Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Kembali ke kota Luoyang


__ADS_3

Setelah menemukan keberadaan Si Cien, Li Hao langsung bergerak cepat ke arahnya. Sementara, serigala perak itu menjadi waspada karena berpikir kalau Li Hao marah karena ia tidak membantunya bertarung.


"Cepat tuntun aku keluar dari hutan ini! Aku harus segera pergi sekarang juga!" Li Hao berseru, raut wajahnya terlihat panik saat ini.


Melihat kepanikan Li Hao membuat Si Cien bingung, "Tapi, luka milikku..."


"Aku akan menggendongmu!" balas Li Hao cepat.


Si Cien tidak langsung menjawab selama beberapa detik sebelum akhirnya ia mengangguk setuju, "Kalian ikuti dia dari belakang, tidak masalah jika tertinggal tetapi teruslah berusaha mengejar, ibu akan meninggalkan jejak untuk kalian." ucap Si Cien pada ketiga anaknya.


Ketiga serigala perak yang masih muda hanya mengangguk patuh ketika mendengar ucapan ibu mereka. Di sisi lain, Li Hao langsung berlutut satu kaki dan meminta Si Cien untuk naik ke atas punggungnya, pada saat yang bersamaan ia juga meningkatkan stat agility-nya.


[Agility +25]


[Agility 126 > 151]


"Arahkan aku ke tempat yang paling dekat menuju kota Luoyang!" Li Hao berkata setelah tubuh besar Si Cien naik ke atas punggungnya.


"Baik." Si Cien mengangguk paham, kemudian memberikan arah ke mana mereka harus pergi.


Li Hao melapisi kakinya menggunakan Qi sebelum melesat dengan cepat ke arah yang ditunjuk oleh serigala perak itu. Sementara Si Cien begitu terkejut dengan kecepatan luar biasa milik Li Hao, saking cepetnya ia sampai kesulitan untuk bernapas.


"Tidak, aku harus kuat!" Si Cien menyemangati dirinya dalam hati, tidak lupa ia memberikan jejak berupa bulu peraknya yang dibaluti dengan Qi.


Karena Li Hao sudah memasuki kawasan hutan cukup dalam, ia membutuhkan waktu lima belas menit lamanya untuk sampai di sisi luar hutan.


"Terima kasih, Si Cien! Aku pergi dulu!" Li Hao tanpa basa-basi lebih jauh segera pergi berlari pergi menuju kota Luoyang.


Si Cien yang melihat punggung Li Hao selama beberapa saat hanya bisa diam, ia masih penasaran alasan mengapa manusia itu menjadi panik tetapi yang pasti hal tersebut bukanlah sesuatu yang bagus.


"Kuharap dia baik-baik saja." Si Cien bergumam, lalu membalikkan badannya, "Omong-omong, kecepatannya sangat luar biasa. Aku sampai sulit untuk bernafas saat dibawa olehnya..."


Si Cien kemudian berjalan perlahan menuju kedalaman hutan, karena lukanya ia jadi tidak bisa bergerak lebih cepat dari kecepatannya sekarang.


Di sisi lain, Li Hao menggigit bibir bawahnya selama di perjalanan. Sebenarnya tindakannya saat ini bisa dibilang cukup impulsif karena dirinya tidak mengetahui keaslian dari lembaran kertas tersebut dan juga belum tentu orang-orang akan percaya padanya ketika ia memberitahukan hal ini, namun jika sekte Lotus Hitam memang merencakannya maka perang besar dengan skala yang mencakup dunia bisa saja terjadi.

__ADS_1


Sebelumnya Diao Chan pernah berkata kalau perang kemungkinan akan terjadi jika seandainya dia terbunuh oleh sebuah kelompok ataupun individu, jadi Li Hao bisa membayangkan secara kasar perang macam apa yang akan terjadi jika para jenius yang mengikuti Turnamen Bebas terbunuh.


"Kuharap informasi ini palsu..." Li Hao lebih berharap demikian dan dianggap sebagai pembohong daripada informasi tersebut memang benar adanya.


.....


Kurang lebih selama setengah hari, Li Hao terus berlari tanpa beristirahat sedikitpun, meskipun dirinya sudah sangat lelah saat ini tetapi itu tidak sebanding dengan tujuannya. Berkat hal itu, akhirnya ia sudah cukup dekat dengan kota Luoyang.


Ketika Li Hao sudah bisa melihat kota itu dari kejauhan, ia langsung menghentikan langkahnya karena menemukan kota tersebut mengeluarkan banyak sekali asap hitam dan juga rentetan bunyi ledakan.


