Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Membantai Lebah Penghisap Darah


__ADS_3

Setelah sampai di ujung lorong, Li Hao dan Xia Zhan bisa menemukan sarang Lebah raksasa yang tingginya mencapai 12 meter.


"Mengerikan..." Li Hao merasa merinding saat melihat sarang tersebut, ia melirik ke arah perempuan di dekatnya yang kini wajahnya pucat pasi, "Kalau kau ketakutan, kembalilah sebelum terlambat."


Xia Zhan tersentak mendengar itu, ia menoleh ke arah Li Hao dan menggeleng pelan, "Tidak, aku siap." sahutnya cepat, tapi suaranya terdengar tidak terlalu yakin.


Li Hao menatap Xia Zhan sejenak sebelum menghela nafas pendek, ia kemudian kembali menatap sarang raksasa tersebut dan berpikir, "Jumlah mereka setidaknya lebih dari 100, apa aku benar-benar bisa membunuh semuanya?" raut wajah Li Hao tampak sangat serius, "Kalau aku memancing mereka ke lorong ini, ada kemungkinan mereka lewat lorong lainnya dan mengepungku dari belakang."


"Apa aku menebas sarangnya saja? Tapi, itu pasti akan membuat mereka mengamuk." Li Hao memegang dagunya, ia tidak mempunyai persiapan untuk menghadapi situasi semacam ini.


"Kita bakar saja sarangnya." Xia Zhan berkata dan membuat Li Hao menatapnya.


"Bagaimana caranya? Kita tidak pun-" kata-kata Li Hao terhenti ketika melihat Xia Zhan mengeluarkan bola api dari tangan kirinya.


"Bagaimana dengan sekarang?" Xia Zhan tersenyum tipis.


"Benar... Sudah sangat umum kalau dunia kultivator terdapat berbagai macam elemen yang bisa digunakan. Bagaimana mungkin aku bisa melupakan hal dasar semacam ini?" Li Hao benar-benar tak habis pikir.


"Kalau aku membiarkan Xia Zhan membakar sarangnya, ada kemungkinan banyak lebah yang mati dan itu bisa saja menggagalkan misiku." Li Hao mengelus dagunya, "Apa yang harus kuperbuat?"


Beberapa saat kemudian, Li Hao akhirnya menemuka sebuah ide.


"Xia Zhan, aku punya rencana lain..."


"Rencana lain?"


Li Hao mengangguk dan kemudian menjelaskannya secara perlahan.


......................


"Menutup dua lorong lainnya dengan api agar akses keluar masuk mereka hanya di lorong ini, itu ide yang bagus... Tapi, bukankah dengan membakar sarang mereka semuanya akan menjadi lebih mudah?" Xia Zhan yakin kalau jumlah mereka akan berkurang secara signifikan jika dirinya membakar sarang raksasa itu.


"Kau benar, tapi tujuanku adalah untuk meningkatkan kemampuan tempurku bukan menghabisi mereka secara percuma. Kalau kau membakar sarang itu dan mengurangi jumlah lebah yang ada, lalu untuk apa aku memburu mereka?" Li Hao membalas dengan suara tenang.


Xia Zhan tidak berkata-kata dan ia menatap Li Hao dengan seksama, "Lalu, aku di tempatkan di mana jika kau bertarung dengan para lebah itu?" tanyanya serius.


"Kau akan berjaga di antara pintu masuk tiga lorong, tugasmu adalah menjaga api yang terbakar di dua lorong lainnya dan juga kalau ada lebah yang berhasil lolos dariku lalu hendak kabur ke luar kau boleh membunuhnya." ucap Li Hao menjelaskan.


"Bukankah itu artinya aku sama sekali tidak membantumu melawan lebah-lebah itu? Bagaimana jika kau kalah dan membuat kita berdua terbunuh di dalam Gua ini?" Xia Zhan jelas tidak bisa menerimanya.

__ADS_1


"Aku tidak akan terbunuh..." Li Hao menggeleng pelan sambil tersenyum percaya diri, lalu melanjutinya, "Dan juga peranmu dalam rencana ini penting, kau akan sangat membantuku."


Xia Zhan menghela nafas panjang setelah terdiam beberapa saat, "Baiklah, kuikuti rencanamu. Sekarang, bagaimana cara menutup kedua lorong itu dengan api?"


"Kita akan menebang kayu dan menumpuknya sampai menutupi pintu lorong." Li Hao bergerak kembali karena tidak mau membuang lebih banyak waktu.


Xia Zhan tidak banyak bicara setelah mendengar itu dan mengikuti pemuda tersebut dari belakang.


