Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Interogasi Xue Jian


__ADS_3

"Bocah, apa kau tau kalau kau telah menempatkan sekte Lotus Hitam ke dalam situasi yang berbahaya?" ekspresi Xue Jian yang sebelumnya santai dalam sekejap berubah menjadi dingin, "Orang tua brengsek itu sangat merepotkan kami, kalau saja kami tidak mengatasinya lebih cepat mungkin rencananya akan berhasil..."


"Jadi, dia benar-benar tewas?" Li Hao bertanya untuk memastikannya.


"Ya, dia mati di tangan rekannya sendiri. Lucu sekali, bukan?" balas Xue Jian, lalu menginjak Li Hao lebih keras, "Patriark sekte menjadikanmu sebagai prioritas utama untuk ditangkap, berbanggalah karena orang hebat seperti beliau kini terpaku padamu..."


"Ditangkap...? Sepertinya kalian datang bukan untuk melenyapkanku. Apa tujuan kalian menangkapku?" Li Hao kembali bertanya usai mengerti dengan situasinya.


Xue Jian terdiam sejenak sebelum tertawa lantang dengan Niat Membunuh yang merembes keluar dari tubuhnya, "Hahahaha... Aku penasaran, kenapa bocah sepertimu terlalu santai menghadapi situasi ini?" sebilah pedang muncul di tangan kanan Xue Jian, "Apakah sejauh ini aku terlalu lembut padamu?!"


Li Hao membisu ketika merasakan Niat Membunuh sebesar itu, melihat Xue Jian yang mudah marah membuatnya langsung mengurungkan niat untuk memprovokasinya.


"Haaa... Bajingan ini, kau sepertinya tidak mudah untuk ditakuti, ya?" Xue Jian sedikit tak menyangka karena hanya mendapatkan reaksi kecil dari Li Hao setelah ia mengeluarkan sebagian besar Niat Membunuhnya, "Kau benar, kami datang kemari bukan untuk membunuhmu tetapi menangkapmu..."


"Sudah kudu-"


Ketika Li Hao hendak mengatakan itu, ia langsung mematung saat ujung bilah pedang Xue Jian hampir mengenai lehernya dan hanya dipisahkan beberapa senti saja.


"Tapi, bukan berarti kau aman, bocah. Nyawamu tergantung pada jawabanmu, jika kau memberikan jawaban yang tidak memuaskan maka aku akan langsung memenggal kepalamu." Xue Jian mengancam, ancamannya asli dan bukan hanya sekedar gertakan saja.


Li Hao sendiri menenangkan dirinya sebelum mengangguk paham, "Baiklah, aku akan menjawabnya sebaik mungkin."


"Bagus, mari kita mulai dengan pertanyaan ringan terlebih dahulu. Kekekeke..." Xue Jian tertawa sejenak sebelum melanjutkan perkataannya, "Kami sudah mencoba sebisa mungkin mencari latar belakangmu, tapi kau tidak memilikinya seolah kau tidak pernah ada. Bagaimana bisa?"


"Aku telah kehilangan ingatanku ketika mengembara, jadi aku sendiri pun tidak mengetahui secara pasti darimana asalku." Li Hao menjawab tanpa memperlihatkan keraguan sedikitpun.


Whoosh!


Sesaat setelah Li Hao menjawab demikian, ujung bilah pedang Xue Jian melukai kecil lehernya sehingga aliran darah tipis keluar dari sana.


"Bukankah sebelumnya aku sudah bilang kalau kepalamu akan terpenggal jika memberikan jawaban yang tidak memuaskan, apakah peringatan itu masih kurang menakutkan bagimu?" Xue Jian kembali mengeluarkan Niat Membunuh yang besar dari tubuhnya.


Li Hao sedikit mengerutkan alisnya sebelum akhirnya menyadari kalau Xue Jian telah mengetahui bahwa hilangnya ingatannya adalah sebuah kebohongan belaka.

__ADS_1


"Sepertinya mereka telah mencuri informasi tentangku dari sekte Gunung Empat Pedang..." Li Hao diam-diam menghela nafas panjang melalui mulutnya, lalu bertanya, "Kenapa jawaban itu masih kurang memuaskan?"


"Sebelum mendatangimu, aku sudah mencari sebanyak-banyaknya informasi tentangmu. Mulai dari dikurung di penjara sekte Gunung Empat Pedang sampai memasuki Hutan Tanpa Ujung..." Xue Jian segera membalas, "Jadi, jangan banyak membual tentang hilangnya ingatanmu atau aku akan memenggal kepalamu sekarang juga."


"Baiklah, aku mengerti..." Li Hao yang merasakan Niat Membunuh terus merembes keluar dari tubuh Xue Jian mau tak mau harus mengambil keputusan dengan cepat, "Tapi, kuharap kau bisa mempercayainya..."


