
Setelah puas menerima jawaban atas semua pertanyaan yang ia ajukan, Li Hao tidak lagi mengganggu Diao Chan dan kembali mengamati jalannya pertandingan.
"Diao Yu San dan Lao Ji!"
"Qin Shan dan Chang Shao!"
.....
.....
Setelah pertandingan sebelumnya berakhir, Zhan Bao Jie memanggil nama dari kesepuluh peserta lainnya.
Diao Chan sedikit bereaksi ketika mendengar nama Diao Yu San dipanggil, itu adalah nama dari kakak perempuannya.
Li Hao sendiri sudah menebaknya setelah melihat reaksi dari Diao Chan, ia kemudian memperhatikan area pertama dan melihat Diao Yu San bersama lawannya masuk ke dalam sana.
Mereka berdua kemudian bersiap-siap dan mulai bertarung ketika wasit memerintahkan mereka.
Li Hao dalam diam terus melihat cara bertarung kakak perempuan Diao Chan dan lawannya.
"Untuk sekarang, kecepatan dan kekuatan mereka seimbang. Tapi, pengalaman bertarung Diao Yu San jauh lebih unggul daripada orang yang bernama Lao Ji itu." Li Hao bergumam sembari berusaha menganalisis.
"Kakak perempuanku tidak selemah itu, dia sedang menyembunyikan kekuatannya karena alasan tertentu." Diao Chan yang tidak sengaja mendengarnya langsung membalas demikian.
"Darimana kau mengetahuinya? Bukankah kalian berdua tidak dekat?" Li Hao bertanya tanpa menoleh sedikitpun, aneh rasanya kalau Diao Chan bisa mengetahui kemampuan kakak perempuannya mengingat mereka berdua tidak pernah dekat sama sekali.
Diao Chan terdiam sejenak sebelum menjawab, "Aku pernah melihatnya bertarung dengan seorang Golden Core, waktu itu dia masih berada di Qi Refinement bintang empat dan dia berhasil mengalahkannya meskipun membutuhkan usaha yang cukup keras."
"Begitu, ya." Li Hao mengangguk beberapa kali, lalu bertanya, "Kalau alasannya seperti itu... Apakah dia berniat untuk menyembunyikan kekuatannya sampai menemukan lawan yang sebanding dengannya?"
"Kurasa iya, mungkin dia diminta untuk tidak perlu menarik perhatian sampai batas tertentu." Diao Chan membenarkan sembari mengangguk pelan.
"Tapi, bukankah hal semacam itu sia-sia? Maksudku, dia adalah seorang jenius muda dengan rupa yang cantik. Namanya pasti sudah terkenal di mana-mana, bukan?"
Li Hao merasa ada sedikit keanehan, dia menoleh ke Diao Chan dan mata mereka berdua saling bertemu.
"Karena tidak ada yang mengetahui secara pasti kekuatan dia, bodoh. Memang nama kakak sudah cukup terkenal di antara aliran putih dan hitam karena kecantikan serta kemampuannya, tetapi mustahil bagi mereka untuk mengetahui keseluruhan kemampuannya."
"Ah, benar juga. Omong-omong, melihat kakakmu itu, dia mungkin adalah tipe orang yang sama sepertiku. Tidak suka diperhatikan." Li Hao kembali menatap batu transmisi dengan tenang.
"Dasar..." Diao Chan bergumam sebelum kembali melihat pertandingan kakaknya.
......................
__ADS_1
Beberapa menit berlalu dan Diao Yu San memenangkan pertandingan di area pertama.
"Sudah kuduga, kakak pasti akan menang dengan mudah." Diao Chan mengepalkan kedua tangannya dengan erat, kepercayaan dirinya untuk mengalahkan kakaknya sedikit menurun.
Li Hao tentu mengetahuinya tetapi untuk sekarang dia tidak akan berbicara apapun dan memilih untuk mengamati situasinya lebih lanjut.
***
"Sudah siang, nih. Apa kau lapar?" Li Hao bangkit berdiri dari tempat duduknya.
Diao Chan ikut bangun dan menganggukkan kepalanya pelan, matanya kemudian teralih ke ujung ruang tunggu dan menemukan beberapa pegawai dari Lima Menara Naga yang sedang membagikan makanan siap saji pada peserta.
"Kita akan memakan makanan yang ada di sana, bukan?" Diao Chan bertanya sembari menunjuk ke ujung ruangan.
Li Hao mengangguk sekali sebelum menjawab, "Ya, tentu saja. Kenapa kau bertanya?"
"Tidak, kupikir kau akan memakan makanan yang sudah kau siapkan." Diao Chan menggeleng pelan dan memberitahukan alasannya.
"Hahahaha... Kalau ada yang gratis, kenapa juga aku harus menghabiskan persediaanku." Li Hao tertawa kecil, dan ia berjalan ke arah para pegawai yang sedang membagikan makanan.
Diao Chan menghela nafas sebelum mengikutinya dari belakang.
