
Setelah menginjakkan kaki di lantai dua, Li Hao langsung mengamati sekitarnya dan menyadari kalau ruangan di lantai dua sama seperti di lantai satu.
Tidak lama setelah sampai di sana, ratusan makhluk tiba-tiba saja muncul dan mereka semua adalah makhluk yang terlihat familiar di matanya.
"Goblin...?!" Li Hao terkejut melihat yang muncul adalah makhluk kecil berwarna hijau, "Apa-apaan! Bukankah mereka adalah monster yang biasanya hanya ada di dunia sihir?!"
Li Hao bertanya-tanya dalam hati, namun itu tidak berlangsung lama karena para goblin tersebut langsung menyerangnya sesaat setelah mereka melihat dirinya.
"Goblin sialan, akan kubunuh kalian dengan cepat."
Li Hao tanpa berpikir panjang langsung mengeksekusi teknik-tekniknya. Ia kemudian mulai menyadari kalau setiap goblin yang terbunuh karena pedang Iblis Malamnya, akan mengeluarkan semacam aura merah kehitaman dari tubuh mereka lalu dengan cepat diserap oleh pedangnya.
Li Hao yakin kalau aura tersebut bukanlah Qi atau jenis energi lainnya karena dirinya tidak merasakan perubahan pada pedang Iblis Malam.
"Apa itu jiwa mereka?"
Entah mengapa Li Hao berpikir kalau aura merah kehitaman itu adalah wujud dari jiwa para Goblin. Jika itu benar maka yang jadi pertanyaannya adalah, kenapa pedang Iblis Malam menyerap jiwa mereka? Selain itu, kenapa pedangnya tidak menyerap jiwa dari pasukan tengkorak yang dihabisinya saat di lantai satu.
Setelah berpikir dengan kepala dingin, Li Hao berhasil menyimpulkan beberapa hal yang menurutnya masuk akal.
"Kemampuan baru pedang Iblis Malam setelah evolusinya kemungkinan adalah menyerap jiwa, tapi aku masih belum mengetahui kegunaannya setelah pedang ini berhasil menyerap jiwa makhluk hidup. Dan juga, pasukan tengkorak di lantai satu bukanlah makhluk yang memiliki jiwa, sehingga pedang Iblis Malam tidak bereaksi setelah aku menghabisi mereka."
Li Hao memang masih belum yakin dengan kesimpulan tersebut, namun untuk sekarang ia akan berpikir demikian dan mencari cara untuk menggunakan aura yang diserap oleh pedang Iblis Malam melalui pertempuran ini.
......................
"Tidak ada..." Li Hao bergumam setelah berhasil menghabisi para goblin di lantai dua, "Aku sama sekali tidak menemukan petunjuknya."
__ADS_1
Li Hao terdiam cukup lama setelah berkata demikian, lalu menghela nafas panjang dan menatap tangga menuju lantai tiga.
"Sebaiknya aku menunggu diriku pulih sebelum naik ke lantai selanjutnya, lawan semua goblin itu sangat melelahkan. Jumlah mereka tadi seperti tidak ada habisnya..."
Li Hao mengkonsumsi sejumlah pil, lalu melakukan kultivasi untuk mempercepat pemulihannya.
Sekitar tiga jam berlalu, Li Hao mulai membuka matanya lalu bangkit berdiri dengan bantuan pedangnya. Dia kemudian menaiki tangga dan pergi ke lantai tiga.
Setelah menginjak tangga terakhir menuju lantai tiga, Li Hao berhenti karena menemukan ruangan yang sama tetapi memiliki beberapa perbedaan dalam dekorasinya. Di lantai tiga, terdapat seratus patung ksatria yang berdiri tegak di sepanjang pinggir ruangan, ukuran setiap patung tersebut lebih dari tiga meter dan senjata yang mereka gunakan adalah pedang dan juga perisai.
"Sepertinya lawanku selanjutnya adalah mereka..." ucap Li Hao, lalu mengeluarkan pedang Angin dari inventorynya, "Satu pedang saja tidak akan cukup kalau melihat dari ukuran mereka, terlebih lagi mereka pasti lebih kuat dan cepat dari lawan-lawanku sebelumnya."
Li Hao melangkah maju dan akhirnya sampai di tengah ruangan. Suasana sunyi, tidak ada tanda-tanda yang memberitahu kalau patung-patung yang berjejer di pinggir ruangan akan bergerak.