Li Hao langsung bertekuk lutut dengan kedua mata yang terbuka lebar, ia terlambat karena kekacauan sedang terjadi saat ini.


"S-sialan..." jantung Li Hao benar-benar berdegup kencang, "Apa yang harus kulakukan sekarang?"


Li Hao bingung dengan apa yang harus ia lakukan selanjutnya, melarikan diri dan bersembunyi atau membantu meminimalisir kekacauan yang terjadi di kota Luoyang dengan nyawa sebagai taruhannya.


"Aku..." Li Hao bangkit berdiri sebelum berbalik dengan ekspresi pasrah dan juga bersalah, "Memangnya apa yang bisa dilakukan Qi Refinement sepertiku?"


[Ding! Selamatkan sebanyak mungkin jenius muda yang ada di kota Luoyang!]


[Hukuman Gagal: Tidak ada]


[Dampak dari kegagalan misi: Daratan Surgawi akan mengalami kepunahan manusia.]


"Apa...?" Li Hao terkejut ketika layar misi tiba-tiba saja muncul, "Dampak kegagalan misi? Ini adalah kali pertama system memperlihatkannya..."


Li Hao termenung sejenak setelah melihat misi tersebut, Daratan Surgawi akan hancur jika ia mengabaikannya. Namun, nyawanya benar-benar menjadi pertaruhan dalam misi ini.


Setelah berpikir selama kurang dari lima menit, Li Hao menarik nafasnya dalam-dalam sebelum mengeluarkan secara perlahan. Ekspresinya berubah menjadi serius dan ia segera membuka layar statusnya, melihat masih ada yang tersisa dari SP-nya, ia langsung memasukkan semuanya ke dalam statistik Vitality.


[Vitality +15]


[Vitality 55 > 70]


Alasan Li Hao memasukkan seluruh SP-nya ke Vitality karena kekacauan yang terjadi di kota Luoyang melibatkan para Immortal, takutnya ia menerima serangan nyasar yang bisa membuat dirinya terbunuh.

__ADS_1


Setelah meningkatkan statistik Vitality-nya, Li Hao memulihkan keletihannya dengan cara makan dan juga minum. Kemudian, ia mengeluarkan pedang Iblis Malam untuk berjaga-jaga lalu mulai bergerak menuju kota Luoyang.


***


Hari terakhir Turnamen Bebas dan sejam sebelum kekacauan di kota Luoyang terjadi, beberapa pihak yang berada di tingkat Immortal mulai merasakan perubahan atmosfer di kota tersebut.


Mereka yang berada di pihak sama saling mengirim telepati satu sama lain, dan mulai mewaspadai orang-orang yang berasal dari aliran berbeda.


Paman Jang yang sedang berada di stadion dan menunggu Nona muda pertamanya tampil tiba-tiba mendapatkan telepati dari seseorang, yang menelepatinya adalah pasukan khusus di tingkat Immortal yang ditugaskan oleh Patriark untuk menjaga Nona muda pertama dari kejauhan.


"Tuan Jang Hwi, apa anda mendengar saya?"


"Ya, ada apa?" paman Jang membalas.


"Situasi kota Luoyang samar-samar berubah menjadi aneh, banyak orang asing yang masuk ke kota dan basis kultivasi mereka berada di tingkat Nascent Soul sampai Immortal."


"Begitu, ya? Ada yang lain?"


"Banyak pihak yang saling mewaspadai satu sama lain, dan ada juga yang sudah bersiap untuk menghadapi situasi tak terduga."


"Bagaimana pihak kota dan Lima Menara Naga?"


"Mereka juga sudah bergerak dan mencari tau apa yang terjadi, mungkin sebentar lagi akan terjadi kekacauan di kota ini. Bagaimana menurut anda?"


Jang Hwi tidak langsung menjawab melainkan berpikir sejenak, ia kemudian memperhatikan setiap sudut stadion dan tidak menemukan keanehan sedikitpun.


"Kalau begitu, tangkap salah satu pendatang Nascent Soul, pastikan dia bukan berasal dari Aliran Putih. Lalu, interogasi dengan cara apapun untuk cari tau darimana asalnya dan apa tujuannya ke kota ini. Jika normal maka lepaskan, namun jika ada keanehan mau itu sedikit saja, buat dia mengakui tujuan sebenarnya." Jang Hwi memberi perintah dengan tenang.


"Saya mengerti, Tuan Jang Hwi."


Setelah telepati mereka putus, Jang Hwi langsung mengamati nona muda pertamanya melalui Kesadaran Spiritual untuk berjaga-jaga.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2