Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Serangan Bandit II


__ADS_3

Melihat ketiga bandit itu sudah pergi, orang yang dipanggil bos langsung menatap Diao Chan dengan tatapan tajam, "Kau ini berasal dari Aliran Hitam, bukan?!" tanyanya dengan suara keras.


Diao Chan hanya diam dan tak menanggapi itu, ia sedang berusaha mengatur nafasnya yang memburu dan mempersiapkan energi spiritualnya.


"Dasar pelacur ini..." pria paruh baya bertubuh kekar itu merasa geram, dan ia mengeluarkan aura Golden Core bintang dua dari tubuhnya, "Aku adalah Fung Chang! Salah satu Ketua dari kelompok Bandit Serigala Darah! Kelompokku sudah beraliansi dengan beberapa sekte dari Aliran Hitam, jadi-- aku akan melupakan ini jika kau pergi dari sini!"


"Golden Core?!" Diao Chan diam-diam merasa terkejut, ia termenung sejenak lalu melihat ke arah sekitarnya-- dirinya menemukan para bandit yang kini sedang membunuh warga desa, "Sialan... Aku pasti akan mengingat ini..."


Ketika Diao Chan hendak pergi dari sana, ia sedikit melebarkan mata saat mendengar teriakan Wei Han-- tanpa banyak berpikir ia langsung bergerak cepat menghampirinya.


"Apa yang mau kau lakukan?!" Diao Chan bisa melihat seorang bandit yang mau menebas Wei Han, untungnya ia tiba tepat waktu dan lebih dulu memenggal kepala bandit tersebut.


Srasssh!


Darah langsung menyembur keluar dan tubuh bandit itu terjatuh ke tanah.


"Wei Han, apa kamu tidak apa?" Diao Chan bertanya sembari memegang pipi anak kecil itu.


Wei Han mengangguk pelan, matanya kemudian melebar saat menemukan seorang pria paruh baya berbadan kekar di belakang Diao Chan.


"Kakak, awas!" Wei Han memperingati wanita cantik itu, Diao Chan sendiri langsung berbalik dan menangkis pukulan yang dilancarkan oleh pria paruh baya berbadan kekar itu.


Bam!


Diao Chan seketika terpental bersama Wei Han yang berada di dekatnya, keduanya menabrak salah satu rumah warga yang ada di sana sampai runtuh.


"Dasar pelacur, aku sudah bilang untuk pergi dari sini tapi kau malah keras kepala dan membuang kesempatanmu itu." Fung Chang berkata dengan geram, ia kemudian menatap tangannya yang baru digunakan untuk memukul wanita itu, "Untuk seukuran Qi Refinement, dia sangat cepat dan kuat. Apakah dia mempunyai latar belakang yang tidak biasa?"


Perasaan yang tidak enak tiba-tiba muncul di hati Fung Chang, ia merasa kalau sudah melakukan suatu kesalahan yang besar.


Duar!


Reruntuhan rumah yang menimpa Diao Chan dan Wei Han meledak sehingga membuat perhatian Fung Chang kembali teralih ke sana.


Alis Fung Chang perlahan mengerut ketika menemukan Wei Han yang diselimuti dengan aura biru cerah, "Apa-apaan itu... Fluktuasi energi yang begitu dahsyat..." Fung Chang terperangah.


Wei Han sendiri menatap ke arah Diao Chan yang terbaring pingsan, ia bisa melihat tangan kanan wanita cantik itu patah dan tubuhnya yang dipenuhi dengan luka parah.


"Bahkan di saat yang terakhir, kakak masih berusaha melindungiku." Wei Han mengepalkan kedua tangannya dengan erat, ia melihat dengan jelas-- kalau wanita cantik itu sempat melindunginya sebelum mereka berdua menabrak bangunan.

__ADS_1


"Kau... Kau pantas mati!" fluktuasi energi yang menyelimuti Wei Han meledak, dan ia bergerak maju ke arah Fung Chang dengan kecepatan tinggi.


"Apa-apaan... Siapa dia sebenarnya?" Fung Chang tidak bisa untuk tidak terkejut, ketakutan mulai melanda hatinya.


Ketika Wei Han sudah berada di dekat pria paruh baya berbadan kekar itu, ia mengepalkan tangan kanannya dengan erat dan melesatkan tinjunya.


Fung Chang tidak tinggal diam ketika melihat itu, ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan menangkis serangan yang dilancarkan oleh Wei Han.


Boom!


Whooosh!


Di luar perkiraan, serangan yang dilancarkan Wei Han begitu berat dan berhasil membuat Fung Chang terpental jauh ke belakang.


