Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Datang Masalah Merepotkan


__ADS_3

"Ukhhh..."


Setelah menerima sentilan ketiga Li Hao, Diao Chan langsung mengusap dahinya yang sepertinya merah dan sedikit benjol.


"Kau benar-benar tidak punya hati!" gerutu Diao Chan dengan raut wajah kesal.


Li Hao sendiri hanya tertawa kecil saat mendengarnya dan tidak menanggapi lebih jauh.


Beberapa saat kemudian, langkah Li Hao terhenti-- begitu juga dengan Diao Chan. Keduanya menjadi waspada ketika menemukan sekelompok orang yang menunggangi kuda.


"Jumlah mereka cukup banyak." Li Hao bergumam, ia bisa melihat orang-orang itu sedang menuju ke arah barat dari posisi mereka berdua saat ini.


"Hm, kalau tidak salah mereka adalah pasukan Kekaisaran." Diao Chan sedikit menyipitkan mata saat mengatakan itu.


"Pasukan Kekaisaran?" alis Li Hao sedikit terangkat.


Perlu diketahui, Daratan Surgawi mempunyai dua Kekaisaran yang menguasai beberapa wilayah tertentu, kekuatan tempur yang mereka miliki bisa dibilang setara dengan sekte bintang 10.


"Jika dilihat dari lambang zirah yang dikenakan, sepertinya mereka berasal dari Kekaisaran Bintang." gumam Diao Chan menambahkan.


Li Hao tidak menanggapinya, tetapi apa yang dikatakan oleh perempuan itu adalah kebenaran.


"Mereka itu... Sedang mencari seseorang, ya?" Li Hao berkata dengan nada sedikit ragu.


"Hm, kenapa kau berpikir demikian?" Diao Chan langsung menatap pemuda di depannya dengan tatapan keheranan.


"Apa kau tidak lihat ada seseorang yang sedang bersembunyi di antara rerumputan?" Li Hao menunjuk ke salah satu arah, dan menunjuk ke seorang laki-laki yang meringkuk ketakutan.


Diao Chan sendiri langsung menatap ke arah yang ditunjuk pemuda itu, ia menyipitkan mata dan menemukan sosok yang dimaksud olehnya.


"Oh... Kau benar!" Diao Chan cukup terkejut, "Penglihatanmu tajam juga."


Li Hao hanya diam dan tidak menanggapi, ketika pasukan Kekaisaran Bintang sudah tidak berada dalam jarak pandangnya lagi-- ia langsung berjalan ke arah orang yang sedang bersembunyi itu.


"Kau ingin menghampirinya?" tanya Diao Chan yang masih diam di tempat.


"Iya, kau mau ikut atau tidak?" tanya Li Hao yang terus berjalan tanpa menoleh.


Diao Chan hanya mengangguk pelab dan ia mulai mengikuti Li Hao dari belakang.


Pada saat mereka berdua sampai di tempat persembunyian orang itu, keduanya bisa mendengar suara sesenggukan anak kecil.


"Masih bocah ternyata..." Li Hao berkata dengan suara pelan, namun dapat didengar oleh Diao Chan yang ada di belakangnya.

__ADS_1


"Sepertinya dia belum menyadari kehadiran kita..." Diao Chan perlahan mendekati anak kecil tersebut, "Biar aku saja yang mencoba mendekatinya."


Li Hao mengangguk pelan dan ia mundur beberapa langkah ke belakang.


Anak kecil itu saat ini sedang meringkuk di tanah dan memejamkan matanya, tubuhnya bergetar hebat dan ia sedang berusaha untuk menahan suaranya.


"Nak..."


Suara perempuan yang lembut terdengar jelas di telinga anak kecil itu, dia juga merasakan sentuhan di punggungnya dan membuatnya melompat mundur karena terkejut.


"Tidak, jangan bunuh aku! Tolong..." anak kecil itu memohon ampun dengan suara bergetar, ia masih menutup matanya karena takut melihat orang-orang yang mengejarnya.


"Shttt... Tenanglah, aku bukan orang yang sedanh mengejarmu." Diao Chan berusaha untuk menenangkan anak kecil itu, ia tidak mencoba mendekatinya karena hal tersebut pasti akan membuatnya semakin ketakutan.


Anak kecil itu terdiam dengan tubuh yang bergetar, ia menelan ludahnya dengan kasar lalu mulai memberanikan diri untuk membuka matanya.


"Uh... Huh... S-siapa kamu?" anak kecil itu menemukan seorang perempuan cantik yang disinari oleh cahaya rembulan, dirinya terpana dan bahkan sekarang jantungnya berdebar cukup kencang.


"Aku hanya orang yang kebetulan lewat saja..." Diao Chan tersenyum dan ia mulai berjalan mendekati anak kecil tersebut, "Apakah kamu baik-baik saja?"


Suasana hening sejenak sebelum anak kecil itu menganggukkan kepalanya pelan.


