Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Masuk Ke Dalam Gua


__ADS_3

Hanya butuh waktu kurang dari satu batang dupa terbakar untuk Li Hao menyusul rombongan Lebah Penghisap Darah, dari kejauhan ia bisa melihat binatang buas itu sedang memasuki Gua yang tinggi dan lebarnya tidak sampai dua meter.


"Aku mempunyai tiga pedang yang tersisa, dan satunya sudah rusak parah." Li Hao mengangkat pedang yang ada di tangan kanannya ke depan, "Apakah aku bisa membunuh semua lebah itu hanya dengan senjata sampah ini?"


Li Hao sebenarnya cukup ragu, tapi ia tidak mau gagal dalam misi pertamanya apalagi hadiah misinya sangatlah menggiurkan.


"Ya, sudahlah." Li Hao menepis kekhawatirannya itu, lalu membuka layar statusnya.


[ Nama: Li Hao


Umur: 18 Tahun


Level: 42


Basis Kultivasi: Forging Qi bintang 8


Statistik


Strength: 84 Vitality: 31


Agility: 31 Qi: 50


SP: 25 ]


"25 skill poin yang tersisa... Hm, apa yang cocok untuk kutambahkan, ya?" Li Hao setidaknya harus meningkatkan statistiknya selama belum menjalankan misinya, jika ia sudah berada di dalam gua itu maka ada kemungkinan dirinya tidak akan sempat melihat layar status.


Li Hao terdiam dan memikirkan semua itu dengan keras, ia memegang dagunya dengan tangan kiri dan tak bergerak selama beberapa waktu.


"Vitality untuk memperkuat pertahanan tubuhku, jika aku menambahkannya ke stat itu, apa ada kemungkinan racun yang dimiliki lebah itu menjadi tak efektif?" Li Hao berpikir dalam diam, kemudian menggeleng pelan, "Tapi teori itu sama sekali tidak ada jaminannya. Kalau begitu, apa aku harus menambahkannya ke Agility? Jika kecepatanku bertambah, sedikit kemungkinan bagi lawan bisa mengenaiku."


Li Hao terdiam sejenak untuk mempertimbangkan kedua statistik itu, matanya kemudian teralih ke arah Qi dan berpikir, "Kalau aku menambahkannya ke Qi, energi spritual yang kumiliki akan meningkat cukup banyak, tapi..." tatapan Li Hao berubah menjadi dingin, "Ada beberapa orang yang mengawasiku, jika basis kultivasiku meningkat secara tiba-tiba itu pasti akan menaruh kecurigaan pada mereka."


Li Hao larut dalam pikirannya, ia tersentak saat ada seseorang yang menepuk pundaknya.


"Li Hao, coba pikirkan kembali keputusanmu. Kau bisa mati jika benar-benar melawan rombongan itu." suara Xia Zhan terdengar jelas di telinga Li Hao.


"Bukankah sudah kubilang? Keputusanku sudah bulat, lebih baik kau mengawasiku dari kejauhan sama seperti teman-temanmu itu." Li Hao tanpa menoleh sedikitpun berkata dengan suara pelan.


Nafas Xia Zhan langsung tertahan ketika mendengar itu, "Kamu... Sejak kapan kamu mengetahuinya?" tanyanya dengan suara pelan.


"Sejak awal." jawab Li Hao cepat.


Xia Zhan mengangkat tangannya dari pundak pemuda di depannya, ia kemudian menghela nafas panjang sebelum berdiri di sampingnya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan ikut denganmu." Xia Zhan berkata sambil melirik ke arah Li Hao.


Li Hao sedikit mengangkat alisnya sebelum menoleh ke arah perempuan di sampingnya, "Tugasmu hanyalah mengawasiku, tidak ada perintah bagimu untuk membantuku."


"Itu benar, tapi ini adalah pilihanku. Tidak ada larangan bagiku untuk membantumu selama pengawasan berlangsung, jadi kurasa ini tidak akan menjadi masalah." Xia Zhan tersenyum tipis.


Li Hao terdiam sejenak sebelum menghela nafas pendek, "Baiklah, terserahmu..."


Xia Zhan tidak mengatakan apa-apa selama beberapa waktu dan perhatiannya tertuju ke arah mulut gua yang sudah tidak lagi terdapat Lebah Penghisap Darah, "Kapan kita akan maju?"


"Sebentar lagi..." Li Hao menjawab sambil melihat layar statusnya.


Beberapa menit kemudian, Li Hao memutuskan untuk menambahkan seluruh SP-nya ke agility, memang itu beresiko akan tetapi resikonya lebih kecil daripada memasukkannya pada vitality.


[Agility +25]


[Agility: 31 > 56]


Sesaat setelah Li Hao memasukkan semua SP-nya, ia langsung merasakan perubahan pada tubuhnya, "Aku menjadi sangat ringan... Ini mungkin akan menyenangkan." Li Hao tersenyum tipis, lalu menoleh ke arah Xia Zhan, "Ayo pergi."