Mereka berdua kemudian keluar dari Gua dan mulai menebang beberapa pohon di sekitaran sana, setelah selesai keduanya langsung kembali dan menumpuk batang pohon di kedua lorong sampai penuh tanpa menyisakan celah sedikitpun.


"Apa apimu bisa membakar semua batang pohon itu?" tanya Li Hao tanpa menoleh.


"Jangan meremehkan aku." Xia Zhan mengangkat sudut bibirnya, ia kemudian menciptakan bola api yang cukup besar di tangan kanannya lalu melemparkannya ke lorong bagian tengah.


Whooosh!


Ketika bola api menabrak tumpukan kayu tersebut, api langsung menyebar dengan cepat dan membakar lorong tengah.


"Menakjubkan..." mata Li Hao berbinar, perasaan untuk mempelajari suatu elemen langsung muncul di dalam hatinya, "Hei, Xia Zhan, saat pulang nanti maukah kau mengajariku cara menggunakan elemen?"


"Hm, memangnya kau tidak bisa menggunakan elemen?" Xia Zhan sedikit mengerutkan alisnya, ia cukup terkejut saat mendengar fakta tersebut.


Xia Zhan mengangguk dan berkata, "Baiklah, aku bersedia mengajarimu."


Li Hao tersenyum senang, dan ia kemudian menatap ke arah lorong kiri, "Sepertinya mereka menyadari hal ini..." Li Hao kembali menatap Xia Zhan, "Cepat bakar lorong kanan, aku akan bersiap-siap."


Xia Zhan mengangguk, sementara Li Hao langsung memasuki lorong kiri.


Ketika sudah setengah perjalanan, Li Hao bisa menemukan tiga siluet lebah berukuran satu meter sedang terbang ke arahnya, tepat di belakang mereka bertiga terdapat lebah-lebah lainnya.


"Baiklah, aku pasti bisa!" Li Hao mengeluarkan pedang yang hampir rusak dan kemudian melapisinya dengan Qi, tidak hanya itu saja ia juga melapisi seluruh tubuhnya dengan Qi untuk berjaga-jaga.


Meskipun hal tersebut adalah bentuk pemborosan energi spiritual, tetapi Li Hao tidak punya pilihan terbaik lainnya selain ini.


"Mereka pasti sudah menyadari keberadaanku..." Li Hao bisa mendengar suara berdenging mereka seolah sedang berkomunikasi satu sama lain, "Itu artinya, sudah tidak ada gunanya bagiku untuk menyembunyikan hawa keberadaan."


Li Hao melepas auranya dan membuat domain dalam jarak tertentu yang bisa memperlambat pergerakan mereka.


Sesuai perkiraan Li Hao, pada saat lebah-lebah itu memasuki domainnya pergerakan mereka mulai melambat secara bertahap.

__ADS_1


"Sudah saatnya..." Li Hao bergerak maju dengan sangat cepat, dan ia langsung menebas lebah-lebah yang ada di depannya.


Satu...


Dua...


Tiga...


Empat..


Lima...


Enam...


......................


81 Lebah Penghisap Darah terbunuh hanya dalam waktu kurang dari satu batang dupa terbakar.


"Hosh... Hosh... Hosh..." nafas Li Hao memburu, dirinya saat ini sedang berdiri di antara puluhan mayat lebah, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan darah berwarna kuning pucat, "Tempat ini menjadi lebih sempit karena mayat mereka, pergerakanku mulai terbatas..."


Li Hao melihat sekitarnya sembari mengatur nafasnya, "Apa aku harus maju? Jika mundur, Xia Zhan bisa ikut terlibat dan tentu saja itu akan membahayakannya..." Li Hao memutar otaknya sebelum berdecak kesal saat mendengar kembali suara berdenging dari kejauhan, "Mereka datang lagi... Sial, apakah mereka tidak bisa membiarkanku beristirahat sejenak?!" Li Hao mengumpat, lalu buru-buru membuka layar statusnya.


"Bagus, aku naik level!" Li Hao bisa melihat levelnya sudah naik sampai ke angka 48 dan poin skill yang ia dapatkan adalah 30.


"Aku butuh kekuatan dan kecepatan." Li Hao tanpa berpikir dua kali langsung memasukkan statistiknya ke Strength dan Agility.


[Strength +15]


[Strength: 84 > 99]


[Agility +15]


[Agility: 56 > 71]


Li Hao menyeringai ketika merasakan kekuatan baru saja masuk ke dalam tubuhnya, "Para lebah! Bersiaplah menemui kematian kalian!" Li Hao maju dengan penuh semangat dan mulai membantai para lebah yang mengarah ke dirinya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2