Bam!


Fung Chang menabrak sebuah rumah sampai menjadi runtuh, kemudian reruntuhan itu meledak oleh ledakan energi.


"Dasar bajingan kecil... Aku akan membunuhmu!" Fung Chang sudah tidak peduli lagi, ia mengepalkan tangan kanannya dengan erat dan bergerak maju ke arah Wei Han.


Pada saat Fung Chang ingin melancarkan pukulannya, serangan dari arah lain datang padanya dan membuat ia terpental ke rumah lainnya sampai runtuh.


"Kakak Li... A-akhirnya kamu datang... Tolong... Bantu kakak Diao..."


Sesaat setelah Wei Han berkata demikian, fluktuasi energi yang menyelimuti tubuhnya menghilang dan ia langsung terjatuh pingsan.


"Kalian berdua pasti akan selamat..." Li Hao menangkap tubuh Wei Han, lalu memindahkannya ke tempat yang aman.


Li Hao kemudian mengedarkan pandangannya dan ia menemukan Diao Chan yang terbaring di antara reruntuhan.


Li Hao langsung menghampirinya, dan ketika ia melihat keadaan Diao Chan yang terluka parah-- nafsu membunuh seketika merembes keluar dari tubuhnya.


Whooosh!


"Sepertinya kau benar-benar mau mati!" Li Hao menoleh ke belakang dengan penuh amarah, ia bisa melihat Fung Chang yang menatapnya dengan penuh keseriusan.


"Muncul cecunguk lainnya, benar-benar merepotkan." Fung Chang mengepalkan kedua tangannya dengan erat, meskipun dia terlihat acuh tak acuh-- tapi saat ini dirinya sangat waspada.


"Cecunguk?" Li Hao mengeluarkan pedang Iblis Malam dari inventory, "Mari kita lihat, siapa yang cecunguk di sini."

__ADS_1


Whooosh!


Li Hao bergerak maju ke arah Fung Chang, ia langsung melakukan Tarian Bintang Malam dengan sangat cepat dan tajam.


Fung Chang sendiri menghindari dan menangkis tebasan yang dilakukan oleh Li Hao, ia menggertakkan gigi ketika serang pemuda itu sesekali berhasil mengenainya.


"Keparat... Siapa kau sebenarnya, anjing?!" Fung Chang berkata dengan nada marah, ia tidak menyangka-- seseorang di tingkat Qi Refinement berhasil memberikan luka padanya.


"Kau bisa mencari taunya di Neraka, sialan!" Li Hao terus melakukan Tarian Bintang malam, sampai akhirnya-- Fung Chang menciptakan ledakan energi dan membuat jarak yang lebar di antar mereka berdua.


"Haah... Haah... Haah..." nafas Fung Chang memburu, ia kemudian mengeluarkan sebuah tulang kecil seukuran telapak tangan dari celananya, lalu meniupnya.


Shuuuuu.....


Bunyi yang begitu kasar keluar dari tulang tersebut. Beberapa saat kemudian, puluhan bandit mulai bermunculan-- mereka mengepung Li Hao dari arah depan dan belakang.


"Hey, bocah biadab... Sepertinya kau yang akan pergi ke Neraka terlebih dahulu." Fung Chang berkata sambil tersenyum mengejek.


"Bersembunyi di balik tikus-tikus ini, sebagai ketua mereka-- kau adalah seorang pengecut yang sangat memalukan." Li Hao mendengus dingin.


"Pengecut? Gahahahaha... Panggil aku sesukamu! Toh, ini adalah hari terakhirmu juga." bukannya terprovokasi, Fung Chang malah tertawa lantang.


Li Hao sendiri berdecak kesal sebelum mengalirkan Qi-nya ke dalam pedang Iblis Malam.


Whooosh!


Aura gelap merembes keluar dari pedang tersebut, Fung Chang yang menyaksikan itu langsung mengerutkan alisnya, "Aura kegelapan?!"


"Hey, goblok! Tunggu apa lagi?! Cepat bunuh dia!" Fung Chang berteriak kesal pada semua anak buahnya.


Semua bandit yang mendengar perintah dari bos mereka langsung bergerak maju, masing-masing dari para bandit itu dengan segera melancarkan serangan terbaik mereka.


Li Hao yang menyaksikan semua itu hanya mendengus dingin sebelum melakukan kuda-kuda Tusukan Bintang.


"Mati!" Li Hao mendorong pedangnya ke arah bandit yang jumlahnya paling banyak.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2