikan ketiga anak elang tersebut di antara reruntuhan yang paling aman, Li Hao langsung kembali ke Gua yang menjadi tempat tinggalnya.


Selama di perjalanan kembali, fluktuasi energi semakin terasa dan hentakkan kaki yang mampu menggetarkan daratan juga semakin terdengar.


Sesampainya di Gua, Li Hao langsung pergi ke bagian paling dalam. Setelah berada di ujung dalam Gua, ia mengeluarkan pedang Angin lalu memasukkan Qi dalam jumlah yang cukup banyak sembari melakukan kuda-kuda.

__ADS_1


Tusukan Bintang!


Duar!


Ledakan terjadi setelah Li Hao mengeksekusi teknik tersebut, asap tebal memenuhi Gua namun itu tidak berlangsung lama karena ia menyingkirkannya menggunakan Qi.


Panjang Gua yang tadinya hanya di bawah 50 meter kini telah berubah menjadi ratusan meter. Li Hao berjalan sampai ke ujung dalam Gua, lalu mendongakkan kepalanya, "Hm, haruskah aku membuat lubang kaburnya sekarang?"


Li Hao terdiam sejenak memikirkan itu sebelum menggeleng pelan, kalau ia membuat lubangnya sekarang maka akan ada kemungkinan kalau musuh dapat mengetahui hal itu.


Rencana Li Hao adalah menggiring para simpanse itu untuk masuk ke dalam Gua, dan ia akan menghabisi mereka seperti waktu menghabisi Lebah Penghisap Darah. Jika memang sudah berada di ujung dalam Gua dan musuhnya belum habis, ia akan keluar dengan cara menghancurkan langit-langit Gua dan setelah itu dirinya akan melakukan strategi 'hit and run'.


Strategi hit and run merupakan sebuah taktik dalam perang atau pertempuran yang di mana pasukan menggunakan serangan cepat dan mendadak terhadap musuh, kemudian segera mundur dari medan pertempuran sebelum musuh dapat merespon dengan serangan balasan. Tujuannya adalah untuk memberikan kerugian sebanyak mungkin kepada musuh, sambil meminimalisir kerugian pasukan sendiri.


Li Hao kemudian keluar dari Gua dan pergi mendekati pasukan simpanse yang datang untuk membunuhnya, ia juga mengeluarkan pedang Iblis Malam dan akan bertarung menggunakan dua pedang sekaligus.


Whoooosh!


Di antara pepohonan, Li Hao tidak lagi menyembunyikan hawa keberadaannya dan mengeluarkan aura kultivasinya, hal itu membuat lokasi dirinya langsung diketahui oleh pasukan simpanse.


"Manusia, ini adalah terakhir kalinya kami memperingatimu. Pergi dari hutan ini atau mati secara mengenaskan."


Sosok simpanse yang berdiri di tengah berkata dengan suara berat.


Li Hao tersenyum tipis, lalu mengangkat pedang Iblis Malam yang ada di tangan kanannya, "Mari kita lihat, siapa yang akan mati di sini."


"Grrr... Dasar manusia sombong!"


Whoooosh!


Simpanse yang berdiri di tengah menjadi marah dan mengeluarkan Niat Membunuh serta aura Golden Core bintang 16.

__ADS_1


Di sisi lain, pasukan simpanse mulai berdatangan dan mereka segera menyerang Li Hao dengan kecepatan serta pola serangan yang berbeda-beda.


Li Hao dengan tenang menghadapi semua simpanse yang terdiri dari Qi Refinement itu, tentu tujuannya hanya untuk memancing mereka masuk ke dalam Gua.


"Serangan mereka sungguh tidak bisa ditebak."


Li Hao merapatkan giginya ketika menangkis serangan tinju dari berbagai arah tanpa adanya jeda sedikitpun, sesekali ia mendapatkan pukulan yang membuatnya harus menggunakan Tarian Bintang Malam.


"Hutan adalah rumah kami, kau sungguh bodoh karena berani melawan kami di sini."


Seekor simpanse yang menyerang Li Hao berkata dengan nada mengejek, beberapa lainnya tertawa santai karena mereka sudah sangat yakin dengan hasil pertempuran ini.


"Jangan ada yang bicara, gunakan kekuatan penuh kalian!"


Simpanse yang sebelumnya memberikan kesempatan Li Hao untuk pergi berseru dengan suara lantang, suaranya itu membuat semua simpanse diam dan mengikuti perintah tersebut.


Li Hao terus menangkis sebanyak mungkin serangan yang diarahkan padanya, ia juga secara bertahap mundur ke Gua dan menunjukkan sikap kalau dirinya terpojok meskipun faktanya memang demikian.


Tidak lama kemudian, Li Hao berhasil sampai di dekat Gua. Pada saat itu juga, ia segera melompat ke udara dan mengeksekusi Putaran Bintang Jatuh.


Duuuar!


Suara ledakan terjadi ketika Li Hao yang berada di udara menghantam para simpanse menggunakan teknik tersebut, area sekitar juga dipenuhi asap tetapi tidak berlangsung lama.


Pasukan simpanse yang melihat belasan mayat rekan mereka begitu terkejut sekaligus marah, mereka langsung mengejar Li Hao yang sudah memasuki Gua tanpa mengetahui kalau tempat itu akan menjadi kuburan untuk mereka.


Ketika berlari di dalam Gua, Li Hao memanfaatkan kesempatan itu untuk menelan pil pemulih Qi, stamina serta luka luar. Baru saja menelan cukup banyak pil, beberapa simpanse datang padanya dengan Qi serta Niat Membunuh yang merembes keluar dari tubuh mereka.


"Monyet-monyet sialan, apa mereka tidak bisa memberikanku istirahat selama beberapa menit?" Li Hao mengumpat, lalu melakukan posisi kuda-kudanya, "Yah, tapi itu tidak masalah. Bagiku, mereka adalah bahan leveling yang berharga..."


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Niat Membunuh \= Aura Membunuh.


__ADS_2