
Badak Petir adalah binatang spiritual yang mempunyai serangan dan juga pertahanan yang kuat. Tidak hanya itu, badak petir bisa mengeluarkan listrik mematikan dari culanya sehingga membuatnya sangat sulit untuk didekati.
Pada saat Li Hao melompati sekelompok Badak Petir, mereka langsung waspada dan segera mengeluarkan listrik dari cula masing-masing.
Li Hao cukup terkejut karena tidak pernah melawan jenis binatang spiritual ini sebelumnya, ia mencoba sebisa mungkin untuk menghindari serangan itu tetapi sedikit sulit karena posisinya sekarang berada di udara.
Zraaaat!
Li Hao menerima sejumlah aliran listrik dan membuatnya terpental mundur ke belakang, tubuhnya sedikit mendapatkan luka bakar namun tidak sampai melukai organ dalamnya.
"Tsk, sakit." Li Hao berdecak pelan, lalu bangkit berdiri sembari membuka layar statusnya.
[Vitality +15]
[Vitality 210 > 225]
[Agility +5]
[Agility 221 > 226]
Setelah meningkatkan statistiknya, Li Hao bergerak secara zig-zag dan ketika melompati sungai dirinya langsung mengeksekusi gerakan Tusukan Bintang tanpa menggunakan Qi-nya.
Bam!
Bunyi nyaring terjadi ketika Tusukan Bintang mengenai salah satu badak petir, namun badak petir yang menerima serangan tersebut hanya terpental belasan meter sampai jatuh tanpa mendapatkan luka sedikitpun.
"Wah, ternyata sekeras itu kulitnya..." Li Hao cukup terkejut, lalu mulai melakukan gerakan Tarian Bintang Malam.
Pertukaran serangan terjadi di antara Li Hao dan delapan badak petir, area sekitar termasuk sungai yang di sana mulai hancur berantakan karena menerima dampaknya.
Li Hao secara berulang menggunakan gerakan Tarian Binatang Malam akan tetapi pedangnya tidak bisa menembus kulit keras badak petir, ia akhirnya memperlebar jarak sebelum mengalirkan Qi-nya ke dalam pedang Iblis Malam.
Whoooosh!
Aura hitam merembes keluar dari sana dan Li Hao langsung melakukan kuda-kuda untuk mengeksekusi gerakan Tusukan Bintang. Pada saat yang bersamaan, kedelapan badak petir mengeluarkan listrik dari cula mereka.
Zraaaat!
Whooosh!
__ADS_1
Tusukan Bintang dilepaskan sesaat setelah badak petir mengeluarkan listrik mereka. Ketika kedua serangan itu berbenturan, ledakan besar terjadi dan menciptakan angin yang amat kuat.
Booom!
Li Hao mengangkat pedang Iblis Malam ke depan dadanya sebagai tameng, dan setelah ledakan tersebur mulai menghilang dirinya bisa menemukan kalau sebagian besar badak petir terluka parah.
"Kesempatan!"
Li Hao langsung melesat maju dengan gerakan acak yang sulit untuk dibaca lawannya, dengan Tarian Bintang Malam ia membuat badak petir yang terluka parah langsung mati di tempat tanpa melakukan perlawanan.
Setelah kematian sebagian besar badak petir, dua yang tersisa langsung melarikan diri karena tau tidak akan bisa menang dari manusia itu. Pintarnya, mereka berlari ke arah yang berlawanan sehingga membuat Li Hao harus mengejar salah satu di antara keduanya.
Li Hao tidak banyak berpikir dan langsung mengejar badak petir yang berlari ke arah utara, ia tak mengejar yang ke arah selatan karena arah tersebut menuju ke wilayah yang sudah lumayan dirinya hafal.
"Bagaimana bisa binatang sebesar itu bisa lari secepat ini?" Li Hao terkejut karena ia membutuhkan beberapa menit untuk bisa menyusulnya, "Kena kau!"
Setelah jarak mereka berdua hanya dipisahkan belasan meter saja, Li Hao langsung melemparkan pedang Iblis Malam yang sudah dilapisi dengan Qi.
Swoooosh!
Dengan kecepatan yang luar biasa, pedang Iblis Malam berhasil menembus perut badak petir dan langsung membunuhnya.
Li Hao tidak terlalu terkejut melihat badak petir itu bisa terbunuh dalam sekali serang, ia segera menarik pedangnya dan mendapatkan notifikasi kalau dirinya telah naik satu level.
Li Hao segera pergi dari sana dan meninggalkan mayat badak petir tersebut. Tidak lama setelah kepergiannya, muncul dua sosok yang memiliki bentuk seperti manusia namun memakai mantel hitam yang menutupi seluruh tubuh mereka.