"Tidak perlu banyak basa-basi!" Xue Jian menghentakkan kakinya yang menginjak Li Hao.


"Keuughh!" Li Hao hampir mengeluarkan isi perutnya ketika itu terjadi, matanya sesaat menatap tajam Xue Jian sebelum menggeleng pelan, "Aku berasal dari Pocket Realm."


"Pocket Realm...?"


"Ya, sebuah dunia yang luas dan ramai. Di sana sama seperti di sini, yang kuat memakan yang lemah..."


Xue Jian tidak langsung membalas melainkan melirik salah satu dari kesepuluh orang bermantel hitam di sekitar sana. Tidak lama setelah itu, orang tersebut mengangguk kecil dan berkata kalau perkataan Li Hao bukanlah sebuah kebohongan.


"Pocket Realm, ya?"


Fenomena tentang Pocket Realm sudah umum terjadi di Daratan Surgawi. Sederhananya, tempat itu adalah dimensi lain yang juga diisi oleh makhluk hidup seperti mereka.


"Itu sebabnya alasan kalian tidak bisa menemukan latar belakangku, karena pada dasarnya aku berasal dari dimensi yang berbeda." timpal Li Hao, suaranya terdengar meyakinkan.


Xue Jian sejenak menatap mata Li Hao, lalu menyudahi pertanyaan pertama dan lanjut ke pertanyaan yang kedua.


Li Hao diam-diam merasa lega karena Xue Jian percaya dengan jawaban itu, dan untung saja ia juga sudah memperkirakan keberadaan orang yang mempunyai kemampuan seperti tuan Gong Da sehingga dirinya bisa memberikan jawaban yang tepat tanpa harus memberitahu bahwa dirinya berasal dari Bumi.


Setelah itu, Li Hao selalu menunjukkan sikap bekerja sama dengan menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan oleh Xue Jian. Meskipun begitu, ia diam-diam telah menyiapkan rencana yang matang agar bisa melarikan diri dari seorang Immortal seperti Xue Jian.


"Baiklah, sampai di sini saja pertanyaanku."


Pada saat Xue Jian berkata demikian, Li Hao langsung meningkatkan statistiknya.


[Strength +5]

__ADS_1


[Strength 295 > 300]


[Ding! Statistik Strength mencapai 300!]


[Mendapatkan bonus SP +5]


[Agility +50]


[Agility 301 > 351]


"Sekarang mari kita pergi ke sekte Lotus Hitam..." Xue Jian kembali berkata sembari menyimpan pedangnya, lalu mengangkat Li Hao dengan mengangkat kerah pakaiannya, "Namun sebelum itu, kau harus tidur terlebih dahulu."


Baru saja Xue Jian melakukan ancang-ancang untuk memberikan pukulan ke tengkuk leher Li Hao, pemuda itu dengan cepat melompat ke atas dan menghancurkan langit-langit Menara Informasi.


Melihat hal itu, Xue Jian mematung selama beberapa detik karena terkejut sebelum akhirnya disadarkan oleh salah satu orang bermantel hitam yang bersamanya.


"Bajingan! Aku akan membunuhmu!"


Sesaat setelah fokusnya kembali, seluruh Niat Membunuh merembes keluar dari tubuh Xue Jian dan dia dengan sangat cepat langsung melesat ke lubang yang dihancurkan oleh Li Hao lalu mengejarnya.


Di sisi lain, setelah keluar dari Menara Informasi Li Hao segera mengeluarkan kunci dungeon dari inventorynya. Ketika ingin menggunakannya, ada serangan Qi dari arah belakang dan membuatnya mau tak mau harus menghindarinya.


"Bocah biadab, aku akan membunuhmu!"


Xue Jian yang saat ini jaraknya cukup jauh mengutuk keras Li Hao, langkahnya semakin cepat seiring berjalannya waktu dan tidak membutuhkan waktu lama untuk mendekati pemuda itu.


"Kekekeke... Kupastikan kau akan mati." Xue Jian mengeluarkan pedang sebelumnya, lalu mengalirkan sejumlah Qi ke dalamnya.


Li Hao yang mengetahui itu buru-buru memasuki jalanan sempit, meskipun sembunyi tidak berguna di hadapan seorang Immortal tetapi dengan hal ini bisa membuat Xue Jian berpikir dua kali untuk menyerangnya.


Alasannya karena kota Qibao berada di bawah perlindungan sekte Danau Suci, sebuah sekte aliran putih bintang sembilan. Meskipun kekuatan sekte tersebut berada di bawah sekte Lotus Hitam, tetapi untuk membuat masalah dengan mereka harus dipikirkan beberapa kali.


Walaupun begitu, Li Hao harus segera mencari kesempatan untuk menggunakan kunci dungeon, mengingat sifat Xue Jian yang mudah terpancing amarah jadi tidak menutup kemungkinan bagi dia untuk mengacaukan kota demi bisa menangkapnya.

__ADS_1


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2