Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Turnamen Bebas VI


__ADS_3

Pada saat Li Hao mengutuk keras kebodohannya, ia merasakan kalau ada seseorang yang menghampirinya.


Li Hao mengangkat kepalanya dan menemukan seorang wanita cantik berambut hitam sepunggung, matanya berwarna coklat cerah dan ia mengenakan gaun kuning yang cukup indah.


"Kamu kuat sekali, Li Hao. Kalau kita bertemu di pertandingan selanjutnya, tolong keluarkan kekuatan penuhmu!"


"Hn?" Li Hao sedikit mengangkat alisnya, "Kalau tidak salah, namamu Hua Yin, bukan?"


"Eh, kamu tau namaku?!"


"Yah, kita satu lapangan dan aku sempat melihatmu."


"Ahahaha... Kamu benar, kamu benar." Hua Yin menganggukkan kepalanya beberapa kali, "Kalau begitu, ingat perkataanku! Keluarkan seluruh kemampuanmu ketika kita bertemu di pertandingan selanjutnya."


Li Hao tidak menanggapi ketika perempuan cantik itu berbalik usai menyelesaikan kata-katanya, dia berjalan pergi dari sana sembari tersenyum lebar.


"Kenapa dia sok akrab begitu denganku?" Li Hao sedikit memiringkan kepalanya, "Lagipula, bertemu di pertandingan selanjutnya hanya memiliki kemungkinan di bawah sepuluh persen saja. Bahkan jika seandainya kita memang bertemu, aku akan langsung menyerah sesuai dengan apa yang telah kurencanakan selama ini."


Li Hao sebenarnya ingin mengatakan semua itu pada perempuan tersebut, tetapi ia mengurungkan niatnya karena entah mengapa perasaannya menjadi sedikit gelisah.


Kemudian, satu-persatu pertandingan di arena lainnya mulai berakhir. Peserta yang lolos akan diarahkan ke ruang tunggu pertama, sementara yang gugur dibawa ke tempat yang berbeda.


***


Saat ini, Li Hao sedang mengamati batu transmisi yang letaknya berada di tengah ruang tunggu. Matanya kemudian melirik ke arah samping dan menemukan seorang perempuan cantik yang mempunyai rambut dan kulit seputih salju, dia mengenakan gaun biru cerah yang indah sembari memegang pedang panjang yang mempunyai sarung berwarna biru.


"Padahal banyak tempat duduk kosong, kenapa dia memilih di sini?" Li Hao bertanya-tanya dalam hati, "Namanya kalau tidak salah adalah Bing Yue, bukan? Setauku dia mempunyai elemen es dan seorang pengguna pedang panjang."


Li Hao sempat menyaksikan pertandingan yang dilakukan olehnya dan ia mengakui kalau perempuan bernama Bing Yue ini mempunyai kemampuan yang hebat, tidak berlebihan jika mengatakan kalau dia sebanding atau lebih kuat dari Diao Yu San.


Li Hao kemudian berhenti meliriknya dan menghela nafas diam-diam, kemudian pandangannya teralih kembali pada batu transmisi dan kembali menyaksikan pertandingan.


......................


Satu jam berlalu.


Setelah sekian lama, akhirnya nama Diao Chan dipanggil dan kali ini lawannya adalah Ma Feng, seorang pemuda bertopeng yang menutupi dahi sampai hidungnya.

__ADS_1


Pertandingan kemudian dimulai dan pemuda itu mengeluarkan sebuah kipas yang gagangnya adalah besi.


Di sisi lain, Diao Chan langsung menyerang pemuda tersebut tanpa ragu-ragu. Wanita cantik itu kemudian mengeluarkan seluruh kemampuannya ketika mengetahui kalau Ma Feng bukanlah lawan yang mudah.


Li Hao yang memperhatikan pertukaran serangan mereka berdua bisa mengetahui kalau Ma Feng lebih unggul daripada Diao Chan.


"Sayang sekali..." Li Hao bergumam, ia dapat menebak cukup jelas akhir dari pertandingan ini.


......................


Setelah sepuluh menit berlalu, Ma Feng membuat Diao Chan tak sadarkan diri menggunakan pukulan yang dipenuhi dengan limpahan Qi.


"Suasana hatinya pasti akan memburuk setelah bangun nanti." ucap Li Hao dengan suara pelan ketika melihat Diao Chan dibawa oleh tim medis untuk dirawat lebih lanjut, "Kalau aku berusaha menghiburnya dan gagal, apa aku akan dihajar?"


Li Hao memegang dagunya dan memikirkan itu dengan cukup serius.