Li Hao langsung bergerak maju ke depan, dan diikuti oleh Xia Zhan dari belakang.


Ketika Li Hao dan Xia Zhan sudah berada di samping mulut Gua, keduanya berhenti dan saling menatap satu sama lain.


Mereka berdua sebisa mungkin menyembunyikan hawa keberadaan masing-masing, lalu masuk ke dalam mulut Gua tersebut.


Di dalam Gua, suasana begitu sunyi dan gelap, Li Hao dan Xia Zhan tidak menemukan apa-apa selain jejak dari Lebah Penghisap Darah.


"Di mana mereka?" Xia Zhan berbisik, suaranya begitu pelan dan hanya bisa di dengar oleh Li Hao seorang.


"Entahlah... Tapi yang pasti keberadaan mereka sudah tidak terlalu jauh dari sini." ucap Li Hao ketika menemukan beberapa jejak yang baru saja ditinggalkan oleh Lebah Penghisap Darah.


Xia Zhan tidak bertanya lebih jauh dan hanya diam sembari meningkatkan kewaspadaannya.


"Berhenti." Li Hao memberikan tanda, mereka berdua bisa melihat ada tiga jalur cabang yang masing-masing mengeluarkan suara berdenging.


"Mereka menyebar?" Xia Zhan sedikit mengerutkan alisnya, "Apakah kita harus berpisah?"


"Tidak, jangan lakukan itu..." Li Hao langsung menjawab dengan cepat, kalau mereka melakukannya mungkin Xia Zhan bisa saja dalam bahaya, "Kita akan ke jalur kiri."


Xia Zhan mengangguk dan kemudian mengikuti Li Hao yang mulai kembali berjalan.


Ketika mereka berdua memasuki jalur kiri, suasana menjadi tambah gelap dan hawa dingin menyelimuti keduanya.

__ADS_1


"Berhenti, ada satu lebah yang mengarah ke kita." Li Hao mengingatkan sembari memegang erat pedangnya, "Aku akan membunuhnya dengan cepat, kamu tolong perhatikan bagian belakang."


"Baik." Xia Zhan mengangguk, ia segera berbalik ketika melihat Li Hao mulai melangkah ke depan sana.


Ngiiinng~


Suara berdenging yang tadinya masih pelan sekarang mulai menjadi keras, tentu saja itu karena jarak di antara mereka mulai menipis.


"Terlihat..." Li Hao bisa melihat siluet lebah dari kejauhan, ia tanpa banyak basa-basi langsung melapisi pedangnya dengan Qi dan melesat maju dengan kecepatan tinggi.


Whooosh!


Dalam waktu kurang dari tiga detik, Li Hao sudah melewati Lebah tersebut dan membelahnya menjadi dua bagian.


Xia Zhan yang diam-diam menyaksikan hal itu tidak bisa untuk tidak terkejut, matanya benar-benar tidak bisa melihat pergerakan Li Hao.


"Bagaimana mungkin?" suara Xia Zhan terdengar tak percaya, "Kecepatanmu... Apakah waktu melawan kera giok, kau belum mengerahkan seluruhnya?"


Meskipun jarak di antara mereka berdua cukup jauh, Li Hao bisa mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Xia Zhan.


"Begitulah." Li Hao mengangguk pelan.


Xia Zhan hanya bisa diam, keterkejutan membuatnya sulit untuk berkata-kata.


"Berhenti melamun, lanjutkan perjalanan kita." Li Hao kembali menyusuri lorong, sedangkan Xia Zhan masih mematung selama beberapa saat sebelum akhirnya dia menyusul pemuda tersebut.


......................


"Dia menyembunyikan kekuatannya..." Xia Zhan masih larut dalam pikirannya sepanjang perjalanan, ia menatap punggung Li Hao dan menghela nafas panjang berulang kali.


"Apa kau penasaran kenapa aku menyembunyikan kekuatanku?" Li Hao bertanya dengan suara pelan.


Xia Zhan tersentak, ia langsung mengangguk dan menjawab, "Ya."


Suasana hening selama beberapa waktu sebelum Li Hao menjawabnya.


"Tidak ada alasan yang spesial, aku hanya tidak mau terlihat mencolok di mata orang lain." jawab Li Hao dengan tenang, sejujurnya ia tidak mempunyai alasan mengenai hal itu-- karena pada dasarnya ia baru saja mendapatkan kekuatan tersebut dari beberapa waktu yang lalu.


Xia Zhan tidak berkata apa-apa setelah mendengar jawaban dari Li Hao, faktanya memang ada beberapa kultivator kuat yang sering menyamar menjadi makhluk lemah karena mempunyai beberapa alasan tertentu dan salah satu di antaranya adalah alasan yang dipakai oleh pemuda itu saat ini.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2