"Bagus... Kalau begitu, ayo kita pindah ke tempat yang lebih aman dulu-- takutnya orang-orang yang mengejarmu kembali ke sini." Diao Chan mengulurkan tangan kanannya dan kemudian diraih oleh anak kecil itu.


"Tenang... Tenang... Aku bersama dia." Li Hao mengangkat kedua tangannya, lalu menunjuk ke arah Diao Chan.


Diao Chan sendiri ikut memberitahu kalau Li Hao adalah pemuda yang baik, jadi tidak perlu mengkhawatirkan orang itu.


Mendengar hal tersebut membuat anak kecil itu mendapatkan ketenangannya kembali.


Mereka bertiga akhirnya berjalan bersama dan mencari tempat yang aman untuk menetap.


......................


Karena mereka masih di padang rumput yang luas, mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk berhenti di dataran tinggi.


"Apa kamu lapar?" tanya Diao Chan sembari menatap anak kecil di dekatnya.


Anak kecil itu menggeleng pelan dengan raut wajah sedih, ia saat ini sedang teringat dengan peristiwa buruk yang menimpanya beberapa waktu lalu.


Diao Chan dan Li Hao tentu mengetahui kesedihan anak kecil itu, mereka berdua hanya bisa memerhatikannya dalam diam sampai sekiranya dia tenang.


......................

__ADS_1


Satu batang dupa terbakar.


Akhirnya anak kecil itu mulai memperkenalkan dirinya. Dia bernama Wei Han, seorang putra dari Kaisar Wei Jing Shin.


Perkenalan diri dari Wei Han jelas mengejutkan Li Hao dan Diao Chan, mereka berdua saling menatap satu sama lain dan memasang raut wajah serius.


Wei Han sendiri berkata kalau terjadi kekacauan di Istana Kekaisaran, ia tidak tau cerita detailnya karena paman Gao tiba-tiba saja datang menghampirinya dan membawa ia keluar dari Istana.


Selama di perjalanan, pasukan Kekaisaran mengejar mereka berdua. Paman Gao sendiri mulai bercerita kalau terjadi kudeta di Istana, dan kedua orang tuanya dibunuh oleh seseorang yang tidak dikenal.


Paman Gao bilang, dia harus selamat agar bisa tumbuh besar dan mengambil alih kembali takhta Kekaisaran Bintang. Sebab, pada dasarnya hanya Wei Han saja yang bisa mewarisi gelar Kaisar.


Ketika jarak di antara mereka berdua dan Pasukan Kekaisaran semakin dekat, paman Gao memutuskan untuk mengalihkan perhatian mereka dan menyuruh Wei Han untuk pergi menjauh dari sana.


Awalnya Wei Han ingin menolak hal tersebut, tetapi ia tau kalau tidak ada waktu untuk mempermasalahkan hal tersebut. Akhirnya, Wei Han melarikan diri dan meninggalkan pamannya itu.


"Sepertinya kita masuk ke dalam masalah yang merepotkan..." ucap Li Hao pelan dengan raut wajah rumit.


Mendengar hal itu membuat jantung Wei Han berdebar kencang, ia takut kalau mereka berdua akan meninggalkan dirinya atau yang lebih parahnya lagi menyerahkan ia pada pasukan Kekaisaran.


"Kamu tenang saja, Wei Han kecil. Kakak tidak akan melakukan hal jahat padamu..." Diao Chan bisa merasakan ketakutan anak kecil itu, dan ia langsung menghiburnya sembari mengelus pelan kepalanya.


Wei Han tidak banyak bereaksi dan dirinya hanya mengangguk pelan.


[Ding! Selamatkan Penerus Kekaisaran Bintang dari kejaran Assassin!]


[Hadiah: Buku Seni Bela Diri Pedang: Tujuh Gerakan Bintang.]


[Hukuman Gagal: ???]


"Eh?" Li Hao yang melihat kemunculan layar misi system langsung terkejut, alisnya perlahan mengerut dan kemudian mengeluarkan pedang Iblis Malam dari Inventory-- lalu berdiri.


Tentu saja hal itu membuat Diao Chan ikut mengeluarkan senjatanya, ia juga berdiri dan menatap pemuda di dekatnya dengan tatapan tajam, "Li Hao, apa kau mau membunuhnya hanya karena tidak mau tertimpa masalah?" tanya Diao Chan sembari menyembunyikan Wei Han di belakangnya.


"Ada yang kemari..." Li Hao berkata dengan waspada, pandangan mengedar ke seluruh penjuru arah.


Whooosh!


Sesaat setelah Li Hao mengatakan itu, muncul lima orang bertopeng hitam dan mengepung Li Hao serta yang lainnya. Mereka berpakaian serba hitam seperti seorang ninja, masing-masing dari mereka adalah seorang kultivator di tingkat Qi Refinement.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2