"Menghiburnya tidak akan banyak membantu, berikan saja apa yang dia suka lalu diam. Suasana hatinya akan membaik nantinya..."


Li Hao tersentak dan langsung menoleh ke arah sampingnya, kedua mata perempuan itu tertutup tetapi ia yakin kalau dia adalah orang baru saja berbicara.


"Ah, begitu... Terima kasih atas sarannya."


Perempuan itu tidak menanggapi ucapan terima kasih Li Hao, dia tetap memejamkan mata sembari memeluk pedang panjangnya.


"Omong-omong, aku harus memberikan apa ya?"


Fang Lin menatap ke arah langit-langit ruang tunggu dan memejamkan matanya secara perlahan.


***


Pertandingan kedua akhirnya berlalu, Zhan Bao Jie tanpa banyak basa-basi langsung memulai pertandingan ketiga.


"Ah, kupikir namaku akan dipanggil yang pertama lagi." gumam Li Hao, nadanya terdengar kecewa.


Li Hao memperhatikan pertandingan yang menurutnya menarik, lalu berakhir setelah satu batang dupa terbakar.


"Ang Wei dan Bing Yue!"

__ADS_1


"Li Hao dan Hua Yin!"


Kesepuluh nama peserta dipanggil di tengah lapangan, Li Hao tentu saja terkejut ketika mendengar kalau lawannya adalah perempuan cantik berambut pendek itu.


Sementara, Bing Yue langsung bangkit berdiri dan pergi dari sana sesaat setelah namanya dipanggil.


Li Hao sendiri kemudian mengikutinya dari belakang, dia keluar dari tunggu dan beberapa sorakan yang memanggil namanya terdengar di telinganya.


"Sepertinya mereka menunggu pertandinganku selanjutnya." Li Hao bergumam sembari mengedarkan pandangannya, lalu kembali berkata namun kali ini dalam hati "Semoga saja tidak ada yang tertarik denganku, kalau saja ada mungkin aku harus menggunakan latar belakang Diao Chan sebagai tamengku."


Ketika Li Hao memasuki arena kedua, ia bisa menemukan Hua Yin yang sedang menunjukkan senyum semangat. Saking semangatnya, Li Hao bisa menyadari kalau dia memegang kedua pedangnya sampai bergetar.


"Pasti dia akan mengamuk kalau aku menyerah." Li Hao diam-diam tersenyum pahit, meskipun begitu ia tidak akan peduli dan tetap mengikuti rencananya.


Li Hao tidak mengeluarkan pedangnya setelah wasit mengatakan kalau pertandingan akan dimulai dalam satu menit lagi.


"Hei, kau meremehkanku, ya?!!" Hua Yin memasang ekspresi kesal ketika lawannya tidak mengeluarkan senjata setelah tiga puluh detik berlalu.


Li Hao tidak menanggapinya karena itu bisa saja memperburuk keadaan.


Setelah waktu tersisa kurang dari sepuluh detik, Hua Yin menatap tajam Li Hao dan berkata dengan lantang, "Dasar brengsek, kau akan menyesal karena meremehkanku!"


Wasit yang sedang melayang di langit langsung mengumumkan kalau pertandinga boleh dimulai.


Ketika Hua Yin hendak maju ketika wasit berbicara demikian, Li Hao mengangkat kedua tangannya ke atas dan berkata sembari menatap wasit, "Aku menyerah."


"Heeeeeeh~?!"


Para penonton yang ingin menonton pertandingan di arena kedua serempak menjadi kebingungan.


"Oi, apa-apaan itu! Tidak bisa, kau tidak boleh menyerah!" Hua Yin melangkah maju, tetapi wasit langsung menahan gerakan menggunakan Qi lalu mengumumkan kalau pertandingan dimenangkan oleh Hua Yin.


Para penonton langsung memberikan kata-kata keluhan ketika wasit berkata demikian, sorakan kecewa serta kesal jelas ditunjukkan oleh Li Hao tetapi pemuda itu tampaknya tidak peduli dan keluar dari arena sembari memasang ekspresi datar.


Di sisi lain, Hua Yin yang melihat Li Hao keluar dari arena langsung mengeluarkan Niat Membunuh. Ia sangat marah, karena sangat sedikit kesempatan untuk bertarung dengan orang seperti Li Hao.


"Kesal, aku sangat kesal! Aku pasti akan bertarung denganmu, lihat saja nanti!" Hua Yin berseru lantang sebelum pergi ke ruang yang ditunjukkan dengan hentakkan kaki keras.

__ADS_1


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2