
"Kenapa? Kenapa kau tersenyum?" Tao Shen sedikit menyipitkan matanya.
"Tidak, aku hanya senang saja karena bisa merasakan situasi yang terjadi pada karakter utama di novel-novel yang pernah kubaca." Li Hao berkata dan membuat Tao Shen beserta orang-orang di belakangnya kebingungan.
"Sialan! Apa kau sedang mempermainkanku?!" Tao Shen entah kenapa menjadi emosi.
Li Hao sedikit memiringkan kepalanya dan kemudian matanya mengarah ke yang lain.
"Persiapkan diri kalian! Si brengsek ini sepertinya perlu diberi pelajaran!" Tao Shen yang mengetahui Li Hao sepertinya tidak ada niat langsung menyuruh bawahannya bersiaga.
Li Hao tentu mengetahui hal tersebut dan ia hanya tersenyum tipis, "Coba kalian tanyakan pada orangnya sendiri."
Sesaat setelah Li Hao berkata demikian, Xia Zhan muncul dan lewat di antara mereka semua. Dia membawa nampan yang di atasnya terdapat makanan, dan raut wajahnya tidak mengeluarkan ekspresi sedikitpun.
Tao Shen menjadi kegirangan ketika melihat keberadaan perempuan itu, ia mencegahnya lewat dengan tangan kiri yang terangkat ke depan.
"Hey, tuanmu sepertinya mau menjualmu. Berapa harga yang kau inginkan?" tanya Tao Shen sambil memasang senyum menjijikkan, "Baumu sangat harum, apa kamu bersiap karena tau kedatanganku kemari?"
Xia Zhan terdiam sejenak sebelum menghembuskan nafas pendek dari mulut, "Berhentilah melakukan tindakan yang bodoh, babi." ucapnya sinis.
Mendengar perkataan itu membuat Tao Shen dan anak buahnya marah.
"Oi, sialan! Apa yang baru saja kau katakan!" salah seorang pemuda berusia 18 tahun hendak memegang pundak Xia Zhan, namun langsung ditepis oleh perempuan tersebut.
"Kau hanya pelayan, kenapa kau begitu sombong?!" Tao Shen mendekatkan wajahnya ke Xia Zhan, dan menampilkan ekspresi marah.
"Benar, aku hanya seorang pelayan. Tapi, tuan yang kulayani adalah Tuan muda Qiao Chang Hai." Xia Zhan berkata dengan dingin, dan tiba-tiba saja empat orang berpakaian hitam muncul mengelilingi mereka.
Tao Shen langsung mundur beberapa langkah, begitu juga dengan anak buahnya.
Li Hao sendiri tetap menyaksikan dalam diam, ia bisa merasakan-- tiga dari keempatnya adalah seorang kultivator di tingkat Qi Refinement. Sedangkan satunya lagi ia tidak mengetahui di tingkat mana dia berada, tapi satu hal yang pasti-- dia jauh lebih kuat di antara mereka bertiga.
"S-siapa kalian?" Tao Shen tergagap, ia menelan ludahnya dengan kasar.
Yen Shao berjalan mendekati Tao Shen, dan ia mengeluarkan sebuah giok hitam yang terdapat ukiran pedang putih di tengahnya.
Tao Shen langsung terjatuh ke lantai saat melihat giok tersebut, tentu saja ia mengenalinya karena itu adalah lambang dari sekte Seribu Pedang.
"A-ah... M-maafkan saya! S-saya benar-benar tidak tau kalau dia berasal dari sekte Seribu Pedang!" Tao Shen langsung bertekuk lutut dan badannya menunduk-- hampir mengenai tanah, keringat dingin membasahi wajahnya.
Mendengar pernyataan maaf dari Tao Shen membuat anak buahnya langsung bergetar ketakutan, mereka langsung melakukan hal yang sama seperti Tao Shen ke arah Xia Zhan dan memohon maaf padanya.
__ADS_1
"Pergilah... Aku akan memaafkan kalian untuk kali ini saja." Xia Zhan berkata dengan suara sinis.
Tao Shen berterima kasih sebesar-besarnya dan ia langsung beranjak pergi dari sana bersama dengan para bawahannya yang lain.
Li Hao tersenyum saat menyaksikan semua itu, ia menatap keempat pria berpakaian hitam itu-- begitupun sebaliknya.
"Sepertinya kau sudah memperkirakan hal ini, ya." Yen Shao tersenyum tipis.
Li Hao mengangkat pundaknya, "Siapa yang tau..."
Yen Shao terdiam sejenak sebelum menghilang dari sana bersama ketiga orang lainnya.
