Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Rencana Sekte Lotus Hitam


__ADS_3

Suasana hening setelah Li Hao berkata demikian, ia menggelengkan kepalanya pelan dan berpikir kalau suara barusan adalah halusinasinya saja.


"Aku yang mengatakannya..."


Ketika Li Hao hendak membalikkan badan dan kembali berjalan, ia sedikit melebarkan mata saat mendengar sumber suara tersebut berasal dari seekor serigala yang ukurannya paling besar.


"Kau...?" Li Hao bertanya untuk memastikan dirinya tidak gila, sementara serigala itu menganggukkan kepalanya.


"Sebelum kita bertukar nama, aku berterima kasih padamu karena telah menyelamatkan kami dari para bajingan itu." serigala yang ukurannya paling besar menundukkan kepalanya, meskipun lukanya cukup parah tetapi dia masih memaksakan diri untuk melakukannya.


Li Hao semakin melebarkan matanya karena saking terkejutnya dengan situasi ini, ia memang mengetahui kalau binatang-binatang tertentu mampu berbicara bahasa manusia tetapi dirinya sama sekali tak menyangka kalau kejadian semacam ini akan menimpa dirinya.


"Y-ya... Sama-sama." Li Hao membalas setelah menenangkan dirinya, "Namaku adalah Li Hao, siapa namamu?"


"Aku adalah Si Cien, sementara mereka adalah anak-anakku." Si Cien menjawab dengan tenang, lalu bertanya, "Apa kau di hutan ini untuk berburu?"


"Ya, awalnya begitu. Tapi karena keasikan, aku sampai tidak sengaja terjebak di sini." Li Hao tersenyum pahit sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Apa kau tau jalan keluarnya?"


"Ya, aku bisa menunjukkannya..." Si Cien menjawab, lalu melihat lukanya, "Namun aku memerlukan waktu sampai bisa bergerak leluasa, mungkin besok atau lusa. Kau bisa menunggu selama itu?"


Li Hao tidak langsung menjawab melainkan memikirkan itu sejenak, kemudian ia menganggukkan kepala dan membalas, "Baiklah..."


Serigala itu juga mengangguk kecil, lalu bersama anak-anaknya beristirahat di dekat batu yang cukup besar. Sementara itu, Li Hao duduk di pohon besar yang tidak jauh dari sana, mungkin untuk saat ini ia akan beristirahat sembari memeriksa layar statusnya.


"Hm, vitality-ku terlalu rendah. Haruskah aku meningkatnya?" Li Hao mengelus dagunya, lalu menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak, tidak. Aku akan meningkatkannya ketika memang situasinya membutuhkan itu..."

__ADS_1


Li Hao terus memandangi layar statusnya sampai puas, ia kemudian mengalihkan pandangannya pada serigala-serigala itu lalu memandanginya dalam diam.


Semua serigala itu mempunyai rupa yang berbeda dengan serigala pada umumnya, mereka mempunyai bulu berwarna perak dengan mata hijau menyala. Selain itu, terdapat tanduk setinggi 50 sentimeter di atas kepala serigala paling besar, sementara ketiga anaknya hanya mempunyai kurang dari 10 sentimeter saja.


"Mereka serigala jenis apa, ya? Aku tidak pernah melihat ciri-ciri seperti mereka sebelumnya..." Li Hao bertanya dalam hati, dan sesaat setelah itu ia mengeluarkan pedang Angin karena mendengar suara gemersik dari kejauhan.


Si Cien dan ketiga anaknya yang melihat Li Hao tiba-tiba mengeluarkan pedang langsung bangkit berdiri dan menjadi waspada, mereka mengalihkan pandangan ke arah yang dilihat oleh manusia itu dan tidak lama kemudian mereka menemukan dua manusia yang masing-masing dari mereka mengangkat seorang mayat manusia lainnya.


"Wah, apa-apaan ini? Kenapa bisa ada bocah di sini?" seorang pria paruh baya yang mempunyai bekas luka sayatan di sepanjang tubuhnya sedikit memasang ekspresi terkejut.


"Masih bocah tapi sudah di tingkat Qi Refinement? Apa dia mempunyai latar belakang yang besar?" seorang pria yang lebih muda bertanya-tanya, dia tidak mempunyai sesuatu yang mencolok di tubuhnya dan hanya memakai kain hitam penutup wajah.