"Sudah lima bulan semenjak manusia itu memasuki hutan ini, dan dia telah bertambah kuat dengan sangat cepat dalam jangka waktu sesingkat itu."
"Badak petir adalah makhluk yang kuat, pemimpin bahkan melarang kita untuk mengusik mereka jika tidak diperlukan. Tapi, manusia itu tidak kesulitan untuk membunuh beberapa dari mereka, apa ini masuk akal?"
"Intinya kita harus berhati-hati, dia adalah Qi Refinement yang mampu menghadapi sejumlah makhluk Golden Core. Kemampuannya tidak boleh diremehkan, kita harus segera membangun rencana untuk membunuhnya atau dia yang akan melahap kita terlebih dahulu."
"Aku setuju, ayo laporkan ini pada pemimpin."
Setelah berkata demikian, mereka berdua langsung pergi dari sana dengan cepat.
Sementara itu, Li Hao yang sudah bergerak menuju selatan tidak menemukan satu badak petir yang tersisa. Padahal ia sudah mengelilingi wilayah ini selama kurang lebih setengah jam, namun tidak ada jejak sedikitpun yang ditinggalkan oleh badak petir tersebut.
"Haaa... Ya, sudahlah." Li Hao menyerah karena pencarian ini membuang-buang waktunya, ia kemudian kembali ke Gua yang menjadi tempat tinggalnya untuk memeriksa ketiga anak elang itu.
__ADS_1
Sesampainya di Gua, Li Hao bisa menemukan kalau ketiga anak elang itu sedang terlelap tidur di atas batu besar. Mereka langsung terbangun karena menyadari keberadaannya, dan tidak lama setelah itu suara decitan mulai terdengar.
"Sepertinya kalian lapar..." Li Hao berkata dengan suara pelan, ia kemudian menciptakan api unggun dengan sisa kayu tadi malam lalu mengeluarkan beberapa daging tusuk dari inventorynya.
Li Hao memanggang semua daging tusuk itu di atas api unggun, dan setelah matang dirinya langsung memberikan satu tusuk pada ketiga anak elang itu sementara ia menghabiskan sisanya.
Setelah menyantap daging tusuk yang ia panggang, Li Hao melakukan posisi bersila kemudian menelan beberapa pil pemulih Qi dan luka luar.
Usai menunggu selama beberapa menit, Li Hao berhasil memulihkan Qi serta semua luka luarnya. Ia langsung bangkit berdiri dan kembali berburu untuk meningkatkan levelnya.
......................
Selama satu minggu ini, Li Hao terus berburu tanpa adanya waktu libur. Berkat hal itu, dirinya telah mencapai level 175. Namun karena ulahnya, hampir semua binatang spiritual di sekitar wilayahnya melarikan diri ke tempat lain karena tidak mau mengambil resiko.
Tentu saja Li Hao juga merasakan dampaknya, ia semakin sulit mencari binatang spiritual untuk dihabisi. Meskipun begitu, kejadian ini bukanlah kali pertama sehingga dirinya tidak terkejut sama sekali
"Hm, sudah saatnya aku pindah tempat tinggal."
Saat ini, Li Hao sedang berdiri di gunung batu tempat dirinya menghabisi raksasa elang angin. Seperti biasa, ia hanya menikmati suasana senja di sore hari setelah menghabisi banyak binatang spiritual.
Ketika Li Hao sedang memikirkan banyak rencana di pikirannya, ia merasakan fluktuasi energi yang melimpah dari arah utara. Semakin lama fluktuasi energi tersebut semakin membesar dan menyebar luas.
"Apa-apaan...?"
Tidak lama setelah itu, Li Hao juga mendengar suara hentakkan kaki dari arah yang sama. Ia tak bisa menahan kerutan di alisnya, lalu melompat turun dari gunung batu untuk mencari tau apa yang terjadi.
Setelah sampai dengan hawa keberadaan yang sudah disembunyikan, Li Hao menahan nafasnya ketika melihat pasukan simpanse di ranah Qi Refinement sampai Golden Core.
"Jika dihitung, jumlah mereka hampir mendekati dua ratus. Apa yang ingin mereka lakukan? Perang?"
Pada saat Li Hao bertanya-tanya dalam hati, layar system tiba-tiba saja muncul di hadapannya.
[Ding! Kalahkan pasukan klan Simpanse yang ingin membunuh anda!]
[Hadiah: Hunter Eye dan manual Immune Step]
[Hukuman Gagal: Turun 30 Level]
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT
Hari ini crazy update, ditunggu!