"Omong-omong, sepertinya aku akan sengaja kalah pada pertandingan ketiga." ucap Li Hao dengan suara pelan.
"Tidak, tidak, tidak. Apa maksudmu! Kenapa kau berniat sengaja kalah?!" Diao Chan bertanya tanpa peduli dengan nada suaranya.
"Bodoh, jangan keras-keras!" Li Hao dengan panik segera menutup mulut Diao Chan sembari mengedarkan pandangannya, untung saja tidak ada peserta di sekitar mereka, "Padahal aku sengaja mengatakannya dengan suara pelan, tapi kau malah berteriak seperti itu."
"Lagian, apa yang kau pikirkan? Sengaja kalah? Jangan membuat lelucon seperti itu!" Diao Chan melepas tangan Li Hao, kali ini suaranya sudah lebih rendah dari sebelumnya.
Li Hao menghela nafas panjang karena sedikit menyesal memberitahukan hal ini, ia menatap mata wanita cantik di depannya itu dan kemudian menjelaskannya, "Sudah kubilang sebelumnya, bukan? Aku adalah tipe orang yang tidak mau menarik perhatian banyak orang, kalau di Turnamen ini aku memberikan kesan baik pada orang-orang kuat yang mempunyai pengaruh besar-- masalah merepotkan pastinya akan terus berdatangan."
Raut wajah Diao Chan berubah menjadi sedikit muram ketika mendengarnya, ia kemudian mengangguk paham dan tidak bertanya lebih jauh lagi tentang masalah itu.
"Kalau begitu, apa besok kau yang akan menjaga Wei Han?" tanya Diao Chan penasaran.
"Iya, aku sudah merencanakan itu dari awal." Li Hao menjawab, dan kembali berjalan.
Diao Chan berjalan bersama pemuda itu dan terdiam sejenak.
"Lalu, apa kita akan berpisah setelah ini?" Diao Chan kembali bertanya, matanya masih memandang lurus ke depan.
"Hm? Setelah Turnamen yang kau maksud?" Li Hao bertanya untuk memastikannya.
__ADS_1
Diao Chan hanya mengangguk cepat untuk menanggapi itu.
"Aku pikir, iya. Kau kembali ke sektemu, sedangkan aku melanjutkan mengembaraku."
"Begitu, ya."
Pembicaraan mereka berdua terputus, lalu sampai di ujung ruangan yang dipenuhi oleh puluhan peserta.
Para pegawai yang ada di dekat meja memberikan makanan serta minuman kepada setiap peserta yang datang.
Li Hao dan Diao Chan kemudian mengantri, lalu menerima sebuah kotak makanan dari bambu dan sebotol air yang terbuat dari kayu khusus.
"Ayo kembali..." Li Hao mengajak wanita di dekatnya, dan kemudian kembali ke tempat duduk mereka sebelumnya.
......................
"Isinya... Nasi, daging dan sayuran." Li Hao bergumam usai membuka tutup kotak makanan yang baru saja didapatkannya, tanpa banyak bicara lagi ia langsung memakannya dengan lahap.
Sedangkan Diao Chan tidak memakan makanan tersebut dan hanya menatapnya dalam diam.
"Kenapa kau tidak memakannya?" Li Hao jelas menyadarinya, ia bertanya tanpa menoleh sedikitpun.
Diao Chan tidak menjawab selama beberapa saat sebelum menghela nafas panjang, "Aku akan memakannya." ucap Diao Chan pelan.
......................
"Geh... Kenyang juga." Li Hao bersandar di tembok belakangnya, kemudian melirik ke samping dan menemukan Diao Chan yang baru selesai makan, "Apa kau sedih setelah mengetahui kalau kita akan berpisah sebentar lagi?"
Diao Chan yang sedang minum air langsung terbatuk pelan, ia membersihkan mulutnya dengan tangan lalu menghela nafas panjang, "Berbohong jika aku mengatakan tidak."
"Apa alasannya? Bukankah kau seharusnya merasa senang karena tidak perlu bertengkar denganku lagi?"
"Yah... Bagaimana cara mengatakannya, ya."
Diao Chan terdiam sesaat.
"Bersamamu terasa sangat menyenangkan, setiap kali aku melihatmu-- perasaanku menjadi bahagia. Aku cukup bingung kenapa bisa seperti itu, tetapi aku bisa menyimpulkan satu hal..." Diao Chan terdiam sejenak sembari menarik nafasnya dalam-dalam, lalu mengeluarkannya secara perlahan lewat mulut dan menatap Li Hao dengan tatapan yakin, "Sepertinya aku menyukaimu, Li Hao."
Mendengar hal itu, Li Hao langsung bangkit dari tempat duduknya dan mundur beberapa langkah. Ekspresinya saat ini berubah menjadi terkejut, dirinya tak pernah menyangka kalau Diao Chan akan menyatakan perasaannya di sini.
"Tenanglah, Li Hao..." Li Hao mencoba menenangkan dirinya sendiri, tubuhnya yang merasa tegang perlahan menjadi lemas dan ia mulai berpikir secara rasional.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.