"Ah, kalian bandit atau pembunuh bayaran?" Li Hao bertanya dengan santai, namun kewaspadaannya cukup tinggi saat ini.


"Tidak ada sedikitpun ketakutan di matamu, menarik..." pria paruh baya yang dipenuhi bekas luka sayatan tersenyum tipis, lalu melempar mayat yang dibawanya ke tanah, "Kupikir kita harus menghilangkan saksi mata sebelum membuang mereka."


Teman pria paruh baya itu juga membuang mayat yang dibawanya, keduanya kemudian mengeluarkan senjata masing-masing lalu tanpa banyak berpikir langsung bergerak maju menyerang Li Hao.


Li Hao sendiri berdecak pelan sebelum menanggapi serangan yang dilancarkan oleh kedua orang itu. Sementara, Si Cien dan anak-anaknya bersembunyi di kejauhan karena bisa merasakan kalau dua manusia yang menjadi lawan Li Hao adalah seorang kultivator Qi Refinement.


Pertukaran serangan berlangsung selama sepuluh menit lamanya, dan Li Hao masih belum bisa memberikan luka pada lawannya begitupun dengan sebaliknya.


"Mereka kuat..." Li Hao berkata dalam hati, meskipun masih belum mengeluarkan teknik pedangnya tetapi ia mengakui keterampilan mereka dalam berpedang, "Kurasa tidak ada pilihan lain."


Li Hao tidak merasa yakin kalau dirinya akan diuntungkan jika bertukar serangan lebih lama lagi, ia kemudian mengeksekusi gerakan pertama dari Tujuh Gerakan Bintang dan berhasil membuat kedua lawannya tersebut dalam posisi terpojok.

__ADS_1


"Apa-apaan bocah ini! Kenapa dia memiliki teknik yang begitu kuat?!" pria dengan kain yang menutupi wajah menggertakkan giginya.


Rekannya tidak menanggapi tetapi dia juga mempertanyakan hal yang sama, area di sekitar menjadi rusak dan banyak pohon yang tumbang karena teknik pemuda itu.


Li Hao tidak tinggal diam setelah gerakan pertama berakhir, ia kembali menyerang dengan agresif dan ketika momennya sudah tepat dirinya langsung mengeksekusi gerakan kedua.


Tusukan Bintang!


Tanpa ragu Li Hao mengalirkan Qi dalam jumlah banyak pada gerakan kedua, dan ledakan yang besar terjadi setelahnya.


Duuuar!


Tusukan Bintang yang dieksekusi oleh Li Hao berhasil membuat pria yang mengenakan penutup wajah terbunuh seketika dengan tubuh terbelah menjadi dua, sementara rekannya itu melarikan diri dengan tangan kanan yang putus.


Li Hao tadinya ingin mengejar orang itu tetapi ia mengurungkan niatnya karena belum tentu bisa mengejarnya dalam waktu singkat, apalagi dia bisa saja menggiringnya ke tempat yang di mana ada orang-orangnya menunggu.


Li Hao bisa saja meningkatkan Agility-nya agar tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, namun menurutnya tindakan tersebut cukup gegabah dan kurang efesien.


"Kuharap mereka hanya bandit biasa..." Li Hao menghembuskan nafasnya melalui mulut sebelum berbalik dan memandangi dua mayat yang letaknya tidak saling berjauhan, "Aku harus cepat pergi dari sini, tapi ada baiknya menguburkan mereka terlebih dahulu."


Li Hao perlahan berjalan mendekati kedua mayat tersebut, melihat mereka mati mengenaskan sedikit membuatnya merasa kasihan. Sebelum dirinya menguburkan mereka, ia lebih dulu memeriksa barang-barang yang dibawa keduanya.


Setelah memeriksa kedua mayat itu, Li Hao menemukan lembaran kertas yang dilipat. Meskipun tidak sopan, ia tetap melihat isi yang ada tertulis di kertas tersebut.


'Sekte Lotus Hitam ingin menciptakan peperangan! Mereka akan membuat kekacauan di kota Luoyang pada saat Turnamen Bebas berlangsung! Tolong cegah mereka! Peperangan yang mengerikan akan terjadi jika rencana mereka berhasil!'

__ADS_1


Li Hao melebarkan kedua matanya ketika melihat isi dari lembar kertas itu, jantungnya berdegup kencang dan matanya segera mencari tempat Si Cien berada.


__ADS_2