Xia Zhan sendiri menatap Li Hao dengan tatapan menyelidik, dan membuat pemuda tersebut merasa tak nyaman.
"Ada apa?" tanya Li Hao penasaran.
"Tadi... Kau terlihat seperti ingin menjualku, apa kau benar-benar ingin melakukannya?" Xia Zhan bertanya dengan nada sedikit tak senang.
"Itu uang yang sangat banyak, aku tadi merasa cukup bimbang." Li Hao mengakhiri kata-katanya dengan tawa kecil.
"Kau menyebalkan!" Xia Zhan tau kalau pemuda di depannya saat ini sedang bergurau, "Terima ini, aku mau pergi."
"Oh, apakah kau marah?" Li Hao bertanya sembari menerima nampan yang terdapat makanan.
Li Hao sendiri tersenyum tipis, lalu kembali bertanya, "Kalau begitu, kapan kau mengajariku menggunakan elemen?"
Xia Zhan berhenti dan ia menoleh ke arah belakang, "Mungkin besok atau lusa? Tergantung kesibukanku..."
"Baiklah... Saat datang kemari lagi, tolong bawakan aku beberapa buku tentang Dao dan Elemen." Li Hao sedikit berteriak.
Xia Zhan mengangkat jempolnya ke atas, "Oke."
"Terima kasih." ucap Li Hao dan Xia Zhan hanya mengangguk sebelum kembali berjalan pergi.
Li Hao diam di tempat dan memandangi Xia Zhan, ia kemudian masuk ke dalam rumahnya setelah perempuan berambut putih itu sudah tidak berada dalam jarak pandanganya lagi.
"Aku akan makan dan kembali berlatih tinju petir merah." Li Hao bergumam, dan kemudian berjalan ke kamarnya untuk menikmati makanannya di sana.
***
Tiga hari berlalu.
__ADS_1
Li Hao sekarang sedang melakukan gerakan tinju petir merah, ia sudah melakukannya berulang kali dan bisa dibilang dirinya sudah menguasai penuh jurus ini.
"Huuh..." Li Hao menghembuskan nafasnya usai melakukan gerakan terakhir tinju petir merah, ia mengambil handuk dan mengelap badannya yang penuh keringat.
Tok... Tok...
Li Hao yang tadinya ingin ke kamar langsung mengurungkan niat saat mendengar suara ketukan pintu, ia membukanya dan mendapati Xia Zhan yang membawakan nampan makanan seperti biasanya.
Xia Zhan sendiri langsung menahan nafasnya ketika melihat Li Hao tidak mengenakan baju dan hanya celana panjang saja.
"Oh, wajahmu memerah." Li Hao berkata sambil mengambil nampan tersebut dari tangan perempuan di depannya.
Li Hao sedikit merendahkan badannya agar wajahnya sejajar dengan Xia Zhan, "Apa kau terkesima melihat badanku yang berotot."
"Matilah." Xia Zhan menutup pintunya dengan keras dan membentur wajah Li Hao.
"Aw~ Xia Zhan, apa yang kau lakukan?!" Li Hao mengusap wajahnya yang kesakitan dengan satu tangan.
"Itu adalah hukuman karena kau berani menggodaku!" Xia Zhan mendengus kesal, raut wajahnya memerah saat memikirkan badan kekar Li Hao.
Li Hao menggeleng pelan sebelum berbalik dan meletakkan nampan tersebut ke atas meja yang ada di dekatnya.
"Apa kau akan mengajariku hari ini?" tanya Li Hao dari dalam rumah.
"Kalau kau mau kuajari, pakai bajumu!" Xia Zhan berkata dengan keras.
"Baik, baik." Li Hao tertawa kecil, ia membuka inventory dan mengeluarkan sebuah kaus berwarna hitam polos.
Li Hao kemudian mengenakan kaus tersebut, lalu membuka pintu rumahnya. Ia mendapat Xia Zhan yang sedang memandangi lapangan, "Hey, apa kau masih marah?"
"Tidak." jawab Xia Zhan cepat.
Li Hao tersenyum tipis dan kemudian berkata, "Baguslah, kalau begitu-- di mana kita akan belajar menggunakan elemen?"
"Di sana." Xia Zhan menunjuk ke satu arah, dan kemudian menoleh ke belakang, "Apa kau tidak makan? Kita mungkin akan berlatih sampai sore."
Li Hao menggeleng dan menjawab, "Tidak. Aku ingin cepat-cepat latihan."
Xia Zhan tersenyum sebelum mengangguk pelan, "Ayo..."
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.