"Apa mereka hanya hiasan saja?" Li Hao bertanya-tanya, namun pertanyaannya itu langsung dibuang jauh-jauh setelah merasakan getaran di lantai dan pada saat yang bersamaan patung-patung tersebut mulai bergerak, "Kurasa tidak..."
Bam!
Patung-patung lainnya juga menyerang Li Hao secara bersamaan, kecepatan serta daya hancur dari serangan mereka jauh lebih kuat daripada monster-monster di lantai sebelumnya.
Li Hao cukup kesulitan tetapi setidaknya ia masih bisa bertahan dengan baik karena luas ruangannya. Satu-persatu patung batu mulai tumbang, dan dalam waktu sejam saja mereka sudah tersisa setengah dari jumlah awal.
Meskipun begitu, Li Hao telah menggunakan sebagian besar kekuatan fisiknya. Bahkan saat ini, Qi dalam dantiannya juga tidak tersisa terlalu banyak.
"Kecepatan dan daya hancur mereka sama sekali tidak berkurang sedikitpun, ini sangat merepotkan."
Di sela-sela pertarungan, Li Hao mencoba menciptakan kesempatan untuk memulihkan Qi serta Staminanya dengan cara mengkonsumsi pil, namun dia selalu gagal karena dalam waktu kurang dari tiga detik saja mereka sudah bisa menyusulnya dan menyerangnya dari berbagai arah.
__ADS_1
"Kalau begini terus, tubuhku akan mencapai batasnya." Li Hao bergumam serius, lalu memikirkan teknik macam apa yang mampu menghabisi mereka dengan cepat dan mudah.
Setelah memikirkan selama beberapa saat, Li Hao terpikirkan dengan gerakan kelima dari teknik Gerakan Tujuh Bintang. Namun, gerakan itu masih belum bisa digunakan karena dia belum memenuhi persyaratannya. Jika dipaksakan maka gerakannya tidak akan berakhir dengan sempurna, selain itu melakukannya bisa menimbulkan resiko besar pada tubuh seperti luka dalam atau bahkan kecacatan permanen.
Li Hao perlu mengambil keputusan cepat karena seiring berjalannya waktu, kekuatan serta Qi-nya mulai habis secara perlahan.
"Tsk, tidak ada pilihan lain. Aku harus mengambil resiko besar atau mati sia-sia di sini." Li Hao menyimpan pedang Angin, lalu mengalirkan hampir semua Qi yang tersisa ke dalam pedang Iblis Malam.
Pada saat itu terjadi, Li Hao masih harus menghindari serangan dari patung batu sehingga membuat dirinya beberapa kali mendapatkan pukulan dari titik butanya.
Li Hao membutuhkan satu menit penuh untuk mengalirkan hampir seluruh Qi-nya ke dalam pedang Iblis Malam, itu adalah waktu yang tergolong lama karena dia harus membagi fokusnya untuk menghindari serangan patung-patung batu itu.
Whooosh!
Setelah menerima aliran Qi dalam jumlah besar, aura hitam yang sangat pekat merembes keluar dari pedang Iblis Malam. Tidak lama setelahnya, aura hitam itu melayang ke langit dan dengan sangat cepat membentuk lingkaran cahaya hitam yang diisi rune-rune kuno.
Whooooom!
Suara yang menggelegar tiba-tiba saja muncul, di detik selanjutnya ada sesuatu yang keluar dari lingkaran cahaya hitam tersebut. Sebuah batu raksasa atau bisa disebut sebagai meteor perlahan keluar dan turun ke bawah, meteor itu memiliki lebar sekitar 100 meter dan panjang setinggi 50 meter.
Ketika itu terjadi, Li Hao langsung menjauh menggunakan Immune Step dengan Qi yang tersisa.
Duuuuar!
Meteor itu jatuh dengan cepat dan mengenai semua patung batu yang ada di lantai tiga. Di sisi lain, Li Hao berhasil keluar dari jangkauan jatuhnya meteor tersebut berkat Immune Step, dan dia langsung kehilangan kesadarannya karena kelelahan fisik serta kehabisan Qi.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Note: Author sengaja masukin monster kayak goblin dll supaya bisa kalian bayangin lebih mudah.